Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 105 Curhat colongan Nayla


__ADS_3

"Aku lakukan ini karena nyawa mu sekarang dalam bahaya Nay...."


Keenan hanya mampu mengatakan hal itu di dalam hati pasti nya.


"Sekarang kamu kan udah dapat kopi nya mas, lebih baik kamu segera pulang aku sudah lelah mau istirahat," ujar Nayla meninggalkan Keenan begitu saja menuju kamar nya.


Keenan hanya menatap nanar punggung Nayla yang memasuki kamar nya. Dia kemudian menyesap kopi nya sampai habis dan merebahkan diri nya di sofa yang ada di ruang tengah. Keenan memutuskan untuk menjaga Nayla malam ini dengan menginap di apartemen Nayla. Tidak masalah jika dia harus tidur meringkuk di atas sofa. Yang terpenting keselamatan mantan istri nya malam ini terjamin.


Dia tidak bisa menjamin jika pria asing yang dia lihat tadi tidak akan kembali lagi ke apartemen Nayla malam ini. Biarlah dia menahan dingin nya malam ini asal kan dia bisa menjamin keselamatan orang yang dia sayangi.


"Seperti nya aku tidak bisa begitu saja menyepelekan apa yang Abraham katakan pada ku tentang bahaya yang mengancam keselamatan Nayla. Aku harus bertindak secepatnya," gumam Keenan setelah mengirimkan pesan pada Rendi.


Di dalam pesan itu Keenan memerintahkan Rendi untuk memilih orang kepercayaan nya yang bisa diandalkan untuk mengatasi Nayla saat di luar tanpa sepengetahuan Nayla pasti nya.


Keenan pun akhirnya memejamkan mata nya, dia meringkuk di sofa yang ukuran nya tidak terlalu besar untuk tubuh nya. Tidak nyaman pasti, kedinginan juga pasti karena di luar cuaca juga sedang tidak bersahabat. Penghangat di ruangan itu juga tidak di nyalakan seperti nya.


Nayla perlahan membuka pintu kamar nya, dia merasa tenggorokan nya sangat kering dan berniat untuk mengambil air putih di pantri. Saat melewati ruang tengah, betapa terkejutnya dia melihat sosok laki - laki yang sedang meringkuk kedinginan di sofa. Nayla menutup mulut nya yang menganga karena terkejut.

__ADS_1


"Astaga mas Keenan...." ucap Nayla berjalan ke arah di mana Keenan meringkuk.


"Dasar orang aneh, sudah punya apartemen mewah dan tempat tidur yang nyaman kenapa harus tidur di sini sech, merepotkan saja," ucap Nayla berlalu ke kamar nya untuk mengambil selimut tebal untuk mantan suami nya itu.


"Lagian kenapa ngga pulang saja coba, toh dia tinggal berjalan beberapa langkah saja sudah sampai ke apartemen dia dan bisa tidur dengan nyaman, jika begini kan dia tidak nyaman bahkan bisa sakit karena keinginan," gerutu Nayla sambil menyelimuti Keenan.


Setelah menyelimuti Keenan, dia terdiam memandangi wajah Keenan yang teduh saat terlelap. Bahkan tangan Nayla terangkat untuk membelai pipi, hidung dan terakhir bibir Keenan. Seketika ingatan Nayla tentang bibir kembali saat pertama kali bibir Keenan menyentuh bibir nya. Tanpa terasa ada senyum yang terukir di bibir Nayla jika mengingat hal itu.


"Saat dulu kita masih terikat suami istri kita palah tidak bisa sedekat ini mas, bahkan untuk memandang mu atau menyentuh mu seperti saja aku tidak ada keberanian. Karena saat itu kamu seolah - olah mengharamkan ku untuk menyentuh mu, tapi sekarang setelah kita sudah tidak mempunyai hubungan apa pun, kita palah menjadi dekat. Kamu juga selalu bersikap manis dan lembut pada ku. Aku tidak tahu apa maksud semua itu, apakah kamu benar - benar sudah berubah atau itu semua hanya penebusan rasa bersalah mu atau apa....hanya kamu yang tahu mas..." ucap Nayla sambil mengelus rahang kokoh Keenan.


"Kamu masih sama seperti mas Keenan yang aku kenal dulu mas, masih saja tampan bahkan sekarang lebih tampan lagi. Pesona mu memang tidak ada dua nya, sampai petugas apartemen itu saja bertingkah kecentilan. Aku tahu tuh pasti dia sengaja menggoda mu," lanjut Nayla sambil mengerucutkan mulut nya karena merasa kesal jika mengingat begitu ganjen nya petugas apartemen wanita itu.


"Astaga......apa yang sudah aku lakukan, kenapa aku bisa dengan lancang menyentuh mas Keenan, bahkan aku dengan berani Nja' sampai mengungkapkan isi hati ku untung saja mas Keenan sudah terlelap tidur nya, kalau tidak bisa malu aku," kata Nayla menepuk jidat nya karena terlalu bodoh dan ceroboh.


"Aku harus segera kembali ke kamar ku, sebelum mas Keenan terbangun nanti," ujar Nayla langsung lari menuju ke kamar nya sampai dia melupakan tujuan utama dia bangun untuk apa.


Sampai kamar dia langsung mengunci pintu kamar nya dan masuk ke dalam selimut tebal. Dia benar - benar malu dengan apa yang sudah dia lakukan tadi. Sekalipun menurut Nayla Keenan sudah terlelap tidur tapi tetap saja bagi dia hal itu sangat memalukan sekali. Apa lagi kalau dia sampai tahu jika Keenan sebenarnya sudah terbangun, entah seperti apa Nayla saat itu.

__ADS_1


Setalah Nayla masuk ke dalam kamar nya dan terdengar suara pintu terkunci, Keenan pun terbangun dan duduk sambil tersenyum. Dia juga mengelus pipi, hidung, bibir dan rahang nya dia merasa di bagian wajah nya itu masih ada bekas usapan jari Nayla yang menempel di sana. Dia juga mencium selimut yang membalut tubuh nya sekarang ini, di selimut itu masih ada aroma khas tubuh Nayla yang sudah lama sekali tidak menghirup nya.


"Jujur aku sangat senang sekali Nay dengan apa yang kamu lakukan tadi, bahkan aku ingin semua itu nyata ada nya, makasih kamu ternyata masih ada rasa cemburu melihat ada wanita yang sengaja menggoda ku, terima kasih juga karena telah memuji ku, maafkan aku Nay jika dulu aku begitu kasar pada mu, selalu membuat mu menangis, asal kamu tahu setiap aku melakukan hal itu hati ku sebenarnya sangat sakit, apa lagi saat melihat mu meneteskan air mata karena ulahku hati ini terasa seperti di iris -iris Nay, aku yang sekarang bukan Keenan yang dulu, aku akan tunjukkan kepada mu jika aku benar - benar sudah berubah. Dan aku tulus ingin memperbaiki hubungan kita dari awal, sekalipun aku harus berjuang ekstra untuk meluluhkan kembali hati mu yang aku sendiri tidak tahu perasaanmu seperti apa pada ku sekarang ini. Aku tidak peduli jika harus kehilangan nyawa ku asal kamu tahu jika aku sangat tulus menyayangi mu Nay...." ucap Keenan sambil memandangi pintu kamar Nayla yang sudah tertutup.


Akhirnya Keenan pun merebahkan kembali tubuh nya dan kembali ke alam mimpi nya.


**


"Hoaam.... "Nayla merenggangkan otot - otot tubuhnya.


Dia melirik ke jam yang ada di nakas samping tempat tidur nya sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Untung saja dia sedang ada tamu bulanan, jadi dia tidak merasa kesiangan untuk menjalankan ibadah shubuh nya.


Nayla langsung merapihkan tempat tidur nya sebelum dia membersihkan diri. Kebetulan hari ini adalah hari libur jadi dia tidak terburu - buru untuk bersiap - siap ke kantor. Dia berencana untuk melakukan hal yang biasa saja untuk menghabiskan waktu libur nya hari ini. Tidak ada niatan sama sekali untuk keluar walaupun sekedar jalan - jalan.


Setelah selesai membersihkan diri, Nayla kemudian keluar kamar berniat untuk membuat sarapan untuk diri nya sendiri. Dia seakan lupa jika di apartemen nya itu sekarang ada sosok makhluk hidup yang lain nya juga.


"Oh ya sampai lupa , semalam kan mas Keenan tidur di sini apa sekarang dia sudah pulang ya," gumam Nayla ketika melihat sofa yang di tiduri Keenan sudah kosong dan selimut yang dia berikan semalam juga sudah terlihat rapih di atas meja.

__ADS_1


"Pagi mantan istri ku....."


"Astagfirullah....."


__ADS_2