
Masih POV Anton.
Aku berjalan tertatih menuju ke satu pohon yang kebetulan cukup dekat dengan ku mangkanya aku memilih beristirahat di bawah pohon itu karena
jarak kami tidak terlalu jauh, jadi akubtidak perlu berjalan jauh lagi untuk beristirahat.
"Duduk disini dulu lah, walaupun berjalan tidak terlalu jauh tapi aku sudah sangat lelah karena kondisi
kakiku yang seperti ini, sangat susah sekali berjalan dengan keadaan seperti ini, tidak memungkinkan sama sekali dan aku jadi cepat lelah" aku memijat
lagi kakiku yang sakit agar bisa cepat berjalan seperti semula.
Benar-benar tempat yang penuh misteri, aku tidak bisa menemukan apapun disekitar sini bahkan untuk
berjalan saja aku kesusahan.
Matahari mulai menampakkan wujudnya, dan panas dari matahari itu sudah mulai terasa, aku tidak salah
untuk beristirahat di bawah pohon ini karena dia bisa melindungi aku dari panasnya sinar matahari itu.
"Matahari udah muncul tapi kenapa ditempat ini hawanya masih sangat panas ya, padahal kan harusnya hawa dingin itu sudah hilang" aku masih
merasakan hawa dingin walaupun matahari sudah terbit.
Sepi senyap itulah gambaran dari tempat ini, aku benar-benar hanya sendirian di tempat ini, tapi aku sedikit merasa lega karena tidak akan ada binatang buas yang mengejar ku karena sekarang kakiku benar-benar sakit dan aku tidak akan bisa berlari dengan cepat kalau ada hewan yang mengejar ku.
Tenggorokan ku terasa kering lagi, itu artinya aku harus minum air agar bisa lega dan dahaga di tenggorokan ku bisa hilang, aku meminum air putih
cukup banyak agar rasa laparnya hilang, lumayan lah bisa mengganjal perut walaupun hanya sesaat.
Aku tau walaupun sudah meminum air putih cukup banyak sebentar lagi rasa lapar itu pasti akan kembali lagi menyiksa perutku karena air putih
mengenyangkan hanya sesaat dan aku masih harus makan agar tidak lemas.
"Aku harus mengirit air minum ini, karena kalau sampai habis dan aku tidak menemukan air maka aku bisa mati sisi karena tidak makan dan tidak minum, aku harus menghemat nya sekarang"
aku memasukkan kembali botol air itu ke dalam ranselku.
Saat aku membuka tas ranselku aku terkejut dan langsung tersenyum senang, ternyata di dalam tas ranselku ada satu bungkus roti yang masih utuh, aku
mengingat kembali bagaimana roti ini bisa ada di dalam tas ranselku dan aku bisa melupakannya.
"Oh iya ini kan roti yang dikasih sama Sasa sebelum kita naik ke gunung ini, kan Sasa memberikan aku satu roti untuk kita makan di mobil dan aku lupa
kalau aku belum memakan roti ini sama sekali, Alhamdulillah akhirnya aku bisa mengisi kekosongan perutku dan aku pasti akan kenyang walau cuma makan roti ini" aku sangat senang melihat roti
itu karena perutku sudah meronta-ronta dia minta diberikan asupan.
Aku terakhir makan itu kemarin siang dan itu hanya sebungkus mie instan jadi wajar saja kalau saat ini aku merasa sangat kelaparan karena setelah itu aku tidak memakan apapun lagi sampai saat ini.
Aku langsung mengambil roti itu lalu membuka bungkus nya dan aku langsung memakannya dengan lahap, aku sangat bersyukur sekali karena kali
ini aku masih bisa makan walaupun hanya roti, lumayan bisa menambah tenagaku dan aku bisa berjalan lebih jauh lagi untuk mencari teman-teman
ku yang lain.
"Aku tidak boleh memakan roti ini semuanya aku harus menyisakan roti ini untuk aku makan nanti sore semoga saja aku bisa menemukan makanan lain yang bisa aku makan untuk besok, dan untung saja roti ini cukup besar jadi walaupun aku hanya memakannya separuh tapi aku sudah sangat merasa
kenyang, Alhamdulillah sekali aku sangat bersyukur" selesai makan aku langsung memasukkan roti itu kembali ke dalam tasku.
Tidak apa-apa kalau nanti siang aku tidak makan lagi, yang penting nanti sore aku bisa makan lagi, karena kalau siang aku tidak akan terlalu lapar karena aku masih punya air untuk mengganjal
perut agar tidak terlalu lapar seperti tadi.
Sekarang aku harus kembali melanjutkan perjalanan karena aku harus segera menemukan teman-teman
__ADS_1
ku yang lain dan aku harus segera keluar dari tempat ini dan kembali ke tempat dimana tadi aku berpisah dari Gilang dan juga Heni, aku harus secepatnya kembali ke tempat itu.
Aku yakin sekali sekarang mereka pasti mengkhawatirkan keadaan ku, belum juga kita bertemu dengan Sasa dan Andi malah ganti aku yang terpisah dari mereka, apa-apa ini malah jadi muter
begini gantian terus yang hilang.
"Aku akan berdiri dan melanjutkan perjalanan lagi sudah cukup aku beristirabhat sekarang badanku sudah lebih enak kakiku gak terlalu capek lagi
aku juga sudah punya tenaga dan tidak lemas lagi karena aku sudah tidak kelaparan" aku bangkit dari tempat dudukku sambil neraih ranselku dan
menaruhnya di punggung.
"Aku hanya bisa berjalan pelan karena kakiku belum sembuh total, dan aku harus lebih berhati-hati karena
tempat ini banyak sekali bebatuan kalau tidak hati-hati aku bisa terjatuh dan tersandung itu akan membuat kakiku semakin sakit" aku berjalan dengan
penuh hati-hati.
Aku hanya bisa berdoa semoga diberi kelancaran dalam perjalanan ku kali ini dan semoga aku bisa segera keluar dari tempat ini dan bisa bertemu
dengan teman-teman ku yang lain.
"Kemana lagi aku harus berjalan tempat ini benar-benar sama semuanya walaupun aku sudah berjalan cukup jauh kok tetap saja posisi bebatuan dan posisi pohonnya sama" aku mulai kesal karena tidak menemukan jalan keluar.
Cuaca di tempat ini memang tidak terlalu panas berbeda jauh dari gunung lain yang pernah aku naiki, tempat ini memang sejuk tapi juga sangat dingin
sekali aku tidak bisa membayangkan bagaimana dinginnya malam nanti pasti akan lebih dingin dari hari ini.
Tadi malam berarti aku pingsan semalaman dong, buktinya aku bangun sudah pagi aja berarti aku tidak sadar sama sekali dong tadi malam, aneh sekali sih gara-gara pingsan aku sampai tidak tau kejadian tadi malam kenapa aku bisa berada di tempat ini" aku
bergumam sendiri.
"Oh iya alku ingat, kan tadi malam terakhir yang aku ingat itu aku melihat ada gapura di hutan itu saat melihat gapura itu aku langsung berlari mendekati gapura itu dan masuk ke dalam gapura itu, lalu aku tidak sadarkan diri bangun-bangun malah sudah pagi dan aku sudah berpindah ke tempat ini, tapi saat aku masuk ke gapura itu aku masih melihat aku masih
Aku berusaha untuk mengingat kejadian yang tadi malam aku alami sebelum aku sadar dan berpindah ke tempat ini.
"Apa mungkin aku terjatuh ke dalam jurang mangkanya tempat ini banyak sekali bebatuan dan susunan batu seperti tebing, tapi kalaupun aku terjatuh ke dalam jurang pasti aku sudah mati ataupun pasti aku sudah patah tulang dan kepalaku pasti akan terluka parah mengingat tempat ini banyak batunya bahkan tempat yang aku pijak
sekarang ini juga banyak sekali bebatuan" aku masih bertanya-tanya.
Aku berpikir berarti tidak mungkin kalau aku jatuh ke jurang karena tidak ada luka yang membekas sama sekali di tubuhku, kalau jatuh ke jurang kan pasti
akan ada luka ini bangun-bangun hanya kakiku yang sakit dan kepalaku yang pusing.
Aku mulai berpikir bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari tempat ini, tempat yang misterius dan penuh dengan keanehan di dalamnya, setelah
mengingat kejadian terakhir tadi malam aku sudah bisa menyimpulkan.
"Berarti cara aku keluar dari tempat ini adalah aku harus mencari gapura yang aku lewati tadi malam, setelah menemukan gapura itu pasti aku akan
bisa keluar dari tempat ini dan kembali ke hutan yang semalam" aku bermonolog sendiri.
Aku pikir hanya itu satu-satunya cara agar aku bisa keluar dari tempat ini dan aku bisa mencari teman-teman ku di hutan tempat kita terakhir berpisah.
"Tapi dimana tempat gapura itu, aku tidak tau sama sekali tempatnya, bukannya aku lupa jalan menuju gapura itu tapi aku saja tidak tau bagaimana
bisa berada di tempat ini seperti berpindah begitu saja" aku masih berpikir dengan keras.
Aku terus saja berjalan menyusuri tempat ini, aku harus terus berjalan walaupun aku tidak tau arah dan aku tidak boleh patah semangat dan mudah
menyerah aku yakin setiap masalah pasti akan ada jalan keluarnya termasuk masalah yang aku dan teman-teman ku alami, aku harus tetap yakin pasti akan ada pertolongan.
Untung saja aku memakai sepatu karena kalau tidak pasti kakiku akan terasa sangat sakit karena jalan yang aku lalui banyak sekali batunya walaupun
kecil pasti akan terasa sakit kalau terkena kaki dan akan tergores.
__ADS_1
"Kemana lagi ya aku harus berjalan, karena dari tadi yang aku lihat hanyalah batu dan pohon itupun sangat jarang, dimana sebenarnya aku sekarang ini,
kenapa alku bisa terjebak di tempat ini, apa sebenarnya yang terjadi" aku kembali putus asa karena belum juga menemukan jalan keluar.
Aku masih terus berjalan berharap bisa menemukan tempat yang aku cari dan aku anggap bisa membuatku kembali ke tempat dimana teman-teman ku yang lain berada dan aku pasti bisa menemukan nya.
"Capek banget kaki ku kayaknya aku harus istirahat lagi sampai kakiku tidak merasakan sakit dan lelah, aku harus mencari tempat istirahat yang nyaman untuk aku bersandar, aku harus mencari pohon lagi" aku kelela karena sudah jauh berjalan.
Aku berjalan lagi mencari pohon agar aku bisa istirahat dan meluruskan kakiku yang sudah benar-benar lelah, nafasku juga sudah tidak beraturan karena saking lelahnya, keringat sudah
mulai membasahi bajuku aku rasanya sudah tidak kuat untuk berjalan lagi aku harus segera beristirahat.
Setelah agak lama mencari tempat istirahat yang nyaman akhirnya aku menemukan pohon yang cukup besar dan aku yakin pohon ini pasti bisa membuatku nyaman karena dahannya yang rindang pasti bisa melindungi aku dari panasnya matahari.
Akhirnya aku bisa istirahat juga, aku sangat lelah kenapa tiba-tiba cuaca yang tadinya dingin bisa berubah menjadi sepanas ini, aku kira tempat ini
tidak akan panas tapi ternyata aku salah, hawa dingin yang dari tadi pagi serasa menusuk hingga ke tulang tiba-tiba berubah menjadi panas yang sangat
menyengat.
Untung saja ada pohon yang cukup rindang jadi aku bisa beristirahat di sini agar aku tidak kepanasan dan aku bisa tidur sejenak karena tiba-tiba hawa kantuk mulai menyerang, mungkin saja karena aku sangat lelah jadi aku merasa ngantuk dan ini juga sudah siang hari bisanya jam segini di rumah aku juga
tidur.
Aku mengambil botol minum di ranselku dan meminumnya tapi hanya sedikit karena aku harus benar-benar menghemat air takut kalau sampai aku
kehabisan air, bisa gawat kalau gak minum.
Manusia tidak makan selama tiga hari tidak akan mati tapi kalau tidak minum bisa langsung mati lemas, dan aku tidak mau hal itu terjadi karena aku
masih ingin bertemu dengan teman-teman ku dan aku juga masih muda banyak sekali cita-cita yang belum aku capai jadi jangan sampai aku mati
muda apalagi ditempat yang asing ini pasti tidak akan ada orang yang tau.
Lalu aku langsung bersandar di batang pohon ini cukup nyaman untukku dan aku bisa meluruskan kaki
dan tubuh ku yang terasa sangat lelah, saat aku bersandar di pohon ini kantuk langsung datang tanpa di undang.
"Ngantuk banget ya, mungkin ini sudah siang dan cuaca hari ini sangat panas jadi lebih baik aku istirahat dulu disini, nanti sore aku lanjutin perjalanan
lagi pasti nanti sore sudah tidak panas seperti ini" ucapku sambil terus menguap dan sudah tidak kuat menahan rasa kantuk yang datang.
Aku langsung memejamkan mata karena sudah tidak kuat lagi menahan kantuk mungkin aku akan tidur dengan sangat nyenyak hari ini biar rasa lelah di
tubuhku bisa menghilang.
Tidak lama setelah itu aku langsung tertidur dengan pulas, aku sudah tidak mengingat apapun aku tidur dengan pulas tanpa ada yang menggangu karena
aku tidak mendengar suara apapun yang bisa mengganggu tidurku.
Aku terbangun saat merasa seperti ada air yang menetes di kepala ku sontak saja aku kaget karena tiba-tiba ada air setelah tersadar aku langsung
melihat ke atas dan ternyata air hujan yang mengenai kepala ku.
"Haduh, tadi panas banget kaya gitu kok sekarang tiba-tiba hujan sih mana gak bawa tenda lagi, sial banget deh gara-gara naik ke gunung ini aku jadi
sial terus ada saja hal yang menggangu" aku agak kesal kali ini.
"Untung saja pohon ini punya dahan yang cukup lebat jadi air hujan tidak semua bisa mengenai tubuhku dan pohon ini bisa melindungi aku dari
hujan, sekarang aku hanya berdoa semoga saja tidak ada petir karena bisa bahaya kalau ada petir sedangkan aku ada di bawah pohon" gumamku.
Aku melihat ke sekitar sini ternyata hujan tidak terlalu deras tapi ini pasti akan sangat mengganggu perjalanan ku nantinya, pasti jalan yang aku lewati
akan becek dan pastinya akan sangat licin.
__ADS_1