I Love You Dr. Gagu

I Love You Dr. Gagu
Geovani


__ADS_3

Di sebuah lapangan golf, gubernur Arifin sedang menemani Geovani yang sedang mengambil aba-aba untuk memukul bola dengan stiknya. Arifin menanti saat-saat dimana anak dari mantan walikota XXX itu berhasil memukul bolanya. Dan ....


"Woooaaaa!!!!!" teriaknya takjub sambil bertepuk tangan girang. "Hole ini one!!! Ini keren sekali!!!"


Geovani tersenyum puas manakala dia berhasil memasukkan bola hanya dengan satu kali pukulan dari tee box (posisi awal).


"Geovan!! Katakan padaku, bagaimana caramu bisa melakukan pukulan sekeren itu? Apa di luar negeri kau menghabiskan waktumu hanya dengan bermain golf?" tanya Arifin.


Geovani tertawa terkekeh mendengar pertanyaan konyol itu. Bagaimana tidak? Selama ini dia bekerja sebagai nakhoda di sebuah kapal pesiar milik perusahaan Spanyol. Dia yang selama ratusan hari berada di atas kapal dan hanya sesekali mampir di negara-negara persinggahan sebentar-sebentar, mana bisa menyempatkan diri untuk bermain golf.


"Kamu ini, Fin! Kapan aku bisa sempat bermain golf? Kamu kan tauu kalau aku sering berada di laut. Tadi yang kamu lihat itu hanya kebetulan aja, kok!" katanya menolak pujian itu.


"Ahh, nggak percaya aku. Orang kamu mukul bolanya sampai hole in one gitu kok. Kalau bukan karena sering latihan. Lalu kok bisa pukulanmu menjadi sehebat itu?Terakhir kali bertemu kamu belum sejago itu kayaknya," kata Arifin.

__ADS_1


Geovani tertawa dengan mimik aneh. Awalnya ekspresinya ramah namun kemudian berubah menjadi terkesan jahat.


"Aku membayangkan dia yang telah menghancurkan keluargaku!" katanya dengan nada dalam dan tajam.


Di benaknya kini ada sosok seorang dokter perempuan yang telah lama diincarnya namun baru kali ini dia bisa sempat ingin menuntaskan dendamnya yang telah beberapa tahun lalu terkubur dalam hatinya. Karena baru kali ini dia bisa mengambil cuti panjang.


"Siapa? Dr. Raya?" tebak Arifin.


Geovani tak menjawab. Dia enggan menyebut nama Raya berikut dengan gelarnya. Geovani sangat menghargai profesi dan gelar seseorang sebenarnya. Dan dokter baginya juga adalah profesi yang mulia. Tetapi mengapa wanita bernama Raya yang katanya seorang dokter itu tega menghancurkan hidup orang lain? Mengingat itu Geovani menjadi geram sendiri.


Pernah sekali Geovani menegur ayahnya secara langsung, karena dia tidak tega ayahnya mengkhianati sang ibu tetapi yang terjadi hanya pertengkaran yang berujung pada kemarahan Waridi dan pengusiran sang ayah padanya. Sialnya ibunya juga lebih memilih tidak percaya padanya. Itu membuat Geovani merasa sangat sakit hati dan memutuskan kontak dengan ayah dan keluarganya termasuk dengan sang ibu. selama bertahun-tahun pria itu tidak pernah pulang. Bahkan meski hanya sekedar menanyakan kabar pun dia tak ingin. Bahkan dia mengganti semua nomor ponselnya dan juga memutuskan untuk pindah perusahaan tempat dia bekerja. Sehingga ketika terjadi kasus yang menimpa ayahnya, kabar itu sampai di telinganya dalam waktu yang cukup lama.


Geovani sendiri baru mengetahui kabar itu sekitar lima tahun yang lalu, ketika di suatu ketika kapalnya sandar di Marseille, Prancis. Tak sengaja dia bertemu salah seorang kawan lama, temannya saat SMA dulu di Indonesia.

__ADS_1


Dia Arifin yang kebetulan sedang berlibur di negara romantis itu bersama dengan keluarganya. Tak disangka Arifin yang waktu itu sudah menjabat menjadi Gubernur di provinsi mereka ternyata dulu pernah bekerja di kantor walikota, tempat Waridi, sang ayah pernah menjabat sebagai wakil walikota. Dari Arifin pulalah Geovani tahu apa yang menimpa Waridi. Bagaimana Waridi sampai jatuh dari jabatannya karena tersandung banyak kasus, khususnya kasus tentang kasus pedofilia yang menyebabkan sang ayah bahkan hampir dibunuh oleh seorang dokter kandungan.


Entah bagaiamana cara Arifin menyampaikannya, tetapi Geovani menangkap ada yang salah dari kasus yang menimpa ayahnya. Geovani tak percaya kalau sang ayah adalah pedofilia. Dia tahu ayahnya suka bermain perempuan tetapi dia tak percaya tentang berita yang dia dapatkan di Internet tentang anak-anak panti yang katanya menjadi korban kelainan seksual sang ayah. Lalu bermodalkan aplikasi pencarian di internet, Geovani pun menemukan kalau awal muasal adanya berita berawal dari seorang dokter kandungan bernama Raya Effendi. Geovani berspekulasi kalau Raya pasti membuat keterangan palsu untuk menjatuhkan kekuasaan Waridi. Mungkin saja Raya disuruh oleh saingan ayahnya, begitu pikiran Geovani saat itu. Bukankah politik memang sekejam itu?


Meski Geovani telah tahu kabar yang menimpa orang tuanya, dia tak lantas kembali menghubungi mereka. Geovani begitu yakin sang ayah dan ibunya mampu mengatasi hal yang seperti ini. Waridi, siapa yang tak kenal nama itu di kotanya? Dia tangguh dan tak terkalahkan, begitu pikir Geovani. Hingga 1 tahun silam, kabar buruk itu datang dari Arifin. Sebuah email yang baru bisa dibuka oleh Geovani setelah hampir dua bulan ia berlayar tanpa sandar.


Dalam email itu, Arifin mengabarkan kalau sang ayah, Waridi telah meninggal dalam kondisi mengenaskan dan terhina. Seorang pengemis ditemukan dalam keadaan meninggal di sebuah bangunan ruko yang telah lama terbengkalai. Dalam kondisi yang sangat-sangat tidak layak. Di sekujur tubuhnya banyak tanda penyiksaan dan juga ditemukan tanda-tanda kekerasan seksual padanya. Sungguh sangat jahat dan keji pelaku yang melakukannya. Tetapi tak lama pelakunya pun tertangkap yang ternyata adalah orang yang sering membawanya mengemis di lampu-lampu merah dan terkadang di pasar. Namun bukan itu fakta mengejutkannya. Arifin bercerita yang paling mengejutkan setelah jenazah itu diotopsi adalah almarhum pengemis itu ternyata adalah Waridi yang memang selama beberapa tahun sejak kejatuhannya dari kejayaannya tak pernah terdengar kabarnya lagi.


Geovani merasa sangat terpukul, terlebih-lebih saat ini dia bahkan tak tahu dimana keberadaan ibunya. Dia menyesal karena kurang perhatian akan kasus yang menimpa ayahnya. Harusnya dia lebih berlapang dada meski ayahnya memiliki borok yang membuatnya malu dan tak bisa mengangkat wajahnya lagi. Tetapi Waridi tetaplah ayahnya. Dalam darahnya mengalir darah pria itu. Dan lelaki itu tak ikhlas dengan apa yang telah menimpa sang ayah. Seburuk apa pun ayahnya, Geovani merasa Waridi tak sepantasnya mendapatkan kehinaan itu bahkan hingga akhir hidupnya. Ini semua gara-gara wanita itu!


"Geo!" Arifin yang sepertinya tahu apa yang dilamunkan Geovani menepuk-nepuk punggung pria itu. "Kau jangan khawatir! Kita akan membalaskan dendam ayahmu. Wanita itu dan keluarganya akan kita balas satu persatu. Aku akan membantumu, dan aku baru saja memulainya dari suaminya, dr. Mahfudz! Kau hanya perlu melihat dan menonton saja, hmm?"


Geovani mengangguk. Tetapi dalam hatinya dia tidak puas kalau hanya menonton saja. Dia harus menjadi pemain juga dalam permainan menarik ini!

__ADS_1


****


Holla readernya abang Mahfudz sama dokter Raya... Aduuh othor kangen juga nih sama Raya dan Mahfudz, tapi othor lagi fokus naikin level JDM yang turun bulan ini. Maaf ya... kalau update di sini lama. Kalian yang belum baca Jodoh dari Malaysi boleh mampir juga ya gengs...


__ADS_2