
"Oh...rupa nya ada mantan cucu menantu ku dulu to..."
Keenan menghembuskan nafas nya mendengar ucapan santai dari calon kakek mertua nya itu.
"Padahal dia tadi juga sudah melirik ke arah ku, kok bisa - bisa nya dia bilang seperti itu. Seperti nya dia sengaja ingin bermain - main dengan ku. Okey....aku ikuti permainan anda Tuan Richard Thomson," batin Keenan dengan seringai khas diri nya.
Kakek Richard langsung menyuruh Keenan duduk.
"Siapa yang menyuruh mu untuk duduk di dekat cucu ku hem....." kakek Richard langsung melotot ke arah Keenan.
Keenan yang mendapat protes dari kakek nya Nayla langsung terhenyak dan seketika berdiri lagi.
"Mulai sekarang kamu harus jaga jarak dengan cucu ku minimal satu meter."
"Hah...." cengo Keenan.
Keenan terpaksa duduk agak jauh dari kekasih nya itu. Di dalam hati pemuda itu sudah mengumpat yang tidak -tidak. Untung saja Keenan masih bisa mengontrol semua nya. Karena bagaimana pun yang dia hadapi sekarang adalah orang tua yang harus dia hormati. Belum lagi dia sangat membutuhkan restu dari orang tersebut.
"Untung saja orang tua kalau tidak....."batin Keenan.
"Tidak usah mengumpat orang yang lebih tua, tidak sopan," kata kakek Richard santai sambil mengambil secangkir teh nya.
"Astaga....kakek Nayla kenapa jadi seperti ini coba, habis makan apa sebenarnya tadi pagi," gumam Keenan sangat lirih sekali bahkan sangat lirih sampai angin pun tidak bisa mendengar nya.
Nayla hanya mendengus melihat tingkah kedua orang yang sangat dia sayangi itu. Mereka benar - benar bertingkah seperti anak kecil.
"Bagaimana keadaan kamu Kee...apakah luka bekas tembakan nya sudah sembuh," tanya kakek Richard.
"Seperti yang kakek lihat, kabarku baik. Alhmdulillah luka bekas tembakan itu juga sudah sembuh," jelas Keenan.
__ADS_1
"Kabar kakek sendiri bagaimana ?"tanya Keenan balik.
"Tidak usah basa basi menanyakan kabar ku seperti apa, tadi kamu juga sudah mendengar sendiri saat Nayla menanyakan hal itu."
"Astaga orang tua ini, lama - lama semakin pedas saja omongan nya," lagi - lagi Keenan hanya bisa membatin dengan kesal.
Kakek Richard dapat melihat rasa kesal Keenan dari wajah nya, dia tersenyum senang karena telah berhasil menjahili CEO Drg. Group itu.
"Salah siapa berani mendekati cucu ku lagi, lihat saja tidak akan mudah aku menyerahkan cucu ku lagi pada mu," kakek Richard tersenyum sinis.
Bukan Richard Thomson nama nya jika tidak tahu apa - apa tenang cucu kesayangan nya itu. Hal sekecil apa pun yang menimpa Nayla dia selalu tahu. Apa lagi ini menyangkut masa depan cucu nya.
"Kek....kedatangan ku kemari karena ada hal penting ingin aku sampaikan pada kakek," ucap Keenan serius.
"Hemmm....kata kan lah".
"Aku ingin meminta restu kakek untuk memulai hubungan baru lagi dengan Nayla," tulus Keenan dengan penuh keyakinan di setiap ucapan nya.
Bahkan suara kakek Richard menggema sampai ke penjuru Mansion. Keenan sendiri sampai terkejut dan reflek menjatuhkan badan nya ke sandaran sofa dengan memegang dada nya yang tiba - tiba berdetak tidak karuan.
Nayla sendiri hanya mengelus dada nya. Dia tidak menyangka jika ekspresi kakek nya bisa sampai begitu mendengar penuturan Keenan.
Kakek Richard langsung berdiri dan berkacak pinggang di hadapan Keenan dengan tatapan yang penuh intimidasi ke Keenan.
Sedangkan Keenan sendiri yang mendapatkan tatapan mengerikan itu hanya berusaha untuk menelan Saliva nya dengan susah payah. Untung saja Keenan tidak mempunyai riwayat penyakit jantung. Bisa di pastikan saat itu Keenan langsung koleb dan masuk ICU.
"Berani sekali kamu ingin memulai hubungan kembali dengan cucu ku setelah apa yang kamu lakukan pada nya dahulu. Seperti nya kamu terlalu percaya diri Keenan Dirgantara. Jangan karena kamu telah menyelamatkan dan mengorbankan diri mu untuk cucu ku, terus kamu dengan seenak nya sendiri ingin meminta Nayla untuk kembali lagi pada mu. Semua tidak semudah yang kau bayangkan anak muda," kata kakek Richard dengan penuh penekanan.
"Kek....." lirih Nayla.
__ADS_1
"Sst...." kakek Richard langsung mengacungkan jari nya ke arah sang cucu untuk diam dahulu.
Nayla hanya bisa pasrah dengan memijit pelipis nya dan bersandar di sofa.
"Kenapa semua nya jadi seperti ini," batin Nayla.
Keenan menarik nafas nya dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan untuk mengatur dan mengontrol detak jantung nya. Dia mencoba duduk dengan tenang setelah di rasa detak jantungnya sudah kembali normal.
Setelah itu dia memberanikan diri untuk memulai pembicaraan lagi.
"Sekali lagi aku minta maaf atas apa yang aku lakukan di masa lalu kek. Aku menyelamatkan Nayla karena aku tulus mencintai Nayla kek..bukan karena hal lain. Sekarang aku sudah berubah dan kakek pun tahu akan hal itu. Aku juga sudah mendapatkan hukuman ku selama ini kek. Aku sangat mencintai Nayla dulu, sekarang dan sampai aku menutup mata. Aku memang bukan laki - laki yang sempurna kek, mungkin bagi kakek aku tidak pantas untuk cucu mu, tapi aku akan membuktikan pada kakek jika aku layak untuk menjadi pendamping hidup Nayla. Maka dari itu izinkan aku untuk meminang kembali Nayla menjadi istri ku selama nya, bukan istri seratus hari ku lagi, aku ingin menjadikan dia sebagai wanita satu - satu nya dalam hidup ku yang akan menjadi ibu untuk anak - anak ku kelak kek.Aku mohon....." pinta Keenan dengan penuh keyakinan dan ketulusan.
Nayla yang mendengar perkataan Keenan meneteskan air mata nya, dia terharu dengan apa yang Keenan ucapkan. Sedangkan kakek diam seribu bahasa mendengar penuturan Keenan. Dia bisa melihat dari tatapan Keenan jika laki - laki yang ada di hadapan nya itu memang tulus mencintai sang cucu. Dan dia juga tahu sendiri bagaimana menderita nya Keenan setelah perpisahan nya dengan Nayla dulu.
Dia juga tahu jika Keenan sudah benar - benar berubah, dan dia sendiri juga sudah memaafkan Keenan waktu itu. Bahkan dia juga telah mengizinkan Keenan untuk mengejar Nayla kembali. Tapi dia tidak menyangka jika Keenan secepat ini bisa meluluhkan kembali hati sang cucu. Jujur dia masih merasa takut jika sang cucu akan menderita lagi jika menjalin hubungan dengan laki - laki yang sama yang telah memberikan luka yang dalam pada cucu nya.
Kakek mana yang rela melihat cucu satu - satu tersakiti, pasti tidak ada. Setiap kakek pasti menginginkan kebahagiaan untuk sang cucu, apa lagi Nayla sejak kecil sudah merasakan penderitaan.
"Huuh..." kakek Richard menghembuskan nafas nya berat. Dia memejamkan mata nya sejenak, kemudian dia menatap sang cucu dengan tatapan yang sulit diartikan. Kakek Richard bisa melihat dari mata Nayla jika masih ada cinta yang besar untuk Keenan.
"Kek....tolong restui kami untuk memulai hubungan baru kembali, aku sudah ikhlas memaafkan mas Keenan, dan aku sudah memutuskan untuk memberikan mas Keenan kesempatan yang kedua kek...Nayla mohon??" mohon Nayla dengan mata yang berkaca - kaca.
"Apa kamu mencintai laki - laki ini nak...dan apa kamu bahagia bersama nya?"
Nayla menganggukkan kepala nya dengan penuh kemantapan sebagai jawaban," kebahagiaan Nayla ada bersama mas Keenan kek," ucap Nayla dengan menggenggam tangan Keenan. Dan Keenan pun membalas genggaman erat tangan Nayla.
Entah sejak kapan Nayla sudah berada di dekat Keenan sekarang.
"Huft..... baiklah jika itu sudah jadi keputusan mu nak, kakek bisa apa? karena semua ini kamu yang akan menjalankan nya. Tapi yang perlu kamu ingat Keenan Dirgantara, jika kamu mengulangi kembali apa yang kamu lakukan dahulu pada cucu ku, aku akan menghabisi mu saat itu juga. Ingat jangan sekali - sekali kamu membuat air mata cucu ku jatuh ke pipi nya walaupun cuma setetes, ingat itu!" ancam sang kakek.
__ADS_1
"Iya kek...aku akan pastikan hanya kebahagian yang akan Nayla rasakan kali ini, sekalipun ada air mata nanti nya hanya air mata kebahagiaan," kata Keenan dengan penuh keyakinan.
"Terima kasih kek...."