Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 104 Tamu tidak tahu diri


__ADS_3

"Apaan seh San...malam - malam datang ! ganggu orang istirahat saja."


"Hai Nay...." sapa Keenan nyengir kuda.


"Mas Keenan !" ucap Nayla terkejut melihat sosok yang ada dihadapan nya.


Sedangkan orang yang bersangkutan hanya nyengir dan menggaruk tengkuk kepala nya yang tidak gatal.


"Ngapain kamu malam - malam ke sini mas," tanya Nayla ketus.


"Kalau ada tamu alangkah baik nya di suruh masuk dulu, jangan cuma dibiarkan berdiri di luar aja," protes Keenan.


"Itu berlaku untuk tamu yang tahu diri, mana waktu yang tepat untuk bertamu mana yang tidak."


"Kalau aku kan pengecualian Nay...lagian aku hanya ingin numpang ngopi aja di apartemen kamu emang tidak boleh?" ucap Keenan langsung menerobos masuk tanpa menunggu persetujuan dari sang pemilik apartemen.


Jangan tanya lagi bagaimana ekspresi Nayla seperti apa sekarang. Kesal pasti iya, karena Keenan memaksa bertamu seenak nya tengah malam seperti ini.


"Mas....!" pekik Nayla dengan meninggikan suara nya.


"Sst.....jangan teriak - teriak kenapa Nay, tidak enak nanti ma tetangga lain nya dikira kita ngapa- ngapain lagi. Atau kamu memang ingin kita seperti itu," ledek Keenan dengan menaik turunkan kedua alis nya.


Nayla yang mendengar ucapan Keenan langsung menghentakkan kaki nya dan membanting pintu apartemen dengan keras. Dia benar - benar kesal dengan sikap Keenan saat ini.


"Kamu ini kenapa sech mas! kok menjadi beda seperti ini, bukan seperti Keenan yang aku kenal dulu."


"Emang Keenan yang kamu kenal dulu seperti apa Nay...?" tanya Keenan.

__ADS_1


"Keenan yang dulu itu, galak, dingin, angkuh, suka ngomong kasar dan pedas."


"Kalau Keenan yang sekarang menurutmu bagaimana?"


"Keenan yang sekarang itu ramah, lembut dan manis," Nayla langsung menutup mulut nya karena telah keceplosan memuji perubahan Keenan secara tidak langsung.


"Nayla....kenapa kamu bisa sebodoh ini, bisa besar kepala itu orang dapat pujian dari mu," batin Nayla mengerutuki kebodohan nya.


Keenan tersenyum sumringah mendengar ucapan Nayla.


"Bearti kamu suka dengan Keenan yang sekarang donk?" pancing Keenan.


Tanpa disadari Nayla menganggukkan kepala nya.


"Astaga....ini kenapa kepala ku main mengangguk saja, ini tidak bisa dibiarkan pokok nya bisa gila aku kalau meladeni dia terus dengan pertanyaan yang menjebak seperti itu, aku harus segera mengusir nya keluar dari apartemen ku," monolog Nayla dalam hati.


Keenan tertawa kecil melihat ekspresi Nayla yang polos. Dalam hati dia bersorak gembira karena setidak nya ada harapan jika Nayla masih ada rasa pada nya. Biarlah dia kali ini terlalu percaya diri, anggap saja untuk memotivasi dia supaya lebih ekstra lagi dalam menaklukan hati Nayla.


Nayla merasa risih dengan tatapan Keenan tersebut dan membuat nya memalingkan wajahnya ke sembarang arah.


"Apa setiap hari kamu menggunakan pakaian seperti ini Nay...?" tanya Keenan dengan nada tidak suka.


Nayla sontak melihat ke arah pakaian yang dia gunakan, dan benar saja bola mata nya seketika membulat begitu saja saat melihat apa yang ia kenakan sekarang. Celana hotpant super pendek dengan atasan tank top warna hitam yang terlihat sangat seksi. Tanpa berkata apa pun, Nayla langsung berlari ke kamar nya. Sampai di kamar nya Nayla lagi - lagi mengerutuki kebodohan nya itu.


"Ya Tuhan....kenapa aku bisa se ceroboh ini sech," kata Nayla.


Ingin rasa nya dia tenggelam ke dasar laut saat ini karena terlalu malu. Dia tidak mengerti kenapa dia selalu terlihat bodoh dan polos dihadapan mantan suami nya itu.

__ADS_1


"Bagaimana dia bisa se ceroboh seperti ini sech, coba kalau yang datang bukan aku pasti orang itu seperti dapat durian runtuh karena bisa memandang tubuh seksi Nayla, aku tidak pernah rela jika itu terjadi. Walaupun aku dan Nayla sudah tidak ada hubungan apa pun lagi, tapi tetap saja aku tidak rela," gerutu Keenan.


Nayla memang selalu berpakaian seperti itu saat sedang tidur. Lagian selama dia tinggal di apartemen itu tidak ada tamu laki - laki yang datang ke sana selain kakek nya. Tadi dia reflek karena tengah malam ada yang memencet bel apartemen nya. Jadi dia langsung saja turun dan membukakan pintu itu tanpa berpikir untuk mengganti pakaian nya terlebih dulu.


Cklek,,


Nayla keluar dari kamar dengan pakaian rumahan yang tertutup pasti nya tapi tidak mengurangi pesona kecantikan nya sama sekali.


"Nach...seperti itu kan lebih enak untuk dipandang mata Nay...aku harap kamu tidak pernah berpakaian seperti itu lagi jika ada tamu," kata Keenan dengan nada posesif.


"Hemz....lagian apa urusan nya dengan mu kita kan tidak ada hubungan apa pun, jadi kamu tidak ada hak untuk mengatur hidup ku mas ! aku masih bisa membedakan mana yang baik dan tidak untuk diriku, jadi aku mohon sekarang mas Keenan keluar dari apartemen ku karena ini sudah malam," tegas Nayla.


"Aku tahu batasan ku Nay, aku juga tahu status ku sekarang apa, tapi tidak ada salahnya kan jika aku peduli pada mu? lagian kamu kok tega banget mengusirku sebelum menawarkan aku secangkir kopi, kan tujuan ku ke sini mau minta secangkir kopi Nay.." ucap Keenan dengan memasang wajah memelas.


"Ya Allah...ini orang bener - bener ya! kalau cuma mau numpang minum kopi ngapain ke sini sech mas! kan bisa ke cafe...lagian seorang CEO kok kopi aja tidak mampu beli, malu tuh ma jabatan mu mas," omel Nayla sambil berjalan ke pantri untuk membuatkan Keenan secangkir kopi.


Dia sudah malas berdebat saat ini, jadi dia memutuskan untuk membuatkan Keenan secangkir kopi biar Keenan segera pergi dari apartemen nya.


Keenan hanya tersenyum melihat kekesalan Nayla, bagi dia semua itu sangat menggemaskan bagi nya karena hal ini sangat langka.


"Apa kamu tidak memasang kamera CCTV di apartemen mu ini Nay..." tanya Keenan dengan menelisik ke segala penjuru di apartemen mantan istri nya itu.


"Buat apa? toh selama aku tinggal di sini aman - aman saja, lagian sistem keamanan di sini juga bagus tidak pernah aku mendengar ada kejadian apa pun," jawab Nayla sambil mengaduk kopi.


"Kan tidak ada salah nya kita berjaga - jaga, ibaratnya sedia payung sebelum hujan Nay...sekarang kejahatan selalu datang karena ada kesempatan. Seperti nya besok aku harus menyuruh Rendi untuk memasang beberapa CCTV di apartemen mu ini."


"Stop ya mas jangan bertindak lancang, ingat status kita dan ingat juga batasan mu!" bentak Nayla dengan nada tinggi.

__ADS_1


Keenan langsung terdiam, perkataan Nayla barusan membuat hati nya nyeri.


"Aku lakukan ini karena nyawa mu sekarang dalam bahaya Nay...."


__ADS_2