Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 137 Serba serbi persiapan pernikahan


__ADS_3

Seperti yang sudah di jadwalkan oleh Santi, sebelum Nayla dan Keenan melakukan sesi foto pra wedding mereka terlebih dahulu melakukan fitting baju pengantin di butik ternama di Jakarta.


Tidak ada kendala saat Keenan mencoba jas yang sudah dia pesan. Karena semua itu sesuai dengan selera nya. Akan tetapi giliran Nayla yang mencoba gaun untuk resepsi setelah akad, Keenan selalu memprotes apa yang Nayla kenakan. Padahal awal nya dia sudah sepakat dengan apa yang Nayla inginkan. Dia juga tahu desain gaun itu seperti apa. Kenapa saat gaun itu sudah jadi dia justru memprotes nya.


"Sayang....kenapa gaun itu jadi nya seperti ini, perasaan desain nya kemarin tidak terbuka seperti ini,"protes Keenan saat melihat gaun yang Nayla pakai ternyata mengekspos leher dan pundak mulus Nayla.


"Mas...bukan kah mas Keenan sudah tahu model gaun ini seperti apa sebelum nya, dan mas Keenan sudah setuju."


"Iya sayang...tapi kenapa hasil nya seperti ini."


"Maaf tuan....desain gaun yang kami tunjukkan kemarin emang hasil akhir nya seperti ini," jelas desainer butik nya.


"Tidak...tidak....aku tidak suka dengan model nya, ganti sekarang!" tegas Keenan.


Nayla hanya mampu menghela nafas ny berat, dia juga memijit pelipis nya karena pusing dengan segala tingkah Keenan. Mana mungkin desainer itu aka merombak gaun yang sudah jadi sesuai dengan desain nya. Apa lagi waktu nya juga sudah mepet. Nayla harus berpikir keras bagaimana cara nya membuat Keenan untuk tidak merubah gaun itu. Karena dia sangat suka dengan hasil sang sang desainer.


Gaun itu bagi Nayla tidak terkesan seksi sama sekali, bahkan bagian yang Keenan maksud itu tidak terlalu terbuka lebar dan itu masih tertutup oleh kain puring. Gaun dengan warna putih itu memang pas dengan body Nayla, dan terkesan tertutup tidak terbuka sama sekali.


Saat Nayla sedang pusing memikirkan bagaimana cara memberi pengertian pada Keenan. Kebetulan kakek Dirga menelpon Nayla, seketika dia mempunyai ide untuk membuat Keenan tidak protes lagi.


Nayla sengaja mengangkat telepon dari calon kakek mertua nya itu agak menjauh. Sedangkan Keenan sendiri saat ini sedang berdebat dengan sang desainer tentang gaun itu. Kesempatan itu dia manfaatkan untuk meminta kakek Dirga supaya memberikan pengertian pada cucu kesayangan nya itu untuk tidak protes terus. Sebelumnya Nayla sudah mengirimkan foto gaun tersebut pada kakek Dirga supaya kakek Dirga bisa melihat jika gaun itu sopan untuk dia kenakan.


Di ujung sana kakek Dirga menghela nafas nya berat, dia sangat paham dengan karakter cucu nya itu seperti apa. Dia langsung menghubungi sang cucu setelah dia mengakhiri panggilan nya dengan Nayla.


"Halo kek....ada apa?" tanya Keenan pada kakek Dirga.


[.................................]


"Iya baiklah...Keenan menurut kek," pasrah Keenan.


Nayla yang melihat wajah pasrah sang kekasih berusaha untuk tetap bersikap tenang dengan pura-pura melihat majalah fashion yang tersedia di ruang tunggu. Padahal dalam hati dia ingin sekali menertawakan kekasih nya itu.


"Ada apa mas?" tanya Nayla pura-pura.


Keenan duduk di samping Nayla dengan lemas.


"Kakek barusan telepon."


"Kakek? ada apa kakek telepon, apakah semua nya baik-baik saja?" tanya Nayla dengan nada yang sengaja di buat khawatir.


"Semua baik-baik saja sayang, kakek tidak apa-apa. Tadi kakek hanya memberitahu ku supaya tidak kebanyakan untuk protes dalam persiapan pernikahan kita," jawab Keenan dengan pasrah.


"Ooh....bagus dong."


"Kok bagus sayang?"


"Ya bagus aja, kalau mas Keenan kebanyakan protes kapan selesai nya persiapan pernikahan kita mas, kasihan Rendi dan Santi yang sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mempersiapkan segala nya dengan waktu yang sangat singkat seperti ini. Pasti meraka sangat kualahan mas," Nayla berusaha menjelaskan semua nya dengan perlahan dan lembut supaya Keenan bisa mengerti.


"Iya sayang....maafin mas ya sudah egois selalu mementingkan keinginan sendiri," akhirnya Keenan menyadari kesalahan nya.

__ADS_1


"Bearti gaun itu tidak dirubah dong mas?"kata Nayla dengan wajah yang berseri.


Keenan menganggukkan kepala nya sebagai tanda setuju jika gaun itu tidak dirubah sama sekali.


"Makasih sayang ku...." Nayla langsung menghadiahi sebuah kecupan di pipi Keenan.


"Kok cuma pipi seh sayang...yang ini mana?" ledek Keenan sambil menunjuk ke arah bibir nya.


"Mas...." seketika Nayla langsung melototkan mata nya.


Keenan langsung tertawa dan memeluk Nayla dengan sangat mesra. Bahkan seluruh karyawan butik itu menjadi baper sendiri melihat kemesraan antara Keenan dan Nayla.


Acara fitting baju sudah selesai saat nya mereka melakukan foto pra wedding dengan tema indoor. Foto diambil di sebuah studio fotografer ternama di Jakarta. Untuk sesi foto pra wedding di indoor berjalan dengan lancar tanpa ada protes apa pun dari Keenan.


Sedangkan untuk sesi pemotretan outdoor nya mereka akan mulai sore nanti saat matahari mulai akan terbenam. Karena mereka akan melakukan nya di sebuah pantai dengan mengusung tema sunset. Untuk tema outdoor lain nya mereka akan lakukan besok pagi nya, karena Keenan dan Nayla memilih tema sebagai seorang petani dan masih banyak lagi tema pemotretan pra wedding outdoor mereka nanti nya.


**


"Akhir nya selesai juga beres-beres nya," ucap Safira setelah selesai merapihkan kontrakan baru nya.


Hari ini Safira telah menemukan rumah kontrakan yang sesuai dengan budget nya. Rumah kontrakan sederhana yang terletak di kawasan padat penduduk itu menjadi pilihan Safira. Selain harga sewa nya yang terjangkau, kontrakan nya itu juga dekat dengan kantor Drg.Group sehingga mempermudah dia untuk pergi ke kantor hanya dengan berjalan kaki saja jadi dia bisa menghemat ongkos untuk membayar taksi atau kendaraan umum.


"Badan ku rasa nya sakit semua, sepertinya aku harus istirahat cepat ini, besok aku harus bangun pagi-pagi karena besok hari pertama ku berkerja kembali di kantor Drg.Group yang di sini. Aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan teman-teman se divisi ku dulu. Seperti apa ya mereka sekarang," gumam Safira membayangkan besok dia bisa berkumpul kembali dengan teman-teman nya yang dahulu.


Karena terlalu capek sehingga membuat Safira langsung terlelap dalam tidur nya.


Tak terasa pagi begitu cepat menyapa dunia. Terdengar suara ayam-ayam tetangga Safira berkokok menandakan jika hari sudah berganti. Maklum saja Safira tinggal di kawasan pemukiman menengah ke bawah jadi tidak heran jika masih banyak yang memelihara ayam di lingkungan tempat tinggal nya.


Setelah sholat shubuh Safira langsung menuju dapur untuk membuat sarapan untuk diri kita sendiri," jadi juga sarapan terfavorit aku telur ceplok dan kecap."


Safira langsung menyantap sarapan nya dengan lahap, bukan nya dia tidak bisa memasak..akan tetapi menu sarapan itu sudah cukup istimewa untuk kelas karyawan biasa seperti Safira. Hidup sebatang kara di ibukota mengharuskan dia untuk hidup berhemat dan sederhana.


"Aku harus berangkat lebih awal, karena ini hari pertama ku di Drg.Group kembali di sini," lirih Safira sambil menyusuri jalanan becek dan sempit dari komplek kontrakan nya menuju jalan besar.


Sepanjang jalan Safira tidak lupa menegur beberapa orang yang sedang melakukan aktifitas nya masing-masing di lingkungan itu. Tinggal di lingkungan padat penduduk seperti itu kita memang harus ramah terhadap orang lain.


Safira sampai di kantor lebih awal, dia langsung masuk ke bagian divisi nya. Di sana dia di sambut oleh beberapa teman divisi nya dulu yang ternyata sudah ada di sana. Safira saling melepas rindu dengan beberapa rekan kerja nya yang sudah ditinggal selama dua tahun di Amerika. Dia juga membagikan kue yang sengaja dia bawa sebagai ganti oleh-oleh dari Amerika. Secara dia tidak mampu untuk membeli oleh-oleh dari negeri itu untuk semua teman-teman nya di sini karena keterbatasan keuangan nya.


"Fira...kamu di suruh menghadap bagian HRD sekarang.." ucap salah satu rekan kerja nya yang baru saja masuk ke dalam ruangan.


"Hah....aku?" Safira menunjuk ke arah diri nya sendiri dengan jari telunjuk nya.


"Iya..buruan sana temui."


Safira menganggukkan kepala nya dan langsung menuju ke bagian HRD yang ada di lantai tiga. Sepanjang jalan menuju ke ruangan HRD dia berpikir ada apa lagi dia dipanggil di bagian HRD, apa dia akan di mutasi lagi atau di pecat. Pikiran nya berkecamuk tidak jelas.


"Ada apa lagi ini....kenapa perasaan ku jadi tidak enak seperti ini ya?" batin Safira.


Karena asyik dengan pikiran nya sendiri dia sampai tidak sadar telah menabrak seseorang di depan nya.

__ADS_1


Braak...


"Maaf ...maaf..." ucap Safira ada seseorang yang baru saja dia tabrak.


"Safira...."


"Mr.Rendi...maaf saya tidak sengaja Mr.?"


"Tidak apa-apa...kamu sendiri tidak apa-apa kan?" tanya Rendi dengan khawatir secara tabrakan tadi sangatlah keras pasti salah satu diantara mereka merasakan sakit akibat tabrakan itu.


Safira tidak menjawab pertanyaan Rendi, justru dia terpana dengan ketampanan Rendi yang menatap nya dengan intens.


"Fira..." Rendi melambaikan tangan nya di wajah Safira karena merasa wanita itu palah melamun.


"Eh iya Mr....saya tidak apa-apa kok," jawab Safira dengan gugup dan berusaha membenarkan posisi kaca mata nya untuk mengurangi rasa gugup nya.


Rendi langsung meninggalkan Safira begitu saja setelah dia menerima telepon dari seseorang. Sedangkan Safira sendiri menatap kepergian Rendi dengan tatapan yang sendu.


"Sadar Safira....." gumam nya sambil melanjutkan langkah kaki nya menuju ruang HRD.


Sampai di sana dia langsung menghadap kepala HRD Drg.Group langsung.


"Apa pak..saya harus di pindahkan lagi di SNJ Grup bukan kah itu bukan termasuk dalam Drg.Group ya?"


"Iya Fira...cuma nanti kamu harus menangani sari projects di sana. Jadi bisa dikatakan kamu adalah perwakilan dari Drg.Group di sana nanti nya," jelas kepala HRD.


"Kenapa harus saya pak? bukankah di sini masih banyak karyawan yang lebih berpotensi untuk itu pak?"


"Ini sudah keputusan dari perusahaan, jadi saya harap kamu bisa menerima dan melaksanakan nya dengan baik."


"Baik pak..." pasrah Safira.


**


Kita tinggal kan dahulu tentang Safira, sekarang kembali ke pasangan yang sedang riweh dengan persiapan pernikahan nya😀 siapa lagi kalau bukan Keenan Dirgantara dengan sang kekasih Nayla Atifa.


Hari ini adalah jadwal sesi foto pra wedding outdoor dan tema kali ini adalah menjadi pasangan petani yang sedang menaman padi di sawah. Keenan yang notabene tidak suka dengan segala yang berbau kotor mau tidak mau harus turun ke lumpur sawah demi permintaan sang kekasih yang ingin melakukan sesi pemotretan seperti itu.


Walaupun dari awal sampai akhir pemotretan mood Keenan tidak jelas, tapi hasil pemotretan nya tampak sangat estetik dan natural sekali.


"Makasih ya mas...kamu sudah mengabulkan permintaan untuk melakukan pemotretan di sini walaupun kamu tidak suka dengan kondisi nya ," ucap Nayla dengan wajah berseri-seri.


"Apa pun akan aku lakukan demi bisa membuat senyum terukir di wajah mu sayang..." Keenan berkata dengan mengusap lembut pipi Keenan.


Cup,


Nayla memberanikan diri untuk mencium bibir Keenan dengan lembut. Hal itu tidak di sia-sia kan oleh Keenan, dia langsung menarik tengkuk Nayla untuk memperdalam ciuman nya.


Hal itu langsung di abadikan oleh sang fotografer tanpa sepengetahuan pasangan tersebut.

__ADS_1


"Romantis sekali....."


__ADS_2