
"Xixi....tuan Keenan terlihat lucu jika sedang panik seperti itu...."
"Kamu menertawakan ku Ren?" ucap Keenan dingin dengan tatapan tajam ke sang asisten.
Sedangkan yang mendapatkan tatapan tajam itu hanya berusaha menelan Saliva nya dengan susah.
"Maaf tuan...." jawab Rendi langsung menundukkan kepala nya.
"Oh ya Ren, apa agenda ku setelah ini."
"Anda tidak ada agenda apa - apa lagi sampai jam dua nanti tuan..."
Keenan melirik ke arah jam di tangan nya.
"Ck....kenapa masih lama sekali sech Ren, kamu tidak bisa memajukan jadwal pertemuan ku dengan Nayla," protes Keenan.
"Maaf tuan....semua sudah terjadwal kan seperti itu, nona Nayla juga pasti sangat sibuk dan mempunyai jadwal meeteng lain nya atau pekerjaan lain," jawab Rendi dengan hati - hati takut tuan nya menjadi marah karena keinginan nya tidak terpenuhi.
Keenan menganggukkan kepala nya tanda mengerti. Bagaimana pun yang Rendi katakan adalah benar ada nya, pasti Nayla sangat sibuk sekali sekarang mengingat dia adalah seorang CEO sekarang ini. Belum lagi kegiatan dia di sebagai seorang mahasiswa juga. Kemudian dia memutuskan untuk makan siang di cafe itu aja baru setelah itu kembali ke kantor untuk menyiapkan segala keperluan untuk meeteng dengan mantan istri nya nanti.
"Ren....apa maksud perkataan Abraham tadi? kenapa dia menyuruh ku untuk membawa Nayla segera pergi dari negara ini. Siapa yang akan mencelakai Nayla di sini, secara dia baru satu tahun lebih berada di negara ini," ucap Keenan pada sang asisten di sela - sela makan siang nya.
"Saya rasa ini ada hubungan nya dengan persaingan bisnis antara tuan Richard dengan rekan bisnis nya tuan... tapi untuk memastikan kembali saya akan berusaha untuk mencari tahu informasi itu tuan..." Jawa Rendi dengan serius.
Keenan mengangguk, dia sangat percaya dengan asisten nya itu yang tidak pernah mengecewakan dia dan selalu bisa diandalkan dalam segala hal pasti nya.
Setelah makan siang, Keenan dan Rendi memutuskan untuk kembali ke kantor.
**
Di kantor Rich Kingdom,
__ADS_1
Nayla masih disibukkan dengan segala rutinitas nya dengan tumpukan berkas di meja kerja nya itu.
Tok...tok...tok...
"Permisi Bu, saya hanya ingin menyampaikan jika pertemuan ibu dengan tuan Abraham dibatalkan," ucap sang asisten.
Nayla seketika menghentikan aktifitas nya dan mengernyitkan dahi nya mendengar penuturan sang asisten.
"Di batalkan ? kenapa ?"
"Iya Bu... dari pihak tuan Abraham tidak memberikan info detail nya kenapa pertemuan itu dibatalkan, tadi asisten beliau hanya mengkonfirmasi bahwasanya untuk pertemuan anda dengan bos nya dibatalkan, hanya itu saja," Jawab Santi.
"Aneh...." gumam Nayla.
Mata nya melirik ke arah ponsel nya yang ada di meja kerja nya di sana tidak ada notif apa pun baik panggilan atau pesan dari Abraham. Dan itu cukup membuat Nayla menjadi heran, tapi Nayla tidak terlalu mempermasalahkan hal itu, dia hanya berpikir jika Abraham pasti sedang sibuk. Toh....agenda makan siang ini bukan untuk masalah perusahaan jadi jelas tidak terlalu penting bagi kedua nya yang seorang CEO dari perusahaan yang besar dengan segudang pekerjaan yang penting.
"Ini sudah jam makan siang Bu, apakah ibu ingin dipesankan sesuatu atau ibu akan makan siang di luar, sambil menunggu agenda ibu selanjutnya nanti jam dua," tawar Santi.
"Baik Bu...kalau begitu saya permisi dulu.."
**
"Aku harus menahan untuk tidak menemui Nayla dulu sebelum aku menemukan solusi dari masalah ini, aku tidak ingin bertindak gegabah dalam hal ini. Karena tidak hanya nyawa Nayla yang terancam tapi ada puluhan nyawa lain yang harus aku lindungi juga," gumam Abraham sambil memandang jauh ke arah gedung yang menjulang tinggi di hadapan nya.
Ya...saat ini Abraham berada di depan kantor Nayla. Setelah menyuruh sang asisten untuk membatalkan pertemuan nya dengan Nayla, kemudian Abraham memutuskan untuk mendatangi kantor Nayla. Dia hanya ingin memastikan jika orang suruhan sang kakek berkeliaran di sekitar kantor Nayla atau tidak. Dan seperti dugaan nya, ternyata orang suruhan kakek nya itu sudah ada di beberapa titik di kantor Nayla sekarang.
"****.....ternyata kakek benar - benar tidak main - main dengan ancaman nya," geram Abraham.
"Jo....apakah kita tidak bisa menempatkan beberapa orang kepercayaan kita di sini," tanya Abraham kepada sang asisten.
"Maaf tuan...untuk saat ini kita tidak bisa sembarangan menempatkan orang - orang kita di sekitar Nona Nayla tuan, apa anda lupa jika orang - orang kita adalah orang kepercayaan tuan besar juga," kata Jo mengingatkan sang majikan nya.
__ADS_1
"Sial.....terus apa yah harus aku lakukan Jo untuk melindungi Nayla?"
"Seperti yang saya bilang sebelumnya tuan...kita harus segera bekerja sama dengan tuan Keenan, saya rasa orang - orang kepercayaan tuan Keenan pasti bisa diandalkan untuk menjaga nona Nayla. Selain itu kita juga bisa menyusun rencana yang matang untuk menggagalkan semua rencana tuan besar," jawab Jo memberi masukan.
"Tapi bagaimana dan dimana aku bisa membicarakan hal ini dengan Keenan, sedangkan kamu tahu sendiri semua gerak - gerik ku sudah dalam pantauan kakek semua, bahkan ponsel ku pasti sudah di sadap oleh kakek, di apartemen ku tidak mungkin," ucap Abraham frustasi.
"Bagaimana kalau di apartemen ku saja tuan....aku rasa Tuan besar tidak akan curiga. Saya akan atur semua nya nanti supaya anda bisa keluar dengan leluasa tanpa dicurigai oleh orang suruhan Tuan besar."
"Lakukan lah yang menurutmu terbaik Jo, aku pasrahkan semua nya pada mu, ingat Jo waktu yang kakek berikan pada ku tidak lama," ucap Abraham.
"Baik tuan..."
**
Setelah sampai di kantor Keenan langsung memeriksa beberapa laporan terlebih dahulu kebetulan masih ada waktu tiga puluh menit bagi dia untuk menyelesaikan pekerjaan nya itu. Sementara Rendi sang asisten sedang menyiapkan beberapa berkas untuk pertemuan nanti.
"Akhirnya selesai juga....masih ada waktu lima belas menit lagi, sebaiknya aku bersiap - siap terlebih dahulu, aku harus tampil sempurna dihadapan Nayla," ucap Keenan kemudian berlalu menuju ruangan pribadi nya yang selalu dia gunakan untuk beristirahat.
Tok...Tok...tok...
"Maaf tuan, sebentar lagi jadwal anda bertemu dengan nona Nayla," kata Rendi saat memasuki ruangan atasan nya itu. Tapi orang yang diajak bicara tidak ada di dala ruangan nya.
"Di mana tuan Keenan...." gumam Rendi.
Saat Rendi sedang bingung mencari keberadaan sang bos nya, tiba - tiba Keenan keluar dari ruang pribadi nya dengan penampilan yang sudah fresh dan terlihat berbeda dengan penampilan sebelum nya.
"Ren....kamu sudah siap," ucap Keenan tiba - tiba sontak ucapan Keenan itu membuat sang asisten terkejut.
Rendi menelisik penampilan Keenan dari ujung kepala sampai ujung kaki, sungguh bos nya itu terlihat berbeda sekali.
"Ren....apa kamu sudah siap, kalau sudah kita langsung berangkat sekarang. Aku tidak mau Nayla yang menunggu ku nanti," kata Keenan sembari berlalu meninggalkan sang asisten yang masih terpaku di sana.
__ADS_1
"Tuan seperti ABG yang sedang di mabok cinta, xixixi...."