
"Semoga aku tidak terlambat..." gumam Nayla dengan perasaan yang campur aduk.
Tangan dia sibuk menghubungi seseorang di ponsel nya. Tapi orang yang dihubungi tidak mengangkat panggilan nya. Nayla beberapa kali membuang nafas kasar.
Santi yang melihat sahabat nya seperti itu merasa iba, dia dari tadi mencoba menghubungi Rendi tapi tidak pernah diangkat.
"Kemana sih manusia kulkas itu, dari tadi dihubungi susah sekali, bahkan chat aku satu pun tidak ada yang di balas sama sekali," batin Santi merasa kesal dengan asisten Keenan itu.
Saat ini suasana jalanan cukup ramai sehingga Santi tidak bisa membawa mobil nya dengan kecepatan tinggi.
"Ini kenapa jalanan jadi macet seperti ini sedih San! tidak ada jalan lain lagi supaya cepat menuju bandara?"
"Aku juga tidak tahu Nay kenapa jalan ini tiba - tiba jadi macet seperti ini."
Santi pun membuka kaca mobil nya untuk bertamu ke salah satu pengendara lain. Dia mendapatkan informasi jika di depan sana ternyata ada kecelakaan lalu lintas. Sehingga menimbulkan kemacetan. Santi akhirnya turun untuk mencari petugas keamanan yang ada di situ untuk bertanya apakah ada jalan lain untuk menuju bandara. Akhirnya Santi pun menemukan jika ada jalan lain untuk menuju bandara selain jalan utama itu.
Tanpa menunggu lama lagi Santi langsung melajukan mobil nya ke arah jalan itu dengan bantuan arahan dari petugas keamanan itu.
Dan benar saja hanya membutuhkan waktu lima belas menit akhirnya mereka sampai juga di bandara. Nayla langsung turun dan berlari ke arah pusat informasi apakah pesawat yang menuju Indo sudah berangkat atau belum.
Petugas informasi tersebut memberitahu jika pesawat yang menuju Indo suda berangkat sejak lima menit yang lalu. Nayla langsung lemas mendengar informasi yang diberikan oleh petugas itu. Dia berjalan gontai ke arah kursi tunggu dan duduk di sana dengan perasaan yang campur aduk. Dia menyesali kenapa dia tidak jujur saja mengakui perasaan nya jika dia masih sangat mencintai mantan suami nya itu.
"Kenapa kamu tidak menunggu ku mas, apakah cuma segitu kamu memperjuangkan ku. Kata nya kamu mencintai ku, kata nya kamu ingin memulai hubungan baru dengan ku tapi apa nyata nya cuma karena kamu mendengar hal seperti itu kamu langsung pergi, kamu jahat mas," lirih Nayla dengan terisak sesenggukan di kursi tunggu.
"Siapa bilang aku akan pergi."
Deg,
Nayla membeku seketika mendengar suara bariton yang sangat tidak asing bagi nya. Dia sontak mendongakkan wajah nya yang masih berlinangan air mata. Nayla langsung berdiri di hadapan Keenan dan menangkup kedua pipi Keenan untuk memastikan jika laki - laki yang ada di hadapan nya itu adalah benar mantan suami nya.
"Mas Keenan...." lirih Nayla.
"Iya ini aku Nay......Keenan Dirgantara," ucapnya lembut dengan tersenyum.
Nayla langsung memeluk Keenan dengan sangat erat. Dia juga menangis sesenggukan di dada mantan suami nya dengan sesekali memukul dada Keenan seraya berkata," kamu jahat mas! kenapa kamu mau pergi lagi meninggalkan ku, kenapa kamu tidak....."
Cup,
Keenan langsung membungkam bibir Nayla dengan bibir nya. Nayla langsung membulatkan mata nya dengan apa yang Keenan lakukan pada nya sekarang. Awal nya dia terkejut tapi lama kelamaan dia memejamkan kedua mata nya dan menikmati setiap sentuhan lembut bibir Keenan di bibir nya. Keenan meraih tengkuk kepala Nayla guna memperdalam ciuman mereka. Nayla juga mengalungkan ke dua tangan nya di leher Keenan.
Cukup lama mereka berciuman, mencurahkan segala perasaan cinta dan sayang mereka lewat olah raga bibir itu. Ciuman mereka terhenti saat mereka sama - sama merasa kehabisan oksigen. Keenan menghapus sisa saliva nya di bibir Nayla dengan menggunakan ibu jari nya. Dan menyatukan kening nya dengan kening Nayla hidung mereka pun masih saling menempel.
"Bibir ini hanya akan menjadi milikku selalu, karena hanya bibir ini yang sudah mengambil ciuman pertama ku," lirih Keenan dengan lembut saat tangan nya mengusap kembali bibir tipis Nayla yang mampu membuat sang empu nya menjadi merona.
"Kamu yakin mas? cuma aku? bukan kah kamu pernah....."
"Itu tidak seperti yang kamu lihat Nay...nanti akan aku jelaskan semua nya."
" Cie.....cie....ada yang resmi balikan nich...." sorak Santi yang tiba - tiba berada di belakang mereka bersama Rendi.
Kedua sejoli itu langsung melepaskan pelukannya. Dan sama - sama menjadi salah tingkah sendiri. Wajah Nayla pun memerah karena menahan malu.
"Kok kalian bisa datang bersama?" tanya Nayla mengalihkan pembicaraan.
"Aku bertemu dia di depan tadi, saat mencari keberadaan mu. Kalau bukan karena dia tahu kamu sekarang ada di mana, aku juga males Nay harus bareng ma manusia kulkas ini," jawab Nayla sambil melirik ke arah Rendi yang sudah menatapnya tajam.
__ADS_1
"Ngga usah melotot seperti juga kali," lirih Santi memutar bola mata nya jengah.
Nayla dan Keenan menggelengkan kepala nya dan tersenyum melihat tingkah asisten mereka masing - masing yang seperti Tom and Jerry.
"Oh ya mas, kamu beneran mau pulang ke Indo sekarang?" tanya Nayla dengan tatapan sendu nya.
"Pulang ke Indo? siapa yang bilang?" jawab Keenan bingung.
Nayla langsung melirik ke arah Santi, dan yang merasa dilirik pun cuma nyengir kuda dan mengangkat kedua jari nya ke atas.
"Kalau mas Keenan tidak akan pulang ke Indo, terus ngapain mas Keenan ke sini," ucap nya dengan mode masih bingung.
"Aku ke sini karena bertemu salah satu klien ku yang akan pergi ke luar negeri. Beliau tidak ada waktu untuk bertemu jadi kami memutuskan untuk bertemu di sini. Kamu dapat informasi dari mana jika aku akan pulang ke Indo, hem...." tanya Keenan balik sambil menarik pinggang Nayla ke arah nya.
"Santi yang bilang tadi," kata Nayla terbata karena merasa gugup berada di dada Keenan saat ini.
"Aku tidak akan kembali ke Indonesia tanpa wanita yang ada di pelukan ku ini," Keenan mengusap pipi Nayla dan menyingkirkan beberapa rambut Nayla yang menghalangi wajah cantik itu.
Wajah Nayla seketika merona mendapati perlakuan Keenan itu dan membenamkan wajah nya di dada Keenan.
"Panas euy...." celetuk Santi sambil berlalu dari hadapan kedua atasan nya itu yang sedang di mabuk cinta tidak lupa dia menarik tangan Rendi untuk ikut pergi dari tempat itu.
"Apaan sich..." protes Rendi yang tidak suka tangan nya di tarik oleh Santi.
"Ck....dasar benar - benar manusia kulkas kamu ya, lihat tuh," Santi menunjuk ke arah Keenan dan Nayla yang sedang berpelukan.
"Kamu mau jadi obat nyamuk diantara mereka hemm..." lanjut Santi.
Rendi pun menengok ke arah yang ditunjukan oleh Santi, benar saja kedua atasan nya itu sedang beradegan mesra di sana. Rendi yang notabene jomblo akut pun merasa risih dengan pemandangan yang dia lihat saat ini.
Bugh...
Santi terjatuh tepat berada di pelukan Rendi. Kedua manik mata mereka saling bertemu, jantung kedua nya pun berdetak tidak menentu saat ini.
"Kalau di lihat dari jarak dekat seperti ini ternyata dia cantik juga walaupun karakter nya bar - bar tapi dia sangat manis," batin Rendi.
"Ya tuhan.....betapa indah ciptaan mu ini, hidung mancung, alis tebal dan itu bibir nya terlihat seksi sekali," batin Santi.
"Tidak..tidak...." ucap kedua nya sambil menggelengkan kepala nya masing- masing guna menyadarkan pikiran mereka masing - masing.
Dia asisten itu langsung berusaha untuk saling melepaskan pelukan mereka. Canggung pasti yang terjadi saat itu di antara kedua nya.
Santi langsung berlari ke arah parkiran dengan wajah merona. Dia mengerutuki diri nya sendiri kenapa bisa mempunyai pikiran seperti itu tadi. Berkali - kali dia memukuli kepala nya saat berlari. Rendi pun sama dia juga berjalan cepat menuju parkir mobil bandara dengan menundukkan kepala nya.
"Ada apa dengan mereka berdua mas?" tanya Nayla heran dengan tingkah kedua asisten itu. Karena saat mereka terjerembab dalam pelukan baik Nayla atau Keenan tidak mengetahui nya. Mereka sendiri sedang asik dalam romantisme yang mereka ciptakan sendiri.
"Entahlah..." Keenan mengangkat kedua bahu nya.
**
Keenan daan Nayla memutuskan untuk pulang ke apartemen mereka secara bersamaan menggunakan mobil yang sama. Sebelumnya baik Keenan dan Nayla sudah menghubungi asisten nya masing - masing jika mereka akan pulang dengan menggunakan mobil Keenan. Jadi mau tidak mau Rendi harus pulang bersama Santi. Karena Keenan memerintahkan nya untuk mengantarkan mobi Nayla ke apartemen. Otomatis Santi ikut di dalam mobil itu.
Selama perjalanan tidak ada sepatah kata pun yang mereka keluarkan. Santi yang biasa nya paling cerewet, tapi sekarang ini dia hanya diam membisu.
Rendi sesekali melirik ke arah Santi, dia menghela nafas nya perlahan. Dia sebenarnya ingin memulai obrolan, tapi dia sendiri bingung mau memulai nya dari mana.
__ADS_1
"Hemm...."
Rendi berdehem untuk mencairkan suasana yang hening di mobil itu.
"San...." akhir nya Rendi memulai membuka suara nya.
"Apa..." jawab Santi yang masih setia menengok ke arah jendela mobil.
"Bagaimana kalau kita jadian saja?"
"What!!!!!" pekik Santi yang langsung membalikkan badan nya dan melayangkan tatapan tajam arah Rendi yang tiba - tiba mengerem mendadak karena teriakan Santi.
"Astaga....ini anak, biasa aja kali. Jangan histeris seperti itu, kayak di apa - apa in aja," gerutu Rendi.
Santi yang mendengar ucapan Rendi itu langsung, mengerucutkan bibir nya. Dia merasa kesal dengan makhluk tuhan yang ada di sampingnya itu. Bisa - bisa nya tiada angin tiada hujan menawarkan untuk jadian.
"Ya tuhan....bagaimana bisa tuan Keenan Dirgantara bisa mempunyai asisten pribadi seperti ini," gumam Santi menepuk jidat nya.
"Kamu ngomong sesuatu," tanya Rendi.
"Ngga..." jawab Santi langsung menatap ke arah depan.
"Bagaimana pertanyaan ku tadi, mau ngga kamu menjadi kekasihku hemmm..." Rendi kembali mengulang pertanyaan nya yang tadi.
Santi kembali menengok ke arah Rendi dengan nafas yang naik turun menahan emosi. Bagaimana bisa ada laki - laki yang seperti ini, menyatakan cinta tanpa prosedur menurut Santi. Walaupun dia belum pernah merasakan bagaimana rasa nya jatuh cinta atau mempunyai seorang kekasih. Akan tetapi setiap wanita pasti mempunyai impian nya masing - masing untuk mendapatkan pernyataan cinta yang romantis dari orang yang dia sukai.
Lha ini, Rendi tanpa menunjukkan rasa suka terlebih dahulu, atau perhatian yang mengisyaratkan kalau dia suka dengan nya tiba - tiba palah mengatakan untuk menjadi kekasihnya.
"Hei....manusia kulkas! kamu ini sadar tidak sich dengan apa yang kamu ucapkan tadi. Atau kamu sekarang ini sedang mengigau ya? atau jangan - jangan kamu sedang sakit saat ini," ucap Santi dengan nada emosi dan meletakkan salah satu telapak tangan nya di kening Rendi untuk mengecek suhu badan laki - laki itu masih normal atau tidak.
Akan tetapi tindakan Santi itu justru membuat Rendi menatap Santi dengan tatapan yang sangat mendalam. Dia kemudian meraih tangan Santi yang berada di kening nya dan menaruh tangan itu di dada nya.
Santi terhenyak dengan apa yang di lakukan oleh Rendi. Dia berusaha untuk melepaskan tangan nya. Tapi Rendi palah menahan nya dengan kuat. Santi dapat merasakan detak jantung Rendi yang sangat kencang. Dia sendiri juga merasakan hal yang sama saat ini. Apa lagi tatapan Rendi saat ini sungguh membuat jantung nya seperti sehabis maraton. Dag Dig dug tidak karuan. Dia juga merasa risih dengan tatapan Rendi itu.
"Aku memang bukan tipe laki - laki yang romantis, bahkan aku adalah laki - laki yang sangat kaku dan dingin. Benar ada nya jika kamu menjuluki ku sebagai manusia kulkas. Tapi aku mengatakan hal itu bukan karena aku ingin mempermainkan mu atau meremehkan mu akan tetapi karena aku memang tertarik pada mu sejak pertama kali kita bertemu setahun yang lalu saat kamu masih bekerja di resto itu. Jujur aku sebelumnya belum pernah menjalin hubungan yang spesial dengan wanita. Dan aku juga tidak pernah merasakan perasaan yang aneh ini terhadap wanita manapun selain dengan mu. Jadi, Santi Wulandari maukah kamu menjadi kekasih ku?" Rendi dengan lantang mengungkapkan perasaan nya kepada Santi.
Entah dapat keberanian dari mana sehingga dia bisa mengungkapkan perasaan nya itu.
Santi hanya diam seribu bahasa, dia masih syok dengan apa yang dia dengarkan barusan. Seumur hidup nya baru kali ini ada seorang pria yang menyatakan cinta untuk nya. Dia menggigit bibir bawah nya guna menutupi rasa gugup nya.
Mata nya menatap manik mata Rendi untuk mencari kebohongan di sana. Tapi naas nya dia tidak menemukan kebohongan apa pun di sana. Yang dia lihat hanya lah ketulusan dan cinta di sana.
Rendi yang merasa tidak ada respond apa pun dari Santi, dia kemudian menarik tangan Santi sehingga membuat jarak wanita itu sangat dekat dengan nya. Dan...
Cup,
Tiba - tiba Rendi mengecup lembut bibir wanita itu. Santi yang mendapat perlakuan itu pun langsung membulatkan mata nya. Dia berusaha untuk melepaskan ciuman dari Rendi. Tapi justru Rendi memperdalam ciuman nya itu dengan menarik tengkuk Santi.
Entah dapat keberanian dari mana laki - laki itu sehingga berani melakukan hal itu. Mungkin karena melihat Keenan dan Nayla tadi sehingga dia bisa menjadi berani seperti ini.
Plak,
**
Kasih dukungan nya lagi donk kakak readers, biar author lebih semangat lagi untuk UP nya🤗
__ADS_1