Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 26 Kok beda ??


__ADS_3

Tidak perlu waktu lama, Keenan sudah sampai di apartemennya. Saat dia masuk ke dalam apartemennya, dia mencium aroma masakan rumahan kesukaannya dari arah meja makan.


Tanpa berpikir panjang Keenan langsung menuju meja makan. Di sana sudah tersaji makanan rumahan kesukaan Keenan, dan tidak lupa ada secangkir teh jahe juga di meja.


" Siapa yang menyiapkan semua ini," gumam Keenan.


" Apa mungkin wanita itu, ah... aku rasa bukan dia, mana berani dia melakukan ini semua. Aku kan sudah mengancam dia untuk tidak melakukan hal apa pun yang berhubungan dengan diriku. Pasti Bi Marni yang melakukan semua ini, Bibi selalu tahu apa yang aku sukai. Setelah ini aku akan menghubungi nya untuk memastikan kalau dugaan ku benar," batin Keenan.


Karena merogoh saku jas mengambil ponselnya dan langsung menghubungi Bi Marni. Tidak perlu waktu yang lama, ponselnya pun sudah terhubung dengan orang yang dituju. Dan terdengarlah sapaan dari seberang sana.


" Hallo tuan," sapa Bi Marni dengan orang yang menghubunginya yang tak lain adalah Keenan majikannya sendiri.


" Saya mau tanya Bi, apakah bibi yang menyiapkan semua hidangan yang ada di meja makan," tanya Keenan tanpa basa - basi.


" I ya tuan," jawab Bi Marni gugup.


" Maaf tuan jika saya lancang karena sudah menyiapkan itu semua tanpa menunggu perintah dari tuan terlebih dahulu," ucap Bi Marni ketakutan.


Karena baru kali ini dia menyiapkan makanan tanpa disuruh terlebih dahulu oleh Keenan. Biasa nya dia selalu menyiapkan makanan kesukaan Keenan atas permintaan Keenan terlebih dahulu.


" Tidak apa - apa Bi, saya palah senang. Kebetulan saya seharian ini belum makan karena banyak pekerjaan yang harus saya tangani," terang Keenan dengan tersenyum.


"Mulai besok Bibi bisa datang setiap hari ke apartemen untuk menyiapkan segala kebutuhan saya termasuk makanan. Bibi bisa datang pagi-pagi sekali sebelum saya berangkat kerja," imbuh Keenan.


"Baik tuan," jawab Bi Marni lega. Karena ide Nayla mendapat respond yang baik dari Keenan.


# Flash back on

__ADS_1


Setelah Nayla mendengarkan cerita dari Bi Marni tentang semua kebiasaan Keenan, dia bertekad akan melaksanakan kewajibannya sebagai istri secara diam - diam. Dia akan menyiapkan segala kebutuhan Keenan dengan bantuan Bi Marni pasti nya.


" Bisakah bibi membantu Nayla."


Kemudian Nayla memberitahu semua rencana nya kepada sang asisten rumah tangga Keenan. Bi Marni yang mengerti akan maksud Nayla akhirnya setuju dengan ide majikannya itu.


" Baiklah non, saya siap membantu non Nayla," kata Bi Marni.


Walaupun dia sendiri bingung kenapa Nayla menyuruh merahasiakan jika semua kebutuhan Keenan sebenarnya Nayla yang menyiapkan sendiri. Padahal mereka pasangan suami istri. Bi Marni merasa ada sesuatu tentang hubungan rumah tangga majikannya. Tapi dia sadar diri untuk tidak ikut campur dalam urusan rumah tangga majikannya itu. Dan berjanji akan melakukan hal yang diperintahkan oleh majikannya itu. Karena dia yakin kalau majikannya itu punya alasan tersendiri melakukan semua ini.


# Flash back off


Setelah Keenan memastikan jika makanan yang berada di atas meja adalah buatan sang asisten rumah tangga nya, dia langsung menyantap semua hidangan yang tersedia di meja makan. Keenan makan dengan lahap karena dia merasa sangat lapar dan semua makanan yang tersedia adalah makanan kesukaannya.


" Sepertinya rasa dari makanan ini agak berbeda dari masakan Bibi sebelumnya, dan ini lebih enak dari yang biasa nya, dan aku menyukai rasa masakan Bibi yang in, ah .. paling bibi punya resep baru," gumam Keenan sambil mengunyah makanannya.


Aktifitas Keenan ini tidak lepas dari pandangan Nayla dan membuat gadis itu tersenyum sumringah.


Nayla tadi nya ingin ke dapur untuk mengambil air putih. Tapi saat dia keluar dari kamar, dia melihat Keenan sedang berbicara dengan seseorang di telepon kemudian ia memutuskan untuk berdiam diri di depan pintu kamar nya.


" Jika setiap hari aku makan seperti ini bisa gemuk badanku, ternyata Bi Marni pandai juga memasak," puji Keenan dengan tersenyum saat mengakhiri makan nya.


Nayla yang mendengar pujian dari Keenan tentang masakannya tersenyum bahagia. Sekalipun pujian itu tidak langsung untuknya, tapi melalui orang lain hal itu tidak membuat Nayla berkecil hati.


Hmmmm,


Nayla berdehem saat berada di samping Keenan dan itu sontak membuat Keenan kaget.

__ADS_1


" Sejak kapan kamu di situ, kayak setan saja muncul tiba - tiba," ucap Keenan datar.


" Ya Allah mas, istri sendiri dibilang setan," kata Nayla kesal.


" Istri ? kamu bilang, istri yang baik itu kalau datang menyapa, bukan seperti itu," ketus Keenan.


" Iya Nay minta maaf mas kalau sudah buat Mas Keenan kaget tadi," kata Nayla.


" Oh ya mas, aku mau ucapin terima kasih karena Mas Keenan sudah meminta Bi Marni untuk membuatkan Nay bubur tadi pagi," ucap Nayla tulus.


" Kamu jangan ke G R an, aku lakukan seperti itu supaya kamu cepat pulih, aku ngga mau nanti nya disalahkan oleh kakek kalau kamu sakit," jawab Keenan datar dan berlalu ke kamar meninggalkan Nayla.


" Apa pun alasan kamu, sekali lagi makasih mas udah perhatian pada ku," lirih Nayla melihat punggung suami nya yang berlalu dari hadapannya.


"Argh .. kenapa begitu sulit sekali untuk ku mengucapkan kata maaf pada nya, padahal aku lakukan itu sebagai permintaan maaf atas kesalahanku semalam," batin Keenan saat menaiki tangga menuju kamar nya.


**


Pagi menjelang, seperti biasa Nayla terbangun lebih awal dari pada Keenan. Kesempatan ini dia manfaatkan untuk mengurus segala keperluan Keenan, dari mencuci baju kotor Keenan, menyetrika dan memasak sarapan untuk Keenan. Dan itu semua tanpa Keenan ketahui. Keenan tahu nya semua itu adalah hasil dari pekerjaan Bu Marni. Nayla mengerjakan semua nya dengan cepat, takut Keenan akan melihat apa yang dia lakukan.


" Alhamdulillah semua nya sudah beres, saat nya bibi menghidangkan ke meja makan sekarang."


" Baik non."


Setelah Nayla memastikan semua sudah tertata rapih di meja makan, dia bergegas ke kamar nya untuk siap - siap berangkat kerja.


Di dalam kamar mewahnya Keenan sedang bersiap - siap untuk berangkat ke kantor. Saat dia mengambil kemeja putih di lemari nya dia mencium sesuatu yang berbeda dari biasa nya.

__ADS_1


" Wangi pakaian ini kok beda dari yang biasa nya, harumnya membuat aku merasa nyaman dan pas wangi nya tidak terlalu menyengat, Bi Marni emang luar biasa, akhir - akhir ini selalu ada saja yang berbeda dari biasa nya dan aku menyukai perubahan ini," sekali lagi Keenan memuji kinerja asisten rumah tangga nya.


Padahal pujian itu seharusnya untuk Nayla, karena Nayla lah yang sudah mengganti deterjen dan pengharum pakaian yang digunakan selama ini dengan pilihannya. Dan tanpa diduga Keenan palah sangat menyukai dengan semua pilihan Nayla.


__ADS_2