
** Curhatan author sedikit 🤭🤫 **
Alhamdulillah.....rasa nya masih tidak menyangka author bisa nulis sampai bab 100😁 awal nya author sempat ragu saat memutuskan untuk mencoba memulai menulis, takut cerita yang akan di bawakan nanti tidak menarik pembaca. Secara author masih sangat pemula di dunia novel dan Novel ini adalah karya pertama author. Jadi jika ada kesalahan dalam segi bahasa, penulisan, dan alur cerita mohon maaf sekali 🙏🏻 . Terima kasih juga untuk para readers yang selalu setia menunggu update cerita ini. Author juga tidak akan henti - henti nya untuk meminta dukungan nya selalu biar author tambah semangat dalam menulis dan berkarya🤗
Sekarang kembali ke cerita lagi ya kak....
**
"Apa yang kamu ucapkan barusan mas..." tanya Nayla.
"Ah...i tu tidak penting apa yang aku ucapkan barusan," lagi - lagi Keenan menjawab pertanyaan Nayla dengan gagap.
"Ssst.....aku ini kenapa sech ! kenapa menjadi gagap seperti ini di hadapan Nayla, malu - malu in saja," Keenan mengerutuki kebodohan nya.
" Come on Keenan...Ingat ini kesempatan kamu untuk menyelesaikan semua permasalahan mu, dan meminta maaf kepada Nayla. Jadi manfaatkan ini dengan baik - baik jangan sampai membuat kesalahan fatal lagi," monolog Keenan dalam hati.
"Nay.....bisa kita bicara serius ?" tanya Keenan.
"Bukan kah tadi kita sudah bicara serius?" jawab Nayla.
"Maksud aku bukan tentang masalah pekerjaan."
Nayla yang paham arah pembicaraan Keenan langsung menghela nafas perlahan dan berdiri hendak beranjak pergi.
"Maaf mas, aku rasa pembicaraan kita hari ini sudah selesai. Jadi tidak ada lagi yang harus dibicarakan," ucap Nayla dengan datar dan beranjak pergi.
Keenan yang sadar dengan gerak gerik Nayla yang akan meninggalkan nya langsung memegang tangan Nayla berusaha untuk menghentikan mantan istrinya itu pergi.
"Nay.....aku mohon beri kesempatan untuk ku menjelaskan semua yang sebenar nya terjadi. Aku janji setelah kamu mendengarkan semua nya, terserah kamu mau seperti apa pada ku...aku ikhlas Nay...asal kamu mau memberikan satu kesempatan untuk ku menjelaskan semua nya," pinta Keenan dengan tatapan yang sendu.
Melihat tatapan Keenan akhir nya Nayla memutuskan untuk kembali duduk. Dan itu membuat Keenan tersenyum lega.
Nayla juga sebenarnya ingin menyelesaikan semua nya, dia merasa penasaran dengan apa yang akan Keenan jelaskan pada nya.
"Apa yang akan kamu jelaskan mas..."
Keenan menarik nafas nya dalam - dalam dan membuang nya perlahan sebelum memulai penjelasan nya.
"Sebelum nya aku mohon maaf atas segala kesalahan ku pada mu Nay....aku tahu kesalahan ku sangat besar pada mu. Bahkan luka yang aku goreskan pada mu dulu sangat menyakitkan, tapi demi Allah....aku sangat menyesal Nay," ucap Keenan dengan mata yang berkaca - kaca.
"Dulu aku begitu bodoh, egois, angkuh dan picik. Sehingga aku mempermainkan sebuah ikatan suci pernikahan hanya karena sebuah ambisi dan ketakutan akan kehilangan seluruh harta keluarga ku. Padahal semua itu tidak sebanding dengan apa yang sudah kamu dan almarhum kakek Yusuf lakukan pada keluarga ku. Aku benar - benar menyesal Nay...karena kebodohanku ini sehingga aku telah menyia - nyiakan wanita sebaik dan setulus dirimu demi wanita ular itu..."
"Aku sudah tahu semua nya Nay...kalau Michel hanya memanfaatkan ku saja, dan parah nya dia ternyata bekerja sama dengan rekan Bisnisku untuk menghancurkan ku. Saat aku mengetahui semua kebenaran itu hati ku begitu hancur Nay...kebenaran tentang masa lalu kakek, dan kebenaran tentang masa lalu kita saat kecil dulu semua itu membuat hati ku merasa sangat bersalah pada mu."
"Masa lalu kita saat kecil ?" lirih Nayla.
Keenan yang mendengar ucapan Nayla kemudian mengeluarkan sesuatu dari tas kerja nya. Dia sudah mempersiapkan segala sesuatu nya tadi sebelum bertemu dengan Nayla. Sebuah barang yang sangat bearti bagi nya dan barang itu dia yakini juga sangat bearti untuk Nayla.
"Aku yakin kamu pasti ingat dengan barang ini Nay..." ucap Keenan menyodorkan sebuah benda yang Keenan yakini Nayla pasti mengenalinya.
"Dari mana kamu dapatkan sapu tangan ini mas?" tanya Nayla dengan nada yang agak tinggi dan emosi.
"Sapu tangan ini aku temukan di kamar mu, benda ini memang milik mu tapi sekarang sudah kembali kepada pemilik asli nya Nay..." jawab Keenan dengan tersenyum.
Nayla diam seribu bahasa, dia masih mencoba mencerna ucapan Keenan barusan.
"Apa maksud ucapan mu tadi mas?"
__ADS_1
"Kamu lupa dengan sosok anak kecil di taman yang menolong seorang gadis kecil berkucir kuda yang menangis sesenggukan karena terjatuh dari sepeda. Kemudian anak laki - laki itu membersihkan luka yang ada di lutut kaki gadis kecil itu menggunakan sapu tangan ini, Nanay....."
Nayla langsung menutup mulut nya, dia tidak percaya dengan apa yang Keenan ucapkan barusan.
"Jadi......" ucapan Nayla tiba - tiba menggantung.
" Iya....aku lah sosok anak kecil laki - laki itu Nanay...Ken Ken..." ucap Keenan dengan tersenyum manis dan menunjukkan sebuah foto nya dengan sang kakek saat masih kecil dulu. Dia sengaja memilih foto itu supaya Nayla tambah yakin jika diri nya adalah teman masa kecil nya.
Keenan juga menunjukkan semua gambaran Nayla saat bermain dengan nya dulu, gambar yang kakek Dirga simpan untuk nya.
Nayla meneteskan air mata nya saat memegang dan melihat hasil karya nya saat kecil dulu, ingatan nya langsung berputar ke memory puluhan tahun yang lalu.
" Kenapa dunia begitu sempit sekali," lirih Nayla dengan terisak sambil terus mengusap gambaran dia saat masih kecil dulu.
"Maafkan aku Nay..karena aku terlambat mengenali mu. Orang yang sejak kecil aku sukai, bahkan aku pernah berjanji dalam hati ku jika kita sudah dewasa nanti aku akan menjadikan mu sebagai istri ku. Setiap aku pulang ke indo aku selalu mencari keberadaan mu tapi tidak pernah menemukan mu. Aku selalu mendatangi taman itu, berharap akan bertemu dengan mu atau memperoleh petunjuk akan dirimu, tapi hasil nya tetap sama. Bodoh nya aku, saat itu tidak bertanya pada kakek di mana tempat tinggal mu, karena aku malu jika aku sebenarnya menyukai mu sejak kecil, melihat sikap ku yang selalu cuek pada mu saat kecil dulu, bahkan aku selalu membentak mu dan membuat kamu menangis bahkan sampai kita ada dalam ikatan pernikahan kemarin hal itu juga masih aku lakukan pada mu Nay...selalu membuat kamu meneteskan air mata," tutur Keenan dengan sendu dan penuh penyesalan.
"Kenapa semua ini baru terungkap sekarang di saat kamu sudah terlalu banyak menorehkan luka dalam hidup ku mas..." lirih Nayla.
"Maafkan aku Nay... aku tahu kesalahan ku ini tidak patut untuk mendapatkan maaf dari mu, bahkan jika kamu mau menuntut ku atau membunuhku aku ikhlas Nay..." ucap Keenan dengan mengatupkan kedua tangan nya bahkan dia sekarang suda berlutut di hadapan Nayla.
Saat ini dia tidak perduli jika dia menjadi pusat perhatian dari seluruh pengunjung kafe, yang terpenting bagi dia sekarang ini adalah mengungkapkan penyesalan nya atas apa yang sudah dia lakukan dulu kepada mantan istri nya itu.
"Apa yang kamu lakukan mas... tidak sepantas nya kamu bersikap seperti ini," kata Nayla dengan berusaha membuat Keenan untuk berdiri. Tapi Keenan tidak beranjak sama sekali.
Bagaimana pun dia tidak mungkin membiarkan mantan suami nya itu menjadi pusat perhatian seluruh pengunjung kafe saat ini. Nayla melihat kiri kanan ternyata sudah banyak orang di sana yang berbisik - bisik membicarakan mereka saat ini.
"Maas....cukup ! jangan permalukan diri mu sendiri dengan hal seperti ini. Okey...okey...aku sudah memaafkan mu jauh dari sebelum kamu meminta maaf pada ku. Karena aku buka tipe orang yang suka menyimpan dendam pada siapa pun. Allah saja selalu memaafkan segala kesalahan umat nya walaupun kesalahan itu sangat lah besar. Yang terpenting sekarang ini mas Keenan sudah berubah menjadi lebih baik lagi. Anggaplah kesalahan mas Keenan dulu sebagai pelajaran untuk ke depan nya supaya mas Keenan tidak melakukan kesalahan yang sama lagi," ucap Nayla dengan tulus.
Keenan yang mendengar itu semua langsung menerbitkan senyuman nya mendongakkan wajah nya dengan mata yang berkaca - kaca.
"Apa kamu serius Nay memaafkan semua kesalahan ku?" tanya Keenan dengan tatapan yang masih tidak percaya.
Di dalam hati Keenan bersorak gembira, akhirnya segala usaha nya membuahkan hasil seperti yang dia inginkan.
"Sekarang ayo berdiri mas...apa kamu tidak malu menjadi pusat perhatian semua orang di sini."
"Tidak......ngapain aku harus malu, aku tidak melakukan hal yang aneh - aneh juga," ujar Keenan sambil berdiri dan merapihkan penampilan nya.
Nayla yang mendengar nya hanya memutar bola mata nya jengah.
Mereka pun kembali duduk, dan masing - masing larut dalam diam. Tidak ada yang berani untuk bersuara lebih dulu, canggung ...itu yang terjadi. Keenan hanya memandangi wajah wanita yang telah memporak - porandakan hati nya selama ini. Nayla yang mulai risih karena dipandangi terus oleh Keenan akhir nya membuka suara terlebih dahulu.
"Bagiamana kabar kakek mas?"
"Kabar kakek tidak baik Nay, setelah cucu menantu kesayangan nya pergi beliau lebih sering murung dan diam. Kakek selalu dihantui rasa bersalah karena merasa gagal memenuhi janji beliau kepada almarhum kakek Yusuf. Padahal di sini aku lah yang salah, bukan kakek. Jika aku tahu kejadian yang sebenarnya dari awal, aku tidak akan melakukan kesalahan sebesar ini," kata Keenan dengan menghembuskan nafas nya perlahan.
"Sudah lah mas, yang lalu biarlah berlalu jangan pernah di ungkit lagi. Aku sudah ikhlas memaafkan segala kesalahan mas Keenan. Aku juga yakin jika almarhum kakek juga sama seperti ku."
"Terima kasih Nay....kamu memang wanita yang baik dan tulus, aku benar - benar menyesal telah menyia - nyiakan mu dulu."
"Nay.....apakah masih ada kesempatan untuk ku bisa dekat dengan mu lagi. Aku ingin memperbaiki segala nya, aku ingin memulai hubungan yang serius dengan mu," ucap Keenan dengan tatapan yang serius dan tulus.
Deg,,
Nayla langsung menatap Keenan dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia tersenyum tipis menanggapi perkataan Keenan.
"Maaf mas, aku memang sudah memaafkan mu tapi untuk kembali menjalin hubungan dengan mu lagi aku tidak bisa mas....untuk saat ini, aku masih menikmati dengan kesendirian ku ini. Dan aku sedang fokus menjalankan perusahaan kakek," terang Nayla dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Apa karena Abraham?"
Nayla mengernyitkan dahi nya,
"Abraham.....apa hubungan nya dengan dia mas?"
"Bukan kah saat pesta kemarin Abraham mengenalkan mu sebagai calon istri? Jadi benar apa yang dikatakan Abraham Nay," tanya Keenan serius.
Nayla menatap Keenan, dan hanya tersenyum tipis bahkan sangat tipis sekali.
"Itu bukan urusan mu mas....urusan kita sudah selesai, kalau begitu aku permisi...." ucap Nayla dan berlalu meninggalkan Keenan dan menghampiri asisten nya.
"Lebih baik seperti ini," gumam Nayla.
Keenan hanya memandangi kepergian Nayla dengan tatapan sendu.
"Selama janur kuning belum melengkung dan sebelum kata sah diucapkan aku akan berusaha untuk mendapatkan mu kembali Nay...mau Abraham, Davin atau siapa pun itu aku tidak akan gentar sama sekali. Walaupun aku harus mendaki gunung, melewati lembah dan menyeberangi samudra aku tidak peduli," ucap Keenan.
Tanpa sepengetahuan Keenan perkataan nya tadi di dengar oleh sang asisten. Sebisa mungkin Rendi menahan tawa nya saat mendengar ucapan Keenan yang menurutnya agak lebay itu.
"Seperti ninja Hatori saja tuan..."lirih Rendi.
"Apa yang kamu bilang barusan Ren...." kata Keenan dengan tatapan menghunus.
"Ah...tidak ada tuan...itu tadi aku lihat kartun ninja Hatori di ponsel saya," jawab Rendi dengan terbata berusaha menelan Saliva nya dengan susah payah.
"Seperti anak kecil saja kamu ini..." ucap Keenan sambil berlalu pergi.
"Tuan tuh yang seperti anak kecil, lebih tepat nya seperti ABG tua yang sedang jatuh cinta lagi," kata Rendi yang hanya mampu diucapkan di dalam hati.
**
"Roman - roman nya ada yang sedang balikan dengan mantan nech..." ledek Santi.
"Apaan seh San...siapa juga yang balikan ma mantan?"
"Lha tadi aku lihat kayak nya kalian sudah baikan."
"Baikan bukan bearti balikan kan?"
"Jadi kamu suda mutusin untuk memaafkan mantan suami mu itu Nay...?" tanya Santi.
"Hemmmz....."
"What!!! semudah itu Nay....kenapa kamu jadi orang terlalu baik seh..kamu tidak ingat apa yang sudah dia lakukan dulu pada mu!" ucap Santi dengan nada yang sedikit emosi.
Bagi Santi, Nayla adalah wanita B***h yang dengan begitu mudah nya memaafkan kesalahan dari orang yang sudah menorehkan luka yang begitu dalam hidup nya.
"Aku hanya ingin menjalani hidup dengan tenang San, tanpa ada dendam atau rasa benci dalam hati ku. Dengan memaafkan kesalahan orang lain kita tidak akan menjadi hina atau mulia tapi kita akan mendapatkan ketenangan dalam hati kita, itu yang kakek ajarkan pada ku," jelas Nayla dengan tenang.
"Ya sudah, jika itu yang terbaik untuk mu aku hanya bisa memberi support pada mu. Tapi kamu tidak menerima ajakan dia untuk balikan lagi kan?"
Nayla menggelengkan kepala nya.
"Bagus lah kalau begitu...balikan ma mantan Podo wae mangan jangan nget - nget an ( Balikan ma mantan sama saja makan sayur yang sudah diangeti) ," celetuk Santi.
"Apaan tu?"
__ADS_1
"Hehehehe..itu lirik lagu ambyaran Nay..." Santi menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Ada - ada saja kamu..." ucap Nayla dengan tertawa kecil.