I Love You Dr. Gagu

I Love You Dr. Gagu
Drone


__ADS_3

"Hallo guys, hallo youtuber, wellcome back to my channel. Selamat datang di channel Fuad Techno, buat kalian yang baru bergabung dan baru tau channel ini boleh langsung subscribe ya guys, jangan lupa tekan ikon lonceng agar kalian selalu dapat notif vidio-vidio terbaru dari saya, karena subscribe itu gratis seperti saya membagikan ilmu dan tutorial-tutorial bermanfaat buat kalian semua gratis..tis..tis...


Ok, tanpa berlama-lama lagi guys seperti janji saya di vidio sebelumnya, kali ini saya akan mereview drone rakitan saya sendiri, yang hasilnya seperti ini ya guys..."


Fuad menunjukkan drone hasil rakitannya dan menunjukkannya pada hp yang ada pada tripodnya.


"Ini sebelumnya sudah saya uji coba, dan berhasil terbang dengan sempurna, jadi ini cuma buat review ke kalian, nah di vidio berikutnya saya akan bikin tutorial cara membuat drone rakitan dengan biaya minimalis seperti ini, dengan hasil yang lumayan... Atau buat kalian yang malas membuat sendiri atau nggak tau dimana beli bahan-bahannya atau nggak mau ribet, kalian bisa beli di saya dengan biaya terjangkau, tinggal dm saya aja di instagram atau lewat WA di bawah ini,,nah teman-teman ayo kita mulai terbangkan drone ini, let'go!!!!"


"Jadi ya teman-teman baterai yang saya pakai adalah baterai type A3, dengan kapasitas 1200 mAh. Baterai ini saya pakai kemarin tahan sampai 20 menitan, jadi cukup lama ya.."


Fuad mengecek semua komponen drone dan memasang wifi camera pada drone yang dihubungkan pada transmitter sehingga apa pun yang terlihat di camera drone bisa terlihat dan bisa dikendalikan melalui transmitter.


"Sepertinya sore ini sore yang cerah guys. Angin juga kurang berhembus jadi sangat pas bagi kita untuk mulai melakukan penerbangan, kita cek tipis-tipis dulu ya..."


Fuad meletakkan drone rakitannya di lantai dan memandang sekelilingnya sedang mengira-ngira apakah kira-kira ada angin di atap sini. Sore ini lumayan panas, angin juga kurang. Fuad sedang berada di atap rumah berlantai 2 ini, sebenarnya ini adalah tempat jemuran. Rumah tanpa seng ataupun genteng.Ini rumah beratap tembok. Sahabatnya Andra mengijinkannya membuat content review drone rakitan di atap rumah baru mereka yang baru akan ditempati beberapa hari lagi.


Drone sederhana itu mulai terbang perlahan-lahan. Fuad sebagai pilot mencoba mengendalikan dronenya melalui transmitter sambil terus merekam aksinya melalui hp yang disangga pada tripod. Sebagai mana youtuber lainnya dia pun melakukannya sambil terus berbicara dan mengoceh seorang diri.


"Yak..ya...wah, kacau ini angin tiba-tiba bertiup kencang teman-teman"


Fuad tiba-tiba merasa kesulitan mengendalikan drone itu karena tiupan angin dan tiba-tiba saja sinyal yang hilang timbul begitu saja. Benar yang dikhawatirkan Fuad, tiba-tiba saja angin dengan satu kali tiupan membuat dronenya jatuh ke suatu tempat.


"Aisss, anjay..."makinya.


Dia memeriksa layar monitor yang tersambung pada transmitter. Sepertinya drone itu jatuh dan tersangkut di sebuah pohon di sekitar sini. Dia harus segera menemukan drone itu, Walaupun itu tidak terlalu mahal buat dibandingkan dengn drone buatan pabrik, tapi untuk ukuran kantong mahasiswa sepertinya itu lumayan.

__ADS_1


Bergegas Fuad menyambar hpnya yang berada pada tripod, mematikan rekamannya, dan melipat tripodnya.


"Udah selesai, Ad?"tanya Andra yang sedang mengecat dinding di lantai dua. Ruangan ini masih kosong sehingga suaranya mereka terdengar menggema.


"Selesai apanya? Droneku jatuh, Eh, pas asyik-asyiknya, tiba-tiba anginnya bertiup kencang banget lagi, droneku jatuh. Aku cari dulu tapi sepertinya nyangkut di pohon."


"Aku bantu nyari nggak?"tanya Andra.


"Nggak usah, Ndra, kamu lanjutin aja ngecatnya, nanti kalau aku udah ketemu dronenya aku bantuin kamu deh ngecat"


Andra mengangguk dan melanjutkan pekerjaannya. Sementara Fuad mulai mencari dari arah dimana dronenya tadi jatuh. Meskipun ia memegang transmitter di tangannya, namun dia tidak berani mengendalikannya agar drone itu datang sendiri padanya. Karena drone itu nyangkut di pohon, kalau dia mengendalikannya takutnya malah jatuh dan malah membuat drone itu tambah rusak.


Tidak jauh berjalan dari rumah Andra, Fuad menemukan sebuah pohon tepat disebelah rumah besar berpagar papan yang tinggi. Rumah itu dikelilingi tembok yang tak kalah tinggi dari pagar.


Andra menghampiri pohon itu, setelah berada di bawahnya ia mendongak ke atas mencari-cari apa dronenya nyasar di situ. Benar saja, drone rakitan itu terlihat nyangkut disebuah ranting pohon.


\*\*\*\*


Dua hari sudah Raya menghilang, tak ada yang tau kemana dia. Di rumah sakit pun ia menjadi perbincangan, berbagai spekulasi datang dari masing-masing orang yang berbeda. Ada yang bilang, dr. Raya hilang karena diculik oleh orang jahat yang berusaha membunuh ayuni, ada yang berspekulasi dr. Raya di rampok untuk dimintai uang tebusan. Namun desas desus itu tidak ada yang bisa membuktikan. Ummik sudah dua hari tidak bisa makan dan tidur memikirkan putri semata wayangnya. Sementara polisi sedang dalam penyelidikan mencari tau dimana dr. Raya.


Tya istri dr. Ali pun sudah sadar walaupun masih sangat lemah, ia dipindahkan dari ruang ICU ke ruang ICCU. Sejak persalinannya yang beresiko itu kondisinya sebenarnya tidaklah terlalu baik.


Di suatu sore ketika Professor Ayyub mengunjuginya di ruang ICCU,


"Kek,..."panggil Tya lemah.

__ADS_1


"Hmm..."sahut Professor Ayyub.


"Kalau semisalnya umur Tya nggak lama, Tya punya permintaan untuk kakek.."


"Jangan bicara begitu, Nak..Umurmu masih panjang, kamu masih harus merawat anak-anakmu, membesarkan mereka dan juga mendampingi Ali.."


Tya menarik nafas, mengi. "Aku merasa tidak akan lama lagi, kek"


Professor Ayyub meraih tangan Tya menepuk-nepuk punggung tangan itu pelan. Dia sedih, namun tak bisa mengungkapkannya.


"Anakku katakan pada Ali agar memberinya nama Arraya"


Professor Ayyub menepuk punggung tangan itu lagi, mengisyaratkan kata "iya" yang tak bisa keluar dari mulutnya.


"...dulu kakek memisahkan Ali dan Raya demi aku, sekarang aku meminta pada kakek, kalau aku sudah tidak ada, persatukan mereka lagi, kek, Aku ingin menebus waktu yang hilang di antara mereka, ingin memperbaiki apa yang telah ku rusak"


"Tya.."Professor Ayyub ingin mengatakan sesuatu, namun di potong oleh Tya.


"Kek.."Kali ini Tya yang memegang tangan Professor Ayyub.


"Aku ingin anak-anakku Rayhan dan Arraya, memiliki Ibu sehebat dr. Raya. Kakek tau kan, aku tidak pernah membenci dr. Raya, dia wanita mengagumkan, rumah sakit kita berkembang selama 6 tahun ini, sedikit banyak karena andilnya, karena banyaknya pasien obgyn yang mempercayakan perawatannya dan persalinannya pada dr. Raya selama ini sikapku padanya hanya karena aku tidak mau terlihat bodoh di depannya dan di depan Ali, aku merebut kekasihnya ketika lelaki tidak bertanggungjawab itu mencampakkanku"


Professor Ayyub menghela nafas berat mengingat 5 tahun lalu, waktu itu cucu sulungnya Tya, dihamili oleh pacarnya dan ddibuang begitu saja. Hanya karena rasa sayangnya pada Tya, dan menyelamatkan dirinya dan rumah sakitnya dari malu dan aib besar, ia memberi tawaran pada dr. Ali yang saat itu masih dr. Umum untuk menikahi cucunya dengan imbalan ia akan mendapat pendidikan lanjutan spesialis dan subspesialis jika dr.Ali bersedia menikahi cucu sulungnya. Dan bagai gayung bersambut, lelaki yang hampir bertunangan dengan dr.Raya itu menerima tawaran itu. Keluarganya yang berasal dari keluarga biasa tidak akan sanggup membiayai, biaya pendidikan semahal itu.


Lagi-lagi Professor Ayyub mendesah napas berat. Kalau pun benar dia harus mempersatukan lagi Ali dan Raya. Itu tidak akan adil bagi Raya. Raya harusnya berhak mendapat lelaki yang lebih baik.

__ADS_1


"Kek..."Tangan kurus itu menyentuh lengan kakeknya lagi. "Kabulkan permintaan Tya"


__ADS_2