
"Aku yakin pasti ada apa - apa dengan Nayla saat ini. Aku harus segera menghubungi nya untuk meminta bantuan .." gumam Santi.
Dengan terburu - buru Santi meng scroll layar ponsel nya untuk mencari nomer kontak Rendi asisten Keenan. Setelah pertemuan bisnis kemarin Rendi pernah berpesan kepada Santi jika terjadi sesuatu dengan Nayla maka dia harus segera menghubungi nya.
"Ya Allah....mana sech nomer nya, kok aku cari- cari tidak ada, di saat genting seperti ini palah ngga nolong tu nomer kulkas dua pintu, astaga.....aku baru ingat, aku menyimpan nya dengan nama kulkas dua pintu ternyata. Pantas saja dari tadi aku cari dengan nama asli nya tidak ada," ucap Santi sambil menepuk jidat nya.
Tanpa menunggu lama lagi Santi langsung menghubungi nomer itu. Percobaan pertama tidak tersambung, nomer sedang dalam luar jangkauan. Percobaan kedua tersambung tapi tidak di angkat - angkat. Percobaan ke tiga tersambung dan....
"Hallo...." sapa seorang laki - laki di seberang sana dengan nada dingin.
"Akhirnya....diangkat juga manusia kulkas, dari tadi kemana saja sech ! punya handphone itu jangan di anggur in aja tidak tahu apa kalau ada orang yang panik," omel Santi dengan suara khas cempreng nya.
Rendi langsung menarik handset yang ada di telinga nya. Bisa pecah gendang telinga nya jika mendengar suara cempreng asisten Nayla saat ini.
"Huft....ada kamu menghubungi ku hem..."
[.............................]
Santi menjelaskan semua apa yang terjadi saat ini kepada Rendi. Dia berharap asisten mantan suami nya Nayla itu bisa diandalkan saat ini untuk bisa melacak keberadaan Nayla. Karena setelah kejadian itu nomer ponsel nya Nayla tidak bisa dihubungi lagi.
"Apa ! bagiamana itu bisa terjadi hah !" bentak Rendi terhadap orang yang sedang dia hubungi melalui ponsel nya.
Setelah Santi memberitahu tentang Nayla, Rendi langsung memutuskan untuk menghubungi salah satu anak buah nya yang bertugas untuk menjaga Nayla. Dari petugas itu dia bisa mendapatkan informasi tentang kejadian yang sebenarnya.
"Ada apa Ren?" tanya Keenan yang merasa ada sesuatu yang terjadi.
" Maaf tuan.....ada berita buruk, nona Nayla berhasil di culik oleh anak buah tuan Sultan sekarang."
"Kok bisa ! bukan kah anak buah kita sudah ada yang menjaga Nayla, kenapa sampai kecolongan seperti ini Ren..!" kata Keenan dengan nada penuh amarah.
__ADS_1
"Sekali maaf tuan....anak buah kita kalah jumlah dengan anak buah tuan Sultan, tapi saat ini anak buah kita sedang berusaha untuk mengejar mobil yang membawa nona tuan..." terang Rendi.
"Aargh sial......kita kalah start dengan mereka ternyata Ren..aku harus segera menghubungi Abraham."
Keenan langsung mengirimkan pesan kepada Abraham jika Nayla berhasil diculik oleh anak buah kakek nya. Dia bisa saja langsung menelepon Abraham saat ini akan tetapi posisi Abraham saat ini sedang di Mansion kakek nya. Dia tidak ingin bertindak gegabah saat ini yang bisa mengancam keselamatan Nayla.
**
"Sial......" umpat Abraham di dalam hati setelah membaca pesan dari Keenan.
Dia sangat merasa bersalah kepada Nayla karena tidak bisa melindungi nya. Sekarang yang bisa dia lakukan adalah mengorek informasi dari kakeknya tentang keberadaan Nayla saat ini. Sekalipun mustahil kakek nya akan memberitahu kepada nya, tapi tidak ada salah nya untuk dicoba.
"Kek...apa rencana kakek selanjutnya?" tanya Abraham sambil menyesap kopi nya.
Saat ini mereka sedang duduk santai di ruang keluarga sambil menikmati secangkir kopi.
Tuan Sultan hanya menyunggingkan bibir nya, dan berkata " biarlah itu menjadi urusan kakek."
"Kamu yakin bisa melakukan nya, Hemmmm...." kata Sultan dengan tatapan yang penuh curiga.
Mendapat tatapan itu Abraham menjadi salah tingkah. Bahkan dia beberapa kali mencoba untuk menelan Saliva nya dengan berat. Dalam hati Abraham mengira jika kakek nya sudah mencurigai nya. Jadi dia kali ini harus benar - benar berhati - hati dalam berucap. Salah ucap sedikit saja bisa bahaya nanti nya.
"Apa kakek sudah meragukan kemampuanku? bukan kah selama ini aku selalu bisa diandalkan kek?" Abraham berusaha semaksimal mungkin untuk menyakinkan seng kakek bahwa diri nya siap untuk melakukan apa pun yang diperintahkan kakek nya itu.
"Hahaha....Abraham ....Abraham...kakek tahu siapa kamu nak? kakek akui kinerja kamu selama ini sangat bagus, kamu juga selalu bisa diandalkan dalam segala hal. Tapi untuk hal ini kakek tidak bisa mempercayai mu seratus persen, karena apa? kamu pasti tahu jawaban nya apa?" ucap Sultan dingin dan tatapan tajam.
Dan setelah mengatakan hal itu Sultan langsung meninggalkan Abraham sendirian di ruang keluarga.
"Aku tidak bodoh Abraham, aku tahu apa yang kamu lakukan," batin Sultan dengan senyum devil nya.
__ADS_1
**
Di sebuah gedung tua yang sangat jauh dari kota, ada seorang wanita cantik yang sedang menangis ketakutan dengan tubuh yang terikat tali dan mulut yang ditutup dengan kain.
Di tubuh gadis itu juga tertempel bom waktu yang sewaktu - waktu bisa meledak kapan pun.
Nayla hanya bisa menangis sambil berusaha untuk melepaskan ikatan tali yang ada di tangan nya. Di dalam hati dia tidak henti - henti nya berdoa supaya ada keajaiban untuk nya. Nayla juga menyebut beberapa nama orang yang dia sayangi. Berharap nama yang dia sebut bisa bergetar hati nya dan bisa menemukan keberadaan Nayla saat ini.
"Ya Allah...selamatkan hamba mu ini. Kakek, Santi, mas Keenan tolong... Nayla takut sekali di sini,hiks..." Nayla terus menyebut nama sang kakek dan orang - orang yang dekat dengan nya. Karena cuma itu yang bisa dia lakukan sekarang ini.
"Siapa sebenarnya yang melakukan ini semua pada ku, apa salahku sehingga aku diperlakukan seperti ini. Selama ini aku merasa selalu berbuat baik kepada semua orang. Dan aku juga tidak merasa mempunyai musuh," batin Nayla dengan masih terisak menangis.
Saat dia sedang larut dengan pikirannya tiba - tiba suara pintu terbuka. Dan muncul lah seorang laki - laki seumuran dengan kakek nya bersama beberapa orang yang dia yakini adalah orang yang telah menculik nya tadi.
Salah satu dari orang tersebut kemudian berjalan ke arah nya dan melepaskan kain yang menyumpal mulut nya.
Nayla membulatkan mata nya saat tahu siapa yang ada dihadapan nya itu saat ini.
"Tu an Sultan Davidson?" lirih Nayla dengan terbata.
"Prok....prok....selamat datang Nayla Atifa Thomson?" ucap Sultan Davidson dengan bertepuk tangan dan duduk di kursi yang tidak jauh dari hadapan Nayla.
"Apa maksud semua ini tuan? kenapa anda menculik ku? apa kesalahan ku tuan..." tanya Nayla dengan nafas yang memburu.
"Hahahaha .....kamu memang tidak ada salah sama sekali nak kepada ku. Tapi ???? kakek mu lah tuan Richard Thomson yang terhormat yang sudah melakukan kesalahan besar dalam hidup ku. Kamu tahu nak? gara - gara kecerobohan kakek mu, aku harus kehilangan anak menantu dan calon cucu ku yang masih dalam kandungan!" teriak Sultan dengan penuh emosi dan penekanan.
"Apa!!" kata Nayla syok dengan semua yang dia dengar saat ini. Dia masih belum bisa mencerna dengan sempurna apa yang diucapkan oleh kakek Abraham itu.
"Ya...karena kakek mu lah, aku kehilangan seluruh keluarga ku sekarang. Semua keturunan Davidson telah tiada, dan itu karena kecerobohan kakek mu! dia yang sudah menjadikan ku sebatang kara di dunia ini sekarang!"
__ADS_1
Nayla menggelengkan kepala nya karena tidak percaya jika kakeknya tega berbuat sekeji. Dia yakin di sini pasti ada kesalahpahaman.
"Kakek ku tidak akan bisa berbuat sekeji itu tuan?"