
" Jadi kamu kenal dia Nay," bisik Santi.
Hem,
"Kok kamu bisa kenal dengan wanita seperti seh Nay, kenal dimana kamu," tanya Santi serius.
"Dia kekasih suami ku Santi...." teriak Nayla dalam hati pasti nya. Ingin sekali dia berteriak seperti itu, tapi apa lah daya itu hanya bisa dia lakukan dalam hati saja.
"Kenal dimana Nay," ulang Santi.
"Di resto San, dia salah satu pelanggan resto kita," jawab Nayla malas.
"Jangan bilang dia yang mengerjai kamu kemarin," tanya Santi penasaran.
"Hem.."
"Dasar Mak Lampir awas kau ya.. sudah berani mengerjai sahabatku kemarin," geram Santi ke Michel.
"Udahlah ngga usah diladeni wanita seperti itu buang - buang waktu kita saja," ucap Nayla menarik tangan Santi dan berjalan meninggalkan toko itu.
Saat mereka hendak keluar, tiba - tiba penjaga toko gaun mewah tersebut memanggil.
"Mba tunggu sebentar !" teriak penjaga toko tersebut.
Merasa ada yang memanggil, Santi dan Nayla menghentikan langkahnya
"Mba mau mencuri ya?" ucap penjaga toko itu dengan menunjukkan sebuah gaun warna peach yang Nayla taksir tadi dari Sling bag Nayla.
Betapa terkejutnya Santi dan Nayla, mereka saling pandang dan menggelengkan kepala mereka. Nayla merasa bingung bagaimana gaun itu bisa ada di Sling bag nya, lebih tepatnya tersangkut di Sling bag nya. Padahal jelas - jelas gaun itu tadi ada di tangan Michel.
"Saya tidak mencuri mba," sanggah Nayla.
"Tapi ini bukti nya gaun ini ada di Sling bag mba," ucap penjaga toko dengan menunjukkan gaun wanita peach yang tersangkut di Sling bag Nayla.
"Iya teman saya tidak mungkin mencuri mba, dari tadi teman saya ada di samping saya," bela Santi.
"Emang ada jaminan kalau teman situ bukan seorang pencuri, aku tadi lihat dengan jelas kalau dia sedang memegang gaun itu bahkan sempat mengelus gaun itu dari atas sampai bawah," ucap Michel yang tiba - tiba muncul dari arah belakang dengan senyum smirk nya.
#Flash back on
Saat Nayla sedang ngobrol dengan Santi, tanpa sepengetahuan mereka berdua diam - diam Michel menyelipkan gaun warna peach yang dia tahu kalau Nayla menyukai gaun itu di pengait tali Sling bag nya Nayla.
"Rasain lho, aku kerjain kamu.. dasar pelayan rendahan," gumam Michel dengan tersenyum licik.
#Flash back off
"Eh.. Mak Lampir, bisa di jaga tidak itu mulutnya, emang situ ada bukti kalau teman saya ini yang mengambil gaun itu," ucap Santi penuh dengan emosi.
"Itu bukti nya sudah jelas kan, gaun itu ada di tas temen mu," ucap Michel memojokkan Nayla.
__ADS_1
Keributan itu sontak membuat beberapa pengunjung Mall berdatangan ke depan toko gaun mewah itu. Banyak orang yang berbisik - bisik dan memandang rendah Nayla yang terdapat telah mencuri gaun mewah.
Nayla yang meras dirinya dipojokkan berusaha untuk tetap bersikap tenang. Karena dia yakin kalau dia tidak mencuri gaun itu.
"Sudah mengaku saja kalau kamu yang mencuri, cantik seh cantik tapi kok maling," ucap salah satu ibu - ibu pengunjung Mall.
"Ayok bawa saja perempuan ini ke pos satpam, biar dia diadili kalau perlu bawa langsung saja ke kantor polisi," kata ibu - ibu yang lainnya sambil menarik tangan Nayla.
"Tunggu dulu ibu - ibu, aku yakin kalau teman ku ini tidak mencuri gaun itu," bela Santi.
"Jangan dengerin Bu ibu.. orang bukti nya saja sudah jelas kalau gaun itu ada di tas dia," ucap Michel memprovokasi para pengunjung Mall yang didominasi oleh ibu - ibu.
"Ayok buruan bawa dia ke pos satpam," tegas seorang ibu - ibu yang menarik paksa tangan Nayla.
"Lepaskan saya Bu, saya bersumpah kalau saya tidak mencuri gaun itu," bela Nayla.
Nayla tadi nya merasa tenang menanggapi kejadian itu, karena dia yakin kalau dia tidak mencuri gaun itu. Tapi karena ibu - ibu pengunjung Mall semua nya memojokkan Nayla, lama - lama pertahanan Nayla menurun.
"Rasain kamu," gumam Michel sinis.
Dalam hati nya dia tertawa puas karena telah mengerjai Nayla.
"Ada apa ini," ucap seorang laki - laki dengan suara bariton nya.
Seketika ibu - ibu yang menyeret Nayla berhenti mendengar suara bariton dari laki - laki tersebut.
"Kenapa anda menarik paksa perempuan ini," tanya Davin datar ke ibu - ibu pengunjung Mall yang menarik tangan Nayla.
"Maaf Tuan Davin, mba ini kedapatan mencuri gaun mewah ini dari toko kita," ucap sang penjaga toko dengan menunjukkan gaun warna peach tadi.
Davin memandang gaun itu dan beralih memandang Nayla yang ada di depannya. Nayla langsung menggelengkan kepala nya menandakan jika buka dia yang mencuri gaun itu. Davin yang mengerti akan hal itu langsung menarik Nayla menuju toko gaun mewah itu.
Sesampainya di depan toko dia berpapasan dengan Michel. Davin langsung mencebikkan bibir nya melihat Michel di sana.
"Davin," lirih Michel yang mulai panik jika perbuatan nya akan terbongkar oleh Davin.
"Kita akan cek CCTV di toko ini untuk mengetahui jika wanitaini betul telah mencuri atau ada segelintir orang yang sengaja menjebak wanita ini," ucap Davin sambil melirik tajam ke arah Michel.
Davin merasa yakin kalau Nayla hanya dijebak saja, walaupun dia belum lama kenal dengan Nayla tapi dia yakin jika Nayla tidak mungkin mencuri.
Michel yang mendapatkan tatapan tajam dari Davin berusaha menelan Saliva nya dengan susah payah.
"Sial ... kalau Davin mengecek CCTV pasti ketahuan jika aku sengaja menaruh gaun itu di tas pelayan ini," batin Michel yang mulai panik.
Davin segera mengecek kamera CCTV di toko itu lewat komputer yang ada di meja kasir toko tersebut. Dengan seksama Davin melihat video rekaman CCTV itu, dan senyumannya seketika mengembang. Ternyata dugaannya benar, jika bukan Nayla lah pelaku nya melainkan Michel.
"Kalian bisa lihat ini," Davin menunjukkan rekaman CCTV itu pada semua orang yang ada di toko itu.
"Ooh .... ternyata kamu pelaku nya," kata salah satu ibu - ibu itu geram dengan perbuatan Michel dan menjambak rambut Michel.
__ADS_1
"Auuuw ... sakit tahu Bu," pekik Michel.
"Syukurin... itu balasan karena sudah memfitnah temanku," ucap Santi.
"Ayok ibu - ibu bawa perempuan ini ke pos satpam biar dia diadili karena telah memfitnah teman saya," imbuh Santi.
Dengan cekatan para ibu - ibu itu menarik tangan Michel dengan paksa. Tiba - tiba Nayla menghentikan tindakan ibu - ibu itu.
"Sudah Bu, tidak usah diperpanjang masalah ini, saya tidak apa - apa kok, yang terpenting sekarang kalian sudah tahu jika bukan saya pelakunya," ucap Nayla.
"Tapi Nay.. dia sudah memfitnah kamu tadi, jadi dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya itu," protes Santi.
Nayla menggelengkan kepala nya.
"Ck .. kamu jadi orang kok kelewat baik seh Nay.." cebik Santi dan dibalas dengan senyuman oleh Nayla.
"Untung teman ku baik tidak mempermasalahkan masalah ini, sekarang minta maaf pada nya," ucap Santi ke Michel.
"Ayo minta maaf ke mba nya," ucap salah satu ibu - ibu.
"Okey..okey.. aku minta maaf," ucap Michel tidak ikhlas.
"Kalau minta maaf itu yang benar," imbuh Santi.
"Santi...sudah," Nayla menggelengkan kepala nya.
"Mba saya minta maaf ya, satu juga mba," ucap penjaga toko dan ibu - ibuyang sempat menyeret Nayla tadi.
Nayla hanya menganggukkan kepala nya dan tersenyum manis tanda kalau dia sudah memaafkan mereka.
"Sekarang silahkan bubar," ucap Davin tegas.
"Dan kamu.." tunjuk Davin ke arah Michel.
"Aku tidak menyangka seorang model terkenal seperti mu bisa melakukan hal rendahan seperti ini."
"Entah apa permasalahan kamu dengan Nayla, tapi tindakan kamu ini sangatlah memalukan! bagaimana reaksi Keenan jika dia sampai tahu kekasih pujaan hati nya melakukan hal rendahan seperti ini," bisik Davin penuh penekanan.
Seketika wajah Michel pucat pasi mendengar ucapan Davin. Dengan cepat dia meninggalkan toko itu.
Davin menghampiri Nayla dan Santi. Terlihat sekali jika Nayla sedikit syok dengan kejadian yang menimpa dirinya tadi, penampilannya sedikit berantakan karena ulah ibu - ibu tadi yang menyeretnya secara paksa.
"Kamu tidak apa - apa Nay," tanya Davin dengan menyodorkan sapu tangannya.
"Aku baik - baik saja kak," jawab Nayla tenang. Dia menerima sapu tangan dari Davin dan menghapus keringat dingin yang ada di wajahnya.
Nayla juga merapihkan penampilannya, rambutnya yang tadi nya acak - acakan dia rapihkan dengan tangannya dan dia gelung asal ke atas. Dengan penampilan seperti itu Nayla terlihat lebih fresh dan tambah cantik pasti nya.
"Terima kasih kak untuk bantuannya jika tidak ada Kak Davin, aku tidak tahu apa yang akan terjadi pada ku," ucap Nayla tulus.
__ADS_1