
"Kamu menyukai Rendi?" pertanyaan itu lolos begitu saja dari bibir Davin.
Safira hanya diam tanpa ingin menjawab pertanyaan dari bos nya itu. Lagi pula mau dia suka dengan Rendi, atau laki-laki mana pun itu bos nya tidak berhak tahu.
"Ck.....kenapa diam? jadi benar kamu menyukai laki-laki yang sudah mempunyai kekasih?" tanya Davin kembali kali ini dengan nada yang sedikit mengejek.
Safira yang jengah dengan rasa kepo bos nya itu kemudian menjawab pernyataan Davin dengan menohok," kalau iya emang kenapa tuan? ada masalah? mencintai dan di cintai itu adalah hak setiap orang, jadi tidak masalah bukan jika saya mencintai seorang laki-laki terlepas laki-laki itu masih single atau sudah mempunyai kekasih tidak masalah bagi saya. Sebelum kata Syah saat ikrar ijab qobul di ucapkan, saya rasa tidak masalah jika saya mengejar cinta saya," ucap Safira mencoba untuk tetap tenang.
Walaupun dalam hati Safira sendiri tidak seperti itu. Dia sangat sadar diri dengan posisi nya sekarang ini, mana mungkin Rendi akan tertarik pada wanita biasa seperti nya. Lagi pula dia juga bukan tipe wanita yang suka merebut milik orang lain. Dia berkata seperti itu untuk menyumpal mulut Davin supaya tidak terlalu ikut campur dalam urusan pribadi nya.
Sedangkan Davin sendiri langsung diam seribu bahasa. Dia hanya mengepalkan kedua tangan nya," Sial.....ternyata saingan ku seorang asisten pribadi dari rival ku dulu," kesal Davin dalam hati.
Davin mengerutuki diri nya sendiri, kenapa setiap dia menaruh hati pada seorang wanita selalu berhubungan dengan Keenan. Dulu dia menyukai istri dari Keenan, sekarang wanita yang sedang dia sukai juga masih ada hubungan nya dengan Keenan, yang tak lain adalah kekasih dari asisten pribadi Keenan.
Suasana menjadi hening, baik Davin atau pun Safira sibuk dengan pikiran nya masing-masing saat ini. Sampai klien yang mereka tunggu datang. Mereka kemudian memulai meeting mereka dengan lancar tanpa ada kendala apa pun. Safira juga bisa mengimbangi meeting itu, karena sebelum nya dia juga pernah mengikut meeting seperti ini walaupun posisi nya bukan sebagai sekretaris saat itu.
Davin akui jika Safira adalah wanita yang cerdas dan bisa di andalkan. Dia merasa tidak salah menempatkan Safira sebagai sekertaris nya. Bahkan klien nya pun memuji kinerja sekertaris Davin yang sekarang di bandingkan sekertaris nya yang dulu yang tak lain adalah Siska.
"Akhirnya selesai juga...." gumam Safira lega. Dia melirik jam yang melingkar di tangan nya sudah menunjukkan pukul empat sore. Tidak terasa mereka menghabiskan waktu selama tiga jam lebih saat meeting tadi.
__ADS_1
"Kamu bisa langsung pulang, jadi tidak usah kembali ke kantor lagi," titah Davin kepada Safira yang sedang membereskan beberapa berkas meeting tadi di meja. Setelah mengatakan hal itu Davin langsung pergi dari tempat itu.
"Baik tuan...."
**
Hari demi hari terlalui, tidak terasa hari ini adalah hari yang sangat di nantikan bagi sepasang kekasih yang akan mengikat janji suci pernikahan untuk yang kedua kali nya. Semua persiapan sudah selesai di lakukan, bahkan rangkaian acara sebelum akad nikah seperti lamaran, pengajian dan juga siraman sudah selesai di lakukan semua nya. Tidak ada rangkaian acara sebelum pernikahan yang terlewatkan sedikit pun.
Sekarang ini semua orang yang ada di keluarga Dirgantara dan Richard sedang sibuk mempersiapkan diri untuk acara akad nikah Keenan dan Nayla yang akan di adakan di Mansion Richard Thomson.
Mereka sepakat mengadakan akad nikah di sana karena acara tersebut hanya akan dihadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja. Mengingat betapa sakral nya acara tersebut, jadi mereka memutuskan tidak mengundang banyak tamu di acara akad nikah. Setelah itu malam nya mereka baru akan mengadakan resepsi besar-besar an di ballroom hotel mewah yang ada di kota itu.
"San....kenapa aku deg-deg an seperti ini ya, padahal ini bukan kali pertama aku akan menikah, dan aku juga menikah masih dengan orang yang sama," ucap Nayla yang duduk di meja rias.
Dia beberapa kali menghela nafas dan memegang dada nya yang berdetak tidak karuan. Santi tersenyum melihat sahabat nya sedang gugup, dia berjalan menghampiri sahabat nya itu dan mengusap pundak Nayla dengan lembut untuk mengurangi rasa gugup nya.
"Wajar tahu Nay....mau pernah sudah menikah atau yang baru pertama kali, yang nama nya mau melakukan ijab qobul pasti deg-deg an, tapi yakin saja jika semua nya nanti aja berjalan dengan lancar tidak ada kendala apa pun itu," Santi berusaha untuk menenangkan sahabat nya itu.
"Aamiin...." Nayla mengaminkan ucapan dari sahabat nya itu.
__ADS_1
Santi merapihkan kembali penampilan Nayla sebelum dia keluar menuju tempat akad. Nayla yang mendapat instruksi dari salah satu krue WO yang menangani pernikahan nya untuk segera keluar karena acara akad akan segera keluar karena mempelai laki-laki sudah tiba.
Nayla sekali lagi menghela nafas nya untuk mengurangi rasa gugup nya, dia berjalan ke luar kamar dengan di gandeng Santi sang sahabat. Awal nya kakek Richard yang akan menjadi pendamping cucu kesayangan nya itu. Akan tetapi karena kesehatan kakek Richard sedang dalam keadaan tidak baik sehingga dia hanya bisa duduk di kursi roda sekarang, jadi posisi kakek Richard digantikan oleh Santi.
Di bawah sana, sudah ada laki-laki tampan dengan balutan pakaian khas Sunda bewarna putih yang sudah duduk di depan meja akad dengan di dampingi oleh sahabat karib nya, Davin.
Keenan duduk dengan gelisah dan gugup berulang-ulang kali dia membenarkan penampilannya. Davin yang risih melihat Keenan tidak bisa duduk dengan tenang, akhir nya pun mendekatkan badan nya ke arah Keenan dan membisikkan sesuatu.
"Bisa tenang tidak Kee...risih tahu melihat nya, lagian tidak enak di lihat banyak orang,"bisik Davin di telinga Keenan.
"Berisik....kamu tidak tahu kalau aku sedang gugup..."
"Bukan nya kamu sudah pernah melakukan nya dulu, dan ini bukan kali pertama untuk mu mengucapkan ijab qobul, bahkan kalian juga sudah pernah belah duren dulu, jadi apa yang membuat mu gugup hemm...." ucap Davin begitu saja sambil menyunggingkan senyuman nya seolah-olah mengejek Keenan.
"S***lan kamu.....walaupun ini yang kedua kali aku akan mengucapkan janji suci pernikahan tapi tetap saja perasaan gugup ini muncul dengan sendiri nya, mana ada aku pernah belah duren ma Nayla dulu, secara kamu sendiri tahu pernikahan ku dulu seperti apa," kata Keenan dengan nada sedikit kesal kepada Davin, bukan nya berusaha menenangkan diri nya yang sedang gugup, ini justru Davin mengejek nya.
"What's jadi Nayla masih perawan sampai saat ini ? Hem....tahu begitu dulu aku nekad saja mengejar Nayla," gumam Davin yang langsung mendapat tatapan tajam dari Keenan.
"Hahahahah....."
__ADS_1