
Nayla merenggangkan otot - otot badannya . Tidur meringkuk di sofa membuat badan nya agak kaku . Nayla menautkan alisnya melihat selimut yang membalut badannya.
"Perasaan tadi malam aku tidak menggunakan selimut saat tidur , kenapa sekarang ada selimut di sini ," heran Nayla .
Nayla melirik ke ranjang king size yang ada di depannya . Tampak seorang pemuda tampan yang sedang tidur terlelap dengan damai .
"Apa mungkin dia yang menyelimuti ku semalam , ah..tapi rasa nya tidak mungkin kalau dia yang menyelimuti ku , tapi kalau bukan terus siapa dong , masak iya di rumah semewah ini ada hantu nya ," gumam Nayla lirih .
"Siapa pun yang sudah menyelimuti ku semalam aku ucapkan terimakasih , setidak nya aku tidak mati kedinginan , aku jadi heran kenapa kamar ini semalam dinginnya seperti kutub Utara sech..sedangkan pagi ini biasa saja tidak sedingin semalam , benar - benar aneh ," ucap Nayla sambil membereskan sofa yang semalam ia tempati untuk tidur.
Karena merasa sedikit kasihan melihat Nayla yang kedinginan kemudian Keenan menaikan suhu mesin pendingin yang ada di kamar menjadi normal tidak sedingin yang sebelumnya .
Setelah di rasa sudah rapih , Nayla bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan menunaikan sholat subuh . Setelah itu dia berniat ingin memasak sarapan untuk suami dan kakek mertua nya. Bagaimana pun Nayla sudah bertekad akan menjadi istri yang baik dengan menjalankan kewajibannya sebagai istri. Walaupun dia belum menjadi istri yang seutuhnya untuk suami nya.
Saat melewati ranjang milik suami nya , Nayla melirik sekilas ke arah suami nya tidur.
"Kalau lagi tertidur seperti ini dia terlihat tampan sekali , beda saat dia dalam keadaan sadar , omongan nya melebihi pedasnya cabai , Ya Allah .... ngomong apa sech aku kalau sampai dia dengar aku memuji nya bisa besar kepala nanti ," gerutu Nayla berlalu keluar kamar.
Nayla perlahan menuruni anak tangga , dia melihat sekeliling Mansion masih agak sepi karena ini masih pukul lima pagi. Nayla celingukan ke sana kemari mencari letak dapur ada di mana .
"Maaf nona , apa ada yang bisa saya bantu ," sapa salah satu pelayan dan itu membuat Nayla terkejut.
"Ehmmm... aku mencari dapur , apa paman tahu di mana letak dapurnya ," tanya Nayla dengan sopan kepada Pak Mun.
Pelayan yang membuat Nayla terkaget tadi adalah pak Mun, Kepala pelayan yang ada di Mansion Kakek Dirga . Dia juga orang kepercayaan Kakek Dirga ,bisa dikatakan dia adalah asisten pribadi kakek Dirga.
"Dapur ada di sebelah sana Nona , mari saya antar ," jawab Pak Mun dengan membungkukkan badan dan berjalan menuju arah dapur . Nayla mengekor di belakangnya berjalan menuju dapur .
Sesampai nya di dapur , Nayla tercengang melihat beberapa koki sedang sibuk menyiapkan hidangan untuk sarapan pagi sang majikan .
Hmmmmm,,,
"Kamu sudah bangun nak ."
Nayla yang merasa mendengar sapaan seseorang di belakangnya kemudian membalikkan tubuhnya . Dia tersenyum ternyata yang menyapa nya adalah Kakek Dirga .
"Sudah Kek ," jawab Nayla dengan senyuman termanis nya.
"Apa yang kamu lakukan di sini pagi - pagi seperti ini Nak ."
__ADS_1
"Emmmm, anu kek Nayla tadi nya ingin membuat sarapan untuk kakek dan Mas Keenan ."
Kakek Dirga tersenyum mendengar jawaban Nayla .
"Sudah mari temani kakek saja jalan pagi mengelilingi Mansion , urusan sarapan biar koki yang menghandle nya ," ucap kakek .
"Mulai hari ini jangan biarkan cucu menantu saya ini masuk ke dapur , dia adalah Nyonya di Mansion ini jadi kalian layani dia dengan baik ," kata kakek Dirga kepada seluruh pelayan dan koki yang ada di sana . Mereka membungkukkan badannya tanda paham atas instruksi yang diberikan oleh tuan besar nya .
Nayla yang mendengar titah sang kakek kepada para pelayan menjadi terharu . Dia tidak menyangka akan diperlakukan seperti ini oleh kakek mertua nya .
**
Di kamar pengantin Keenan membuka mata nya perlahan karena merasa silau dengan cahaya sinar matahari yang memasuki kamar melalui celah - celah fentilasi jendela .
"Sudah jam berapa ini ," ucap Keenan serak khas suara bangun tidur , dia menyandarkan tubuhnya di sandaran tempat tidur dan menengok jam yang ada di dinding kamar .
Pandangannya langsung tertuju ke sofa yang ada di depan ranjangnya . Dia mengernyitkan dahi nya mencari sosok wanita yang semalam meringkuk di atas sofa tersebut .
"Kemana dia ," gumam Keenan melirik ke sana kemari mencari keberadaan Nayla .
"Bodoh amat dia mau kemana dan mau ngapain itu bukan urusanku , lebih baik aku segera bersiap - siap ke kantor karena hari ini ada meeting penting dengan klien ," ucap Keenan lalu menuju kamar mandi .
"Hmmmm,
"Pagi Kek ," sapa Keenan .
"Pagi Nak , lho kok sudah berpakaian rapih seperti ini ," ucap Kakek Dirga.
"Hari ini Keenan ada meeting penting dengan klien kek ."
'Kenapa kamu tidak cuti dulu nak , kalian kan baru menikah biasa nya pasangan pengantin baru selalu ingin menghabiskan waktu bersama pasangannya , biar urusan kerjaan Rendi yang menghandle nanti ," ujar kakek.
"Tidak bisa kek , meeting ini sangat penting tidak bisa diwakilkan oleh Rendi . Lagian masih banyak waktu yang bisa kita habiskan bersama , iya kan Nay...," Keenan melirik tajam ke arah Nayla.
Nayla yang paham dengan tatapan Keenan langsung mengiyakan perkataan Keenan tersebut .
"Baiklah kalau begitu , tapi kamu harus janji besok kamu harus ajak cucu menantu ku ini berbulan madu . Kakek sudah tidak sabar pengen menimang cicit dari kalian ," kata kakek Dirga penuh harap .
Ucapan kakek Dirga sontak membuat Nayla dan Keenan salah tingkah .
__ADS_1
"Sarapan pagi sudah siap tuan ," ucap pelayan .
Akhirnya mereka bertiga pun sarapan bersama dengan hening . Tidak ada percakapan diantara mereka .
"Kek ,,, ada hal penting yang mau Keenan bicarakan ," ucap Keenan . Keenan dan Nayla sudah memutuskan untuk pindah ke apartemen Keenan nanti malam . Kita ingin hidup mandiri kek , menjalani kehidupan rumah tangga layaknya seperti pasangan suami istri lainnya ," jelas Keenan panjang lebar .
Kakek Dirga hanya menghela nafas mendengar permintaan sang cucu . Sedangkan Nayla sendiri bingung dengan apa yang Keenan katakan barusan . Dia berpikir kapan Keenan mengatakan hal itu pada nya . Kenapa Keenan bilang kalau dia sudah setuju dengan keputusan yang Keenan ambil . Nayla merasa ada yang aneh di sini . Tapi dia segera menepis segala prasangka buruk untuk suami nya itu . Karena apa pun yang sudah Keenan putuskan pasti itu yang terbaik untuk rumah tangga nya . Lagipula alasan yang Keenan berikan kepada kakek Dirga benar ada nya .
"Kenapa terburu - buru seperti ini , apa kalian tidak betah tinggal bersama kakek di Mansion . Kakek pasti akan kesepian jika kalian pindah nanti ," kata kakek Dirga sendu .
"Bukan seperti itu kek , tapi Keenan dan Nayla pengen hidup mandiri . Siapa tahu jika kita pindah ke apartemen kakek cepat dapat cicit nanti , iya kan Nay ," jawab Keenan sambil melirik ke arah Nayla
huuk ... huuuk
Nayla langsung tersedak saat mendengar perkataan Keenan. Nayla hanya menganggukkan kepala nya , mengiyakan apa yang Keenan ucapkan .
"Pelan - pelan dong Nay...," ucap Keenan mengelus punggung Nayla . Hal itu tidak terlepas dari pandangan sang kakek . Pria tua itu merasa bahagia melihat kemesraan kedua cucu nya itu .
"Baiklah kalau itu yang terbaik untuk kalian , kakek tidak bisa lagi melarang nya , tapi sering - sering lah main ke sini mengunjungi kakek mu yang sudah tua ini ," kata kakek Dirga .
Setelah selesai sarapan Keenan pamitan kepada sang kakek untuk pergi ke kantor . Nayla mengantarkan suami nya sampai ke depan .
"Segera bereskan barang - barang mu , karena setelah aku pulang dari kantor kita langsung pindah ke apartemen ," ucap Keenan datar .
"Iya ," jawab Nayla singkat .
Keenan berjalan berlalu meninggalkan Nayla . Rendi dengan sigap membukakan pintu mobil untuk Keenan . Saat Keenan akan masuk ke dalam mobil , tiba - tiba Nayla memanggilnya .
" Mas Keenan ,, tunggu sebentar ".
Nayla berjalan mendekati Keenan dan mengulurkan tangannya . Keenan mengernyitkan dahi nya , bingung dengan apa yang Nayla lakukan .
Karena tidak ada tanggapan dari Keenan , Nayla berinisiatif memegang tangan Keenan dan mencium punggung tangannya . Keenan yang mendapat perlakuan seperti itu merasa ada desiran hangat dalam hati nya dan tanpa disadari dia menyunggingkan senyumannya .
"Hati - hati mas ," ucap Nayla dengan senyum termanis nya dan dibalas anggukan oleh Keenan .
**
NB : Mohon like dan dukungannya y kakak - kakak readers ku ๐ค๐๐ป
__ADS_1