Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 122


__ADS_3

Bahkan jasad mereka juga tidak membusuk ataupun hancur, memang tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, apapun bisa terjadi.


"Wah, gak kelihatan wajahnya lagi, bentar deh aku balik tubuh dia dulu biar terlihat wajahnya" Yanti langsung membalikkan tubuh mayat itu.


"Berat banget sih nih manusia, eh tapi dia udah jadi hantu juga sih, banyak dosa kali ya semasa hidupnya. Mana dia menyembah iblis lagi semasa hidupnya" Yanti bicara sendiri.


Yanti lalu membalikkan wajah jenazah itu, terlihat sangat mengerikan karena luka yang dia dapat saat jatuh ke jurang, Yanti yang melihat itu terlihat biasa saja karena wujud dia yang asli lebih mengerikan daripada itu.


"Sepertinya dia mati saat aku mengejarnya, dan mungkin saat aku kejar dia langsung jatuh ke jurang, aku merasa bersalah sama mereka semua, tapi aku janji akan menemukan semnua mayat mereka lalu alkan aku kuburkan dengan layak agar mereka semua bisa tenang dan kembali ke alam yang


semestinya. Dan penguasa gunung larangan ini tidak berhak atas jiwa mereka, karena mereka hanyalah milik penciptanya." Yanti menatap iba mayat pendaki itu.


Setelah memastikan kalau mayat itu benar-benar milik hantu pendaki, Yanti langsung naik ke atas lagi dan memberitahu Gilang dan teman-temannya kalau itu memang benar mayat hantu pendaki yang mereka


cari.


Mereka yang melihat Yanti sudah datang langsung mendekat ke arah Yanti untuk bertanya tentang mayat hantu pendaki itu.


"Gimana Yan, itu beneran mayat hantu pendaki kan, karena baju yang dia pakai sama persis seperti baju yang di pakai oleh hantu pendaki itu" Andi bertanya untuk memastikan.


"Iya kalian semua memang benar, itu adalah mayat dari salah satu hantu pendaki itu, dan sekarang kita hanya tinggal mnencari dua mayat lagi setelah


itu baru kita mengubur jasad mereka semua" Yanti terlihat sedih, mungkin karena dia melihat mayat hantu pendaki yang semasa hidupnya dia kejar sampai ada yang masuk jurang, Yanti sangat merasa bersalah sekali atas kejadian ini.


Yanti memang bersalah, tapi dia sudah menyesali semua perbuatannya, dia juga mau mencari mayat hantu pendaki itu untuk menguburkannya, lalu setelah itu mereka bisa tenang dan damai, tidak akan ada lagi yang akan menyakiti mereka ataupun menjadikan mereka budak, mereka akan hidup abadi


di alamnya.

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan mayat itu Yan, apa kamu akan mengangkat mayat itu kesini atau kamu butuh bantuan dari kita semua" tanya Gilang siapa tau Yanti


memang membutuhkan bantuan mereka.


"Tidak, aku akan turun lagi ke bawah dan mengambil mayat itu, lalu aku akan menaruh mayat itu bersama


mayat temannya, kalian semua tunggu saja disini" kata Yanti serius.


"Pokoknya tugas kalian nanti hanya menguburkan mayat mereka dengan baik dan sempurna karena aku tidak bisa melakukan itu, karena aku bukan


Manusia seperti kalian" Yanti menjelaskan.


"Kalau begitu lakukan apa yang terbaik saja Yan, yang penting kita sudah menemukan dua mayat mereka, sekarang kita tinggal mencari dua mayat


lagi agar kita bisa segera menguburkan jasad mereka" Gilang menimpali.


Yang lain juga setuju dengan ucapan Gilang, mereka yakin Yanti pasti bisa mengatasi masalah ini, Yanti yang bertugas untuk membawa semua mayat hantu pendaki yang sudah ketemu, sampai sekarang mereka juga belum tahu dimana Yanti Mambawa mayat para hantu yang itu.


Dia tidak akan pernah melepaskan hantu pendaki itu dengan gampang karena mereka sudah terlanjur menjadi bagian dari mereka, tapi itu juga salah


hantu pendaki sendiri karena mereka menyembah jin, jadi itu balasan untuk mereka.


Tapi Tuhan masih baik karena mengizinkan Gilang dan teman-temannya untuk menolong hantu pendaki itu dari para jin jahat dan penguasa gunung larangan.


"Oke aku akan turun ke bawah dulu dan membawa mayat itu kesini, nanti kalian bisa lihat sendiri kalau itu benar-benar mayat dari salah satu hantu


pendaki" kata Yanti langsung dan langsung turun lagi ke bawah jurang.

__ADS_1


Yanti gampang karena dia bisa terbang, sedangkan Gilang dan teman-temannya hanya diam dan menunggu kedatangan Yanti.


Hari sudah semakin gelap, dan itu artinya ini sudah malam, jadi jarak pandang mereka akan terganggu lagi, jadi itu pasti akan memakan waktu mereka.


"Kita istirahat dulu di tempat ini ya, capek banget ini gue" Heni langsung duduk.


"Iya bener banget tuh, gue juga capek banget nih, pengen istirahat dulu" mereka lalu mengambil botol air dia carrier mereka masing-masing.


Perjalanan mereka memang sangat panjang dan melelahkan, sudah hampir enam hari mereka tersesat di gunung larangan, dan semoga saja di hati ke tujuh mereka bisa benar-benar keluar dari gunung larangan ini dengan selamat agar mereka bisa bertemu dengan keluarga masing-masing.


Pasti keluarga mereka sekarang ini sedang kebingungan mencari keberadaan mereka semua, tapi keluarganya juga tidak akan bisa membantu mereka untuk keluar dari gunung larangan ini.


Yanti akhinya sudah kembali dengan membawa mayat dari hantu pendaki, dia benar-benar cepat sekali dalam melakukan tugasnya, karena hanya membutuhkan waktu sebentar saja dia sudah kembali sambil membawa mayat hantu pendaki.


"Itu mayat hantu pendaki, iya bener karena baju yang dia pakai sama persis seperti yang di pakai hantu oleh salah satu hantu pendaki itu" Heni memastikan.


"Iya betul, itu memang benar-benar mayat salah satu hantu pendaki" Andi menimpali.


Yanti langsung menaruh mayat itu ke bawah dan Gilang bersama teman-teman langsung melihatnya, mereka bergidik ngeri saat melihat mayat itu, karena tulang-tulang yang ada di tubuh itu pada bengkok, mungkin itu karena dia memang jatuh ke dalam jurang.


Benar-benar membuat siapapun yang melihatnya akan merasa ngeri, tidak salah jika hantu pendaki itu ingin segera bebas dari jeratan penguasa gunung larangan walaupun dengan mengorbankan Gilang dan teman-temannya, karena pasti mereka sangat tersiksa disana.


Walaupun hantu pendaki itu sudah melakukan kesalahan yang fatal di gunung larangan ini tapi penguasa gunung larangan ini tidak berhak untuk


menghukum hantu pendaki, mereka juga tidak ada hak atas jiwa mereka, seharusnya dia tidak melakukan itu.


"Ih ngeri banget ya, pasti dia langsung jatuh dari situ mangkanya tulangnya pada bengkok gitu, dan dia

__ADS_1


langsung meninggal di tempat setelah kejadian itu" Sasa merasa ngeri melihat jasad hantu pendaki itu.


"Iya, dan itu terjadi karena aku yang mengejar dia , andai saja waktu itu aku tidak menggoda dan mengejarnya pasti mereka sekarang ini masih hidup dan sudah bahagia dengan kehidupan dia sekarang ini" Yanti langsung menundukkan wajahnya.


__ADS_2