Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 121 Perkara panggilan sayang


__ADS_3

"Jadi kamu sekarang sudah tidak jomblo karatan lagi Ren?" celetuk Keenan tanpa menoleh ke sang asisten.


Nayla langsung melototi Keenan mendengar ucapan Keenan yang asal ceplos seperti itu.


"Apa sech yang....emang bener kok apa yang aku ucapkan," kata Keenan cuek.


"Astaga itu mulut kalau ngomong ngga bisa disaring dulu apa ya...pantas saja dulu Nayla sering menangis orang dapat suami mulut nya seperti emak - emak komplek pedas nya," batin Santi.


Rendi yang sudah paham dengan karakter bos nya itu seperti apa, dia hanya mendengus kesal saja tanpa berkomentar.


"Terserah anda aja tuan mau ngomong apa, yang penting anda senang," ujar Rendi yang langsung membuat Keenan tertawa.


Nayla hanya menggelengkan kepala nya, walaupun dia dulu belum lama menjadi istri Keenan, tapi dia mengetahui bagaimana hubungan antara Keenan dan Rendi. Walaupun Keenan selalu berkata ketus atau pedas kepada Rendi, tapi pada kenyataan nya Keenan sangat care dengan asisten nya itu. Terbukti Rendi selalu mendapatkan gaji dan fasilitas yang fantastis dari Keenan.


Setelah makan, Keenan dan Rendi ke ruang tengah untuk membahas berkas yang Rendi bawa tadi. Sedang kan Nayla dan Santi sedang membereskan meja makan.


"Nay...."


"Hemm..."


"Kamu yakin menerima tuan Keenan kembali," tanya Santi penasaran.


"Iya...insyaallah aku sudah yakin dengan keputusan ku menerima dan memberikan kesempatan kembali pada mas Keenan. Karena aku bisa melihat jika dia sudah berubah dan ada ketulusan di setiap tatapan mata nya. Aku cuma berharap semoga keputusan ku ini sudah benar," Ucap Nayla dengan penuh keyakinan.


"Aamiin....aku sebagai teman hanya bisa mendoakan dan mensupport mu Nay.. tapi, apa kamu betah setiap hari mendengar setiap kata yang keluar dari mulut tuan Keenan?"


Nayla mengerutkan dahi nya,


"Emang kenapa San?"


"Ya Allah Nay....aku baru tahu jika tuan Keenan kalau ngomong ngga pakai di saring dulu, asal ceplas ceplos ternyata," kata Santi.


Ucapan Santi palah membuat Nayla tertawa terbahak - bahak.

__ADS_1


"Kamu belum mengenal mas Keenan dengan baik saja Nay...asli nya dia tidak seperti itu tahu, dia memang orang nya cuek, dingin dan datar. Tapi asli nya ngga seperti itu, dia orang nya baik dan care, kamu bisa tanya ke Rendi," jelas Nayla.


"Iya tah Nay...."


"Hemmmm......"


Mereka kemudian melanjutkan membersihkan meja makan dengan sembari mengobrol ringan. Nayla juga bertanya tentang hubungan Santi dengan Rendi seperti apa. Dan Santi pun menjelaskan tentang kebenaran hubungan diantara mereka yang sekarang.


Nayla hanya bisa mendukung hubungan mereka. Dia juga meyakinkan Santi jika pilihan nya sudah tepat dengan memilih Rendi sebagai calon suami. Rendi merupakan pria idaman setiap wanita, selain wajah nya yang tampan dia juga pria yang mapan, pekerja keras, baik, sopan dan taat beragama. Nayla juga bercerita jika kakek Dirga pernah berusaha untuk menjodohkan Rendi dengan beberapa anak dari relasi bisnis nya. Akan tetapi Rendi selalu menolak nya.


"Kamu sangat beruntung San...aku harap hubungan kalian bisa ke tahap yang lebih serius lagi," ujar Nayla penuh harap.


Santi pun mengaminkan doa sahabat sekaligus atasan nya itu. Dia juga berharap hubungan Nayla dan Keenan pun sama.


Selesai curhat - curhatan mereka kemudian menghampiri pasangan mereka masing - masing di ruang tengah.


"Apa pekerjaan kalian sudah beres?" tanya Nayla sambil duduk di samping Keenan dan menyodorkan secangkir teh hangat untuk kekasih nya itu.


"Makasih sayang....bentar lagi selesai sayang, tinggal satu laporan lagi yang belum aku tanda tangani," ujar Keenan sambil mengusap pucuk kepala Nayla.


"Kamu mau aku seperti itu,hemmm?"kata Rendi yang beralih menatap sang kekasih.


Santi menganggukkan kepala nya dengan sangat antusias.


"Ya sudah...tapi nanti ya sayang, kalau sudah tidak ada mereka berdua."


"Ck.....ikut - ikutan saja, tidak kreatif sekali kalian ini," cebik Keenan.


"Biarin ....emang ada larangan nya tuan jika kita mengikuti cara orang menunjukkan rasa cinta kita pada seseorang yang kita sayangi," ucap Rendi yang masih fokus pada beberapa berkas di depan nya.


"Tapi tidak dengan meniru semua yang aku lakukan juga kali, panggilan sayang saja kamu meniru ku, tidak kreatif," cibir Keenan melirik ke Rendi.


"Lha salah nya di mana tuan...mau saya manggil pacar saya dengan sayang kek, baby kek, honey kek kan itu hak saya tuan!"

__ADS_1


"Tapi aku ngga suka kamu meniru manggil kekasih kamu seperti aku manggil Nayla, hanya aku yang boleh menggunakan kata " Sayang " kamu tidak boleh!" kata Keenan dengan nada penuh penekanan di setiap ucapan nya terutama kata Sayang.


"Hah....!" Rendi terperangah dengan tindakan atasan nya itu yang kelewatan.


"Kalau kamu sampai manggil Santi dengan kata sayang lagi, aku pastikan gaji mu aku pangkas bulan in, lagian kamu juga punya salah besar ma aku karena kamu telah bekerja sama dengan Nayla tanpa sepengetahuan ku," ucap Keenan dengan nada yang mulai tidak bersahabat.


"Terus....saya harus manggil kekasih saya dengan panggilan apa tuan?"


"Terserah ....yang terpenting jangan seperti aku memanggil Nayla, Ingat itu!" ancam Keenan.


"Dasar CEO bucin...cuma masalah panggilan sayang saja di permasalahkan. Untung anda bos ku, kalau tidak...." gerutu Rendi dalam hati.


"Tidak usah mengumpat seperti itu?"


"Astaga mas....cuma panggilan yang sama saja di permasalahkan. Lagian ngga ada larangan untuk manggil dengan sebutan itu juga. Semua orang berhak untuk memanggil orang yang dia sayangi dengan sebutan apa pun. Dan jika sama juga tidak masalah," protes Nayla.


"Ngga bisa sayang...ini pengecualian! kalau orang lain syah-syah saja, tapi kalau Rendi aku tidak ikhlas dia menggunakan panggilan yang sama denganku."


"Terserah kamu saja mas...." ucap Nayla yang kesal dengan tingkah Keenan yang seperti anak kecil.


Dia kemudian meninggalkan Keenan ke kamar nya.


"Sayang.....kok kamu palah ngambek sech.." Keenan berusaha mengejar Nayla yang berjalan ke arah kamar.


"Kamu punya salah apa kak ma tuan Keenan, sepertinya dia sengaja mencari-cari kesalahanmu," ujar Santi.


"Aku juga tidak tahu sayang..tapi tadi aku sempat mendengar tuan Keenan mengatakan jika aku bekerja sama dengan Nona Nayla tanpa sepengetahuan nya."


"Astaga.....Seperti nya tuan sudah tahu semua nya sayang...." panik Rendi dengan menepuk jidat nya.


"Mampus aku...."


"Emang apa yang tuan Keenan tahu kak?" tanya Santi dengan penasaran.

__ADS_1


Rendi pun akhir nya menceritakan semua nya kepada Santi tentang keterlibatan nya dalam menyembunyikan Nayla di Amerika. Dia melakukan itu atas perintah dari tuan Dirga dan Tuan Richard sendiri.


"Seperti nya kamu dalam masalah yang besar kak."


__ADS_2