Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 13 Kutitipkan cucu ku pada mu..


__ADS_3

Di meja makan terlihat hening hanya suara dentingan sendok yang saling bersautan menandakan semua sedang menikmati hidangan yang tersedia .


"Keenan dan Nayla , sehabis makan temui kakek di ruang keluarga , ada hal yang harus kakek bicarakan kepada kalian ," ucap kakek Dirga serius.


"Baik kek ," jawab kedua nya


Setelah selesai makan , mereka bergegas


menuju ruang keluarga . Di sana sudah tampak kedua kakek mereka yang sedang berbincang - bincang santai.


Sesampai nya di sana Keenan dan Nayla langsung duduk berdampingan di sofa . Kakek Dirga yang melihat cucu dan menantu nya sudah ada di ruangan itu langsung tersenyum.


"Kalian sudah datang nak ," sapa Kakek Yusuf.


"Ada hal penting apa kek , yang ingin kakek sampaikan ke kami " ucap Nayla


Kakek Yusuf melirik ke arah kakek Dirga , seolah memberikan kode bahwa dia yang harus menyampaikan semua nya pada kedua cucu mereka.


"Baiklah kakek akan memberitahukan suatu hal pada kalian berdua. Kakek harap kalian bisa mengerti dan menerima apa yang sudah kakek putuskan ini. Semua ini kakek lakukan demi kebaikan kita semua ," kata kakek Dirga serius.


"Mulai malam ini kakek akan memboyong Nayla ke Mansion , "


"Kenapa harus terburu - buru seperti ini kek ," ucap Nayla memotong perkataan kakek Dirga. Dan langsung mendapat tatapan tajam dari sang Kakek. Nayla yang paham akan tatapan sang kakek langsung menundukkan kepala nya.


"Maaf kek , Nay hanya kaget mendengar perkataan dari kakek Dirga barusan , lirih Nayla .


"Kenapa harus secepat ini Nayla pindah ke rumah kakek Dirga,Nay masih ingin di sini bersama kakek ,bagaimana dengan kakek jika Nay pergi nanti ,siapa yang akan mengurus kakek di rumah ," sambung Nayla dengan mata yang berkaca - kaca.


"Nayla sayang...kamu sekarang sudah menyandang istri nak, jadi sudah kewajiban kamu ikut dengan suami kamu dimana pun dia berada , kakek sekarang sudah tidak hak lagi atas dirimu ,sekarang kamu adalah milik suami mu ," kata kakek Yusuf menenangkan Nayla.


"Tapi bagaimana dengan kakek nanti ."


"Kamu tidak usah khawatir dengan kakek mu Nay , nanti kakek akan menempatkan beberapa pelayan dan penjaga di sini untuk menemani Yusuf ," sambung kakek Dirga .


Nayla hanya terdiam , dia belum bisa menerima jika dia harus berpisah dengan sang kakek. Semenjak orang tua nya meninggal hanya sang kakek lah yang dia punya . Selama ini Nayla tidak pernah meninggalkan sang kakek sendirian di rumah. Dan sekarang dia harus meninggalkan kakek seorang diri dalam waktu yang dia sendiri tidak tahu sampai kapan.


"Nay...." lirih sang kakek menyadarkan nya dari lamunan. Nayla menatap sang kakek penuh harap supaya menolak permintaan dari kakek Dirga . Kakek Yusuf yang mengerti akan tatapan sang cucu menggeleng pelan .

__ADS_1


"Nay...kamu tidak perlu mengkhawatirkan kakek ,lagian setiap hari kamu masih bisa mengunjungi kakek ,jika kamu kangen ma kakek kamu bisa minta izin dengan suami mu untuk menginap di rumah kakek ,bukakan begitu nak Keenan ," ucap kakek Yusuf.


Keenan yang merasa nama nya di sebut langsung mendongakkan kepala nya dan dengan spontan menganggukkan kepala nya tanda setuju dengan yang dikatakan oleh kakek Yusuf .


Nayla menghembuskan nafas nya perlahan , bagaimana pun sekarang dia sudah menjadi seorang istri , dia paham betul kewajiban seorang istri seperti apa. Sekalipun dia sendiri tidak tahu pernikahan seperti apa yang akan dia jalani nanti nya . Tetapi setelah ijab qobul yang diucapkan oleh Keenan beberapa jam yang lalu , dia bertekad dalam hati nya untuk berusaha menjadi istri yang berbakti kepada suami nya .


"Baiklah kek , Nayla akan ikut dengan suami Nay dan tinggal di Mansion Kakek Dirga ". kata Nayla pasrah.


"Alhamdulillah ," ucap kakek Dirga lega. Tampak binar kebahagiaan terpancar dari wajah keriputnya. Sekarang kalian bersiap terlebih dahulu ,kakek tunggu di depan nanti ".


Nayla melangkah gontai menuju kamarnya , dia masih berat untuk meninggalkan rumah yang selama ini dia tempati bersama sang kakek. Karena di rumah ini banyak sekali menyimpan sejuta kenangan bersama kakeknya.


Sesampai nya di kamar Nayla langsung mengambil tas ransel ukuran sedang dan mulai memasukan beberapa pakaian dan keperluan pribadi nya. Tidak banyak yang Nay la bawa , karena Nayla juga tidak punya banyak pakaian dan barang mewah . Selama ini Nayla selalu hidup sederhana , dia hanya akan membeli kebutuhan dia sesuai dengan apa yang dia butuhkan dan sesuai budget yang dia punya pasti nya. Karena Nayla tahu bagaiman susahnya mencari uang , jadi dia tidak akan menghamburkan uang nya untuk hal yang tidak penting.


"Tidak usah banyak membawa barang , aku ngga mau kamar ku nanti penuh dengan barang - barang mu yang tidak berguna itu ," ucap Keenan .


Nayla tidak bergeming dengan apa yang dikatakan Keenan , dia tetap fokus dengan merapikan pakaiannya ke dalam ransel . Mau tidak mau dia harus mulai terbiasa dengan perkataan pedas sang suami.


Keenan mendengus , dia kesal sendiri karena ucapannya barusan tidak mendapat respond dari Nayla.


Setelah selesai berkemas , Nayla langsung keluar kamar tanpa memperdulikan Keenan . Gadis itu sudah terlalu lelah untuk menanggapi ocehan sang suami. Keenan yang melihat Nayla melenggang keluar dari kamar begitu saja tambah geram.


"Kamu sudah siap nak ," ucap kakek Yusuf


"Sudah Kek , Nay sudah siap ."


"Di mana suami mu Nay ," tanya kakek Dirga melihat Keenan tidak ada di samping Nayla.


Nayla baru menyadari jika sudah meninggalkan Keenan di kamar nya sendirian tadi . "Ehmmm itu Tuan Keenan ada di....


"Iya Kek , aku ada di sini ".


Tiba - tiba Keenan muncul di samping Nayla dan langsung merangkul pinggang ramping Nayla. Sontak tindakan itu membuat Nayla kaget . Nayla langsung menoleh ke arah Keenan dan menatap tajam ke arah Keenan .


"Akan ku balas kamu nanti karena sudah mengabaikan ku di kamar tadi ," bisik Keenan tepat di telinga Nayla.


Nayla yang mendengar bisikan dari Keenan bergidik ngeri. Dia dengan susah payah menelan saliva nya .

__ADS_1


Beda dengan kedua orang tua di depan mereka yang tersenyum melihat kemesraan ke dua cucu mereka. Bagi mereka tindakan yang dilakukan oleh Keenan tadi sangatlah romantis bagi sepasang pengantin baru.


"Kita kan sudah menjadi suami istri kenapa kamu masih memanggilku dengan Tuan , itu terlihat aneh menurutku , benar kan kek ," ucap Keenan sambil mengedipkan sebelah mata nya ,ia sengaja membuat Nayla menjadi salah tingkah.


"Iya nak , alangkah baiknya jika kamu memanggil suami mu dengan sebutan yang lain jangan Tuan ," ujar kakek Dirga .


"Baiklah kek.. ," jawab Nayla pasrah.


Keenan yang mendengar jawaban dari Nayla menyunggingkan senyumannya .


"Rendi, bawa ransel Nayla ."


"Baik tuan ."


Rendi meraih ransel yang ada di tangan Nayla dan memasukkan ke dalam bagasi mobil.


"Kami pamit pulang dulu Suf ," pamit kakek Dirga kepada sahabatnya . Dia memeluk hangat sang sahabat. Dan langsung mendapat sambutan pelukan yang erat dari kakek Yusuf.


"Aku titipkan cucu ku satu - satu nya pada mu Ga ,tolong jaga dia baik - baik , dan anggaplah dia seperti cucu mu sendiri ," ucap kakek Yusuf sambil terisak menahan tangis.


"Tanpa kamu suruh aku pasti akan melakukan itu semua Suf , percayalah pada ku ," jawab kakek Dirga mulai melerai pelukan dari sahabat nya.


Nayla yang mendengar perkataan dari sang kakek meneteskan air mata nya.


"Nayla pamit ya kek , jaga diri kakek baik - baik , jangan telat makan , jangan tidur terlalu malam dan.... "


"Shuuttt.... Kakek bukan anak kecil Nay yang harus kamu ingatkan seperti itu ," ucap Kakek Yusuf dan berhasil membuat Nayla terkekeh kecil.


Nayla memeluk erat sang kakek , rasa nya dia tak rela meninggalkan kakeknya sendiri an. Dia menangis terisak di pelukan sang kakek .


Keenan yang melihat semua itu tiba - tiba mengelus punggung Nayla mencoba untuk membuat sang istri tenang. Entah yang dia lakukan itu murni kemauan dirinya sendiri atau hanya sekedar akting semata. Hanya dia yang tahu .


"Nak Keenan , kakek titipkan Nayla pada mu. Sekarang Nayla sudah menjadi tanggung jawab mu. Didiklah dia menjadi istri yang baik dan sholeha , tegur lah dia dengan lembut saat dia melakukan kesalahan , jangan sakiti hati nya dan jangan buat dia menangis , " pesan kakek Yusuf .


"Baik kek ," jawab Keenan dengan penuh keyakinan .


Setelah berpamitan , Keenan dan yang lainnya langsung menuju mobilnya masing - masing. Keenan dan Nayla menaiki mobil yang sama. Sedangkan kakek Dirga berada di mobil yang satu nya lagi .

__ADS_1


Satu per satu mobil mewah itu meninggalkan halaman rumah Nayla. Kakek Yusuf memandang kepergian sang cucu dengan perasaan yang campur aduk. Bahagia karena kakek Yusuf merasa sudah menemukan laki - laki yang tepat untuk sang cucu . Sedih karena baru kali ini dia berpisah dengan sang cucu dalam waktu yang tidak bisa ditentukan.


"Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu nak ," gumam kakek Yusuf .


__ADS_2