
"Sebenarnya apa yang terjadi tuan," tanya Rendi kepada Keenan saat melihat kondisi Keenan sudah membaik.
"File desain produk yang akan aku persentasi kan nanti terhapus secara permanen, dan semua itu ulah wanita sialan itu," geram Keenan mengepalkan kedua tangannya.
Rendi membelalakkan mata nya, dia benar - benar tidak percaya jika file yang begitu penting itu bisa terhapus secara permanen seperti itu.
"Apa tuan, file yang akan kita bawa untuk persentasi nanti terhapus," ucap Rendi yang masih belum mempercayai apa yang Keenan ucapkan tadi.
"Kamu bisa lihat sendiri," jawab Keenan datar.
Rendi langsung mengecek laptop Keenan yang masih menyala dan benar seperti yang Keenan ucapkan file tersebut sudah terhapus secara permanen dari folder penyimpanan.
"Bagaimana bisa begini," lirih Rendi.
"Tapi aku tidak yakin jika Nona Nayla pelaku nya, secara background pendidikan dia hanya tamatan SMA saja, sedangkan orang yang bisa melakukan ini pasti yang sudah paham tentang IT, aku harus selidiki segera," batin Rendi.
"Apa anda yakin jika ini perbuatan Nona Nayla?"
"Sudah jelas aku melihat dengan mata kepala ku sendiri dia menyentuh laptopku tadi, saat aku lihat di layar monitor sedang terjadi proses penghapusan file yang hanya tinggal hitungan detik file itu terhapus," terang Keenan dengan Nanda tinggi.
"Selama ini aku sudah salah telah berbuat baik pada nya, sehingga dia jadi berani bertindak seperti ini kepada ku," geram
Keenan.
"Sebelum Non Nayla datang apa ada orang lain yang datang ke sini Tuan?"
__ADS_1
"Maksud kamu ada kemungkinan orang lain yang menghapus file itu?"
"Michel.. tapi tidak mungkin dia yang melakukannya," gumam Keenan pelan tapi masih bisa Rendi dengar dengan jelas karena posisi Rendi sekarang ada di samping Keenan.
"Jadi tadi Non Michel sempat ke sini," batin Rendi mengernyitkan dahi nya.
"Seperti nya aku harus segera mengecek CCTV," lirih Rendi.
"Maaf tuan apa boleh saya mengecek CCTV yang ada di ruangan ini," pinta Rendi.
Hem,
Dengan sigap Rendi langsung membuka laptop Keenan untuk mengecek rekaman CCTV saat kejadian beberapa menit yang lalu. Saat Rendi memutar video rekaman CCTV yang ada di ruangan Keenan dari awal Keenan masuk ke ruang kerja, kedatangan Rendi keruangan Keenan, percakapan Rendi dengan Keenan semua terekam dengan jelas sampai saat Rendi keluar dari ruangan itu tidak ada yang mencurigakan. Tapi ada aneh di sini, kedatangan Michel ke ruangan Keenan dan percakapan Keenan dengan Michel sebelum Keenan meninggalkan ruangannya tidak terekam sama sekali.
Justru yang terekam adalah kedatangan Nayla ke ruangan Keenan. Di situ dengan jelas Nayla masuk diantarkan oleh Dewi, sempat ada percakapan sebentar antara Dewi dengan Nayla sebelum akhirnya Nayla menunggu Keenan di sofa yang ada di ruangan itu.
Wajah Nayla sangat terlihat jelas di sana, tidak ada yang mencurigakan dari ekspresi yang Nayla tampilkan. Hanya ekspresi kagum tentang desain interior dari ruang kerja Keenan yang dia tunjukkan karena sesekali Nayla tersenyum tulus dan mangut - mangut menunjukkan kekaguman.
Saat berada di meja Keenan Nayla memang terfokus pada laptop Keenan, dan dia sempat mengucapkan sesuatu di sana. Tapi apa yang dia ucapkan tidak jelas karena rekaman CCTV tersebut tidak dilengkapi dengan suara. Terlihat juga jika tangan mungil Nayla menyentuh bagian pinggir laptop itu tapi pergerakan Nayla terhenti saat tiba - tiba Keenan masuk ke dalam ruang itu.
Dari video yang Rendi dan Keenan lihat sekarang jelas bukan Nayla pelaku nya. Akan tetapi semua bukti itu tidak bisa mematahkan tuduhan Keenan kepada Nayla.
"Sudah aku duga, bukan Nona Nayla yang melakukannya," batin Rendi tersenyum lega.
"Tapi tunggu dulu, kenapa rekaman saat kedatangan Nona Michel tidak terekam sama sekali, ada apa ini.. apa jangan - jangan pelaku nya adalah Nona Michel"? monolog Rendi dalam hati.
__ADS_1
"Kenapa saat kedatangan Michel ke ruangan ini dan apa saja yang dia lakukan saat aku tinggalkan dia di ruangan ini tidak terekam sama sekali, apa yang sebenarnya terjadi? tidak mungkin Michel pelaku nya kan?" Keenan berperang dengan pemikiran nya sendiri.
"Ah... apa yang aku pikirkan, tidak mungkin kekasihku yang melakukannya dia tidak mungkin tega mengkhianati ku. Mungkin kamera CCTV di ruangan ini tiba - tiba rusak saat dia datang tadi, ya...seperti itu," monolog Keenan dalam hati yang masih berpikiran positif terhadap Michel sang kekasih.
"Ehm... maaf tuan jika saya lancang, di rekaman ini jelas menunjukkan jika Nona Nayla tidak bersalah. Dia memang mendekati laptop anda, tapi dia tidak mengotak - atik laptop anda sama sekali, Nona Nayla hanya menyentuh bagian pinggir dari laptop anda itu dan semua itu terhenti saat anda tiba - tiba masuk. Justru di sini ada keanehan saat kedatangan Nona Michel ke ruangan anda, kenapa tidak ada rekamannya sama sekali," jelas Rendi berusaha untuk membuat Keenan sadar akan kesalahannya yang sudah menuduh istri nya sendiri.
"Bisa jadi saat Michel datang tadi tiba - tiba CCTV di ruangan ini mati atau rusak kan? dan menyala lagi saat bertepatan dengan wanita itu masuk ke dalam ruangan ku," jawab Keenan secara tidak langsung membela sang kekasih.
"Tuan.. kenapa mata dan hati Anda benar - benar tertutup untuk melihat kebenarannya, jelas bukti ini sudah menunjukkan ada yang tidak beres dengan kekasih anda, kenapa anda palah justru mempercayai kekasih anda itu dibandingkan dengan istri anda sendiri," batin Rendi yang benar - benar tidak menyangka dengan apa yang Keenan lakukan sekarang ini.
"Bisa jadi seperti itu kan Ren?"
"I ya tuan.." jawab Rendi.
"Setelah aku melihat video ini aku semakin yakin jika bukan Non Nayla pelaku nya, kasihan Nona Nayla yang harus menjadi korban dari kemarahan tuan Keenan," monolog Rendi dalam hati yang sangat prihatin dengan keadaan istri dari bos nya itu.
"Oh ya tuan..apa perlu kita panggil orang IT untuk mengembalikan file tersebut?"
"Kita sudah tidak punya waktu lagi Ren," jawab Keenan pasrah.
"Tapi tuan..bukankah anda memiliki backup file tersebut dalam flashdisk," ucap Rendi.
"Flashdisk...iya benar sekali aku punya backup nya di sana, dimana flashdisk itu sekarang? seharusnya ada di meja ku. Aku ingat sekali jika flashdisk itu aku letakkan di dekat laptop ini," teriak Keenan frustasi.
"Argh...sial!"
__ADS_1
Keenan membanting semua barang yang ada di meja kerja nya. Dia benar - benar frustasi dengan apa yang menimpa nya saat ini.