Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 62 Bukti


__ADS_3

Brugh...


"Auws...." ringis Nayla.


Keenan melempar Nayla ke ranjang dengan kasar setelah sampai di kamar nya.


"Kamu kenapa mas," lirih Nayla yang merasa takut melihat tatapan Keenan yang penuh amarah pada nya.


Baru kali ini Nayla melihat Keenan yang mengerikan seperti itu. Dia berpikir kesalahan apa yang dia buat sehingga Keenan sampai seperti itu.


"Kamu tahu kenapa aku jadi seperti ini hah," sarkas Keenan sambil melempar beberapa foto di wajah Nayla.


Nayla mengambil beberapa foto yang dilemparkan Keenan di depan muka nya. Dia membulatkan mata nya setelah melihat foto tersebut. Foto dia dan Davin saat di resto tercetak jelas di sana. Bahkan saat Davin berjongkok di depannya mengutarakan perasaannya dengan membawa buket mawar merah pun ada di sana. Tangan Nayla bergetar memegang foto tersebut. Dia merasa bingung dari mana suami nya bisa mendapatkan itu semua.


Walaupun Keenan tidak mengetahui kejadian yang sebenarnya itu seperti apa, tapi Nayla tetap merasa bersalah pada Keenan. Karena bagaimana pun status dia sekarang adalah seorang istri.


"Dari mana kamu mendapatkan foto ini mas."


"Hahahahaha....." kenapa, kamu terkejut kalau ketahuan menjalin hubungan dengan Davin Sanjaya, iya!"


"Prok...prok....hebat kamu ya Nay ternyata, kamu selalu menyanjung - nyanjungkan dirimu akan menjadi istri yang baik, tapi apa di belakangku kelakuanmu tidak ubah seperti wanita yang tidak benar di luar sana," ucap Keenan dengan tatapan merendahkan.


"Semua tidak seperti yang kamu duga mas, aku tidak ada hubungan apa pun dengan kak Davin," bela Nayla dengan bibir bergetar menahan sesak dalam dada nya.


"Munafik, bahkan kamu sudah mempunyai panggilan sayang tersendiri untuk dia, waw....luar biasa," Keenan menyeringai.


"Cukup mas...!" teriak Nayla dengan wajah yang memerah menahan emosi.


"Aku bukanlah orang seperti dirimu dan kekasih mu itu yang dengan suka rela melakukan apa pun demi keuntungan pribadi tanpa memperdulikan penderitaan orang lain," bentak Nayla.


"Kau jangan menghina kekasih ku !" Keenan langsung mencengkram dagu Nayla dengan sangat keras.


"Sakit mas...." lirih Nayla sambil berusaha melepaskan cengkraman Keenan.


"Kau tidak tahu apa pun tentang Michel, jadi kau tidak boleh menghina nya," bentak Keenan dengan masih mencengkram kuat dagu Nayla.


"Mana ada wanita baik - baik yang menyuruh kekasih nya untuk menikahi wanita lain hanya karena takut kalau kekasihnya itu akan kehilangan harta warisannya, jadi siapa di sini yang tidak baik? aku atau dia mas," ejek Nayla dengan tersenyum sinis dan terbata karena saat ini tangan Keenan semakin kencang mencengkram dagu Nayla.

__ADS_1


"Siapa kau berani mengatakan Michel ku wanita tidak baik ? sedangkan dirimu itu hanyalah wanita m****n," Keenan menghempaskan Nayla dengan sangat keras ke kasur.


Dengan sekuat tenaga Nayla berusaha bangkit dan langsung menampar Keenan dengan begitu keras.


Plakk....


"Wanita mu itu yang m*****n," teriak Nayla dengan sangat keras.


"Kau......" Keenan langsung menghempaskan kembali tubuh Nayla ke kasur.


"Asal kamu tahu mas, semalam aku tidak pulang karena aku nunggu kakek di rumah sakit," ucap Nayla dengan bibir bergetar menahan tangis.


Deg,,


Keenan terkejut dengan apa yang Nayla ucapkan tadi. Ada sedikit rasa bersalah dalam dirinya telah menuduh Nayla yang bukan - bukan karena tidak pulang semalaman. Dia juga menyesalkan tindakannya kenapa semalam dia tidak berusaha mencari tahu keberadaan istri nya itu.


Nayla berusaha untuk bangkit dan berdiri, dia menyeka air mata nya dengan telapak tangannya dan memberanikan diri menatap suami nya. Saat ini fisik dan mentalnya benar - benar sudah lelah.


"Aku akan membuktikan pada mu mas bahwa apa yang kamu tuduhkan pada ku itu adalah salah, aku tidak ada hubungan apa pun dengan Davin Sanjaya, semua yang ada di foto itu tidak seperti yang kamu pikirkan," Nayla berusaha menjelaskan semua nya pada suami nya itu sehabis ini terserah Keenan mau percaya atau tidak pada nya dia sudah tidak perduli.


Nayla membuang nafas nya perlahan dan melanjutkan lagi ucapannya.


"Cih....jika kamu masih sendiri terus kamu akan menerima nya begitu," ucap Keenan sinis.


"Kenapa tidak?? dia orang yang baik dan lembut yang jelas dia tidak pernah berkata kasar pada ku, tidak seperti......" Nayla menggantungkan ucapannya.


"Kau......" Keenan mengepalkan kedua tangannya mendengar jawaban istri nya yang terang - terangan memuji laki - laki lain di depannya.


"Jadi buket bunga itu dari dia?" tanya Keenan.


"Iya..." jawab Nayla singkat.


"Berani - berani nya kamu menerima bunga dari laki - laki lain dan membawa nya ke sini," teriak Keenan dan mencengkram kembali dagu Nayla.


Nayla hanya tersenyum tipis bahkan sangat tipis sekali, dia berusaha sekuat tenaga untuk menahan rasa sakit dan tidak mengeluarkan air mata nya saat ini.


"Kenapa memangnya mas, kamu cemburu?" ucap Nayla dengan nada mengejek.

__ADS_1


Keenan langsung melepaskan cengkeramannya itu dengan kasar dan tertawa terbahak - bahak mendengar ucapan Nayla barusan.


"Hahahahaha....cemburu??? jangan mimpi kamu."


"Kalau kamu tidak cemburu buat apa kamu membuang tenaga mu untuk teriak - teriak seperti tadi mas."


"Aku hanya tidak mau jika orang lain tahu kalau istri Keenan Dirgantara ada hubungan gelap dengan laki - laki lain di luaran sana," kata Keenan mengelak.


"Hahahaha...lucu kamu mas, apa kamu lupa jika pernikahan kita dilakukan secara sembunyi? jadi orang lain tidak akan tahu kalau aku adalah istri dari seorang Keenan Dirgantara pengusaha tersukses di negeri ini," sekarang giliran Nayla yang menertawakan Keenan.


Deg,


Perkataan Nayla barusan benar - benar telah menampar hati Keenan dan mampu membuat Keenan diam seribu bahasa.


"Kenapa kamu diam mas, apa kata - kata ku barusan salah?"


Keenan tidak merespons perkataan Nayla sama sekali, dia hanya diam dan larut dalam pikirannya masing - masing.


"Sekarang aku harus pergi, karena kakek membutuhkan ku," ucap Nayla datar dan berlalu meninggalkan Keenan yang masih berdiri mematung.


Saat Nayla baru melangkahkan beberapa kaki nya, tiba - tiba tangannya dicekal oleh Keenan. Dan dengan terpaksa dia menghentikan langkahnya tanpa menoleh ke arah Keenan.


Dia memejamkan mata nya guna mengurangi rasa sesak dalam dada nya. Nayla berpikir apa lagi yang akan suami nya itu lakukan pada nya. Apa semua yang sudah dia lakukan tadi belum cukup.


"Kakek sakit apa Nay dan bagaimana keadaanya," tanya Keenan pelan.


"Kakek sekarang dalam kondisi yang tidak baik, karena ginjalnya bermasalah jadi harus secepat nya melakukan operasi transplantasi ginjal," jawab Nayla dengan bibir bergetar.


Entah mengapa setiap dia mengingat keadaan sang kakek dia selalu tidak bisa menahan air mata nya.


"Kenapa kakek harus melakukan operasi transplantasi ginjal?"


"Karena ginjal kakek hanya tinggal satu..."


"Kenapa bisa seperti itu...?"


"Jika kamu ingin tahu jawaban dari pertanyaan mu itu, silahkan tanya kan pada kakek Dirga," jawab Nayla dan berlalu pergi meninggalkan Keenan yang masih mencerna ucapan Nayla.

__ADS_1


"Apa hubungan kakek dengan ginjal nya kakek Yusuf?" tanya Keenan dalam hati.


__ADS_2