Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 28 Mas Keenan...


__ADS_3

Setelah pertemuan nya dengan Davin di lobi apartemen, Nayla memutuskan untuk berangkat ke resto tempat dia bekerja dengan mengendarai motor nya.


Sebenarnya tadi Davin menawarkan diri untuk mengantar Nayla, tapi Nayla dengan sopan menolak tawaran dari Davin. Dan untung nya Davin mengerti dan menerima penolakan Nayla. Mulai saat ini Davin akan mendekati Nayla dengan awal sebagai sahabat terlebih dahulu.


Tidak perlu waktu yang lama akhirnya Nayla sampai di resto tempat dia bekerja. Dia memarkirkan kendaraanya di tempat parkir khusus karyawan resto. Nayla masuk lewat pintu khusus untuk karyawan yang berada di samping resto. Saat baru masuk tangan Nayla langsung ditarik oleh seseorang dan dibawa ke ruang ganti seragam.


" Kamu tidak apa - apa kan Nay? katanya kamu kemarin jatuh, mana yang luka? terus parah ngga luka nya? aku khawatir banget tahu Nay, mana kamu susah dihubungi lagi," tanya Santi.


" Ya Allah ini anak kebiasaan deh kalau nanya pasti beruntun, mana suara cempreng seperti kaleng rombeng lagi," gerutu Nayla yang kesal dengan sikap sang sahabat.


"Hehehehe .... abis aku khawatir ma kamu Nay," ucap Santi dengan memelas.


" Iya deh sahabat aku yang paling cantik, paling bawel sejagat raya, kemarin aku emang abis jatuh, tapi ngga apa - apa cuma lecet aja," jawab Nayla sambil menunjukkan bekas luka yang ada di lututnya.


" Astaghfirullah, gimana cerita nya sech Nay kok kamu bisa jatuh? mana luka nya lumayan lagi, pasti sakit banget ya Nay?" ucap Santi


"Huh ... cerita nya panjang San, tapi yang terpenting aku sudah tidak apa - apa dan sekarang sudah bisa kerja lagi, sudah bisa ketemu ma sahabat aku yang paling bawel ini," kata Nayla sambil mencubit pipi Santi yang chubby.


" Sakit tahu Nay," kesal Santi dengan ulah sahabatnya yang selalu gemas dengan pipi chubby nya.


" Maka nya diet neng, jangan ngemil terus ngga kasihan tuh ma pipi yang udah mau tumpah ke bawah, hahahahaha," ejek Nayla yang membuat Santi tambah kesal.


" Oh ya Nay, kemarin ada cowok ganteng banget yang nyariin kamu lho," kata Santi.


"Siapa?" tanya Nayla penasaran.


Pasalnya selama dia bekerja di resto belum pernah ada satu pun pria yang mencari dia.


" Aku ngga tahu dia siapa seh Nay, cuma yang pasti dia pelanggan resto ini karena aku sering lihat dia makan di sini," terang Santi.


" Emang mau apa dia nyariin aku San," tanya Nayla heran.


" Lha mana aku tahu mba e..." jawab Santi cengengesan.


" Udah yuk kita lanjut kerja, dari pada nanti gaji kita dipangkas abis ma si bos, karena melihat kita sedang bergosip di jam kerja," ajak Santi dan menarik lengan Nayla meninggalkan ruang ganti.


Nayla hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah sang sahabat. Padahal dia sendiri yang mengajak mengobrol dan dia sendiri juga yang ketakutan dimarah sang bos.


Resto sekarang dalam keadaan sangat rame karena sudah masuk jam makan siang. Banyak pegawai kantor yang berdatangan ke sana. Baik dari pegawai swasta maupun pegawai pemerintah.

__ADS_1


Nayla dan pelayan lainnya sedikit kualahan dalam melayani pelanggan. Sampai mereka tidak bisa bertukar posisi untuk istirahat.


Tapi semua itu tidak menyurutkan semangat mereka, justru mereka sangat semangat sekali hari ini. Karena hari ini juga bertepatan dengan mereka gajian.


**


Di kantor Drg group seperti biasa Keenan disibukkan dengan berkas - berkas yang menumpuk di meja kerja nya. Selama sang asisten berada di luar kota, segala sesuatu nya Keenan sendiri yang menghandle. Rencana nya hari ini Rendi akan pulang dari luar kota.


Saat Keenan sedang fokus dengan berkas di meja nya tiba - tiba terdengar suara notifikasi dari ponselnya. Dia melirik ke layar ponsel nya dan melihat siapa yang mengirimkan pesan untuknya.


" Astaga ... aku sampai lupa jika sekarang aku ada janji makan siang dengan Michel, sebaiknya aku segera menuju restoran yang sudah Michel pesan," gumam Keenan saat membaca isi pesan tadi yang tak lain dari sang kekasih yang mengingatkan dia untuk makan siang bersamanya di resto yang sudah dia pesan.


Keenan langsung menyambar kunci mobilnya dan bergegas menuju ke resto yang sudah Michel pesan.


Jalanan lumayan padat karena memang sudah waktu nya jam makan siang. Jadi banyak kendaraan berlalu - lalang di jalanan.


**


Di parkiran resto tampaklah seorang wanita cantik berpakaian seksi yang baru saja turun dari mobil. Dia berjalan dengan elegan ke arah resto. Sesampainya di dalam dia langsung bertanya pada salah satu pelayan yang dia temui dimana meja yang sudah dia pesan.


Karena sebelumnya Michel sudah memesan ruang VIP untuk dirinya dan Keenan terlebih dahulu. Jadi dia tidak perlu susah payah untuk mencari tempat duduk lagi.


Pelayan tersebut langsung mengantarkan Michel ke ruang VIP yang sudah Michel pesan. Saat Michel sedang berjalan ke arah ruangan yang dia pesan, tiba - tiba ...


" Hei ... kalau jalan itu lihat - lihat," bentak Michel pada seorang pelayan yang tidak sengaja menabraknya.


" Ma af ... Nona saya tidak sengaja," ucap pelayan itu gugup dan menundukkan kepala nya karena ketakutan.


" Aku heran, kenapa restoran mewah seperti ini memperkerjakan pelayan yang ceroboh seperti ini, untung saja baju mahal yang aku pakai tidak terkena makanan yang kamu bawa, kalau sampai baju ku ini terkena noda sedikit saja aku pastikan kamu akan dipecat dari resto ini," ucap Michel dengan sombong.


" Tapi baju anda tidak terkena apa pun kan Nona," jawab Nayla yang tiba - tiba muncul di samping pelayan yang sedang Michel marahi.


Nayla yang tanpa sengaja melihat kejadian itu merasa tidak terima jika teman kerja nya mendapat perlakuan seperti itu dari pelanggan resto. Karena Nayla melihat jika temannya itu memang tidak sengaja menabrak Michel, dan di sini tidak ada yang dirugikan, baju Michel masih bersih tidak terkena noda dari makanan yang temannya bawa itu, dia juga masih dalam keadaan berdiri tegak tidak terjatuh. Temannya juga sudah meminta maaf atas kesalahannya, jadi tidak sepatutnya jika Michel memarahi temannya itu.


" Anda juga tidak apa - apa, anda tidak terjatuh dan masih utuh tetap berdiri tegak di tempat yang sama saat teman saya tidak sengaja menyenggol anda," ucap Nayla membela sang teman.


" Kamu siapa berani - berani nya membela dia hah," bentak Michel.


" Saya di sini hanya ingin menengahi saja Nona," ucap Nayla sopan.

__ADS_1


" Karena teman saya sudah meminta maaf atas kesalahan yang tidak sengaja dia lakukan pada Nona dan saya lihat Nona juga tidak dirugikan sama sekali atas kejadian ini, jadi tidak sepatutnya jika Nona memarahi teman saya ini sampai seperti itu," jelas Nayla.


" Kamu ......."


Belum sempat Michel melanjutkan ucapannya tiba - tiba ponselnya berdering.


" Hallo honey," jawab Michel dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.


" Dasar Mak Lampir, tadi marah - marah ngga jelas giliran terima telepon dari kekasihnya langsung tersenyum lebar," gerutu Nayla dalam hati.


" Okey honey, kamu langsung masuk saja ke ruang VIP aku tunggu di sana, bye .. honey," Michel menutup panggilan teleponnya.


" Awas kamu ya," ucap Michel dengan mengarahkan jari nya ke wajah Nayla dan berlalu dari hadapan Nayla.


" Huh ... makasih ya Nay, kalau ngga ada kamu entah seperti apa nasibku tadi," ucap pelayan yang menabrak Michel tadi.


" Iya sama - sama, yang penting lain kali kalau kerja kita harus lebih hati - hati lagi," jawab Nayla dan mendapat anggukan dari teman nya.


**


Saat sampai di ruang VIP yang sudah dia pesan, Michel langsung memesan beberapa menu yang spesial di resto ini kepada pelayan yang mengantarkan dia tadi.


Saat pelayan itu pamit undur diri untuk menyiapkan pesanan dari Michel, muncul lah orang yang paling ditunggu - tunggu oleh Michel. Siapa lagi kalau bukan sang kekasih Keenan Dirgantara.


" Maaf honey jika sudah lama menunggu," ucap Keenan saat masuk ke ruang VIP.


" It's okey honey, aku juga baru duduk kok tadi ada insiden kecil di luar," jawab Michel masih dalam mode kesal dengan ucapan Nayla.


" Insiden apa honey," tanya Keenan khawatir.


" Sudah lupakan saja honey, lagi pula juga ngga penting banget untuk diceritakan," jawab Michel.


Keenan menganggukkan kepala nya tanda mengerti. Dia paham betul karakter Michel jika dia dipaksa untuk menceritakan sesuatu yang tidak dia sukai maka akan merubah mood nya.


" Honey Miss you .." rengek Michel dengan suara manja dan menyandarkan kepala nya dipundak sang kekasih.


Keenan yang gemas dengan sikap sang kekasih langsung mengusap lembut pucuk kepala Michel. Saat Keenan sedang membelai rambut sang kekasih tiba - tiba pintu ruang VIP terbuka dan muncul lah seorang pelayan yang tak lain adalah Nayla.


Deg,

__ADS_1


Nayla seketika mematung melihat pria yang sedang bermesraan dengan seorang wanita yang ada di depannya.


" Mas Keenan," lirih Nayla.


__ADS_2