
"Maafkan aku Nay...."
"Maaf untuk apa mas?" jawab Nayla dengan dingin.
"Maaf atas semua kesalahan yang sudah aku lakukan pada mu dulu, aku sangat menyesali itu semua Nay. Aku baru sadar jika aku telah menyia - nyiakan orang yang sangat tulus baik dan peduli baik pada ku, semua itu karena keangkuhanku, keegoisan ku sehingga mata dan hati ku tertutup sehingga tidak bisa membedakan mana yang tulus dan mana yang pura - pura tulus kepada ku, " ucap Keenan penuh dengan penyesalan.
Nayla tersenyum kecut, mendengar ucapan penyesalan dari mantan suami nya itu.
"Kenapa kamu baru mengucapkan semua itu sekarang mas, dulu kemana saja? oh ya, aku lupa dulu kan kamu terlalu sibuk dengan kekasih mu itu, yang ternyata hanya mempermainkan mu saja,iya kan....? dan sekarang setelah kekasih mu itu ketahuan belang nya kamu baru sadar dan menyesali nya, kamu terlambat mas ! kata maaf memang sangat mudah untuk diungkapkan oleh siapa pun mas, tapi untuk melupakan luka yang kamu torehkan pada ku tidak lah semudah kamu mengucapkan kata maaf..." kata Nayla yang mampu menampar hati Keenan.
"Aku tahu Nay...kesalahan ku sangat besar pada mu, tapi...."
Belum sempat Keenan melanjutkan ucapan nya tiba - tiba Abraham menghampiri Nayla dan entah sengaja atau hanya modus Abraham saja, dia langsung merangkul pundak Nayla. Seolah - olah mereka memang benar sedang ada hubungan khusus.
"Ternyata kamu ada di sini Nay...pantas saja aku cari kemana - mana tidak ada."
Nayla yang mendapatkan perlakuan seperti itu sontak membulatkan mata nya. Terlihat jelas jika risih dan tidak suka dengan apa yang Abraham lakukan pada nya. Tapi dia tidak bisa protes sekarang, karena dia juga ingin membuat Keenan segera pergi dan tidak mengganggu nya lagi.
"Oh...tuan Keenan juga ada di sini rupa nya, kebetulan sekali," ucap Abraham santai.
"Iya tadi saya hanya ingin cari angin segar saja, karena di dalam cukup ramai, dan kebetulan ketemu dengan nya di sini," jawab Keenan mencoba untuk tetap tenang, walaupun dalam hati nya terasa panas melihat wanita yang sangat dicintai nya di rangkul seperti itu di depan nya. Tanpa disadari kedua tangan nya terkepal erat melihat pemandangan di depan nya itu.
Keenan kemudian memutuskan untuk pergi dari tempat itu dengan alasan tidak enak badan karena belum istirahat setelah sampai di Amerika. Dia memutuskan untuk melanjutkan pembicaraan nya dengan Nayla nanti saja menunggu waktu yang tepat.
__ADS_1
Nayla hanya menatap nanar kepergian mantan suami nya itu. Ada sesuatu yang dia rasakan saat ini dalam hati nya, entah rasa apa itu hanya Nayla yang tahu.
Setelah kepergian Keenan, Nayla langsung melepaskan tangan Abraham dengan sedikit kasar.
"Maaf mas...aku tidak suka kamu bersikap seperti ini kepada ku, dan satu lagi apa maksudmu tadi yang mengatakan jika aku adalah calon istri mu," ucap Nayla dengan sedikit emosi.
Bagi nya Abraham sudah keterlaluan malam ini, dengan bersikap semau nya sendiri. Di dalam acara Nayla masih bisa menerima karena tidak ingin mempermalukan Abraham jika dia menolak setiap ajakan Abraham, tapi Sika Abraham barusan yang dengan berani nya merangkul pundak nya itu memang sudah kelewat batas.
"Santai aja kali Nay...harus nya kamu berterima kasih pada ku karena aku telah membantu mu terhindar dari mantan suami mu itu," jawab Abraham santai.
"Apa maksud mu mas ?"
"Keenan Dirgantara itu adalah mantan suami mu kan...mantan suami yang menjadikan mu istri di atas kertas saja, lebih tepat hanya menjadikan mu istri 100 hari nya saja hanya karena dia takut kehilangan seluruh harta kekayaan keluarga Dirgantara, selain itu mantan suami mu yang brengsek itu juga terang - terangan tetap menjalin hubungan dengan kekasih nya di depan mata mu," ucap Abraham penuh dengan penekanan.
Bagi Abraham mencari informasi semua yang berhubungan dengan Nayla memang tidak sulit. Dengan kekuasaan yang kakek nya miliki dia bisa mengakses semua informasi apa pun yang dia butuhkan. Sekali pun informasi itu tertutup rapat atau sengaja di tutupi.
Abraham hanya tersenyum tipis melihat ekspresi Nayla saat dia tahu semua masa lalu Nayla.
"Kenapa diam Nay...benar kan apa yang aku ucapkan barusan, atau masih ada yang belum aku ketahui tentang mu dan suami bejat mu itu," lanjut Abraham.
"Stop mas, ini benar - benar sudah keterlaluan, ya benar...Keenan Dirgantara itu adalah mantan suami ku, dan apa yang kamu ucapkan itu adalah benar semua nya. Tapi kamu tidak ada hak untuk mengorek semua informasi tentang ku mas," kata Nayla dengan penuh emosi dan berlalu pergi dari hadapan Abraham.
Nayla masuk ke dalam dan mencari keberadaan sang asisten untuk mengajak nya pulang. Dia sudah tidak nyaman lama - lama berada di acara ini.
__ADS_1
"San...ayo kita pulang, aku merasa tidak enak badan sekarang," bisik Nayla.
"Kamu sakit Nay" jawab Santi khawatir.
Nayla hanya menganggukkan kepala nya. Santi tidak berpikir panjang, dia langsung mengiyakan ajakan atasan nya itu.
Abraham yang sedikit menyesal dengan apa yang sudah dia ucapkan tadi kepada Nayla pun ikut masuk ke dalam ballroom dan mencari keberadaan Nayla di sana. Dan sayang nya orang yang dia cari sudah tidak ada keberadaan nya di sana. Dia sangat yakin jika Nayla sudah pergi dari ruangan itu.
"Sial...." umpat Abraham dengan mengusap wajah nya kasar.
Saat Abraham ingin keluar dan menyusul Nayla, tiba - tiba kakek nya menghentikan nya karena ada beberapa tamu penting yang belum dia temui. Alhasil Abraham mengurungkan niat nya untuk menyusul Nayla. Dia memutuskan untuk menghubungi Nayla nanti guna meminta maaf saat acara sudah selesai.
Saat keluar dari hotel, tanpa Nayla dan Santi sadari ada sebuah mobil hitam yang mengikuti mobil mereka. Saat ini kebetulan mereka tidak menggunakan supir pribadi seperti biasa, tapi Santi lah yang mengendarai mobil Nayla tersebut.
Tidak perlu waktu yang lama akhir nya mereka tiba di apartemen mereka. Santi dan Nayla memang tinggal di gedung apartemen yang sama hanya berbeda unit saja. Awal nya Nayla menawarkan Santi untuk tinggal satu apartemen, cuma Santi menolak karena tidak mau merepotkan Nayla terus. Jadi mereka tetap tinggal di gedung yang sama hanya berbeda unit saja.
"Ternyata Nayla tinggal di apartemen ini juga," ucap Keenan dengan menyunggingkan senyuman nya.
Yah benar...yang mengikuti Nayla dan Santi sejak keluar dari hotel tadi adalah Keenan dan Rendi, dia memang sengaja pamit pulang duluan hanya ingin menunggu Nayla pulang dari acara itu, untuk mengetahui dimana Nayla tinggal sekarang.
Dan yang membuat Keenan sangat bahagia ternyata mantan istri nya itu tinggal satu gedung dengan nya.
"Ren....segera cari tahu di unit mana Nayla tinggal?"
__ADS_1
"Baik tuan...."