Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 153 Bukan Istri 100 hari lagi


__ADS_3

Keenan langsung tumbang di atas tubuh Nayla setelah melakukan pelepasan dan menyemburkan bibit unggul nya di rahim sang istri. Mereka berdua memanjatkan doa bersama supaya segera diberikan keturunan yang Sholeh dan sholeha.


"Sayang....." ucap Keenan dengan suara yang parau dan tatapan yang berkabut.


"Lagi?" tanya polos Nayla yang langsung mendapat anggukan oleh Keenan.


Nayla tersenyum dan dia langsung merubah posisi mereka. Kini Nayla sudah berada di atas tubuh sang suami. Dia memang sudah bertekad untuk memuaskan suami nya di atas ranjang. Mengingat sekarang pelakor berterbangan di mana-di mana maka dari itu Nayla akan berusaha sebaik mungkin menjadi istri yang selalu membuat candu sang suami nya. Apalagi dia sangat menyadari pesona sang suami yang semakin hari semakin memukau di tambah lagi dia sekarang seorang CEO dari dua perusahaan terkemuka di negeri ini. Jelas para wanita di luar sana antri untuk memperebutkan suami nya itu.


Keenan terkesiap dengan tindakan sang istri yang sudah berada di atas tubuh nya. Dia tidak menyangka jika Nayla akan bertindak seperti itu. Tapi tidak di pungkiri Keenan sangat merasa bahagia karena sang istri sangat liar di atas ranjang.


"Kali ini izinkan aku untuk memuaskan mu mas..." ucap Nayla dengan nada yang sensual.


"Dengan senang hati sayang..." jawab Keenan dengan senyum yang merekah.


Nayla langsung mencumbu tubuh suami nya itu dengan sentuhan-sentuhan lembut seperti apa yang dilakukan suami nya pada nya tadi. Bahkan dia tidak merasa jijik atau malu saat dia bermain di senjata ampuh Keenan yang sudah berdiri tegak menantang. Dia menggunakan mulut nya untuk memuaskan senjata Keenan tersebut.


Jangan di tanya lagi ekspresi Keenan saat ini seperti apa sekarang. Mata nya terpejam menikmati permainan istri nya di bawah sana. Bibir Keenan tak henti-henti nya meracau nikmat.


"Ah sayang....ini nikmat sekali, aku suka sayang..." racau Keenan.


Nayla melirik ke arah sang suami dia tersenyum puas melihat ekspresi sang suami yang terpuaskan oleh service.


Setelah di rasa cukup untuk pemanasan nya, Nayla langsung memasukkan senjata Keenan di bagian inti nya dan dia langsung menggoyangkan tubuh nya yang indah di atas tubuh suami nya itu.


Peluh yang membanjiri tubuh Nayla menambah seksi wanita itu di mata Keenan. Belum lagi suara-suara erotis nya yang menggema ditelinga Keenan sungguh membuat laki-laki tampan itu tergila-gila.


"Ah mas ...aku hampir sam..." kata Nayla tersengal-sengal saat dia akan melakukan perluasan.


"Kita lakukan bersama sayang ..." jawab Keenan yang langsung membalikkan tubuh Nayla berada di bawah nya. Dia langsung mempercepat ritme gerakan nya di inti tubuh sang istri dan...

__ADS_1


"Akh...." de**h kedua nya saat melakukan pelepasan bersama.


Keenan langsung mengecup mesra kening sang istri.


"Terima kasih sayang..."


Nayla hanya menganggukkan kepala nya, tubuhnya terasa sangat lelah sekali. Sedangkan sang suami masih bertahan di atas tubuh nya tanpa melepaskan senjata nya yang masih bersarang di bagian inti Nayla.


"Sayang....."


"Lagi?"


Keenan langsung menganggukkan kepala nya dan langsung menyerang bibir sang istri yang sudah membuat candu untuk nya. Nayla hanya bisa pasrah dengan apa yang suami nya lakukan di atas tubuh nya. Tidak munafik dia sendiri sangat menikmati permainan sang suami di atas tubuh nya. Entah sudah berapa kali mereka melakukan penyatuan dengan beberapa gaya. Sampai Nayla benar-benar dibuat kelelahan oleh Keenan, untung saja dia bisa mengimbangi permainan suami nya itu di ranjang. Jadi bisa dipastikan baik Keenan maupun Nayla merasa terpuaskan oleh permainan dari masing-masing.


"Aku sangat lelah sekali mas," kata Nayla yang langsung memejamkan mata nya.


"Aku sangat... sangat mencintaimu istri ku, dulu sekarang dan sampai maut memisahkan kita berdua nanti," ucap Keenan seraya mengecup kening Nayla berulang kali.


Sedangkan Nayla sendiri sudah hanyut ke alam mimpi nya. Keenan menyelipkan anak rambut yang menutupi wajah cantik sang istri di belakang telinga, dia tersenyum kala melihat mahakarya nya di leher putih istri nya itu.


Laki-laki tampan yang sudah bergelar jadi suami itu tidak menyangka jika dia akan sangat mencintai wanita yang awal nya hanya dia jadikan istri 100 hari itu.


"Aku tidak akan pernah menyakiti mu lagi sayang, walaupun seujung kuku sekalipun tidak akan aku biarkan kamu merasakan sakit. Sekarang tidak ada yang nama nya istri 100 hari lagi, yang ada kamu adalah istri Keenan Dirgantara seumur hidup ku."


Setelah mengatakan hal itu Keenan kemudian ikut memejamkan mata nya menyusul Nayla ke alam mimpi.


**


Sedangkan di luar hotel di mana tempat resepsi Nayla dan Keenan ada seorang wanita cantik yang sedang mengumpat kesal karena di tinggal begitu saja sama orang yang mengajaknya datang ke pesta itu.

__ADS_1


"Dasar bos tidak ada akhlak, sudah memaksa ku untuk ikut datang ke pesta ini bersama, dan sekarang apa aku di tinggal begitu saja di sini seperti orang hilang," gerutu Safira yang merasa sangat kesal karena di tinggal begitu saja oleh Davin tanpa sepatah kata pun.


Gadis itu merasa bingung bagaimana cara dia pulang ke kontrakan nya. Karena saat ini dia tidak membawa uang sepeserpun. Jangan kan uang ponsel nya tertinggal di kontrakan nya. Dan semua itu jelas karena Davin yang memaksa nya buru-buru untuk berangkat ke pesta tadi.


"Huft....bagaimana cara ku untuk pulang coba, mana aku pakai baju seperti ini pula, awas saja kamu tuan Davin Sanjaya aku tidak akan memaafkan mu," ucap Safira dengan wajah merah padam menahan rasa kesal dan amarah nya.


Dia kemudian memutuskan untuk berjalan kaki menyelusuri jalanan yang sudah mulai sepi karena saat itu sudah menunjukkan jam setengah sebelas malam.


Untuk mempermudah dia berjalan, Safira membuka heels yang dia pakai sehingga dia berjalan tanpa alas kaki.


Saat melintasi jalanan yang sepi dia melihat ada dua orang preman yang sedang berjalan sempoyongan menuju ke arah nya. Safira sebenarnya merasa takut, akan tetapi dia berusaha untuk tetap bersikap tenang dan tetap berjalan melewati preman-preman tersebut.


Tanpa di duga salah satu preman itu justru mencekal tangan Safira.


"Hai cantik...sendirian aja nich, mau ngga Abang temenin," ucap salah satu preman dengan menatap Safira dengan tatapan yang mendamba.


"Maaf pak, lepaskan saya...biarkan saya pergi, "ucap Safira dengan bibir gemetar.


"Bro....dia minta di lepaskan, gimana? apa kita lepaskan saja," tanya preman itu ke salah satu teman nya.


"Hemm....lepaskan saja bro.....tapi bohong..hahahaha," jawab teman preman itu yang kemudian berjalan ke arah Safira dan berusaha untuk menyentuh pipi mulus Safira.


Safira yang hendak di sentuh pun berusaha untuk mengelak, dia berusaha sekuat tenaga untuk melepaskan diri dari cengkraman kedua preman itu. Tapi usaha nya sia-sia, karena tenaga nya kalah kuat dari preman itu.


Safira berteriak meminta tolong, akan tetapi karena jalanan sepi jadi tidak ada satu orang pun yang menolong nya.


Saat salah satu preman itu akan berusaha untuk mencium Safira tiba-tiba....


Bugh...bugh....bugh...

__ADS_1


__ADS_2