
Sesekali aku menoleh ke belakang memastikan kalau kita sudah agak jauh dari kuntilanak itu, supaya dia tidak menangkap kita.
"'Enak banget tuh si kuntilanak bisa terbang, sedangkan kita malabh lari-larian gak gak seimbang" ucapku kepda sasa.
"Kalo lo mau bisa terbang susul aja tuh kuntilanak biar lo di ajak terbang sama dia" jawabnya Sasa seenak jidat nya.
"Gila lo ya" jawabku dia malah tertawa.
"Lagian lo gak tau keadaan genting gini malah ngajak bercanda, aneh banget sih lo" ucapnya lagi.
Kita masih lari-larian sedangkan itu si kuntilanak lari terbang sambil tertawa cekikikan, ngapain coba dia malah tertawa gak capek apa.
"Wuuuusshh" kuntilanak itu sudah berada di depan kita.
"Astaghfirullah" ucapku kaget.
"Cepet banget dia terbang nya tiba-tiba sudah ada di depan kita aja" aku melongo melihat kuntilanak itu,
wajahnya sama persis seperti yang mengejar ku tadi malam.
Aku dan Sasa spontan langsung berhenti dan diam di tempat karenabsangking kagetnya dia tiba-tiba melesat di depan ku.
"Mau apa kamu kuntilanak" tanyaku sok berani.
"HIHIHI" dia malah tertawa bukannya menjawab.
"Gak usah ketawa gak ada yang lucu" aku membentaknya.
"Kok malah lo bentak, kalau dia makin marah gimana" ucap Sasa sambil mencengkeram tangan ku karena takut.
"Ya habisnya di tanya bukannya di jawab malah ketawa terus dari tadi" jawabku asal.
"Jangan ganggu kita, cepat kamu pergi ke tempat asal mu" aku meneriakinya.
"Heh manusia bodoh, ya disini tempat asal ku, kan aku dari dulu disini, kalian datang-datang lancang banget nyuruh aku pergi dari rumah ku" jawab kuntilanak itu matanya yang menyorot dan berwarna merah itu terlihat sangat menakutkan.
"Iya juga ya, kok gue bodoh banget sih kan ini rumah dia dan teman-temannya harusnya kita yang
pergi dari sini" aku menepuk jidat karena kebodohan ku.
"Mangkanya jangan bercanda terus, masak hantu juga mau lo godain sih dasar cowok gampangan" Lia malah marah-marah.
"Lo mau ngapain sih ngejar-ngejar kita, capek tau lari-larian terus" aku memarahinya.
"Siapa suruh kalian lari-larian, emang tadi aku nyuruh kalian lari" kata si kuntilanak itu.
__ADS_1
"Ya ngapain lo ngejar kita, ya kita lari lah" jawabku gak mau kalah.
"Siapa yang ngejar kalian, kan aku terbang gak lari-larian kayak kalian" ucapnya lagi.
"Dasar perempuan maunya menang terus gak mau kalah" ketus ku.
"Apaan sih lo, masak nyamain perempuan sama kuntilanak" Sasa malah marah mungkin dia ngerasa tapi kan kalian sama-sama perempuan" kilah ku.
"Tau ah, terserah lo aja" jawabnya ketus.
"Heh, ngapain kalian berdua malah berantem di sini jangan berisik" sambil menaruh jarinya di mulut.
"Please dong, mbak kunti, jangan ganggu kita lagi, kita udah capek lari-larian terus dari kemarin" aku memasang wajah melas.
"Mangkanya jangan lari, diam aja dari pada kamu capek lari-larian terus mending kamu ikut aku dan kita bisa hidup bahagia berdua HIHIHI" dia kembali tertawa cekikikan.
Gila nih kuntilanak ngapain dia mau ngajak gue hidup sama dia, apalagi dia bicara di depan orang yang gue
sayang, perut ku rasanya mual mendengar omongannya tadi.
"Ih, gak mau lah gue ngapain gue ikut sama elo, paling kalau gue ikut lo cuma lo ajak nangkring di atas pohon" jawabku sambil mual.
"Kan kita bisa menikmati pemandangan alam yang indah dan menakjubkan dari atas pohon ini" katanya sangat enteng sambil senyum-senyum sok cantik.
"Haha, tuh kuntilanak aja bisa suka sama elo kan daripada lo jadi jomblo sejati mendingan lo terima aja tuh cinta si kuntilanak" Sasa malah ketawa
"Apaan sih Lo, gue tuh masih waras masak iya gue pacaran sama hantu kan gak mungkin, dimana dong harkat dan martabat gue sebagai siswa paling keren
di sekolah" aku manyun karena kesal.
"Udah sana pergi, gue tetap gak mau sama elo kuntilanak aneh sana cari pacar di dunia lo sendiri" usir ku agar dia cepat pergi.
"Gak mau lah, di duniaku mereka semua jelek-jelek gak ada yang cakep kayak kamu" dia senyum- senyum mungkin tersipu malu, dasar hantu kuntilanak, ganjen banget sih.
"Lo aja jelek masak mau cari yang ganteng" sinis ku.
"Kata siapa, aku juga bisa berubah jadi cantik" ucapnya.
Dan benar saja setelah dia berkata seperti itu dia langsung berubah menjadi wanita cantik ternyata dia bisa merubah dirinya dalam sekejap, aku dan Sasa
hanya bisa melongo melihat kuntilanak itu berubah menjadi wanita cantik yang seksi.
"Ndi gue gak mimpi kan" Sasa menepuk pipinya dengan keras.
"Nih gue tambahin" aku juga menampar wajahnya.
__ADS_1
"Sialan lo ya, sakit tau" Sasa membalas tamparan ku.
"Kan biar tau lo mimpi atau tidak" aku sambil tertawa dengan kencang.
"Heh udah berdebat nya nanti gue cemburu" kuntilanak yang sudah berubah cantik itu mendekati ku dan menggandeng tanganku.
"Apaan sih, jangan pegang-pegang gue, bau tau" aku melepaskan tangannya.
"Heh perempuan, sana jauh-jauh dia itu milik gue" dia mendorong Sasa.
"Ih, apaan sih sono ambil, dia buat lo aja" jawab Sasa.
"Gimana sih, kok lo malah ngomong gitu" aku kesal dengan Sasa.
"Emang iya kan kamu milik aku" kuntilanak itu bergelayut manja di tangan ku.
"Aku tuh mau pulang, awas kamu" aku melepaskan tangannya dari tangan ku.
"Pulang kemana sih sayang, ini kan rumah kita" aku pengen muntah mendengar dia memanggil ku sayang.
"Ini rumah lo, bukan rumah gue" ucapku sedikit berteriak.
"Kamu juga akan selamanya disini, hantu pendaki itu sudah mengincar kalian, jadi kalian tidak akan pernah
bisa pergi dari hutan ini Hihihi" jawab si kuntilanak.
"Kenapa sih mereka ngejar-ngejar kita" tanyaku pada kuntilanak itu.
"Kan itu tugas mereka, mencari manusia untuk di jadikan tumbal di air terjun merah" jawabnya.
Aku masih mencerna ucapannkuntilanak itu, dia menyebutkan nama air terjun merah, dan itu bukannya air terjun yang menjadi tujuan aku dan
teman-teman ku kesini, lalu apa maksud nya dengan semua ini.
"Apa kamu bilang, air terjun merah" aku mengulangi ucapannya.
"Iya, air terjun merah itu adalah istana gaib di gunung ini, tempat itu adalah tempat berkumpulnya semua
makhluk halus yang ada di gunung ini" jelasnya lagi.
"Lalu kenapa para pendaki itu mencari tumbal untuk di persembahkan di air terjun itu" tanyaku lagi.
"Cium dulu dong, nanti aku ceritain semuanya sama kamu" ucapnya manja sambil mendekatkan pipinya ke arahku.
"Huek" Sasa malah mual mendengar ucapan kuntilanak itu
__ADS_1
"Apaan sih, jangan sirik ya sama aku dan pacarku" dia melotot ke arah Sasa.