
"Kenapa aku bisa bertemu dengan nya lagi..." gumam Nayla.
Pikiran Nayla pun menjadi tidak tenang saat ini, wajah nya juga tampak gelisah. Hal itu tidak luput dari penglihatan sang asisten yang duduk tidak jauh dari nya. Santi pun mendekat ke arah Nayla, dia sangat yakin jika telah terjadi sesuatu pada atasan nya itu.
"Apa terjadi sesuatu Nay..."bisik Santi."
Nayla menggelengkan kepala nya sambil berusaha tersenyum untuk menutupi kegelisahan nya. Dia sangat paham jika sahabat nya itu tidak bisa di bohongi. Maka dari itu dia berusaha untuk tetap bersikap setenang mungkin.
Santi pun akhirnya kembali ke tempat duduk nya, sekalipun Nayla mengatakan tidak apa - apa tapi dia yakin pasti telah terjadi sesuatu dengan bos nya itu. Nanti jika sudah pulang dia akan bertanya itu semua.
Akhirnya acara inti pesta perayaan The Royal Company pun dimulai. Semua tamu undangan pun mulai fokus ke arah podium. Tapi tidak dengan Keenan, fokus dia hanya pada seorang wanita yang sedang duduk membelakangi nya. Entah kebetulan atau memang ada unsur kesengajaan, meja Keenan berada tepat di belakang Nayla. Sehingga memudahkan Keenan untuk selalu memandangi wajah wanita yang sangat dia rindukan selama ini. Bahkan gerak gerik Nayla sekecil apa pun Keenan mengetahui nya.
Saat ini di atas podium sedang berdiri seorang laki - laki gagah dan tampan sedang menyampaikan sambutan nya. Sebagai CEO The Royal Company tentu penampilan Abraham Davidson sangat lah memukau malam ini, di dampingi sang kakek Sultan Davidson dia menyampaikan ucapan terima kasih terhadap tamu undangan yang sudah hadir, dan dia juga menceritakan jatuh bangun dalam memulai usaha nya hingga sampai se sukses ini sekarang. Tak lupa dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh karyawan The Royal Company atas dedikasi , kerja keras dan loyalitas nya selama ini. Sambutan itu diakhiri dengan acara tiup lilin dan pemotongan tumpeng.
Semua hadirin tercengang tak terkecuali Keenan saat Abraham menyuruh Nayla untuk naik ke panggung guna menemani dia memotong tumpeng dan meniup lilin. Nayla pun tidak bisa berbuat apa - apa selain mengikuti apa yang Abraham perintahkan. Dia tidak mungkin kan menolak nya secara acara inti sedang di mulai. Dia tidak ingin membuat Abraham kecewa dan malu nanti nya.
Nayla tidak sadar jika ada seseorang di belakang nya yang sedang menatap nya tajam. Keenan terus menatap tajam ke arah Nayla yang sedang berjalan ke atas panggung. Di tepi panggung Abraham sudah menunggu nya dan mengulurkan tangan nya untuk menyambut Nayla. Adegan ini sangat terlihat romantis, banyak orang yang berbisik - bisik di sekitar Keenan. Mereka mengatakan jika Abraham dan Nayla adalah pasangan yang sangat serasi sekali. Dan itu membuat telinga Keenan semakin panas, tanpa disadari dia mengepalkan kedua tangan nya keras. Rendi yang berada tidak jauh dari atasan nya itu langsung menghampiri Keenan.
__ADS_1
"Saya harap anda bisa mengontrol emosi anda Tuan...," bisik Rendi.
Rendi sangat paham dengan kondisi atasan nya saat ini. Karena sejak kedatangan Abraham dan Nayla di meja tuan nya tadi dia memperhatikan nya. Dia juga merasa terkejut karena tidak menyangka akan bertemu dengan mantan nyonya nya di sini.
Nayla kini sudah berada di atas panggung, di sana dia dapat melihat secara jelas semua tamu undangan yang hadir di ballroom ini, bahkan pandangan nya saat ini bertemu dengan sosok laki - laki di masa lalu nya itu. Mereka saling pandang kembali untuk beberapa detik, dan lagi Nayla mengalihkan pandangan nya itu ke arah Abraham yang ingin meniup lilin di kue ulang tahun yang sangat besar dan mewah itu bersama sang kakek. Nayla berusaha untuk mengikuti semua instruksi dari pemandu acara tersebut untuk ikut bernyanyi sambil bertepuk tangan.
Selama acara tiup lilin dan pemotongan tumpeng itu berlangsung tatapan kakek Abraham selalu tertuju pada Nayla. Tatapan yang benar - benar sulit untuk diartikan. Entah apa yang ada di benak kakek Abraham saat itu, tapi pandangan nya benar - benar tidak beralih dari Nayla. Sampai Nayla merasa risih karena sejak tadi diperhatikan oleh kakek nya Abraham.
Pandangan itu terputus ketika Abraham meminta izin kepada sang kakek untuk memberikan potongan tumpeng yang pertama untuk Nayla. Sultan Davidson pun hanya menganggukkan kepala nya sebagai tanda mengizinkan Abraham untuk memberikan nya kepada Nayla.
Sontak para tamu undangan menjadi bergemuruh karena melihat pemandangan yang begitu romantis di atas panggung sana. Seorang Abraham yang terkenal dingin selama ini kini berlaku romantis terhadap seorang wanita yang mereka yakini adalah orang yang sangat spesial bagi CEO Royal Company itu. Abraham menyuapi potongan tumpeng yang pertama itu ke Nayla dan langsung mendapat tepuk tangan yang meriah dari para tamu undangan.
Keenan menunggu Nayla di luar toilet, kebetulan keadaan toilet sepi tidak ada yang datang ke sana.
"Nay...." sapa Keenan saat Nayla baru saja keluar dari toilet dan itu membuat Nayla sedikit terkejut.
"Mas Keenan...sedang apa di sini," kata Nayla sambil menengok ke sana kemari takut ada orang yang melihat keberadaan Keenan di toilet wanita.
__ADS_1
"Bisa kita bicara sebentar Nay..."
Nayla menghela nafas nya berat, mau tidak mau dia tetap harus menghadapi ini semua. Tidak mungkin dia akan menghindari Keenan selama nya.
"Tapi tidak di sini mas...kita cari tempat lain," ucap Nayla kepada Keenan dan berlalu pergi. Keenan pun mengikuti arah langkah kaki Nayla yang menuju ke arah keluar ballroom.
Tanpa sengaja Abraham melihat kepergian Nayla yang diikuti oleh Keenan ke luar ballroom. Dia ingin segera menghampiri mereka berdua tapi hal itu urung dia lakukan karena ada beberapa kolega nya yang memberikan ucapan selamat dan mengajak nya untuk mengobrol. Tapi pandangan nya tidak lepas dari arah pintu keluar ruangan itu terus.
"Mau kemana mereka berdua," batin Abraham.
Sesampai nya di luar ruangan Nayla dan Keenan langsung menuju ke sebuah taman kecil yang kebetulan ada di dalam hotel tersebut.
"Apa yang ingin kamu bicarakan mas..." ucap Nayla tanpa basa basi.
"Gimana kabar mu Nay..." bukan nya menjawab pertanyaan Nayla, Keenan palah balik bertanya.
"Seperti yang kamu lihat, aku baik - baik saja bahkan lebih baik lagi setelah berpisah dengan mu," jawab Nayla dengan dingin.
__ADS_1
"Maafkan aku Nay...."