
"Ucapan itu yang kakek ingat sampai saat ini."
Kakek Dirga memejamkan mata nya sejenak, ada buliran kristal bening yang mengalir di ujung mata nya.
"Ada penyesalan tersendiri di hati kakek Kee..secara tidak langsung kakek lah penyebab kematian Yusuf, karena jika kakek tidak menerima satu ginjal dari Yusuf pasti dia masih hidup sekarang ini," lirih kakek Dirga dengan suara yang parau.
"Tidak kek...kakek tidak boleh mengatakan seperti itu, ini semua sudah takdir Allah. Kita tidak bisa mengingkari itu semua. Kalau ada yang harus disalahkan, Keenan lah yang bersalah di sini kek. Karena dari awal Keenan yang sudah membuat keadaan kacau ini. Keenan tidak menghargai sedikit pun kebaikan dari almarhum kakek Yusuf, justru Keenan palah menuduh jika kakek Yusuf dan Nayla hanya mengincar harta kita saja karena dengan mudah menerima perjodohan ini. Keenan benar - benar menyesal kek..."ucap Keenan penuh dengan penyesalan dengan berurai air mata.
"Huft... bahkan seluruh harta yang kita miliki ini tidak ada apa - apa nya dibandingkan dengan apa yang sudah Yusuf lakukan pada kakek mu ini Kee," kakek Dirga lagi - lagi menghela nafas nya berat.
"Awal nya kakek menjodohkan kamu dengan Nayla karena kakek ingin membalas Budi kebaikan Yusuf kepada kakek, tapi seiring berjalannya waktu dan kakek sering bertemu dengan Nayla kakek semakin yakin jika Nayla adalah wanita yang cocok untuk menjadi pendamping hidup kamu. Dia adalah gadis yang baik, cantik, pintar, penyayang, keibuan dan taat pada agama. Saat dia beranjak remaja kakek selalu berpesan pada Yusuf supaya menjaga Nayla dengan baik, jangan sampai ada laki - laki yang mendekati nya. Secara tidak langsung kakek mati - matian menjaga calon istri mu dari sejak dulu. Tapi kamu palah seenaknya sendiri memperlakukan istri mu seperti itu. Bahkan, saat Nayla baru lulus SMA kakek terang - terangan melamar nya untuk mu Kee, tapi dia selalu menolak karena dia masih ingin mengejar cita - cita nya."
"Kakek pernah menawarkan pada Yusuf untuk membiayai Nayla kuliah sampai selesai, lagi - lagi Yusuf menolak nya ,dia selalu beranggapan jika menerima bantuan dari kakek berupa materi dia sama saja menjual ginjal itu, karena dia selalu bilang kalau dia benar - benar ikhlas lahir batin menolong kakek, dia hanya ingin dianggap adek oleh kakek karena di dunia ini dia tidak mempunyai siapa - siapa, hanya itu yang dia minta. Dia dulu pernah mengatakan jika dia mempunyai orang yang sudah dianggap keluarga bagi nya tapi orang tersebut tidak tahu dimana keberadaannya, dan itu ada kaitannya dengan asal usul Nayla. Entahlah apa yang dimaksud oleh Yusuf kakek tidak mengerti karena Yusuf tidak pernah menceritakan yang sebenarnya pada kakek."
"Berbeda dengan kekasih mu yang super model itu, kakek sudah tahu dari awal jika dia bukan wanita yang baik - baik bahkan dia ada niat tersendiri menjalin hubungan dengan mu."
"Kakek benar, Michel bukan wanita yang baik bahkan dia telah mengkhianati ku di hadapan ku sendiri, aku sangat menyesal kek karena telah menyia - nyiakan wanita sebaik Nayla."
"Nasi telah menjadi bubur nak..."
"Maafkan Keenan kek... Apakah masih ada kesempatan bagi ku untuk bersatu dengan Nayla kek..." ucap Keenan dengan mata yang berkaca - kaca.
__ADS_1
"Apa yang kamu tanam itu yang harus kamu tuai, kamu paham ucapan kakek?"
"Tapi kek...Keenan berjanji akan berubah, terlepas dari apa yang sudah terjadi di masa lalu, Keenan benar - benar menyesali perbuatan Keenan, dan sekarang aku baru menyadari betapa berharga nya Nayla dalam hidup ku kek..." Isak Keenan berlutut di hadapan sang kakek.
"Bantu Keenan kek...aku mohon," Keenan memohon kepada sang kakek dengan mengatupkan kedua tangan nya.
"Kali ini kakek tidak bisa membantu apa - apa, semua sudah menjadi keputusan Nayla dan kakek sangat mendukung keputusan itu karena kakek tidak ingin ada air mata lagi di wajah cantik nya. Jika terlepas dari mu bisa membuat Nayla bahagia kakek pasti akan mendukung nya, hanya itu yang bisa kakek lakukan untuk menebus semua kesalahan yang kmu perbuat pada nya dan almarhum Yusuf," kata kakek Dirga dengan tegas dan berlalu meninggalkan Keenan.
Saat kakek Dirga akan meninggalkan tempat itu, dia berhenti sejenak dan menoleh kepada sang cucu yang masih terisak dan bersimpuh di lantai.
"Jika kamu benar - benar ingin memperbaiki semua nya, berjuanglah dengan tangan dan kaki mu sendiri, bukti kan kepada Nayla jika kamu layak untuk mendapatkan kesempatan yang kedua," ucap kakek Dirga seraya berlalu meninggalkan Keenan.
" Maafkan kakek nak...bukan berati kakek tidak sayang pada mu dan tidak ingin membantu mu, tapi kakek hanya ingin kamu menjadi seorang laki - laki yang dewasa dan bertanggung jawab dengan apa yang sudah kamu perbuat, kakek yakin kamu pasti bisa melewati ini semua," monolog kakek Dirga.
"Aku akan tunjukkan pada semua nya jika aku layak untuk mendapatkan kesempatan lagi, aku akan berjuang untuk mendapatkan hati mu lagi Nay.. aku pasti bisa," Keenan menyemangati diri nya sendiri sambil menatap sapu tangan nya yang dulu dia berikan kepada Nayla saat kecil.
Saat Keenan akan pergi meninggalkan tempat itu, tiba - tiba ponsel nya berdering. Ada panggilan dari asisten pribadi nya.
"Ya hallo Ren...."
[...............................]
__ADS_1
"Baik saya akan segera ke kantor sekarang."
"Ada apa lagi ini...." ucap Keenan merasa frustasi.
Kakek Dirga yang tanpa sengaja mendengar perbincangan Keenan dengan sang asisten kemudian dia langsung menghubungi seseorang di seberang sana. Karena dia sudah tahu jika perusahaan yang dia bangun sejak dulu sedang dalam keadaan yang tidak baik - baik saja saat ini. Mau tidak mau dia harus turun tangan untuk membantu sang cucu menyelesaikan semua ini.
**
Di Mansion Tuan Richard
"Pagi kek..." sapa Nayla dengan senyum yang manis dan wajah yang fresh.
"Pagi sayang... bagaimana keadaanmu sekarang nak,"jawab sang kakek.
"Alhamdulillah sudah sedikit membaik kek."
"Syukurlah kalau begitu,, sekarang kita sarapan dulu habis itu kakek akan mengajak kamu untuk berkeliling Mansion dan memperkenalkan seluruh penghuni Mansion ini."
Nayla mengangguk dan langsung duduk di kursi dekat sang kakek. Di meja makan yang besar itu hanya ada mereka berdua yang menikmati sarapan itu.
Nayla melayani sang kakek dengan penuh kasih sayang, dan Tuan Richard lagi - lagi merasa sangat bahagia karena hal seperti ini lah yang dia rindukan selama puluhan tahun yang lalu.
__ADS_1
"Akhirnya impian ku selama ini bisa terwujud, aku bisa menikmati sarapan dengan cucu kandung ku."