Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 123 Meminta restu#1


__ADS_3

Hari ini Keenan memutuskan untuk menemui kakek Richard sebelum beliau pulang ke Indo. Sebelum nya Keenan memberitahu Nayla terlebih dahulu tentang niat nya itu. Dan Nayla sangat mendukung apa yang Keenan putuskan, bahkan dia sudah menghubungi sang kakek terlebih dahulu jika Keenan dan dia akan mengunjungi Mansion utama.


Kakek Richard belum mengetahui jika Keenan dan Nayla telah menjalin hubungan kembali. Nayla sengaja tidak memberitahu peri hal ini. Dia ingin memberi surprise pada kakek nya itu.


"Mas....apa kamu benar-benar sudah yakin?" tanya Nayla yang sedikit merasa khawatir jika sang kakek nanti nya akan menolak hubungan mereka.


Keenan mengerti dengan kegelisahan sang kekasih karena dia pun sebenarnya juga merasa gelisah dan khawatir. Dia tahu betul kakek Richard seperti apa orang nya, dengan apa yang sudah Keenan lakukan di masa lalu jelas akan sulit bagi nya untuk mendapatkan restu dari mantan kakek mertua nya itu. Tapi hal itu tidak akan menjadi penghalang bagi CEO Drg.Group itu. Justru dia semakin yakin jika dia bisa mendapat kan restu itu.


"Tenang saja sayang....insya Allah semua nya aja berjalan sesua dengan apa yang kita inginkan. Karena niat kita tulus untuk menjalin hubungan dan memulai semua nya dari awal kembali. Yang terpenting bagi ku sekarang adalah kamu selalu ada di sampingku sayang.." jelas Keenan menyakinkan sang kekasih.


Nayla menganggukkan kepala nya, sebagai tanda jika dia mengerti dengan apa yang Keenan ucapkan.


"Apa pun yang akan terjadi nanti, aku tidak akan pernah menyerah sayang....sampai titik darah penghabisan ku pun aku akan tetap memperjuangkan mu. Kalau kakek tidak merestui hubungan kita ini, aku akan membawa kabur cucu nya," lanjut Keenan dengan terkekeh yang langsung mendapat cubitan sayang dari Nayla.


"Mas....! pekik Nayla.


"Hahahaha....ampun sayang sakit tahu," rengek Keenan kesakitan karena cubitan Nayla.


"Biarin.....abis nya mas Keenan kalau ngomong tidak di saring terlebih dahulu," Nayla mengerucutkan bibir nya kesal.


"Itu bibir dikondisikan dong sayang, atau minta di cium itu bibir seperti nya," ledek Keenan.


Nayla langsung melayangkan tatapan tajam nya.


"Hahahahaha....."


Keenan palah tertawa terbahak-bahak melihat tingkah gemas sang kekasih. Sesekali dia mengusap punggung tangan Nayla di sela-sela mengemudikan kendaraan nya.


Perjalanan mereka disertai obrolan - obrolan kecil bahkan candaan juga menghiasi dua sejoli itu.


"Aku tidak menyangka jika mas Keenan ternyata orang nya humoris," ucap Nayla tiba - tiba.


"Kenapa sayang....kamu tidak suka dengan sifat asli ku ini hem..."

__ADS_1


"Bukan begitu mas, tapi aku merasa tidak percaya saja, mas Keenan yang aku kenal dulu kan orang nya cuek, dingin, datar, jarang senyum apa lagi tertawa seperti ini. Dan bahkan dalam dunia bisnis orang juga mengenal mas Keenan seperti itu," papar Nayla.


"Itu kan dulu sayang...apa lagi di dunia bisnis kita harus menunjukkan sifat kita yang seperti itu supaya kita dihargai dan disegani, tapi sifat asli ku emang seperti ini sayang... humoris dan romantis," jelas Keenan dengan tersenyum manis.


"Tapi kamu suka kan?"


Pipi Nayla langsung merona mendengar ucapan Keenan itu. Karena dia sendiri memang menyukai sifat asli Keenan itu.


"Apakah saat bersama Michel mas Keenan juga seperti ini?"tanya Nayla lirih.


"Kamu mau tahu dengan siapa aku bersikap seperti ini?"


Nayla mengangguk,


Keenan langsung menepikan mobil nya,


"Hanya dengan mu dan kakek saja aku menunjukkan sisi asli seorang Keenan Dirgantara yang orang lain tidak mengetahui nya. Bahkan saat aku menjalin hubungan dengan wanita itu, aku bersikap seperti biasa nya. Jika kamu melihat aku bersikap romantis atau lembut bersama nya itu aku lakukan karena aku ingin membuat mu sakit hati sayang..." ucap Keenan menangkup kedua pipi Nayla dan menghadiahi sebuah kecupan lembut di bibir yang selalu membuat nya candu itu.


Nayla pun membalas ciuman itu, mereka saling menikmati ciuman itu, namun hanya sesaat. Mereka sekarang sudah bisa mengontrol hasrat mereka masing - masing. Karena Nayla dan Keenan sudah berjanji tidak akan menodai hubungan mereka dengan tindakan - tindakan yang di luar batas. Walaupun sekarang mereka sedang berada di Amerika, akan tetapi mereka tetap menjunjung tinggi budaya ketimuran yang mereka miliki.


"Sudah sayang....ngga usah di beri lipstick kembali, tanpa lipstick pun kamu selalu cantik, lagian aku tidak ingin orang lain menikmati kecantikan mu jika kamu berdandan seperti itu."


Nayla melirik ke arah Keenan dan tersenyum manis.


"Apa pun yang ada di tubuh ku ini nanti akan menjadi milik mu semua nya mas, jika kita sudah sah pasti nya."


Keenan tersenyum mendengar ucapan lembut sang kekasih. Dia mencium lembut pucuk kepala Nayla dan melajukan kembali perjalanan nya.


Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mereka sampai juga di Mansion mewah sang kakek. Sebenar nya perjalanan itu bisa di tempuh dengan wakt sepuluh menit. Karena jarak apartemen mereka dengan Mansion kakek Richard sangat dekat. Cuma karena ada drama ciuman dulu di tengah perjalanan mereka jadi mereka membutuhkan waktu yang agak lama untuk sampai ke mansion.


Keenan sempat tertegun dengan bangunan mewah di hadapan nya sekarang ini. Bahkan bangunan ini lebih mewah lagi dari apartemen kakek Richard yang berada di Indo. Dia berpikir jika Nayla benar - benar bukan orang yang sembarangan. Bahkan Keenan beberapa kali menelan Saliva nya dengan susah payah.


"Ada apa mas?" tanya Nayla membuyarkan lamunan nya.

__ADS_1


"Ngga pa pa sayang....ayo kita masuk, kakek pasti sudah menunggu di dalam," ajak Keenan dan meraih tangan Nayla dengan lembut.


Mereka berjalan beriringan masuk ke dalam Mansion. Kedatangan mereka di sambut oleh beberapa pelayan yang ada di Mansion tersebut.


"Selamat pagi tuan dan nona....silahkan masuk tuan besar sudah menunggu kalian di dalam," sapa Pak Mun dengan sangat ramah.


"Terima kasih Pak Mun...kalau begitu Nay dan mas Keenan langsung menemui kakek," jawab Nayla dengan ramah pula, tak lupa dia menampilkan senyum manis nya.


Sedangkan Keenan hanya tersenyum tipis membalas sapaan dari kaki tangan kakek Richard itu.


"Sayang.....lain kali tidak usah menunjukkan senyuman manis mu itu pada laki - laki tua itu," bisik Keenan yang mulai kambuh posesif nya.


Nayla hanya memutar bola mata nya tanpa memperdulikan apa yang kekasih nya itu katakan. Bahkan Nayla berjalan mendahului Keenan.


"Sayang....tunggu kenapa aku di tinggal," protes Keenan.


"Selamat pagi kek..." sapa Nayla langsung memeluk dan mencium sang kakek.


Dia sangat rindu pada kakek nya itu karena selama merawat Keenan dan kembali beraktifitas di kantor dia jarang bertemu dengan sang kakek.


"Pagi sayang.....bagaimana kabar mu nak?" tanya kakek setelah melerai pelukan nya.


"Seperti yang kakek lihat, Nay sehat - sehat saja," ucap Nayla dengan ceria.


Mereka asyik mengobrol berdua sampai melupakan sesuatu jika di sana ada satu makhluk hidup lain yang sudah kesal karena merasa di abaikan.


Hemm....


Keenan berdehem untuk memberi isyarat jika keberadaan diri nya di sana perlu diperhatikan. Nayla yang baru menyadari jika dia datang ke sini dengan Keenan menepuk jidat nya. Dia menengok ke arah belakang, dan benar saja muka Keenan saat ini sudah tidak bersahabat lagi. Nayla hanya nyengir kuda menampilkan deretan gigi nya yang putih dan rapih.


"Maaf...." lirih Nayla.


Kakek Richard yang mengikuti arah gerak gerik Nayla pun akhir nya mengetahui jika ada Keenan di sana. Di dalam hati kakek Richard tertawa karena melihat ekspresi Keenan yang kesal karena dicuekin sedari tadi.

__ADS_1


"Oh...rupa nya ada mantan cucu menantu ku dulu to..."


__ADS_2