I Love You Dr. Gagu

I Love You Dr. Gagu
Kecurigaan Raya


__ADS_3

Setelah bertemu dengan ibunya Afri, kami pun sepakat untuk memindahkan Afri ke RSIA Satya Medika, dengan catatan si Ibu sendiri yang meminta pada pihak rumah sakit untuk untuk memindahkan Afri sebagai pasien. Dan tentu saja hal itu mengundang tanda tanya pada pihak rumah sakit Pahlawan Medical kenapa pasien dengan kondisi kritis seperti itu hendak dipindahkan. Lalu entah bagaimana cara si Ibu memaksa, akhirnya pihak rumah sakit Pahlawan Medical akhirnya mau tidak mau tetap mengijinkan Afri untuk pindah ke Rumah Sakit Satya Medika.


Aku sudah menunggu mereka sedari tadi, dan akhirnya ambulance yang mengantar Afri pun tiba di depan ruang IGD. Perawat dari RSIA Satya Medika pun dengan sigap bersiap membantu memindahkan Afri ke brankar rumah sakit. Dari dalam mobil keluar pula ibunya Afri dan seorang perawat.


"Hati-hati, Yu," kataku pada Wahyu.Saat mereka memindahkan Afri beserta alat-alat medis yang menempel di tubuhnya ke atas brankar.


"Baik, Dok!" jawab Wahyu.


"Langsung bawa ke ruang perawatan," suruhku lagi.


Sebelum dimasukkan ke ICU tentunya Afri harus diperiksa dan disterilkan dulu dari segala mikroorganisme yang mungkin melekat di tubuhnya.


"Baik, Dok!" Kali ini Dimas yang menyahut.

__ADS_1


Aku manggut-manggut.


"Ibu, ikut saya. Ibu harus mengisi administrasi rumah sakit terlebih dahulu," kataku sambil merangkul bahunya.


Ibunya Afri mengangguk dan berjalan beriringan denganku yang sedang merangkulnya.Namun baru beberapa meter kami berjalan, tiba-tiba aku menghentikan langkahku, sadar ada seseorang ya g mengikuti kami berjalan sedari tadi. Aku segera menoleh dan tertegun mendapati wanita berpakaian perawat yang berada di belakang kami. Dia pun nampaknya terkejut karena aku berhenti mendadak.


"Kamu ... bukannya perawat tadi yang dari Pahlawan Medical?" tanyaku setengah yakin, setengah ragu.


"Iya, Dok," jawab perawat wanita itu.


"Kok nggak ikut pulang sama ambulance tadi?" tanyaku bingung.


"Oh, itu ..." Perawat itu nampak sedang menyusun kata-kata yang tepat untuk menjawab pertanyaanku.

__ADS_1


"Hmm?" gumamku dengan nada bertanya.


"Aku disuruh oleh pihak rumah sakit untuk mendampingi Afri selama pengobatannya di RSIA Satya Medika," jawabnya.


Aku semakin tidak mengerti.


"Mendampingi gimana maksudnya? Di sini ada banyak sekali perawat. Dan untuk apa perawat dari Pahlawan Medical ada di sini? Memangnya kamu nggak ada kerjaan di Pahlawan Medical?" desakku dengan pertanyaan bertubi-tubi.


"Pihak rumah sakit mengirim saya ke sini sebagai perwakilan untuk mendampingi Afri selama beberapa hari. Pasien Afri dipindahkan ke sini tidak dalam kondisi yang sehat, jadi demi menghindari resiko kesalahpahaman di kemudian hari saya dikirim kesini untuk memastikan kalau Afri kami pindahkan dalam kondisi yang baik sesuai prosedural medis. Pihak kami dari Pahlawan Medical tak mau dituntut di kemudian hari jika terjadi sesuatu pada Afri dan dituduh mengantar Afri dalam keadaan yang tidak baik. Jadi selama beberapa hari ke depan, saya akan berada di sini untuk mengawasi dan mendampingi Afri untuk memastikan bahwa Afri telah dirawat baik sesuai prosedur di rumah sakit ini," kata perawat itu.


Aku merasa terpana mendengar betapa lancarnya perawat ini mengatakan hal itu. Sungguh aku heran, sebelumnya aku tak pernah mendengar ada hal semacam ini saat seorang pasien di pindahkan dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya, perawatnya dari rumah sakit lama ikut mengawasi perkembangan pasien di rumah sakit baru selama beberapa hari.


Atau perawat ini sebenarnya hanya mata-mata?

__ADS_1


***


__ADS_2