Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 23 Ada apa dengannya ..


__ADS_3

Keenan mengitari sekitaran jalanan dimana dia menurunkan Nayla tapi hasilnya nihil. Dia tidak menemukan keberadaan Nayla. Malam semakin larut Keenan memutuskan untuk kembali ke apartemen. Dia berharap jika Nayla sudah pulang ke apartemen.


Jalanan terasa lengang dan sepi sehingga membuat Keenan melajukan kendaraannya dengan cepat. Dia ingin segera sampai ke apartemen untuk memastikan jika istri nya sudah berada di sana. Sesampainya di lobby apartemen Keenan bergegas menuju unit nya.


Ckleek ...


Pintu apartemen terbuka Keenan mengernyitkan keningnya karena keadaan apartemennya masih gelap. Itu bearti Nayla belum sampai di apartemennya. Dia melirik jam yang melingkar di tangannya sudah menunjukkan jam 12 malam.


" Ternyata dia belum sampai," lirih Keenan.


Dia kemudian merogoh jas mengambil ponsel nya berniat untuk menghubungi Nayla. Tapi dia lupa jika dia belum menyimpan nomer Nayla.


" Sial .... bagaimana bisa aku menghubungi nya jika aku sendiri tidak punya nomer dia," umpat Keenan melempar ponsel nya ke sofa yang ada di ruang itu.


Dia kemudian duduk di sofa melepas jas yang dia kenakan kemeja putihnya dia lipat sebatas siku dan mengendorkan dasi nya. Keenan menyandarkan kepala nya di sofa memejamkan mata nya sejenak karena merasa kelelahan.


**


Di lobby apartemen


Nayla dan Davin baru saja sampai, Davin membukakan pintu mobil dan membantu Nayla keluar dari mobil. Nayla berjalan tertatih karena luka yang ada di lutut nya masih terasa perih dan nyeri. Davin berusaha untuk membantu Nayla, akan tetapi ditolak secara halus oleh Nayla. Bagaimana pun Nayla adalah wanita yang sudah bersuami jadi dia harus menjadi kehormatannya sebagai seorang istri. Sekalipun suami nya tidak pernah menganggap dia sebagai istri nya.


Sikap Nayla yang seperti ini membuat Davin semakin tertarik kepada Nayla. Karena dia berbeda dengan kebanyakan wanita yang pernah dia temui. Wanita yang selalu mengejar - ngejar dia dengan berbagai cara bahkan ada yang sukarela ingin menyerahkan tubuhnya untuk seorang Davin. Pria yang dikenal dingin dan arogan tapi tidak mengurangi pesona ketampanannya. Davin hanya akan bersikap lembut hanya dengan orang yang dia sayangi. Dan entah mengapa kepada Nayla wanita yang baru beberapa kali dia jumpai Davin bisa bersikap lembut dan ramah berbanding terbalik dengan sikap asli nya.


Saat berada di depan lift Nayla memberhentikan langkah nya. Dia berbalik ke arah Davin yang berada di belakangnya.


" Sekali lagi saya ucapkan terima kasih tuan, karena anda sudah menolong saya dan mengantarkan saya sampai ke apartemen. Saya tidak tahu bagaimana nasib saya jika tuan tidak menolong saya tadi," ucap Nayla tulus kepada Davin.


Davin yang mendengarkan ucapan terima kasih dari Nayla hanya tersenyum tipis, entah sudah berapa kali gadis itu mengucapkan kata terima kasih pada nya.

__ADS_1


" Sudah berapa kali kamu ucapkan itu semua Nay tidak perlu sungkan seperti itu. Bukankah sebagai manusia harus wajib saling tolong menolong kan," kata Davin ramah.


" Anda benar tuan. Semoga Allah membalas kebaikan tuan dengan rezeki yang melimpah dan anda selalu diberi kesehatan. Saya janji akan membalas kebaikan tuan suatu saat nanti," tulus Nayla yang disertai senyuman manisnya dan itu berhasil membuat hati Davin berdetak tidak karuan.


" Aamiin," Davin mengaminkan doa Nayla untuk nya. Hati nya sangat bahagia karena baru kali ini ada seorang wanita yang mendoakan nya dengan tulus.


" Apakah kamu benar - benar ingin membalas kebaikan ku suatu saat nanti ?"


" Iya tuan."


" Jika ingin membalas apa yang sudah aku lakukan tadi kenapa harus menunggu nanti. Kenapa tidak sekarang saja," ucap Davin dengan tatapan serius.


Nayla mengernyitkan dahi nya dia tidak paham dengan apa yang diucapkan oleh Davin.


" Maksud anda apa tuan, saya tidak mengerti".


" Bukankah kamu tadi bilang kalau suatu saat nanti akan membalas kebaikan saya."


" Lalu apa yang bisa saya lakukan untuk membalas kebaikan tuan sekarang," tanya Nayla.


" Temani aku malam ini Nayla Atifa," ucap Davin dengan serius. Entah dorongan dari mana sehingga membuat Davin mengucapkan kalimat seperti itu. Dia sendiri sok dengan apa yang dia ucapkan . Dalam hati Davin mengrutuki kebodohannya sendiri karena telah berani mengucapkan kalimat itu.


Nayla yang mendengar ucapan Davin membulatkan mata nya. Dia merasa terkejut dengan ucapan laki - laki yang ada di depannya itu. Sekita emosi nya langsung naik. Tidak pernah terlintas dipikirannya sama sekali jika ada laki - laki yang notabene baru dikenalnya berani meminta nya untuk menemani laki - laki itu malam ini. Nayla paham maksud dari ucapan Davin.


" Maaf tuan, maksud tuan apa berbicara seperti itu. Jangan karena anda sudah menolong saya, terus anda bisa seenaknya berbicara seperti itu. Saya masih punya harga diri tuan dan saya bukan wanita murahan," ucap Nayla sebisa mungkin menahan emosi . Tanpa terasa air mata nya jatuh membasahi pipi nya. Hati nya merasa sakit karena ada laki - laki lain yang merendahkan diri nya selain suami nya.


Davin merasa bersalah mendengar ucapan Nayla. Apalagi melihat wanita di depannya meneteskan air mata nya karena ucapannya tadi.


" Sekali lagi saya ucapkan terima kasih tuan untuk pertolongan anda tadi, tapi saya mohon maaf karena saya tidak bisa membalas kebaikan anda dengan cara seperti itu," ucap Nayla dingin dan berlalu meninggalkan Davin yang berdiri mematung di depannya.

__ADS_1


**** ....


Davin kenapa kamu bisa sebodoh itu, jelas kamu tahu dia beda dengan wanita lain di luaran sana," monolog Davin frustasi. Dia berkali - kali mengusap wajahnya dengan kasar mengrutuki kebodohannya sendiri.


" Hilang sudah kesempatanku untuk dekat dengan dia sial..." umpat Davin kesal dengan diri nya sendiri.


Di dalam lift Nayla tidak henti - henti nya menangis, hati nya begitu sakit dengan ucapan Davin tadi. Padahal sebelumnya Nayla sempat terpana dengan ketulusan Davin saat mengobati lukanya tadi. Tapi itu semua hanya modus belaka.


Saat lift terbuka Nayla buru - buru menyeka air mata nya. Kemudian berjalan keluar dari lift dengan langkah yang masih tertatih.


cklek ...


Nayla membuka pintu apartemen perlahan. Dia sedikit terkejut melihat Keenan yang terlelap di sofa ruang tamu.


" Ternyata kamu sudah pulang mas kenapa kamu begitu tega meninggalkan ku sendirian di jalan itu kenapa kamu tidak kembali untuk memastikan keadaanku seperti apa di sana sehingga aku tidak mengalami hal seperti ini," batin Nayla sedih dalam hati.


Saat Nayla ingin berlalu pergi tiba - tiba Keenan terbangun dari tidurnya. Keenan membuka mata nya dia melihat bayangan wanita yang dia tunggu - tunggu dari tadi. Dia merasa lega akhirnya Nayla pulang dengan selamat.


Hmmmm,


Mendengar suara deheman, Nayla menghentikan langkahnya dan berbalik ke sumber suara.


"Ternyata kamu bisa pulang ke apartemen ini dengan selamat juga," ucap Keenan .


" Karena saya mempunyai kaki dan dengan kaki tersebut saya gunakan untuk berjalan pulang. Bukankah tadi ada orang yang bilang seperti itu kepada saya," jawab Nayla dingin dan berlalu meninggalkan Keenan .


Deg,


Ucapan Nayla begitu menusuk hati Keenan. Dia ingat betul telah mengucapkan kalimat itu saat meninggalkan Nayla di jalan tadi. Dia mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


" Kenapa dia berjalan dengan tertatih seperti itu apa dengannya," gumam Keenan melihat ada keanehan dengan cara berjalan Nayla yang tertatih sambil memegang kaki nya.


__ADS_2