
Keenan menuruni tangga menuju meja makan. Di sana sudah tersaji menu sarapan rumahan yang dia sukai, nasi goreng seafood lengkap dengan telur ceplok mata sapi.
Tanpa menunggu lama Keenan langsung menikmati sarapannya dengan lahap.
" Rasa masakan Bibi beda dari biasa nya, yang ini lebih enak, dan saya menyukai nya," puji Keenan.
" Terima kasih tuan, saya sangat senang jika tuan menyukai nya."
" Seharusnya yang tuan puji Non Nayla istri tuan, karena dia yang menyiapkan semua nya," batin Bi Marni.
" Oh ya, Bibi juga mengganti pewangi pakaian yang biasa nya," tanya Keenan melirik Bu Marni.
Deg
" I ya tuan, maaf kalau saya lancang telah mengubah wangi pakaian yang biasa tuan sukai," ucap Bi Marni menundukkan kepala.
"Hahahahaha..."
" Kenapa Bi Marni ketakutan seperti itu, justru saya senang dengan perubahan yang bibi lakukan belakangan ini," kata Keenan.
" Syukurlah jika Tuan Keenan menyukai segala sesuatu yang dilakukan oleh Nona Nayla, tapi yang buat aku heran kenapa Nona Nayla harus sembunyi - sembunyi melakukannya, dan ini kenapa Tuan Keenan sarapan tidak menunggu Non Nayla," monolog Bi Marni dalam hati.
" Kok palah bengong Bi."
" Eh .. Iya Tuan, maaf .. Saya cuma merasa senang jika Tuan menyukai apa yang ada sekarang ini," kata Bi Marni.
" Oh ya Tuan, sebelumnya saya minta maaf jika saya lancang, kenapa Tuan tidak menunggu Non Nayla untuk sarapan bareng," Bi Marni memberanikan diri bertanya seperti itu.
" Dia sudah besar jadi bisa sarapan sendiri," ucap Keenan kembali ke mode dingin seperti biasa nya dan berlalu meninggalkan meja makan.
Huh ,
" Sudah aku duga hubungan mereka pasti tidak sedang baik - baik saja," gumam Bi Marni dan melanjutkan pekerjaannya.
Saat menuju dapur Bi Marni melihat Nayla sedang menikmati sarapannya dengan diam. Dia merasa prihatin dengan kehidupan pasangan baru suami istri ini.
" Lho Non Nayla kok makan di sini, tidak di meja makan," tanya Bi Marni.
" Di sini lebih nyaman Bi," jawab Nayla dengan tersenyum manis.
" Bibi sudah sarapan ?"
" Belum Non, nanti saja nunggu pekerjaan saya selesai dulu."
" Ya sudah kalau gitu, yang terpenting jangan lupa sarapan ya Bi nanti, Nayla berangkat kerja dulu," ucap Nayla saat menyudahi sarapannya dan meninggalkan Bu Marni untuk pergi ke resto.
" Iya Non hati - hati di jalan."
__ADS_1
Dan dibalas anggukan oleh Nayla.
" Biasa nya pengantin baru itu selalu terlihat mesra dalam keadaan apa pun, lha ini mereka tinggal serumah tapi seperti orang asing tidak pernah berinteraksi layaknya pasangan suami istri pada umumnya," lirih Bi Marni yang prihatin melihat keadaan majikannya.
**
Di lobby apartemen, terlihat seorang laki - laki tampan sedang berjalan mondar - mandir dengan sesekali melihat ke arah lift. Laki - laki itu terlihat gelisah menunggu seseorang keluar dari lift.
Ting ..
Keenan keluar dari lift memainkan ponsel nya mengecek e-mail yang masuk dari klien nya. Dan tiba - tiba seseorang menepuk pundaknya dari arah belakang.
" Hai bro .." sapa Davin.
Keenan menoleh ke belakang dan dia melihat ternyata Davin yang memanggilnya.
" Hmm .." jawab Keenan datar.
" Sudah mau ke kantor."
" Seperti yang kamu lihat."
Ck ..
Davin mencebikkan bibir nya, dia sudah paham sekali dengan sikap cuek dan dingin seorang Keenan Dirgantara terhadap siapa pun yang ada dihadapannya, sekalipun mereka bersahabat sejak dulu.
" Oh ya Nan, ada yang mau aku tanya kan pada mu," ucap Davin serius.
Huh ,
Davin menghela nafas nya kasar melihat kelakuan sahabatnya yang selalu bersikap dingin dan acuh.
" Kamu kan tinggal di salah satu unit yang ada di lantai 5 apartemen ini, apa kamu mengenal seorang gadis yang ber na ...."
Perkataan Davin terpotong karena Keenan tiba - tiba mengangkat telepon nya dan berlalu begitu saja meninggalkan Davin.
" Sialan .... dia palah main pergi begitu saja, aku kan belum selesai bicara, dasar sahabat luck Nat," umpat Davin merasa kesal dengan kelakuan sahabatnya itu.
Saat Davin merasa kesal dengan Keenan, tiba - tiba lift di belakangnya kembali terbuka. Dan tampak lah sosok gadis cantik yang Davin tunggu - tunggu dari tadi.
Davin membalikkan badannya dan melihat Nayla berjalan ke arah nya dengan datar dan melewati Davin begitu saja seolah - olah mereka tidak saling kenal.
" Nayla ..." panggil Davin.
Nayla mengabaikan panggilan dari Davin dan terus berjalan ke luar apartemen. Davin yang merasa kalau Nayla menghindari nya, bergegas mengejar Nayla.
" Nayla tunggu ..." panggil Davin lagi dengan mencekal lengan Nayla.
__ADS_1
Nayla yang merasa tangannya di cekal oleh seorang laki - laki langsung menghempaskan dengan kasar.
" Maaf .." ucap Davin.
" Boleh kita berbicara sebentar Nay," pinta Davin.
" Apa yang akan anda bicarakan tuan," kata Nayla mencoba untuk bersikap biasa.
" Aku mau minta maaf atas perkataan ku waktu itu, aku tahu ucapan ku itu sangatlah keterlaluan dan tidak pantas aku ucapkan pada wanita baik - baik seperti mu," ucap Davin tulus, terlihat dari sorot mata nya yang terlihat menyesal.
Huh ...
Nayla menghela nafas nya kasar. Jujur Nayla masih merasa kesal dengan laki - laki yang ada dihadapannya sekarang ini. Bagaimana pun ucapan Davin waktu itu cukup membuat harga diri nya direndahkan.
" Saya sudah memaafkan anda tuan," kata Nayla datar dan berlalu meninggalkan Davin.
" Nayla .." panggil Davin.
Nayla menghentikan langkahnya dan memutar bola mata nya jengah.
" Apa sih mau nya orang ini, dia minta aku untuk memaafkannya, dan aku sudah memaafkannya, terus apa lagi," gumam Nayla kesal karena waktu nya terbuang hanya untuk meladeni Davin.
" Bisa kah kita berteman mulai saat ini," ucap Davin.
Nayla membalikkan badannya ke arah Davin. Dia melihat ada ketulusan di mata Davin.
" Jika anda ingin berteman dengan saya, anda harus bisa menjaga batasan anda, saya tidak ingin pertemanan kita nanti nya ada udang di balik batu seperti kejadian kemarin," kata Nayla.
" Aku janji ..." ucap Davin sambil mengangkat dua jari nya.
" Jadi sekarang kita sudah deal ya berteman," tanya Davin dengan senyum sumringah dan hanya dibalas anggukan oleh Nayla.
" Yessss ..." seru Davin merasa senang.
Tidak sia - sia dia menunggu dua jam di lobby apartemen hanya untuk mendapatkan maaf dari Nayla. Dan sekarang mendapatkan bonus pertemanan dengan Nayla.
Nayla yang melihat tingkah kekanakan Davin hanya menggelengkan kepala nya. Dan tanpa dia sadari tersenyum.
" Perkenalkan aku Davin Sanjaya," ucap Davin memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya kepada Nayla.
Nayla mengernyitkan keningnya dan menggelengkan kepala nya melihat Davin memperkenalkan diri. Bukankah kemarin mereka sudah berkenalan.
Davin yang mengerti kebingungan Nayla langsung berinisiatif menarik tangan Nayla untuk menjabat tangannya.
" Untuk permulaan yang baru, tidak ada salahnya kalau kita berkenalan kembali," kata Davin tulus.
Nayla yang paham maksud Davin langsung menjawab perkenalan dari Davin.
__ADS_1
" Saya Nayla Atifa," jawab Nayla dengan senyum manis nya.
Senyum yang dapat memporak-porandakan hati seorang Davin Sanjaya, CEO dari Sanjaya Group.