Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 97 Orang Ketiga


__ADS_3

"Tunggu kek, apa benar kakek mengetahui keberadaan teman-temanku saat ini, apa mereka semua sedang mencariku dan apa mereka baik-baik


saja" Anron menghentikan langkah kaki kakek tadi.


"Benar, saat ini mnereka memang sedang mencari keberadaan kamu cu, dan asal kamu tahu sekarang Gilang sedang berada ditempat ini, dia datang untuk menjemput kamu, sedangkan teman kamu yang lain mereka membantu Gilang dari tempat yang jauh"


kakek menjelaskan.


Anton yang mendengar itu langsung berpikir antara percaya dan tidak, dia jadi bimbang, tapi dalam hati kecilnya dia sangat percaya kalau apa yang kakek


itu bicarakan memang benar adanya.


"Bagaimana, apa kamu masih mau mati sia-sia ditempat ini dan membiarkan pengorbanan mereka


sia-sia, apa kamu sudah tidak mau lagi bertemu dengan mereka" tanya si kakek.


"Mau kek, aku sangat mau bertemu dengan mereka" Anton mendekat kearah sang Kakek.


Kakek tua itu tersenyum lega saat mendengar ucapan dari mulut Anton dia senang karena Anton kembali bersemangat untuk melanjutkan hidupnya.


"Ini makanlah, kakek tau kamu pasti sangat lapar, habiskan makanan itu secepatnya setelah ini kakek akan membantu kamu" si kakek sambil menyerahkan singkong rebus.


"Tapi kakek bilang Gilangada disini, memang dimana Gilang sekarang kek, aku mau cari Gilang kek" anto sekarang sangat bersemangat.


"Makan dulu sampai habis, setelah tenaga kamu kembali pulih kakek akan menceritakan semuanya kepada kamu, Gilang sekarang dalam bahaya kamu


harus mencari dan membantu dia berjuang agar kalian bisa segera keluar dari gunung larangan ini" lalu si kakek tersenyum kearah Anton.


Karena saking laparnya Anton langsung melahap makanan itu tanpa berpikir itu enak atau tidak karena yang ada dalam pikirannya sekarang pokoknya perutnya harus kenyang, dia juga tidak banyak bertanya saking menikmati makanannya. Kakek yang


melihat itupun tersenyum.


"Kakek senang lihat kamu makan dengan lahap, semoga setelah ini kamu bisa membantu Gilang dan kalian bisa bekerja sama untuk bisa keluar dari


tempat ini, teman kalian yang lain sudah menunggu kabar kalian dengan harap-harap cemas" kakek itu


tersenyum kearah Anton.


Kini mulut Anton penuh dengan makanan, dia memang sangat lapar, apapun yang dikatakan si kakek dia hanya mengangguk Karena masih fokus


menikmati makanannya.


"Kek, terimakasih banyak ya karena kakek sudah menolong aku, tadi aku sangat kelaparan karena sudah 4 hari aku tidak makan sama sekali, aku hanya


minum air setiap hari, bahkan aku sudah tidak mempunyai semangat untuk hidup, terimakasih ya kek" Anton tersenyum sambil menatap kearah si


kakek.

__ADS_1


Anton tidak tahu kalau sebenarnya yang ada di depan dia saat ini adalah kakek buyut Gilang, dia memang saat ini sangat butuh sekali bantuan dari Anton untuk menolong Gilanf yang saat ini dalam bahaya, karena ulah dari jin jahat utusan dari penguasa gunung larangan ini.


"Sama-sama cu" sambil tersenyum.


"Oh iya kek, tadi apa yang mau kakek katakan, sekarang aku sudah kenyang dan tenagaku sudah pulih lagi, aku sudah tidak lemas seperti tadi"


tanya Anton penasaran.


"Oke, akan kakek jelaskan, sekarang Gilang sedang berada disini, dia sedang mencari keberadaan kamu saat ini dan dia sekarang lagi dalam bahaya ada iblis


jahat yang berniat untuk membunuh dia, mangkanya kamu harus membantu Gilang untuk melawan dia karena saat ini Gilang sedang berada dalam pengaruhnya" kakek menjelaskan tentang Gilang dan


meminta Anton untuk membantunya.


"Apa benar yang kakek katakan itu, apakah Gilang sekarang baik-baik saja kek, dan dimana dia sekarang, lalu kakek ini sebenarnya siapa, kenapa kakek bisa tiba-tiba datang ke tempat ini" Antkn memiliki banyak pertanyaan di dalam hatinya.


"Kakek tidak bisa menolong Anton secara langsung karena dia sekarang sedang berada dalam pengaruh jin jahat itu, bahkan jin itu selalu berada di samping Gilang, dan itu membuat kakek susah untuk mendekati dia, sekarang harapan kakek hanyalah kamu cu, tolong bantu teman kamu dan selamatkan dia secepatnya" kakek bicara dengan wajah yang sendu.


Mungkin si kakek juga kebingungan karena dia tidak bisa mendekati Gilang sedangkan saat ini Gilang dalam bahaya, jin jahat itu telah membawa dia


ketempat yang lebih jauh agar dia bisa menghabisi Gilang ditempat itu tanpa ada yang menolong dia.


"Saya akan berusaha sekuat dan semampu saya kek, saya pasti akan membantu Heru sekarang kakek


katakan saja dimana Heru berada saya akan kesana sekarang juga kek" Anton sekarang sangat bersemangat untuk membantu Gilang yang sedang kesusahan.


kakek memberitahu Anton.


"Maksud kakek apa" Anton kebingungan dengan ucapan si kakek.


"Kamu tinggal ikutin saja kemanapun saya pergi, kita akan segera berangkat untuk menemukan Gilang"


ucap kakek singkat.


Anton dan si kakek akhirnya membuat misi untuk menyelamatkan Gilang dari iblis jabat itu, mereka inginbmenghabisi Gilang terlebih dahulu karena


Gilang yang akan menjadi halangan untuk mereka mendapatkan teman-temannya.


Sebenarnya mereka berlima akan di tumbalkan saat bulan purnama, tapi sayangnya Gilang selalu berhasil melewati segala macam gangguan dari hantu pendaki maupun penghuni gunung larangan ini, jadi misi mereka saat ini adalah membunuh Gilang terlebih dahulu setelah itu mereka bisa dengan mudah untuk menangkap teman-teman Gilang yang lain.


"Apa anak sialan itu masih hidup, dan apakah dia berhasil menghalangi rencana kita lagi" tanya penguasa gunung larangan itu kepada anak


buahnya.


"Masih, tapi sekarang ketua jin sedang berusaha untuk menaklukkan anak itu, memang tidak mudah karena ada kekuatan gaib yang membantu dia,


selain itu juga anak itu memiliki kemampuan yang sangat luar biasa sepertinya anak itu bukan analk biasa" sambil menundukkan wajahnya.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah peduli, bagaimana pun caranya kalian harus membunuh dia sebelum bulan purnama datang, karena kalau sampai bulan


purnama ini aku gagal mendapatkan tumbal, maka kekuatanku akan berkurang dan aku tidak mau itu terjadi" dia terlihat sangat marah sekali.


"Baik tuan, saya akan mengirim pasukan untuk menyerang anak itu secepatnya jika jin itu gagal melakukan tugasnya" dia langsung undur diri dan


pergi dari tempat itu.


Di tempat Gilang berada saat ini terlihat sangat menyeramkan berbeda sekali dengan tempat yang pertama dia datangi, karena banyak sekali goa besar


di sekitar sini, dan sekarang Gilang sudah merasa curiga dengan tempat ini.


"Kenapa kita tidak juga menemukan teman saya pak, apa kita kembali saja ketempat tadi karena kita sudah berjalan cukup jauh, mungkin memang teman


saya tidak berada ditempat ini" kata Gilang kepada jin jahat itu..


"Kamu jangan menyerah dulu nak, bisa jadi teman kamu itu ada disebelah sana dan dia sekarang sedang menunggu kedatangan kamu dan berharap kamu cepat datang untuk menolong dia" jin itu terus saja meyakinkan Gilang dan dengan mudahnya dia mampu membuat Gilang menuruti semua perintahnya.


"Pak, tapi ini sudah siang, waktu kita hanya tinggal sebentar lagi, saya tidak mau membuang waktu yang sangat berharga ini, karena kalau sampai malam kita tidak bisa keluar dari sini maka selamanya kita akan ada disini" Gilang menjelaskan sedangkan iblis itu


malah menyerin gai karena itu adalah tujuan dia sebenarnya.


Jin itu terus menatap kearah Gilang dia sangat senang karena sekarang Gilang sudah semakin jauh dari tempat Anton berada, itu artinya Gilang tidak akan bisa menemukan Anton dan dia tidak akan


pernah bisa keluar dari dunia gaib ini, lalu jin itu akan membunuh Gilang dengan caranya sendiri.


Bagaimanapun pun jika Gilang melawan maka dia akan kalah karena saat ini banyak sekali yang membantu Gilang, memang benar raganya sendirian


di alam gaib ini, tapi banyak sekali energi baik yang akan membantu Gilang kapanpun dia membutuhkan.


"Pak, nanti kalau kita sudah jalan lebih jauh lagi tapi kita belum juga menemukan temanku lebih baik kita


putar balik saja ya pak, karena Anton tidak mungkin berjalan sejauh ini, apalagi disini tidak ada makanan pasti dia akan lemah" Gilang mulai mendengarkan kata hatinya.


"Oke, nanti kita akan balik kalau teman kamu tidak ada disana" ucapnya sambil tersenyum licik.


Gilang tidak tau kalau sebenarnya didepan sana jin jahat itu sudah menyiapkan sesuatu untuk dia, sesuatu yang pastinya akan sangat berbahaya bagi Gilang, tapi sayang sekali dua tidak tau semua itu dan dia hanya pasrah saja mengikuti jin jahat itu terus berjalan.


"Bagus, semua berjalan sesuai rencana yang aku buat, anak ini bisa juga di setir bahkan sangat mudah, ternyata benar melawan anak ini tidak


harus menggunakan kekerasan tapi harus dengan tipu daya agar dia gampang untuk di taklukkan" jin jahat itu berkata dalam hatinya.


Tempat yang mereka lewati kali ini sangatlah lembab karena memang Gilang edang mendekati sarang jin jahat itu bersama anak buahnya, Gilang sebenarnya merasa tidak nyaman berada ditempat ini tapi dia melakukan semua ini demi sahabatnya yaitu Anton.


"Nanti disana kita belok ke kiri saja" Ucap iblis itu.


"Kenapa kita harus ke kiri, itu jalannya sangat curam dan berbahaya, mana mungkin temanku melewati jalan itu" bantah Gilang.

__ADS_1


__ADS_2