Gunung Terlarang

Gunung Terlarang
BAB 91


__ADS_3

POV Orang Ketiga.


Ditempat lain Diki sedang terduduk di bawah pohon, dia sendirian disana sambil memegang perutnya yang sudah sangat lapar sekali, dia sudah sangat


lelah berkeliling tapi tetap tidak menemukan apapun yang bisa dia makan, karena di tempat ini hanyalah


batu, dan juga pohon yang semua sana tidak ada yang bisa berbuah.


"Apa mungkin ini adalah akhir dari hidupku, apa aku harus mati di tempat ini, karena dimana pun aku berada hanya sebotol air ini yang selalu menemani aku, disini memang ada air tapi sangat jarang aku menemuinya, jadi aku tidak boleh terlalu boros untuk


menghabiskan air" Anton bergumam sendiri sambil meratapi nasibnya saat ini.


Mungkin Anton sudah pasrah hari ini, karena sudah berhari-hari dia tersesat di tempat yang entah dia sendiri tidak tahu, sudah berkeliling sangat jauh tapi dia belum juga menemukan makanan sama


sekali, bahkan dia sama sekali tidak menemukan temannya.


Ya, Anton memang tidak tau kalau sekarang dia berada di alam gaib tempat yang seharusnya tidak dia kunjungi, tapi takdir telah membawa dia ketempat ini.


Dan sampai saat ini dia masih berpikir kalau dia berada di hutan yang ada di gunung larangan, padahal dia sudah masuk ke dimensi lain tempat


yang tidak pernah dikunjungi oleh manusia.


Memang udara di tempat ini sangat berbeda dari udara di alam manusia, karena yang tinggal disini memang bukan manusia, jadi wajar kalau manusia tidak dapat bertahan hidup di tempat ini.


"Aku sudah pasrah dengan apapun yang terjadi saat ini, kalaupun aku harus mati ditempat ini aku pun rela, aku sudah lelah berhari-hari di temnpat ini


sendirian, tidak menemukan satu pun manusia ataupun mahkluk hidup lain" Anton menangis dalam keputusasaan.


Siapapun pasti akan lelah dan pasrah saat menghadapi situasi yang seperti ini, karena harus bertahan hidup tanpa makanan dan harus terus berjalan mencari jalan yang tidak pasti ada atau


tidaknya jalan itu.


Padahal sejauh apapun Anton berjalan dia tidak akan pernah menemukan pintu untuk keluar dari alam gaib itu, karena dia sendiri tidak bisa melihatnya, dia memang sebenarnya sudah sangat dekat dengan


pintu itu tapi sayang sekali dia tidak bisa melihatnya.


Memang diantara mereka berlima hanya Gilang yang bisa melihat pintu gaib itu, Gilang memang istimewa tanpa dia sadari sebenarnya dia memiliki kemampuan yang lebih dari manusia yang lainnya, karena kakek buyut Heru dulunya adalah penjaga gunung larangan ini, dia yang selalu mengawasi


para pendaki di gunung larangan ini, bahkan apapun gangguan yang dialami oleh para pendaki hanya dia yang mampu untuk menyembuhkannya.


Tapi memang dari kecil Gilang hidup di kota jadi tidak ada yang bisa mengasah kemampuan dia maupun

__ADS_1


memperdalam ilmunya, apalagi Gilang hanya anak muda yang hobi bermain dan bersenang-senang.


"Maafkan Anton ya teman-teman, selama ini Anton banyak salabh" Anton bergumam sepertinya anak itu memang sudah benar-benar menunggu ajalnya


datang.


"Aku sudah sangat lelah, aku lapar, aku capek, sudah puluhan kilometer aku berjalan menyusuri tempat ini tapi aku masih belum bisa keluar dari tempat ini,


sampai kapan aku harus tersiksa terus menerus seperti ini, aku mau pulang tapi mungkin itu tidak mungkin" Anton menangis.


Anton memang sudah sangat sering mendaki gunung, bahkan itu adalah hobi dia selama ini, tapi baru kali ini dia tersesat bahkan di tempat yang sama sekali tidak ada makanannya.


Mungkin kalau Diki tidak pernah mendaki gunung dan memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di


alam bebas pasti saat ini dia sudah meninggal, entah meninggal karena sakit, atau mungkin dia sudah


meninggal karena kelaparan.


Di tempat lain, Gilang yang baru saja sampai di alam gaib ini, terus berusaha untuk melangkah dan mencari keberadaan Anton, dia terus saja memanggil nama Anton tapi itu percuma karena Anton tidak akan pernah mendengar suaranya, karena anton dan


Gilang memang berada di tempat yang jaraknya cukup jauh, jadi Gilang harus berjalan lebih jauh lagi untuk menemukan Anton, memang tidak mudah


untuk mereka bisa bertemu, tapi Anton harus terus berjuang demi keselamatan Anton.


"Kemana lagi aku harus mencari keberadaan Anton, apa aku harus menyusuri semua jalan ini, aku yakin


tempat ini pasti sangat luas sekali jadi mana mungkin aku bisa ke semua tempat hanya dalam waktu satu hari" ucap Anton kebingungan.


"Hei manusia, mau apa kamu kesini" tiba-tiba ada sosok yang menghalangi jalannya.


"Siapa kamu" teriak Gilang, dia sudah merasa ketakutan tapi dia tidak akan menyerah karena dia akan melawan makhluk itu.


Tanpa aba-aba makhluk itu langsung menyerangnya dan Gilang langsung terjatuh.


"Aahh" dadaku sakit sekali, makhluk ini sangat kuat dia memukulku dan aku langsung terjatuh.


"Gilang merasa tubuhnya akan segera berubah, tapi dengan sekuat tenaga dia menahannya, karena kalau sampai dia berubah dia akan kehilangan banyak


tenaga, dan dia tidak akan bisa melanjutkan perjalanan untuk mencari Anton.


"Awas kamu ya makhluk jelek" Gilang berusaha untuk berdiri lalu dia dengan sekuat tenaga menyerang

__ADS_1


makhluk itu, dia berduel dengan sangat hebat, karena gilang memang mempunyai ilmu beladiri yang


mumpuni.


Dengan sekali pukulan di perut makhluk itu langsung terkapar.


"Aaahh.. manusia sialan, kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini, aku akan membalas kamu" teriak


makhluk itu.


Makhluk itu berdiri dan dia kembali menyerang Gilang, dan pertarungan keduanya kembali terjadi.


Braakk


Tubuh Gilang terpental dan menatap pohon, dan tubuh itu langsung jatuh kebawah, Gilang meringis kesakitan.


Di hutan tempat Andi, Heni, dan Sasa menjaga lilin pemberian Yanti mereka kaget karena api dari lilin itu terus saja bergoyang padahal tidak ada angin sama


sekali.


"Gimana ini, apa jangan-jangan terjadi sesuatu kepada Gilang, apa yang harus kita lakukan sekarang" Sasa terlihat kebingungan.


"Yanti, apa yang sebenarnya terjadi, tolong Gilang Yan" Andimengguncang tubuhn Yanti agar yanti cepat merespon dia.


"Ada yang menyerang Gilang dan dia pasti sekarang sedang terluka, pokoknya kalian harus terus menjaga lilin itu jangan sampai mati, kalau tidak bisa bahaya" ucap Yanti dengan tatapan serius.


"Apa yang harus kita lakukan sekarang Yan" Sasa bertanya kepada Yanti dengan wajah ketakutan.


"Kalian taburkan garam dan bunga ini di sekitar lilin, itu akan menambah kekuatan Gilang di alam gaib itu, agar dia bisa mengalahkan semua yang menghalangi dia" ucap Yanti sambil menyerahkan bunga dan garam kasar.


"Kamu dapat itu dari mana Yan" Heni sekarang bertanya kepada Yanti.


"Itu tidak penting, sekarang yang lebih penting adalah keselamatan Gilang, cepat kalian lakukan yang aku suruh tadi" mereka tidak menjawab lagi, dan


mereka hanya menuruti semua yang Yanti ucapkan.


Karena memang yang ada dipikiran mereka saat ini adalah bagaimana caranya untuk membantu Gilang menemukan Anton.


"Jaga terus lilin itu" Yanti kembali memperingatkan mereka.


"Kamu mau kemana Yan, kenapa kamu malah mau pergi, bagaimana kalau terjadi sesuatu dengan Gilang, kami mau minta tolong sama siapa lagi" Aldi

__ADS_1


memegang tangan Yanti yang hendak pergi.


"Kalian tenang saja, aku hanya pergi sebentar saja kok, dan pasti aku tidak akan lama" ucap Yanti.


__ADS_2