
"Jangan deket-deket sama Sasa dong sayang, sini sama aku saja" Yanti bergelayut di tanganku mau tidak mau aku menurut saja dengan dia.
Aku duduk di sebelah Yanti berhadapan dengan Sasa, ya walaupun aku tidak di samping Sasa tapi aku bisa melihat wajahnya dengan jelas di depan
sini.
"Gak jelas banget sih Yanti, kenapa coba Andi gak boleh di dekat gue" Sasa terlihat marah dengan Yanti karena aku tidak boleh di sebelah Sasa.
"Kamu ini lupa atau pura-pura lupa sih, Andi ini kan pacar aku jadi wajarlah kalau aku tidak memperbolehkan dia ada di dekat kamu" Yanti menjawab dengan ketus.
"Apa, pacar sejak kapan kita berpacaran kok aku gak ingat sama sekali, aku juga gak pernah nembak
kamu kan, kok ngaku-ngaku jadi pacar sih" aku kaget dengan ucapan Yanti saat dia bilang aku pacarnya, mana mungkin aku pacaran sama hantu kan gak
mungkin juga.
"Kok kamu gitu sih sayang, kan kamu pacar aku" Yanti bergelayut manja di tanganku.
"Udah Yan, lepasin dong, aku mau istirahat walaupun hanya sebentar saja masak gak boleh sih" aku melepaskan tangan Yanti.
Aku ingin istirahat sebentar saja dengan tenang karena sebentar lagi kita akan kembali melanjutkan perjalanan, dan kita juga tidak akan pernah tau apa
yang akan terjadi kedepannya, jadi aku harus menggunakan kesempatan beristirahat ini dengan sangat baik sekali.
"Haha, ngarep banget sih kamu Yan, mana mau Andi sama kamu, kalian kan beda alam jadi mana mungkin itu terjadi" Sasa menertawakan Yanti dengan keras, dia terlihat sangat senang melihat
aku menolak Yanti.
"Kok kamu senang banget sih lihat aku menolak Sasa, apa jangan-jangan kamu udah mulai suka ya sama aku, ayo jujur kamu" aku menggoda Sasa siapa
tahu dia memang benar-benar sudah mencintai aku sehingga cintaku tidak bertepuk sebelah tangan.
__ADS_1
"Gak usah menghayal ya, jangan sampai kamu berharap kalau aku akan mencintai kamu karena itu semua tidak akan pernah terjadi, kan aku juga sudah
bilang berkali-kali sama kamu" Sasa malah marah, tapi aku tau kok kalau dia tidak benar-benar marah, paling juga dia pura-pura untuk menutupi cuma perasaannya.
"Kok pipi kamu merah sih" aku terus menggoda Sasa, dan membuat dia semakin marah.
"Gak usah mulai ya Ndi, kamu ingat kan Yanti bilang kita hanya boleh istirahat sebentar saja, jadi jangan
buang-buang waktu lah" Sasa melengos dia tidak mau melihat ku.
Aku senang sekali menggoda Sasa apalagi kalau dia sedang marah dan cemberut itu justru membuat dia semakin terlihat cantik dan manis, makanya aku sangat senang melihat dia marah.
"Udah kalian gak usah berdebat, pokoknya Andi cuma milikku bukan milik kamu, dan kamu jangan pernah bermimpi untuk mencintai Andi paham kamu" ucap Yanti dengan nada sombong.
"Ambil saja tuh si Andi bodo amat gue gak peduli, kalau perlu bawa pulang sana" Sasa terlihat sangat kesal dengan Yanti.
"Gitu banget sih Sa, gini-gini aku juga teman kamu, apa kamu gak ingat kalau kita sudah berteman selama 3 tahun, masak gak ada kasian sama sekali
Masa iya Sasa nyuruh Yanti bawa aku pulang, terus kalau Yanti beneran ngelakuin itu gimana dong, gak bisa pulang dong aku nantinya.
"Habisnya hidup Lo itu ribet banget, kan selama hidup Lo gak pernah pacaran sama sekali, jadi lebih baik Lo pacaran aja sama Yanti, lagian baru kali ini gue lihat cewek yang tergila-gila sekali sama Lo kan" Sasa kembali mengejekku.
"Kata siapa gue gak pernah pacaran, Lo aja yang gak pernah tau, lagian jadi cewek kok sok tau banget Lo, ya kali gue pacaran sama hantu, ya gak mungkin
banget lah itu terjadi" aku membantah ucapan Sasa.
Dia tidak tau saja kalau aku gak pernah pacaran itu karena perempuan yang ada di hatiku ya cuma si Sasa tapi sayangnya dia tidak pernah tau bahkan
dia tidak pernah mau tau tentang semua itu, dasar Sasa.
"Udah gak usah ribut, kalian berdua bikin aku tambah pusing tau gak, udah belum istirahat nya, habis ini kita harus cepat-cepat berangkat lagi sampai
__ADS_1
malam, karena kalau malam hantu pendaki itu tidak ada di rumahnya karena mereka akan mencari kalian di tempat lain, itu waktu yang tepat untuk kita pergi kesana untuk memastikan apakah teman kalian tertangkap atau tidak" Yanti menjelaskan kepada aku dan Sasa.
"Bentar lagi dong Yan, nafas gue aja belum teratur ini, itu tandanya aku masih capek banget, sebentar lagi aja ya" Sasa memohon kepada Yanti.
"Lagian lemah banget sih jadi perempuan, gitu aja capek" aku menggoda Sasa sengaja agar dia marah,
lagian aku juga masih kesal karena dia menyuruh Yanti untuk membawaku.
"Siapa bilang gue lemah, gak kok buktinya sampai sekarang gue masih bisa bertahan dengan segala macam cobaan yang ada" Sasa membela dirinya, dia tidak terima aku bilang cewek lemah.
"Udah kalian gak usah mulai lagi, ya udah kalian istirahat sebentar saja, habis itu kita langsung jalan karena takutnya hantu pendaki itu sudah mencium
keberadaan kita disini" Yanti menengahi aku dan Sasa agar kami tidak bertengkar lagi.
Sebenarnya aku gak mau bertengkar, tapi aku masih sakit hati sama omnongan Sasa tadi, tapi itu sama
sekali tidak mengurangi rasa cinta yang ada di hatiku, bahkan rasa ini semakin menggebu-gebu setiap harinya, apa lagi sudah beberapa hari kita selalu bersama di manapun dan kapanpun, bahkan kita tidur bersama di hutan ini.
"Udah, ayo kita jalan sekarang, kita harus mengejar waktu jangan sampai kita terlambat untuk menyelamatkan mereka semua, nanti rasa lelah ini akan sembuh setelah melihat teman-teman kita dalam keadaan baik-baik saja" ucapku sambil menyemangati diriku sendiri.
"Oke deh, kita lanjut sekarang lagian ini badanku sudah enakan tidak terlalu capek seperti tadi lagi" Sasa akhirnya menyetujui ucapan ku.
"Oke, kalian harus yakin ya kalau kita akan melanjutkan perjalanan sekarang karena nanti kita tidak boleh berhenti lagi, karena mencari tempat
yang aman di hutan ini sangat susah, seperti yang aku bilang tadi hutan ini tempat berkumpulnya para jin penghuni gunung larangan ini" Yanti meyakinkan
aku dan Sasa sudabh benar-benar kuat untuk berjalan.
"Apa kita setelah ini tidak akan berhenti walaupun hanya sesaat" Sasa bertanya kepada yanti.
"Nanti malam kita akan berhenti untuk kalian makan, setelah itu kita harus lanjut lagi, dan kalau sudah
__ADS_1
tengah malam ya kalian berhenti dulu untuk istirahat setelah itu kalian tidur'" Sasa menjelaskan.