Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 145 Sah untuk yang kedua kali


__ADS_3

Nayla turun dari tangga dengan begitu anggun, senyuman di wajah nya tidak pernah pudar sama sekali, balutan kebaya putih khas Sunda yang melekat di tubuh nya membuat pesona semakin memukau. Kecantikan calon pengantin itu sungguh terpancar, semua mata memandang ke arah Nayla. Tak terkecuali Keenan dan Davin.


Kedua laki-laki itu seakan tidak berkedip sama sekali memandangi Nayla yang berjalan ke arah tempat akan di langsungkan nya prosesi ijab qobul.


Nayla duduk di sebelah Keenan, dia tersenyum manis kepada calon suami nya itu. Keenan yang mendapat senyuman manis dari calon istri nya itu seolah-olah mendapatkan energi yang luar biasa, seketika rasa gugup yang sedari tadi menghinggapi nya hilang begitu saja.


Dia mendekatkan wajah nya ke arah Nayla dan membisikkan sesuatu," sayang...kamu cantik sekali," bisik Keenan tepat di telinga Nayla. Pipi wanita itu langsung merona mendapat pujian dari calon suami nya.


Hemmmm....


Kakek Richard yang duduk tidak jauh dari Nayla berdehem dan melayangkan tatapan tajam pada calon cucu menantu nya itu.


"Bisa-bisa nya dia mencari kesempatan dalam kondisi seperti ini," gerutu kakek Richard.


Sedangkan Keenan yang mendapat tatapan tajam dari calon kakek mertua nya itu langsung memposisikan badan nya kembali seperti sedia kala. Davin yang melihat sahabat nya salah tingkah hanya tertawa kecil. Dia kemudian melirik ke arah Nayla yang menundukkan kepala nya karena merasa malu.


"Kamu sangat cantik sekali Nay, andai dulu aku bisa bersikap egois pasti saat ini kamu akan menjadi milik ku. Tidak akan aku biarkan kamu bersama Keenan, tapi aku tidak bisa memaksa jika cinta mu hanya untuk sahabatku Nay. Tapi lihat saja jika Keenan sampai mengulangi kesalahan yang sama seperti dulu, aku pastikan akan ku rebut kamu dari nya apa pun yang terjadi," monolog Davin dalam hati dengan memandang Nayla dengan tatapan sendu.


Bagaimana pun Davin sampai saat ini masih menyayangi Nayla walaupun rasa sayang itu sekarang sudah berbeda tidak seperti dulu lagi. Perasaan nya saat ini lebih kepada seorang kakak pada adik nya.


Setelah kedua mempelai sudah ada di tempat maka acara ijab qobul segera di mulai.


"Sah....." teriak semua orang yang ada di sana saat Keenan selesai mengucapkan ikrar ijab qobul dalam satu tarikan nafas. Semua orang menarik nafas lega termasuk Keenan dan Nayla.

__ADS_1


Setelah itu Keenan memasang kan cincin pernikahan di jari Nayla begitu pun sebaliknya Nayla juga memasangkan cincin pernikahan di jari Keenan. Nayla mencium punggung tangan Keenan dengan lembut dan Keenan mengecup kening Nayla. Pasangan pasutri itu kemudian menandatangani beberapa berkas pernikahan seperti buku nikah kedua nya.


Akhir nya Keenan dan Nayla sekarang sah sebagai suami istri untuk yang kedua kali nya. Dulu pernikahan kedua nya tidak dilandasi oleh cinta, akan tetapi pernikahan kali ini dilandasi oleh cinta dan niat yang tulus dari kedua nya untuk menjalani rumah tangga sehidup semati.


Kedua nya sekarang sedang melakukan sungkem kepada kedua kakek mereka. Banyak petuah pernikahan yang mereka dapatkan dari orang yang paling mereka sayangi itu. Bahkan Keenan pun mendapatkan ultimatum yang kuat dari kakek Richard untuk selalu membuat Nayla tersenyum jika sampai Nayla mengeluarkan air mata seperti dulu lagi, dia harus bersiap untuk berhadapan dengan kakek Richard. Hal sama juga disampaikan oleh kakek Dirga, dia berpesan sama seperti besan nya itu.


Pasangan suami istri baru itu menyimak dengan hikmat semua petuah yang disampaikan oleh kedua kakek nya.


Acara akad sudah selesai, tinggal menunggu acara resepsi nanti malam. Beberapa kerabat dan sanak saudara juga sudah ada yang pulang. Sedangkan kedua pasutri baru itu sedang berada di dalam kamar pengantin mereka.


"Sayang....." ucap Keenan sambil memeluk Nayla dari belakang dan menjatuhkan dagu nya di pundak Nayla yang sedikit terbuka.


Saat ini Nayla sedang berdiri di depan cermin melepaskan beberapa aksesoris yang menempel di kepala nya.


"Aku tidak menyangka kita bisa sampai ke tahap ini," lirih Keenan seraya mengecup pelan pundak Nayla.


Tubuh Nayla seketika meremang dengan apa yang Keenan lakukan, tapi sebisa mungkin dia bersikap tenang.


"Aku juga sama mas....setelah berbagai ujian yang kita lalui akhir nya sampai juga kita di tahap dimana kita kembali sah menjadi suami istri. Aku harap ini adalah pernikahan kita yang terakhir," ucap Nayla sembari menatap wajah Keenan dari pantulan cermin di depan nya.


Keenan memutar tubuh Nayla sehingga posisi mereka sekarang ini berhadapan. Dia meraih kedua tangan Nayla dan mencium nya dengan sangat lembut setelah itu menggenggam nya dengan erat dan menaruh di depan dada nya.


"Aku tidak ingin berjanji pada mu dengan kata-kata yang manis sayang, akan tetapi aku akan membuktikan jika aku mampu membuat mu selalu bahagia berada di sisi ku sampai maut memisahkan kita nanti," kata Keenan dengan sangat lembut dan menarik istri nya ke dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Terima kasih sayang...karena kamu telah memberikan kesempatan kembali untuk bisa menjadi imam mu kembali, tegur aku jika aku melakukan kesalahan sayang, tapi jangan sampai kamu meninggalkan ku lagi seperti dulu."


Nayla hanya menganggukkan kepala nya dalam pelukan hangat suami nya.


Keenan melepaskan pelukan nya dan mengusap pipi Nayla dengan sangat lembut, Nayla menundukkan wajah nya yang merona. Keenan tersenyum melihat tingkah sang istri yang menurutnya sangat menggemaskan. Di angkat nya dagu Nayla perlahan sampai wajah mereka saat ini tidak berjarak sama sekali. Bahkan hidung mereka sudah menempel dan deru nafas mereka pun bisa di rasakan oleh satu sama lain.


Cup,


Keenan mencium lembut bibir mungil Nayla yang sudah menjadi candu untuk nya, di l***at nya perlahan bibir atas dan bawah istri nya itu. Satu tangan nya dia gunakan untuk menarik tengku Nayla untuk memperdalam ci****n nya sedangkan tangan yang satu nya lagi dia letakkan di pinggang ramping sang istri. Nayla pun sudah bisa mengimbangi permainan bibir sang suami, bahkan tangan nya sudah dia kalungkan di leher sang suami.


Ci******n yang awal nya lembut kini berubah menjadi menuntut, Keenan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengeksplor bibir Nayla saat istri nya itu membuka mulut nya. Mereka saling me***t dan me*****p bibir masing-masing.


Engh....


Nayla tanpa sadar mengeluarkan suara seksi nya yang semakin menambah gairah Keenan. Tidak berhenti di situ saja, sekarang bibir Keenan sudah beralih ke leher jenjang Nayla dan meninggalkan beberapa tanda kepemilikan nya di sana.


Tangan Keenan juga tidak tinggal diam, perlahan tangan nya sudah membuka kancing kebaya Nayla yang berada di punggung istri nya itu. Dia usap punggung Nayla yang putih mulus dengan sangat lembut.


Nayla yang baru pertama kali di sentuh oleh laki-laki se intim itu pun merasakan seperti ada aliran listrik yang menyengat tubuh nya. Beberapa kali dia mengeluarkan suara seksi nya yang membuat Keenan sudah tidak bisa menahan hasrat nya lagi. Bahkan di bawah sana celana nya sudah sesak, karena senjata tempur nya sudah terbangun sejak tadi.


Keenan sudah tidak bisa mengendalikan diri, dia langsung menggendong Nayla ala bridal ke ranjang king size milik Nayla. Sedangkan Nayla sendiri sudah pasrah dengan apa yang akan Keenan lakukan pada nya. Karena bagaimana pun mereka sudah sah menjadi suami istri.


Dengan cepat Keenan langsung melepas jas dan kemeja nya lalu membuang nya asal. Dia kembali mencium bibir Nayla dengan begitu lembut dan menuntut. Saat Keenan akan melepaskan celana nya tiba-tiba....

__ADS_1


Tok...tok...


__ADS_2