Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 147 Apa benar aku?


__ADS_3

Di meja makan semua orang sudah menunggu pasangan suami istri yang baru beberapa jam yang lalu mengucap janji suci pernikahan untuk bergabung bersama mereka.


Tidak lama kemudian kedua insan yang sedang berbahagia itu pun muncul dengan saling bergandeng tangan. Aura kebahagiaan sangatlah tampak di antara mereka berdua.


Semua yang ada di sana tersenyum bahagia melihat pemandangan itu. " Maaf....jika kalian harus menunggu lama," ucap Keenan sambil menarik kursi makan untuk sang istri.


"Makasih mas," Nayla tersenyum manis mendapat perlakuan manis dari suami nya itu.


Kakek Dirga dan lain nya menganggukkan kepala nya, mereka memaklumi keterlambatan pasangan suami istri baru itu. Berbeda dengan Davin yang sedikit kesal karena terlalu lama menunggu pasangan bucin itu.


"Kalian ngapain saja sich di dalam sana, tidak tahu apa yang di sini sudah kelaparan karena terlalu lama menunggu kalian," kesal Davin dengan tatapan jengah pada Keenan.


"Terserah dong...kami mau ngapain aja di kamar, kita kan sudah sah bukan begitu sayang?" kata Keenan sambil mengedipkan mata nya ke arah sang istri.


Nayla hanya menghela nafas nya perlahan melihat tingkah sang suami yang tidak pernah akur dengan Davin.


"Apa kamu tidak lihat hasil karya ku yang spektakuler itu hem...." bisik Keenan pada Davin yang kebetulan duduk di sebelah Keenan.


Seketika mata Davin tertuju pada beberapa tanda kiss mark yang ada di leher belakang Nayla yang sengaja tidak di olesi foundation oleh Keenan tadi. Apa lagi rambut Nayla saat ini di ikat ke atas jadi tanda itu terlihat sangat lah jelas sekali.


Davin langsung mencebikkan bibir nya, dia benar-benar kesal dengan Keenan. Dia merasa Keenan sengaja melakukan hal itu untuk memanas-manasi nya.

__ADS_1


"Lihat saja jika aku sudah menikah nanti, akan aku balas kamu!" gerutu Davin yang membuat Keenan tertawa kecil.


"Mas Keenan ! Kak Davin !....sudah! kalian ini setiap ketemu tidak pernah tidak membuat keributan, kasihan yang lain nya sudah menunggu lama. Kalau kalian ribut terus kapan acara makan ini dimulai!" kata Nayla sedikit membentak kedua orang yang tidak pernah akur itu.


Akhir nya acara makan bersama itu pun di mulai. Semua menikmati hidangan makanan yang sudah di siapkan oleh chef terkenal dari restoran paling mewah di Jakarta. Tidak ada percakapan apa pun di meja makan, semua fokus terhadap hidangan yang tersaji di sana. Hanya sesekali Keenan yang membuat ulah dengan memberi perhatian-perhatian kecil pada sang istri, dan sebaliknya dia juga minta diperhatikan oleh Nayla seperti minta disuapin atau menginginkan apa yang Nayla makan. Padahal mereka mengambil menu yang sama. Dasar CEO bucin akut🤭


**


Di sebuah kontrakan kecil ada seorang wanita yang sedang mengacak-acak isi lemari nya. Wanita itu terlihat kebingungan memilih pakaian yang cocok untuk dia pakai di acara pesta pernikahan bos nya saat di Drg.Group dahulu.


"Aku harus pakai baju yang mana? semua baju yang aku punya tidak ada yang bagus, tidak ada yang cocok di pakai di acara mewah nanti. Apa aku tidak usah datang saja ya? tapi nanti Maimunah pasti kecewa, dia kan ingin sekali pergi ke acara itu, secara di sana pasti banyak makanan enak dan gratis pasti nya, Ya Allah punya sahabat satu kok gitu amat kalau sudah menyangkut makanan enak dan gratis," ucap Safira terduduk lesu di ranjang usang nya.


Saat Safira sedang hanyut dalam pikiran nya, tiba-tiba pintu kontrakan nya di ketik oleh seseorang.


"Ya elah itu anak baru aja di omong sudah datang saja," lirih Safira sambil berjalan ke arah pintu kontrakan nya itu.


Cklek....


Pintu terbuka, dan Safira menyipitkan mata nya karena yang berada di depan nya saat ini bukan lah Maimunah sang sahabat melainkan seorang makhluk hidup setengah pria setengah wanita dengan memakai baju pria tapi berdandan ala wanita menenteng beberapa paper bag dan tas yang mirip seperti alat make up.


"Maaf...anda siapa ya?" tanya Safira sopan.

__ADS_1


"Perkenalkan eke Heri alias Helena," jawab orang tersebut dengan nada khas suara wanita yang di buat-buat.


Belum sempat Safira menjawab sapaan orang tersebut akan tetapi orang tersebut sudah keburu nylonong masuk begitu saja ke dalam kontrakan Safira.


Safira yang melihat orang asing main masuk begitu saja ke dalam kontrakan nya langsung berusaha untuk mencegah orang tersebut.


"Eh...eh...apa yang anda lakukan hah, kenapa anda main masuk begitu saja di rumah orang hah!" bentak Safira yang tidak suka dengan tingkah orang tersebut.


"Ups...sorry, eke kebablasan. Jadi gini, ye yang nama nya Safira Amelia kan? eke dapat tugas dari Tuan Davin Sanjaya yang paling cute dan tampan untuk meng make over ye supaya tampil cetar membahana saat datang di pesta pernikahan bos ye," jelas Helena alias Heri.


"Hah...." Safira melototkan mata nya saat mendengar jika yang mengutus makhluk jadi-jadian itu ke rumah nya adalah bos nya saat ini Davin Sanjaya.


"Sudah...sudah...ye tidak perlu sok terkejut seperti itu, sekarang tunjukkan di mana kamar ye biar semua nya bisa cepat selesai karena ini sudah sore okey."


Safira yang masih tidak fokus reflek menunjuk sebuah ruangan di mana itu adalah kamar nya. Dengan gerakan cepat Helena atau Heri itu langsung menarik tangan Safira menuju kamar nya.


Seperti kerbau yang di cucuk hidung nya Safira pun mengikuti semua instruksi dari orang suruhan Davin tersebut. Dia di suruh mencoba beberapa gaun yang cocok untuk nya, dan pilihan nya jatuh pada sebuah gaun selutut dengan lengan yang tertutup bewarna marun dengan leher yang sedikit terbuka sehingga memperlihat kan pundak putih mulus Safira dan leher jenjang nya.


Gaun itu sangat cocok di kenakan oleh Safira yang mempunyai bentuk tubuh yang proposional. Hanya saja keseksian nya itu selama ini selalu di tutupi oleh baju yang longgar. Bahkan dia mempunyai ukuran buah dada nya yang selalu diidamkan oleh banyak laki-laki. Jangan di tanya kulit Safira pun tampak terlihat putih mulus walaupun dia tidak pernah melakukan perawatan salon akan tetapi dia memiliki jenis kulit yang bagus.


"Perfect...." ucap Helena saat selesai meng make over Safira.

__ADS_1


Safira perlahan membuka mata nya dan melihat diri nya yang sudah berpenampilan berbeda di depan cermin. Dia sendiri merasa sok dengan yang dia lihat saat ini, dia sampai berpikir jika yang dia lihat di cermin saat ini bukan lah dia tapi orang lain.


"Apa benar ini aku?"


__ADS_2