I Love You Dr. Gagu

I Love You Dr. Gagu
Ketidakpahaman


__ADS_3

"Gimana maksudnya ya? Saya kurang mengerti," tanyaku ingin memperjelas maksud dari perawat itu.


"Maksud saya, saya akan berada di RSIA Satya Medika selama beberapa hari untuk memantau perawatan pasien Afri untuk dilaporkan pada pihak rumah sakit Pahlawan Medical," katanya.


Aku manggut-manggut sejenak.


"Saya tetap belum mengerti. Setahu saya bukannya pasien Afri telah dipulangkan? Bukankah begitu, Bu?" tanyaku pada ibunya Afri .


"Emmm, iya Dok. Tapi ...." Ibunya Afri menggantung kalimatnya.


"Tapi?" tanyaku.


"Ibu ini tidak dapat membayar uang perawatan pasien Afri selama di rumah sakit Pahlawan Medical. Tetapi oleh pihak rumah sakit karena pasien Afri mengalami insiden malpraktik yang dilakukan oleh dr. Mahfudz, memberikan pembebasan biaya pengobatan pasien Afri dan menyetujui pemindahan Afri ke rumah sakit lain dengan catatan pihak rumah sakit ikut memantau kamu pengobatan itu agar jika nanti ada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi, pihak rumah sakit bisa memastikan kalau itu bukan salah dari pihak kami," kata perawat itu menyela pertanyaanku pada ibunya Afri.

__ADS_1


"Tetapi rumah sakit kami juga punya prosedur dan tata tertib yang tidak bisa sembarang terobos begitu saja. Sekali pun kamu seorang tenaga medis, kamu tidak bisa dengan serta merta melakukan tindakan di sini. Semua staf yang tidak termasuk dalam data base rumah sakit tidak bisa melakukan tindakan medis di sini," kataku dengan tegas.


Perawat itu tersenyum kecil dengan wajah yang tenang, sehingga di mataku dia terlihat menyebalkan.


"Saya tidak akan melakukan tindakan medis apa pun di sini. Saya hanya mengawasi untuk bisa melaporkannya pada pihak rumah sakit kami dan silahkan staf medis disini melakukan tugasnya tanpa perlu merasa terganggu dengan kehadiran saya, saya hanya cukup memperhatikan saja. Tak apa kan, dokter?" tanyanya.


Aku menatapnya dengan pandangan tajam sejenak. Dia bukan perawat biasa tentu saja.


"Boleh aku tahu siapa orang yang menyuruhmu mengawasi Afri hingga ke sini? Apa dia Pak Prabu? Dokter, atau apa? Coba katakan padaku!' pintaku.


"Dr. Raya?" sapa pemimpin rumah sakit Pahlawan Medikal itu begitu panggilan telepon itu tersambung. Tentu saja dia memiliki nomor ponselku. Di beberapa waktu terkadang dia meneleponku jika ada kasus yang urgensi dan butuh penanganan Mahfudz segera namun tak dapat menghubungi Mahfudz lewat ponselnya.


"Apa maksudnya ini, Pak?" tanyaku.

__ADS_1


Aku segera menjelaskan apa yang menjadi keberatanku terkait perawat yang dikirim Pahlawan Medical ke RSIA Satya Medikal. Dia terdengar sangat menyimak penjelasan ku di telepon, hingga akhirnya aku berhenti menjelaskan, barulah dia berbicara.


"Dr. Raya, saya sangat mengerti apa yang telah kamu jelaskan. Tetapi untuk hal yang satu ini, saran dari saya, biarkan saja perawat itu ada di sana. Ini demi kebaikan bersama," kata Pak Prabu di telepon.


"Kebaikan bersama gimana maksudnya?" tanyaku tak mengerti.


Selama beberapa detik, Pak Prabu terdiam sejenak, lalu dia membuka mulutnya dan mengeluarkan kata-kata yang membuat aku merasa terhenyak.


"Dr. Raya, biarkan saja mereka," kata Pak Prabu.


"Maksudnya biarkan itu gimana?" tanyaku tak suka sekaligus tak mengerti


"Kau hanya bisa memilih antara anak itu atau dr. Mahfudz," katanya lagi.

__ADS_1


Aku semakin tak mengerti.


__ADS_2