Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 21 Di mana Kamu Nay ...


__ADS_3

Nayla menyeka air mata nya , dia melihat sekeliling tidak ada satu pun kendaraan yang melintas dan jalanan terlihat sangat sepi . Dia memutuskan untuk berjalan sampai dia menemukan kendaraan umum . Untung saja dia memakai sepatu flat , jadi memudahkan dia untuk berjalan dengan cepat . Setelah berjalan lumayan jauh Nayla melihat jembatan penyebrangan tidak jauh dari tempat dia berjalan sekarang .


" Alhamdulillah sepertinya di depan ada jembatan penyebrangan , lebih baik aku lewat sana saja , siapa tahu setelah aku sampai di ujung jembatan itu ada kendaraan umum atau ojek yang bisa mengantarkan aku sampai ke apartemen ," kata Nayla lega.


Langit terlihat mendung , angin juga berhembus kencang dan sesekali juga terlihat kilatan petir . Nayla yang merasakan tanda - tanda akan segera turun hujan kemudian mempercepat langkah nya supaya cepat sampai di jembatan penyebrangan itu .


Sedangkan di dalam mobil Keenan merasa sedikit bersalah karena telah meninggalkan Nayla di tengah jalan sendirian . Dia melihat kilatan petir lewat dari dalam mobil .


" Bagaimana keadaan anak itu sekarang , apa dia baik - baik saja aku tinggal di sana sendirian , mana mau turun hujan lagi , apa sebaiknya aku putar balik saja untuk mengantar Nayla baru setelah itu aku ke tempat Michel , aaaarrrrgh .....untuk apa aku perduli dengan wanita itu , bodoh amat dia mau pulang seperti apa ," Keenan berperang dengan pikirannya sendiri .


Akhirnya Keenan memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya ke apartemen kekasihnya tanpa memperdulikan istri nya .


**


Saat sampai di jembatan penyebrangan bertepatan hujan turun dengan sangat deras . Nayla bersyukur setidaknya dia tidak kehujanan . Dia merogoh tas nya mencari ponselnya berniat untuk memesan ojek online tapi ponsel nya ternyata kehabisan baterai .


" Ya Allah , dalam kondisi seperti ini handphone pake acara habis baterai lagi ," Nayla tampak sedikit frustasi .


Nayla berjalan menelusuri jembatan penyeberangan dengan langkah agak cepat , dia merasa takut karena jembatan itu terlihat sepi sekali keadaan di luar juga sedang hujan lebat dan malam semakin larut .


Udara terasa sangat dingin sekali malam itu , karena angin berhembus lumayan kencang . Petir juga menggelegar memecah langit . Sesekali Nayla menutup telinga nya , dia tambah merasa ketakutan dengan suara petir yang saling bersahutan di angkasa . Dia berjongkok sambil memeluk lututnya yang gemetar. Dari kecil Nayla memang paling takut dengan petir . Setiap ada petir maka dia akan gemetaran dan menangis .


"Kek , Nay takut , hiks ... hiks ... ," lagi - lagi Nayla menjatuhkan air mata nya . Kenapa kamu jahat sekali mas , sekalipun kamu ingin pergi menemui kekasihmu itu , apa kamu tidak bisa mengantarkan aku terlebih dahulu , dimana sisi kemanusiaan mu mas ," gumam Nayla terisak sendiri dengan posisi yang masih sama .


**


Keenan sudah sampai di lobby apartemen sang kekasih . Dia bergegas menuju unit apartemen Michel . Sepanjang jalan tadi Michel sudah berkali - kali menghubungi Keenan untuk cepat - cepat datang ke apartemennya .


Ting .. tong...

__ADS_1


Ckleek ...


Tampak seorang wanita cantik dengan pakaian yang sangat seksi dan terbuka menampilkan senyum sumringah nya .


" Honey ,,, kamu sudah datang ," bergelayut manja Michel di lengan Keenan .


" I Miss you ," ucap Michel berusaha untuk mencium bibir Keenan tapi ditepis pelan oleh Keenan .


Mereka memang sudah menjalin hubungan lama , tapi gaya pacaran mereka masih dalam batas wajar . Hanya sebatas berpegangan tangan , peluk dan cium kening saja . Sekalipun mereka lama berada di luar negeri , Keenan selalu menjaga sang kekasih dengan baik , dia hanya ingin melakukan hubungan suami - istri jika dia sudah sah menikah .


Berbeda dengan Michel yang pergaulannya bisa dikatakan bebas . Bagi seorang model kehidupan seperti itu sudah lah wajar . Dia selalu berusaha menggoda sang kekasih , seperti yang barusan dia lakukan tapi lagi - lagi Keenan selalu saja menolak . Bahkan Michel pernah melakukan hal gila dengan menanggalkan hampir seluruh pakaiannya dihadapan Keenan untuk menggoda nya , tapi keenan tidak bereaksi kembali . Dan itu membuat Michel berpikir jika Keenan tidak normal .


Tapi Michel mencoba untuk bersabar karena ada satu tujuan yang harus dia capai bersama Keenan .


Michel merasa kecewa karena usaha nya untuk mencium Keenan gagal . Seketika wajahnya tampak muram . Dia langsung melenggang masuk meninggalkan Keenan yang masih berdiri di depan pintu .


Keenan yang menyadari perubahan sikap dari sang kekasih langsung mengejar kekasihnya itu dan langsung memeluk dari arah belakang .


Michel menghela nafas nya dalam - dalam . " Untung saja kamu kaya kalau tidak sudah aku lepaskan sejak dulu ,"batin Michel kesal .


Michel membalikkan badannya menatap Keenan dengan lembut . Dia harus bisa menahan segala emosi dan bersikap sebaik mungkin terhadap Keenan supaya tujuannya tercapai .


" It's okey , No problem honey , aku yang seharusnya meminta maaf karena aku tidak bisa mengontrol diriku . Kamu tahu kan kalau aku sangat mencintaimu , aku takut jika kamu berpaling pada wanita itu ," ucap Michel sendu .


" Makasih sayang karena sudah mengerti ," jawab Keenan memeluk sang kekasih dengan lembut .


" Kamu mau janji padaku kan , tidak akan pernah tertarik dan jatuh cinta kepada istrimu itu ," pinta Michel . Dan hanya dibalas senyuman oleh Keenan .


Mereka kemudian menghabiskan waktu berdua di dalam apartemen . Michel sebelumnya sudah memesan makanan untuk Meraka berdua . Di sela - sela mereka menyantap makanan Michel menceritakan semua hal yang dia lakukan semenjak Keenan pulang ke negara nya. Keenan yang mendengarkan cerita sang kekasih sesekali membelai lembut pucuk kepala kekasihnya .

__ADS_1


Raga Keenan memang berada di sana , tapi pikirannya sekarang tertuju pada wanita yang dia tinggalkan di tengah jalan tadi .


" Di luar sekarang sedang hujan lebat , apakah dia sekarang sudah sampai di Apartemen ," batin Keenan gelisah memikirkan Nayla karena merasa bersalah .


" Honey ,, seperti nya sudah larut malam aku harus pulang sekarang ".


" Kenapa harus pulang honey , aku masih kangen .. kamu menginap saja di sini ya temani aku ," rengek Michel .


" Tidak bisa honey , besok aku harus berangkat ke kantor pagi - pagi karena ada meeting yang penting dengan klien , jika aku menginap di sini akan memakan waktu yang lama untuk sampai ke kantor karena jarak apartemen mu dengan kantor lumayan jauh . Lain kali , aku janji pasti akan menginap di sini ," ucap Keenan mencari alasan supaya Michel tidak marah .


" Baiklah kalau begitu , tapi janji ya honey besok - besok kamu menginap di sini?", ucap Michel dengan manja .


Keenan hanya menganggukkan kepala nya dan langsung pamit pulang pada sang kekasih .


Setelah kepergian Keenan , Michel langsung menelpon seseorang .


" Hallo sayang .... bisa datang ke apartemenku sekarang tidak , aku kesepian dan merindukan sentuhan mu ," kata Michel pada seseorang di seberang sana .


" ................... "


" Serius sayang ,, baiklah aku tunggu sekarang , Miss You .. ," jawab Michel dengan senyum sumringah .


**


Setelah pulang dari apartemen Michel , Keenan memutuskan untuk kembali ke tempat di mana dia menurunkan Nayla tadi . Dia mengemudikan mobil nya dengan kecepatan sedang karena jalanan terlihat licin akibat hujan tadi .


Sesampainya di tempat itu , dia tidak melihat sosok yang dia cari . Keenan memperlambat laju kendaraanya . Dia melihat ke kiri dan kanan mencari keberadaan Nayla namun tidak ada . Jalanan juga terlihat sepi karena sudah sangat larut malam .


" Di mana kamu Nay ," gumam Keenan merasa bersalah .

__ADS_1


" Argh ..... " Keenan mengacak rambutnya frustasi .


__ADS_2