Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 114


__ADS_3

Yanti memang selalu bisa diandalkan, bahkan mereka semua mungkin tidak akan bisa sampai dititik ini kalau tidak ada Yanti yang selalu setia membantu mereka selama ini.


"Oh ya Yan, kok kalian bisa tau sih kalau itu mayat salah satu pendaki, gimana kalau kita salah orang,


sedangkan mereka kan sudah meninggal cukup lama" tanya Heni kebingungan sambil menggaruk kepalanya.


"Mayat mereka selama ini disembunyikan olebh para jin, di bangsa mereka agar tidak ada yang menemukan mayat mereka, nalh karena waktu itu


Heru menghancurkan pintu alam jin, maka mayat mereka kembali ke tempat semula dan mereka seperti baru mati 2 hari" Yanti menjelaskan.


"Ngeri banget sih gunung ini, gue pokoknya mau cepat-cepat pulang dan keluar dari gunung larangan ini, gak mau lagi gue kesini, udah kapok lah


pokoknya" ucap Heni lagi.


"Sama gue juga udah kapok dan gak mau ulangin lagi, pokoknya sekarang kalau ada yang bilang gak boleh ke suatu tempat gue akan nurut, gak mau kayak gini lagi" ucap Sasa menimpali.


"Jadi jasad mereka masih benar-benar utuh seperti baru saja meninggal" tanya Andi penasaran.


"Iya, nanti kalian pasti akan tau saat kita menemukan mayat yang tiga, nanti kalian pasti akan heran" ucap Yanti lagi.


"Benar apa yang dikatakan Yanti, mayat mereka benar-benar masih utuh dan bagus seperti mayat baru meninggal" Gilang menimpali.


Mereka langsung manggut-manggut dan semakin penasaran dengan mayat yang lainnya, sedangkan mereka tidak mungkin melihat mayat yang sudah


ditemukan oleh Gilang dan Yanti karena itu akan menghambat waktu mereka untuk mencari mayat yang lain.


"Oh iya Lang, gimana dengan jin tadi yang menyeret Heni" tanya Anton.


"Aman, dia tidak akan pernah kembali, pokoknya kalian harus ingat pesanku ini, tetap hati-hati dan jangan sampai kalian berpencar karena saat ini


kita pasti sedang di awasi oleh mereka semua yang ada disini, dan mereka para jin jahat akan melakukan apapun untuk menghalangi niat kita untuk


menemukan mayat hantu pendaki" Gilang benar-benar menekankan kepada mereka untuk lebibh berhati-hati dan jangan sampai mereka kembali berpencar.


Dan mereka semua sudah mengerti dengan apa yang diucapkan oleh Gilang karena mereka sendiri merasakan betapa ngerinya gunung larangan ini,


apalagi ditempat ini tidak ada manusia lain selain mereka berlima.


"Kita harus mencari mayat yang lain kemana lagi biar cepat ketemu lalu kita bisa segera keluar dari gunung larangan ini" tanya Anton.

__ADS_1


"Kita cari disebelah sana, karena bisa jadi mayat mereka tidak akan jauh antara satu dengan yang lainnya, karena saat itu aku lihat mereka itu sudah


benar-benar lemas banget, karena mereka juga belum makan sama sekali, jadi mereka tidak akan bisa jalan berpuluh kilometer lagi, jadi bisa aku


pasti jasad mereka tidak akan jauh dari sini" kata Yanti sangat yakin.


Yanti memang menjadi saksi hidup para hantu pendaki, seperti sekarang ini dia juga menjadi saksi hidup perjuangan Gilang dan teman-temannya, tapi


bedanya dulu Yanti jahat sekali dan dia yang selalu membuat hantu pendaki itu ketakutan saat masih hidup, bahkan karena ulah Yanti juga salah satu dari


mereka ada yang mati karena terjatuh dari jurang.


Di jatuh karena menghindari Yanti yang tiba-tiba muncul di depannya, dan saking takutnya dia langsung lari dan tidak menyadari kalau di depan dia


adalah jurang, karena Yanti terus mengejar dia, jadi dia langsung masuk ke jurang.


Yanti memang penyebab mereka mati di gunung larangan ini, karena dia selalu mengejar gerombolan mereka, dan Yanti setiap malam selalu menakuti


mereka, dia memang dulu kuntilanak merah yang jahat, tapi sekarang dia sudah benar-benar berubah menjadi kuntilanak yang baik hati, dan akan


menolong Gilang dan teman-temannya.


mereka bisa keluar dari gunung larangan ini dengan selamat.


"Kemana lagi aku harus berjalan Yan, apakah masih jauh" tanya Heni karena dia sangat lelah.


"Gak tau juga sih Karena aku juga sudah agak lupa, mereka juga tidak pernah ketempat ini lagi untuk mencari jasad mereka lagi" ucap Yanti kebingungan.


Dari kejauhan mereka melihat seperti ada seorang manusia yang akan menghampiri mereka.


"Itu siapa" tanya Heni ketakutan.


Dia langsung memeluk Anton saking takutnya, begitu juga dengan Sasa dia juga memeluk Andi karena takut.


"Kalian tidak usah takut, tidak akan pernah aku biarkan ada yang menyakiti kalian semua" ucap Gilang lantang.


Orang itu semakin dekat, entah dia manusia atau tidak, tapi sepertinya mustahil sekali kalau pria itu manusia karena tidak akan ada manusia yang


berani masuk ke gunung larangan ini.

__ADS_1


"Hey anak muda, aku akan memberikan penawaran untuk kalian semua, tapi kalian harus menerima


tawaran ku ini" ucap pria itu tiba-tiba.


"Apa maksud kamu bicara seperti itu, apa yang kamu mau sebenarnya" tanya Gilang.


"Udahlah, aku punya penawaran yang sangat bagus untuk kalian semua, dan kalau kalian setuju maka kalian akan bisa keluar dari gunung larangan


ini dengan selamat" dia menawarkan bantuan untuk Gilang dan teman-temannya.


"Tawaran apa yang kamu maksud, cepat katakan saja jangan bertele-tele, siapa kamu sebenarnya dan apa tujuan kamu saat ini"' kali ini Anton yang


berbicara.


Mereka semua menatap pria itu, tapi sepertinya dia memang bukan manusia yang sebenarnya, pasti dia


hanya menyamar menjadi manusia agar bisa menipu mereka.


Pria itu tersenyum tapi lebih mirip seperti seringai yang menakutkan sekali, tapi pria itu masih diam sesaat dan menatap Gilang dan teman-temannya


secara bergantian.


"Aku akan membantu kalian keluar dari gunung larangan ini tapi kalian harus menyerahkan mayat hantu pendaki itu dan teman kalian si kuntilanak merah ini" dia menunjuk Yanti.


"Untuk apa kami harus menyerahkan mereka kepada kamu" tanya Gilang tegas.


"Mereka tidak ada urusan apa-apa dengan kalian, jadi lebih baik jangan pernah ikut campur dengan urusan


mereka, dan itu si kuntilanak merah dia harus ikut saya untuk melaksanakan hukuman dari raja jin karena dia telah berbuat kesalahan yang fatal" dia


kembali melirik Yanti dengan tatapan yang sangat tajam.


Gilang tidak tinggal diam, dia langsung memegang tangan Yanti dan berkata kepada pria itu.


"Yanti sudah menjadi bagian dari kami, dan sekarang dia adalah sahabat kami, jadi tidak akan kami biarkan kalian menyentuh Yanti sedikitpun" kata


Gilang.


"Walaupun setelah kalian menyerahkan dia kalian akan keluar dari gunung larangan ini dengan selamat" tanya pria itu lagi memastikan.

__ADS_1


__ADS_2