
"Awas saja kalau sampai kita bertemu lagi tidak akan aku biarkan kamu lepas," umpat Keenan melirik kepergian Nayla dan yang lainnya.
Setelah kejadian itu Nayla dan lainnya langsung melanjutkan pekerjaannya masing - masing. Nayla tidak habis pikir kenapa dia begitu sial hari ini dan harus berurusan dengan orang seperti Keenan Dirgantara. Saat Nayla sedang berkecamuk dengan pikirannya tiba - tiba terdengar suara Santi memanggil nama nya.
" Nay.....dipanggil Bos di ruangannya," kata Santi.
Tapi tak ada respond dari Nayla .
" Naaaaaay......." teriak Santi tepat di telinga Nayla.
" Astagfirullah Santi, ngapain teriak - teriak di telinga ku sech, bikin spot jantung aja," kaget Nayla memegang dada nya.
" Abisnya kamu dipanggil - panggil cuma bengong doang. Di panggil bos tuh, buruan ke ruangannya," kata Santi.
" Huuuffft......" Nayla menghembuskan nafas nya kasar, dia sudah menduga pasti akan berhadapan dengan bos nya karena kejadian tadi. Dengan langkah gontai Nayla akhirnya menuju ke ruangan sang Manager.
Sedangkan di sebuah ruangan VIP, terdengar canda tawa dari empat laki - laki tampan. Mereka seolah - olah melupakan kejadian heboh tadi.
" Drrrt...drrrt..drrrt.." handphone Keenan tiba - tiba berbunyi.
__ADS_1
"Iya baiklah aku akan segera pulang," jawab Keenan .
Tanpa memperdulikan teman - teman nya Keenan langsung meninggalkan ruangan. Sampai di depan restoran dia melihat sosok wanita yang sudah membuat dia emosi. Saat sedang menunggu sang asisten Keenan memicingkan mata nya dan menatap tajam pada sosok wanita yang sedang duduk melamun di sebelah restoran.Tatapan mereka tiba - tiba bertemu, ada desiran aneh di hati Keenan saat melihat mata Nayla yang sembab, dia tahu kalau gadis itu sedang tidak dalam keadaan baik - baik saja.
" Ada apa dengan hati ini,kenapa merasa sakit saat melihat dia sedih," batin Keenan.
Tapi Keenan langsung menepis perasaan itu dengan menggelengkan kepala nya dan memutus tatapan mata kedua nya.
" Buat apa peduli dengan gadis ceroboh seperti dia,buang - buang waktu saja," gumam Keenan.
Setelah Nayla keluar dari ruangan sang manager, dia memutuskan untuk keluar mencari angin guna menetralkan perasaannya. Dia mendapat teguran yang keras dari sang manager bahkan terancam kehilangan pekerjaannya selama ini, karena telah membuat seorang Keenan Dirgantara marah, dia juga baru mengetahui siapa Keenan Dirgantara sebenarnya .
" Huh, kamu tahu kak aku hampir saja kehilangan pekerjaan ku gara - gara laki - laki sombong itu, aku tahu aku salah kak, aku ceroboh sudah hampir membuat dia celaka dan sudah mengotori jas nya, tapi kan aku tidak sengaja dan aku juga sudah meminta maaf," Isak Nayla sambil memandangi sapu tangan.
**
Di Mansion Dirgantara, terlihat sosok laki - laki tampan berjalan dengan terburu - buru menaiki tangga.
Kleeek,,
__ADS_1
" Kakek, bagaimana keadaan kakek sekarang bagian mana yang sakit kek," Keenan tampak khawatir sekali melihat kakeknya yang terbaring lemah di tempat tidur.
Saat Keenan sedang menikmati acara dengan teman - temannya di restoran tadi Pak Mun kepala pelayan di Mansion Utama menelpon mengatakan jika kondisi kakek Dirga drop, tanpa berpikir panjang Keenan langsung meninggalkan acara dia dan bergegas menuju Mansion untuk melihat keadaan sang kakek.
" Kakek baik - baik saja nak,cuma merasa lemas saja," ucap kakek Dirga lirih.
" Baik - saja bagaimana kek,kalau kakek terlihat lemas seperti ini," timpal Keenan. Dan dibalas senyuman oleh kakek Dirga.
"Nak..... kakek rasa umur kakek sudah tidak akan lama lagi, kakek mohon kabulkan keinginan kakek ini, anggap saja ini sebagai permintaan kakek yang terakhir tolong menikahlah dengan cucu dari sahabat kakek,dia wanita yang baik dan cocok sebagai pendamping hidupmu," pinta kakek Dirga.
"Huuuuuuh," Keenan menghela nafas nya kasar.
"Kek....Keenan sudah bilang, untuk tidak membahas permasalahan ini dulu kakek harus fokus dengan kesehatan kakek dulu biar cepat pulih dan sembuh seperti sedia kala," ucap Keenan.
"Tidak nak, kakek tidak akan tenang sebelum kamu mengabulkan permintaan kakek ini," kata Kakek Dirga dengan wajah yang memelas.
" Baiklah kek...." terpaksa Keenan mengiyakan permintaan sang kakek dan disambut dengan senyum sumringah dari sang kakek.
"Akhirnya..."batin kakek Dirga.
__ADS_1
"Malam ini temui lah gadis itu di kafe XX jam 7 malam, setidaknya sebelum kalian melangsungkan pernikahan nanti kalian sudah saling bertemu, syukur - syukur kalian bisa langsung mengenal masing - masing."
Keenan cuma menganggukkan kepala sebagai jawaban setuju.