Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 150 Drama pengantin di pelaminan


__ADS_3

"Selamat menempuh hidup baru ya Nay...semoga selalu di beri kebahagiaan dan keberkahan, jangan lupa segera berikan aku ponakan," bisik Abraham memberikan ucapan dan doa yang tulus pada pernikahan Nayla.


"Terima kasih mas," jawab Nayla dengan tersenyum manis.


Dia tidak menyadari jika laki-laki yang berada di samping nya sekarang ini sedang terbakar api cemburu. Kalau saja bisa tampak dengan mata seluruh tubuh Keenan sekarang ini sedang di selimuti api yang menyala-nyala. Sayang nya semua itu tidak terlihat, hanya wajah nya saja yang tampak merah padam menahan rasa kesal.


"Sayang...." kata Keenan penuh dengan penekanan dengan melepas paksa pelukan Abraham pada istri nya itu.


Abraham tertawa kecil melihat tingkah Keenan yang posesif akut.


"Nay...seperti nya kamu harus punya obat khusus untuk mengatasi penyakit posesif suami mu itu yang sudah akut," ledek Abraham yang di sambut kekehan kecil dari kedua nya.


"Ck....apa kamu bilang," Keenan langsung melayangkan tatapan tajam nya pada mantan rival nya itu.


"Woi...santai bro, kalem dikit lah...."


Nayla langsung mengusap lembut lengan Keenan berusaha menenangkan suami nya itu.


"Ngomong-ngomong selamat ya tuan Keenan Dirgantara, ingat jangan pernah membuat nya terluka lagi dan mempermainkan pernikahan mu kembali, kalau sampai itu terjadi aku tidak akan mengalah lagi pada mu. Aku pastikan akan merebut nya dari mu," bisik Abraham penuh dengan penekanan dan turun dari pelaminan.


Sedangkan Keenan sendiri mengepalkan tangan nya dengan kuat mendengarkan ucapan mantan rival nya barusan. Dia tidak henti-henti nya mengumpat laki-laki yang baru saja memberi ultimatum pada nya itu. Dia heran, siapa juga yang mengundang Abraham di pernikahan nya. Sedangkan dia merasa menulis nama Abraham dalam list tamu nya.


Nayla tahu apa yang ada di pikiran suami nya itu lalu membisikkan sesuatu di telinga sang suami," kakek Richard yang mengundang nya mas."


Mendengar jawaban istri nya itu dia hanya mendesah pelan, ternyata kakek mertua nya lah yang mengundang mantan rival nya itu pantas saja.


Tamu undangan silih berganti memberikan ucapan selamat pada pasangan pengantin baru itu. Nayla tampak sedikit kelelahan, karena harus berdiri cukup lama menggunakan heels yang tinggi. Belum lagi gaun yang ia kenakan cukup berat juga.


"Sayang...kalau kamu lelah, kita ke kamar saja ya?"

__ADS_1


"Tidak enak mas, acara kan belum selesai dan masih banyak tamu undangan yang antri untuk memberikan ucapan dan doa untuk kita," jawab Nayla sambil menunjuk ke arah tamu undangan yang sedang berbaris.


Keenan melihat ke arah yang Nayla tunjukan, dan benar saja betapa banyak tamu undangan yang sedang berbaris akan memberi ucapan dan doa untuk sepasang pengantin itu. Dia menghela nafas kembali," kakek kita benar-benar akan membuat kita kelelahan sebelum bertempur sayang..." ujar Keenan lemas sambil menuntun Nayla untuk duduk sebentar mengurangi rasa lelah.


"Mas...." Nayla melayangkan tatapan protes nya.


Sedangkan Keenan hanya terkekeh kecil sambil mengecup pipi istri nya. Nayla sendiri sudah tidak risih lagi dengan tindakan suami nya yang suka mencium nya mendadak di tempat umum. Lagi pula mereka sekarang ini sudah sah jadi suami istri lagi, jadi tidak masalah.


"Ish....cucu mu itu memang tidak ada akhlak Ga, di depan tamu undangan yang melimpah seperti ini saja masih sempat- sempat nya mencium cucu ku, entah sudah berapa kali dia mencium cucu ku di atas pelaminan itu," gerutu kakek Richard pada besan nya.


"Hahahaha....kamu ini seperti tidak pernah muda saja Chard..." kakek Dirga menanggapi santai ucapan besan nya itu.


"Ck....bisa-bisa pesta ini belum usai mereka sudah meninggalkan pelaminan," cicit kakek Richard memandangi dua sejoli yang sedang duduk di pelaminan.


Sedangkan kakek Dirga hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya mendengar celotehan dari besan nya itu sambil berlalu dari sana untuk menyapa beberapa kolega nya.


Sebenarnya kakek Richard sangat menyayangi Keenan, dia sudah menganggap Keenan sebagai cucu nya sendiri. Dia juga merasa bahagia Nayla kembali lagi pada Keenan, terlepas dari kesalahan nya di masa lalu, dia tahu Keenan itu adalah anak yang baik, perhatian, tanggung jawab dan penuh perhatian. Seperti saat ini, kakek Richard bisa melihat dengan mata kepala nya sendiri jika cucu menantu nya itu sedang memijat kaki Nayla yang sedang kelelahan karena terlalu lama berdiri. Melihat itu semua kakek Richard mengembangkan senyuman nya.


**


"Ada apa tuan? Anda ingin di posisi tuan Keenan itu?" ledek Safira.


Entah mengapa semakin lama Safira semakin berani dengan Davin. Seperti saat ini, dengan mudah nya dia mengejek bos nya itu tanpa rasa takut sama sekali.


Davin yang mendengar ucapan Safira pun langsung melayangkan tatapan tajam nya ke arah wanita itu.


"Kalau iya kenapa!"


"Astaga tuan....ingat nona Nayla sekarang adalah milik tuan Keenan sahabat tuan sendiri, apa tuan tidak malu jika mendapat gelar pembinor nanti nya."

__ADS_1


"Siapa juga yang ingin merebut Nayla, aku mau berada di pelaminan itu bersama mu..." ucap Davin begitu saja sambil berlalu pergi meninggalkan Safira yang berdiri mematung mendengar ucapan Davin barusan. Jangan di tanya muka Safira saat ini seperti apa. Belum lagi detak jantung nya yang berdetak tidak karuan.


"Kamu mau sampai kapan berdiri di situ terus."


"Eh iya tuan..." jawab Safira dengan gugup dan langsung mengekor Davin menuju pelaminan untuk memberikan ucapan selamat dan doa kepada pengantin.


**


"Selamat bro....semoga kali ini kamu tidak gagal lagi belah durian nya," ucap Davin dengan senyuman khas nya.


"S***t....tenang saja aku pastikan tidak akan gagal malam ini, apa perlu aku melakukan live streaming untuk mu," jawab Keenan dengan santai dan penuh percaya diri.


Untung saja Nayla tidak mendengar ucapan Keenan itu, karena dia saat ini sedang sibuk berbicara dengan salah satu istri kolega Keenan yang baru saja memberikan selamat pada nya.


"S****l....." umpat Davin kesal.


"Maka nya buruan halal in, jangan suka mempermainkan dan memberikan harapan palsu pada anak orang," kata Keenan yang sok memberikan petuah, padahal dia sendiri dulu seperti apa🤭


"Ish.....tidak sadar diri, anda dulu seperti apa tuan Keenan Dirgantara?" sindir Davin.


"Itu kan dulu..." jawab Keenan tidak mau kalah.


"Terserah...." Davin langsung berlalu dari hadapan Sabahat somplak nya itu. Lama-lama mengobrol dengan nya bisa membuat tensi nya naik.


Safira yang berada di belakang Davin hanya menundukkan kepala nya. Bagaimana pun dia masih merasa canggung berada di sekitar orang nomer satu di perusahaan-perusahaan besar itu. Tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk membawa diri supaya tidak mempermalukan bos nya itu. Safira akhirnya memberanikan diri memberikan ucapan dan doa untuk Keenan dan Nayla setelah Davin pasti nya.


**


"Sayang......sudah yuk, kita istirahat saja. Aku tidak tega melihat mu kelelahan seperti ini. Aku yakin mereka juga bisa memaklumi nya," ujar Keenan.

__ADS_1


Nayla akhirnya menyetujui Keenan, jujur dia sendiri juga merasa sangat lelah sekali jika harus berdiri lama lagi.


"Mas...."


__ADS_2