Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 71


__ADS_3

Entah kenapa aku bisa sangat yakin bahwa ada sesuatu yang mengendalikan tubuh Sasa saat ini, karena tenaga Sasa tidak mungkin sekuat ini pasti yang dikatakan Yanti benar bahwa Sasa saat ini


dalam pengaruh mereka semua, aku tidak akan membiarkan Sasa terluka sedikitpun.


"Hahaha. tubuh ini sekarang milikku biarkan dia pulang, kalian jangan pernah percaya dengan Yanti yang kamu lihat bukan lah jurang tapi itu sebenarnya jalan pulang, Yanti telah memanipulasi otak kamu anak muda, dia telah berhasil membuat kamu tertipu


karena itu benar jalan pulang untuk kalian" teriak Sasa tapi dari suaranya kenapa sepertinya bukan suara Sasa yang biasa aku dengar, ini sangat berbeda sekali.


"Aku tidak percaya sama kamu, kamu iblis jahat keluar dari tubuh Sasa sekarangjuga, jangan kamu


mengganggu Sasa cepat kamu pergi sekarang juga" aku berteriak di depan Sasa agar makhluk itu cepat pergi.


"Haha kamu tertipu anak muda, asal kamu tau ya si Yanti itu bekerja sama dengan hantu pendaki yang selama ini terus mengejar kalian, kamu harus


percaya omonganku sebelum kamu bernasib sama seperti mereka" Sasa menatapku tajam membuat aku bergidik ngeri di buatnya.


"Mereka siapa yang kamu maksud, ada apa sebenarnya" aku bertanya pada makhluk yang ada di tubuh Sasa itu karena aku penasaran dengan


omongannya.


"Asal kamu tahu hantu pendaki itu adalah korban dari Yanti, dia menyesatkan mereka semua lalu mereka


mati di gunung ini, itu semua ulah si kuntilanak merah Yanti" makhluk itu berucap dengan lantang.


Aku sangat kaget saat mendengar ucapan dari makhluk itu, mana mungkin Yanti berbuat sejahat itu padahal Yanti sangat baik kepada kami bahkan dia


juga selalu curhat dengan kami dan dia juga yang menceritakan semua tentang gunung larangan ini, jadi aku tidak mungkin percaya begitu saja dengan

__ADS_1


ucapan makhluk ini.


"Kenapa kamu kaget seperti itu, aku tau pasti si Yanti tidak menceritakan semuanya kepada kalian, pasti dia menutupi cerita itu, karena dia takut kalau kalian tidak akan pernah percaya dengan ucapan Yanti dan dia tidak akan bisa menjerumuskan kalian semua" Sasa langsung tertawa dan sangat menakutkan.


"Aku tidak akan pernah bisa kamu kelabuhi wahai iblis, aku tidak lemah dan aku sangat percaya kepada Yanti dia itu baik justru kalian semua yang jahat,


jadi aku tidak akan pernah bisa mempercayai omongan jin jahat seperti kamu, sampai kapanpun aku tidak akan pernah percaya kamu jam kan itu" aku berkata dengan tegas karena aku tidak akan percaya dengan ucapan jin ini, jin jahanam jahat yang telah merasuki tubuh Sasa.


"Terserah kamu percaya atau tidak tapi aku bicara dengan jujur dan sejujurnya tidak pernah berbohong


sedikitpun justru Yanti itu yang pembohong" jin itu tetap tidak ingin mengalah dia tetap mempertahankan argumen nya tentang Yanti.


"Simpan omong kosong mu itu karena percuma saja aku tidak akan pernah bisa percaya karena aku dan Yanti kita sudah berteman jadi aku lebih mempercayai dia dari pada kamu jin jahat" aku melotot ke arah jin itu karena aku sangat merasa kesal padanya.


"Kalau kamu masih tidak percaya dengan ucapan ku kamu bisa tanyakan langsung kepada Yanti karena aku juga mau lihat apakah kuntilanak merah itu


"Terserah apa yang kamu bicarakan aku tidak akan peduli, lebih baik kamu keluar dari tubuh Sasa sekarang juga" ancam ku pada jin itu.


"Asal kamu tau, Yanti bahkan berbohong karena dia tidak di sukai karena dia baik dan semua jin disini


jahat, kamu salah besar kalau sampai kamu percaya, Yanti itu di benci karena dia sangat licik dan jahat, dia sangat pandai memanipulasi keadaan, itu alasannya kenapa makhluk disini tidak menyukai Yanti karena sifatnya yang jahat dan iri dengki kepada orang lain"


jin itu menatapku dengan sangat lekat.


Walaupun sekarang yang ada di depan ku adalah Sasa tapi saat aku melihat mukanya seperti bukan wajah Sasa yang aku lihat melainkan makhluk lain.


Kasian sekali Sasa pasti tubuhnya tersiksa karena di singgahi makhluk ini, tapi aku menunggu Yanti sebelum melakukan sesuatu karena aku takut akan salah dalam menangani Sasa sendiri.

__ADS_1


Lebih baik aku diam saja dan tidak perlu meladeni ucapan setan ini karena percuma dia akan terus mempengaruhi aku agar aku percaya dengan ucapan dia, aku harus percaya dengan Yanti karena Yanti memang baik, kalau Yanti ingin kami mati untuk apa dia mencarikan kami makanan bukankah lebih baik dia membiarkan kami mati kelaparan, tapi Yanti tidak melakukannya pasti karena Yanti memang baik.


Memang benar jin itu sangat suka menyesatkan manusia, mereka licik sekali ya itu karena memang sudah menjadi sifat mereka semua, mereka di


ciptakan untuk mengganggu inman manusia agar terpedaya oleh tipu muslihat mereka.


Dalam situasi seperti ini aku baru mengingat tuhan ku, karena selama ini aku selalu sibuk dengan duniaku, hanya bermain dan belajar membuat aku


melupakan kewajiban ku, aku memang selama ini tidak mendalami ilmu agama dengan benar, aku hanya sekedar tau bahkan Al-Qur'an pun hanya sekedar membaca tanpa tau apa maknanya.


"Seandainya aku mau belajar ilmu agama lebih dalam pasti sekarang aku tidak akan pernah kesulitan dalam melawan jin jahat yang suka


mengganggu manusia, bahkan hampir mencelakai Sasa tadi" gumamku dalam hati sambil merutuki kebodohan yang aku buat selama ini.


Padahal orangtua ku selalu memaksaku untuk mengaji tapi aku selalu mengacuhkan omongan mereka bahkan aku selalu bilang kalau nanti lulus sekolah baru aku akan mencari ilmu agama untuk memperdalam ilmu, memang orangtua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, tapi sayang sekali aku tidak memperdulikan ucapan mereka.


Menyesal pun sudah tidak ada gunanya saat ini, karena semua sudah terjadi, aku hanya bisa berdoa semoga aku dan teman-teman ku masih Allah


beri kesempatan untuk memperdalam ilmu agama kami agar bermanfaat bagi orang lain.


"Kemana sih Yanti kenapa lama sekali dia, padahal tadi dia bilang hanya sebentar dan tidak akan lama tapi kenapa belum juga kembali sampai saat


ini, padahal aku sangat khawatir dengan keadaan Sasa saat ini" aku celingukan mencari Yantii karena dia belum juga kembali ke tempat ini.


"Mungkin dia tidak akan pernah kembali karena dia telah mengantar kalian ke tempat ini, hutan yang sangat berbahaya bahkan sangat di takuti oleh


manusia dari zaman dahulu, bahkan disini sarang hantu pendaki yang terus mengejar kalian semua" dia tersenyum sambil menyeringai.

__ADS_1


__ADS_2