Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 108 Orang Ketiga


__ADS_3

Setelah itu semua pintu keluar di tutup oleh para jin jahat, mereka berjaga di setiap pintu agar Gilang dan


teman-temannya tidak bisa keluar dari gunung larangan maupun dari alam gaib, para jin juga dikerahkan untuk mencari teman-teman Gilang yang lain, mereka tidak peduli lagi dengan hantu pendaki


yang sudah gagal menjalankan tugasnya.


"Satu lagi, suruh hantu pendaki itu kesini, beri mereka pelajaran yang sangat berharga karena mereka sudah tidak berguna lagi, bawa mereka dan jadikan mereka budak selamanya, siksa terus mereka sampai kiamat tiba, karena mereka memang tidak berguna lagi, tidak becus hanya menangkap manusia


saja tidak bisa" dengan penuh amarah dia memberikan tugas untuk menangkap hantu pendaki.


"Baik, saya akan melaksanakan perintah tuan" dia langsung mengundurkan diri.


Mungkin si kakek punya tujuan untuk memusnahkan penguasa gunung larangan itu, tapi dia belum mempunyai titik terang dimana letak kelemahan


penguasa gunung larangan, selain jahat dia juga sadis jadi pasti akan sangat sulit untuk menaklukkan jin jahat itu.


Ditempat lain Gilang dan si kakek sudah semakin dekat dengan pintu keluar dari alam gaib, tapi anehnya Gilang belum juga bisa melihatnya padahal dia sangat yakin kalau dia sudah dekat.


"Kek, sepertinya pintu keluar sudah dekat tapi kenapa tidak terlihat ya, kenapa aku sama sekali tidak bisa


melihatnya padahal aku sangat yakin tadi aku masuk di sekitar sini, aku ingat betul kok kek" Gilang bertanya kepada kakek karena dia merasa yakin kalau pintu keluar ada di sekitar sini.


"Ada yang tidak beres ini, kemana pintu keluar itu, kita harus segera menemukan pintu itu dan kita juga


harus segera keluar kalau sampai matahari terbenam kalian masih ada disini maka kalian selamanya tidak akan pernah bisa keluar" ucap kakek khawatir


dengan cucunya.


"Tapi kenapa kek, padahal Anton disini sudah berhari-hari tapi pintu itu terus terbuka tapi kenapa sekarang malah akan tertutup" Gilang yang tidak tahu apa-apa bertanya kepada kakek.


"Pintu itu tidak setiap hari terbuka cucuku, hanya saat tertentu saja dan asal kamu tahu pintu ini sudah terbuka satu .inggu dan ini hari ketujuh jadi hari ini

__ADS_1


dia akan tertutup dan setelah pintu itu tertutup tidak akan ada yang bisa membukanya karena itu sudah kuasa dari sang pencipta" kakek menjelaskan


kepada Gilang agar Gilang paham.


Mereka berputar dan terus mencari letak pintu itu, mereka tidak akanmencari jauh karena mereka yakin pintu itu sekarang berada di sekitar mereka.


"Cu, sekarang kamu gunakan mata batin mu, tembuslah kabut itu menggunakan kekuatanmu, karena kakek yakin pintu itu sedang dijaga oleh


jin jahat agar kita tidak bisa melihatnya" Gilang yang mendengar itu langsung melakukan apa yang kakek katakan.


Gilang berusaha menembus kabut yang menutupi pintu keluar itu, dia yakin pasti akan berhasil apalagi Anton memang tidak bisa melihatnya hanya Gilang yang bisa sampai detik ini


"Kek, Gilang sudah menemukannya pintu itu di kelilingi oleh jin jahat dan mereka menutupi pintu itu mangkanya Gilang tidak bisa melihatnya" ucap Gilang kegirangan karena telah berhasil menemukan pintu keluar dari alam gaib.


Tanpa banyak bicara lagi mereka berdua mengikuti Gilang menuju pintu itu, tapi rencana mereka tidak akan berjalan mulus karena Gilang melihat


sendiri banyak sekali jin jahat yang menutupi pintu itu atas perintah raja jin penguasa gunung larangan ini, pasti akan sangat banyak yang menghalanginya untuk keluar.


"Kita lawan mereka, dan ingat kamu harus menggunakan kekuatan kamu Lang, kita tidak ada pilihan lain lagi" kakek memperingatkan Gilang.


Saat mereka sudah sangat dekat dengan pintu keluar, tiba-tiba banyak sekali jin yang mengepung mereka bertiga, wajah para jin itu memang berbeda-beda begitupun bentuk fisiknya banyak banyak sekali yang tidak enak dipandang mata, tapi mereka tidak punya pilihan lain selain menghadapi


semua jin jahat ini.


"Ingat, gunakan kekuatan kamu, karena tidak mungkin kita melawan mereka hanya dengan tenaga karena mereka terlalu banyak dan kita akan


kehabisan waktu" Gilang hanya mengangguk saat mendengar ucapan kakek.


"Kamu jangan takut lawan mereka dengan kekuatan beladiri kamu, pasti kamu akan sangat membantu" kakek juga berbisik kepada Anton dan Anton langsung mengangguk.


Tanpa aba-aba gerombolan jin jahat itu menyerang mereka bertiga dan Gilang juga langsung maju tanpa ada rasa takut sedikitpun, begitu juga dengan Anton, dia mempunyai kemampuan beladiri yang mumpuni jadi dia melawan mereka dengan ilmu beladirinya, membanting mereka lalu Anton juga mematahkan leher mereka dengan kemampuannya.

__ADS_1


Kakek mengeluarkan tasbih yang cukup besar lalu memutarnya dan menghantamkan ke tubuh jin jahat itu, mereka yang terkena tasbih si kakek langsung menggelepar karena kepanasan, dan mereka menjadi seperti cacing kepanasan.


Sedangkan Gilang dia dikepung oleh ratusan jin jahat karena target utama mereka memang Gilang jadi yang ingin mereka habisi pertama kali adalah Gilang


sesuai perintah raja jin.


Gilang langsung menggunakan kekuatannya tanpa ragu, dia langsung berubah menjadi harimau putih lalu dia mengaum sangat keras sehingga semua


yang ada di alam gaib itu mendengarnya, dan para jin itu langsung ciut nyalinya saat melihat perubahan Gilang karena mereka tidak menyangka sama sekali


Gilang memiliki kekuatan yang sangat besar, tapi demi tugas mereka tetap berusaha untuk menyerang Gilang.


Anton yang melihat Gilang bisa berubah menjadi harimau putih langsung kaget, tapi dia tetap melakukan penyerangan Kepada para jin jahat itu,


dan sekarang Anton telah berhasil mengalahkan beberapa jin jahat yang mengepungnya, dia menggunakan seluruh tenaga yang dia miliki, tidak ada ampun untuk jin jahat.


Gilang Langsung menyerang mereka, di mengangkat tubuh jin jahat itu dan mengoyaknya sampai tak berbentuk lalu dia melemparnya di depan teman jin itu, Gilang terus menyerang mereka secara membabi buta, sudah banyak yang tumbang ditangan Gilang tapi sepertinya mereka tidak juga habis, Gilang yang


sudah kehilangan kendali langsung berubah menjadi sosok harimau yang sangat besar lalu dia menginjak semua jin jahat itu menggunakan kakinya.


Dan sepertinya jin jahat itu sudah kuwalahan melawan Gilang yang semakin kuat apalagi banyak diantara mereka yang mati ditangan Gilang membuat nyali mereka semakin ciut, sekarang jin jahat itu ada dalam pilihan sulit, kalau mereka mundur maka penguasa gunung larangan sendiri yang akan membunuh mereka, kalau mereka tetap maju maka mereka juga akan mati ditangan Gilang.


Itulah jin pasti akan mendapatkan hukumannya, karena mereka selalu berbuat jahat.


"Gilang, gunakan kekuatan kamu secukupnya, jangan terlalu menggunakan amarah kamu pasti akan


bisa mengalahkan mereka semua, tenangkan dulu dirimu, kamu pasti akan berhasil" kakek berteriak kepada Gilang agar Gilang tidak terlalu terpancing


emosinya.


"Kek, kenapa Gilang bisa berubah seperti itu, apa yang sebenarnya terjadi kek, aku tidak faham sama sekali, karena setahuku Gilang hanya manusia biasa kita juga sudah berteman cukup lama kek, aku juga tidak pernah melihat keanehan pada diri Gilang" Anton yang dari tadi ingin bertanya sekarang dia langsung mengucapkan apa yang ada di dalam pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2