Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 31


__ADS_3

POV andi


Jadi kita harus benar-benar menyiapkan tenaga ekstra agar kita tetap aman dan bisa bertahan hidup di dalam hutan ini, karena kita belum tau sampai kapan kita harus ada disini dan sampai kapan kita bisa bertahan.


Aku memang harus tetap optimis kalau kita pasti akan bisa keluar dengan selamat dari gunung ini, kalau aku pesimis kasian teman-teman ku yang lain kasian Anto yang sedang menanti kita, terutama kasian kepada kedua orangtuaku yang mereka miliki saat ini hanya aku, dan hanya aku lah harapan mereka karena aku anak satu-satunya yang mereka miliki, bagaimana nasib mereka kalau aku meninggalkan mereka duluan.


Aku jadi sedih kalau mengingat orangtuaku, mereka segalanya untuk ku dan aku sudah sangat sering


mengecewakan mereka, padahal mereka sudah menaruh seluruh harapan mereka kepada ku tapi aku selalu mengecewakannya, bahkan mama selalu menangis karena kegagalan ku.


"Apa yang harus kita lakukan setelah ini, apa kita setiap hari harus merasa ketakutan terus menerus seperti ini, aku sudah tidak tahan lagi" ucap Sasa sambil memasang wajah sedih.


"Itu yang harus kita hadapi, kalau kita takut maka mereka akan semakin senang dan lebih mudah untuk


menangkap kita, apa kamu mau kita semua mati disini dengan sia-sia" aku bertanya pada Sasa dan berusaha memberikan dia semangat lagi.


"Tapi aku capek harus terus menerus seperti ini, ketakutan kelaparan dan kadang kehausan, aku lelah Ndi, aku benar-benar lelah sudah dua hari kita disini dan entah sampai kapan lagi kita masih berada di tempat yang mengerikan ini" aku tau Sasa mau


menangis tapi dia menahannya.


"Sa lihat aku, lihat wajah ku" aku memegang wajah Sasa dan menghadapkannya ke wajah ku.


"Kita akan keluar dari gunung ini dengan selamat, kamu lihat aku, aku akan selalu melindungi dan menjaga kamu apapun yang terjadi kita akan selalu sama-sama kita harus berjuang bersama jangan patah semangat, semuanya tidak akan berhenti sampai disini kamu juga harus ingat kita baru lulus sekolah, dan kita punya cita-cita yang harus kita capai, satu lagi yang harus kamu ingat orang tua kita sedang menunggu kita di rumah jangan jadikan penantian mereka jadi penantian yang sia-sia kamu pahanm kan, kita harus berjuang bersama" aku memberinya kekuatan agar Sasa tidak menyerah begitu saja dengan keadaan ini.


"Iya aku akan berusaha sebisaku, dan semampuku kalian sahabat terbaik yang pernah aku miliki, kita harus menyelamatkan Anton" ucap Sasa kembali tersenyum.


Ternyata dari tadi si kuntilanak Sari sedang memandangi kami berdua dan dia hanya diam saja, entah apa yang ada di pikirannya.

__ADS_1


"Kalian para manusia setia kawan sekali sih, aku jadi terharu" Yanti malah menangis dan berusaha memelukku tapi aku menghindar, enak saja nih kuntilanak mau main peluk.


"Apaan sih, awas ya kalau kamu peluk aku lagi" aku mengepalkan tangan ke arah nya.


"Kenapa sih sayang, kamu kan kesayangan nya aku" Yanti mengedip kan mata ke arahku.


"Terserah lo aja deh Kunti" ucapku.


"Kalian enak sekali punya teman yang saling setia, saling mengerti, dan juga saling melindungi, sedangkan aku disini bertahun-tahun tidak punya teman dan hanya sendirian setiap saat" ucapnya sedih.


"Emang kuntilanak yang lain pada gak mau apa main sama kamu" tanyaku.


"Mereka semua itu pada jahat sama aku, dan mereka gak ada yang mau main sama aku" matanya mulai berkaca-kaca.


"Kenapa seperti itu" tanyaku


"Kita beda golongan, aku adalah kuntilanak merah sedangkan mereka tidak, jadi mereka mengasingkan aku sendirian" ujar Yanti malah curhat.


"Karena kuntilanak merah itu terkenal dengan kuntilanak yang kejam dan jahat, karena berwarna merah sedangkan aku kan baik dan tidak jahat


tapi mereka tidak percaya" curhatnya lagi kepada kami.


"Tenang saja, kita tau kok kalau kamu itu baik dan kamu gak jahat sama sekali yan" ucap Sasa menenangkan Yanti.


"Iya, kita percaya kok buktinya kamu mau bantuin kita kan" tambah ku.


"Mangkanya aku tuh seneng banget bisa bertemu dengan kalian disini, saat aku melihat kalian pertama kali aku tuh udah bisa merasakan aura kebaikan dari diri kalian, jadi karena kalian Orang baik aku doakan semoga kalian berhasil keluar dari gunung ini dengan selamat" ucap Yanti sambil tersenyum kearah aku

__ADS_1


dan Sasa.


"Amin, kamu juga orang baik kok" jawabku karena Yantii terlihat tulus untuk membantunya kita saat ini.


Aku baru tahu kalau ada kuntilanak yang baik seperti Yantii, dan pastinya ini baru pertama kali aku bisa berinteraksi dengan makhluk gaib seperti Yanti ini, karena biasanya aku hanya bisa melihat di televisi maupun di video YouTube, di video yang aku lihat sosok kuntilanak merah memang terkenal sangat jahat dan penuh dendam dan suka mengganggu manusia bahkan menjerumuskan, tapi aku melihat Yanti sepertinya sangat tulus dan dia memang


kuntilanak yang baik.


"Terimakasih banyak ya Yan karena kamu sudah banyak sekali membantu kita" ucap Sasa tulus.


"Sama-sama, sekarang aku boleh kan menjadi teman kalian" dia sambil tersenyum penuh harap.


"Tentu saja boleh, kan kamu sudah membantu kita dan mengantarkan kita sampai disini, terimakasih banyak ya" ucapku pada Yanti


"Sepertinya situasi nya sudah aman dan rombongan hantu pendaki itu sudah semakin jauh dan sudah tidak terlihat lagi, sebaiknya sekarang kita harus melanjutkan perjalanan supaya kita cepat sampai" Sasa mengajak kita melanjutkan perjalanan.


"Untung ada Yanti, kalau tidak kita pasti hanya berjalan tanpa arah, dan pasti akan tambah sulit buat kita menemukan mereka" aku memuji Yanti.


"Pasti dong sayang, aku akan selalu membantu kamu sebisaku" dia kembali menggandeng tangan ku.


"Mulai lagi deh ganjen nya" ejek Sasa lagi.


"Kan memang dia pacarku, gak usah syirik deh kamu" balas Yanti.


Pasti mereka akan mulai berantem lagi, seperti tadi padahal baru saja mereka baikan dan saling menguatkan eh malah sekarang mulai lagi.


"Udah gak usah mulai lagi, kalian kan baru saja baikan" ucapku sambil menarik nafas dalam-dalam.

__ADS_1


"Ayo kita lanjut jalan lagi dari pada kalian terus berantem seperti tadi" lanjut ku.


"Ayo" jawab Sasa semangat lagi Aku sangat senang melihat Sasa kembali bersemangat lagi, semoga dia bisa tetap semangat dan harus tetap bertahan demi keselamatan kami semua, karena aku sudah berjanji dengan diri ku sendiri kalau aku akan selalu menjaga dia dan akan selalu melindungi Sasa sampai kapanpun, aku akan berusaha melakukan apapun demi menyelamatkan Sasa dan dia harus bisa pulang dengan selamat tanpa kurang satu apapun dan itulah janjiku.


__ADS_2