Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 48 Saya...Istri Keenan Dirgantara


__ADS_3

"Bukankah gadis ini yang tadi sudah menyelamatkan ku tadi," batin Tuan Richard mengernyitkan dahi nya.


Karena tidak ada respond dari Tuan Richard, Nayla langsung berlutut dihadapan Tuan Richard dan mengatupkan kedua tangannya.


Betapa kagetnya Tuan Richard dan sang asisten melihat apa yang Nayla lakukan. Kedua orang ini masih dalam keadaan bingung, siapa wanita yang dihadapan mereka dan ada kepentingan apa sampai dia nekad berbuat seperti itu.


Rendi yang melihat dari kejauhan juga tak kalah terkejut dengan apa yang Nayla lakukan.


"Non Nayla..." lirih Rendi menatap sendu pada wanita yang sekarang berstatus menjadi istri dari bos nya itu.


Dia kemudian meraih ponselnya dan merekam apa yang Nayla lakukan di depannya demi menyelamatkan reputasi perusahaan suami nya.


"Saya mohon tuan.. beri saya waktu lima menit saja untuk menyampaikan maksud dan tujuan saya menemui anda sekarang," pinta Nayla dengan tatapan yang tulus.


"Apa yang anda lakukan Nona, lancang sekali anda menghalangi tuan kami," ucap asisten tuan Richard dengan nada tinggi dan berusaha menyuruh Nayla untuk menyingkir dari tempat nya karena telah menghalangi perjalanan sang bos.


Tanpa diduga Tuan Richard palah mengangkat salah satu tangannya dan menyuruh sang asisten untuk kembali ke tempatnya.


"Katakan apa mau mu, saya tidak punya waktu banyak," ucap Tuan Richard dengan bijaksana.


Sebenarnya dia juga penasaran apa yang akan dilakukan Nayla sampai dia berani melakukan hal seperti ini. Padahal mereka belum pernah bertemu sama sekali sebelumnya.


Setelah mendapat lampu hijau dari Tuan Richard, akhirnya Nayla memberanikan diri untuk menatap orang yang sangat berpengaruh dalam dunia bisnis itu.


"Terimakasih tuan, karena telah memberikan kesempatan kepada saya," ucap Nayla dengan senyuman tulus yang menghiasi wajahnya.

__ADS_1


Tuan Richard hanya menganggukkan kepala nya sebagai jawaban.


"Perkenalkan saya Nayla Atifa tuan, saya......"


Nayla menjeda ucapannya, dia ragu untuk menyebutkan status nya. Tapi jika dia tidak menyebutkan status nya bagaiman Tuan Richard akan percaya pada nya nanti.


"Maafkan aku mas, terpaksa aku harus mengatakan statusku yang sebenarnya pada tuan Richard semua ini aku lakukan demi menyelamatkan reputasi perusahaan mu," batin Nayla.


"Saya...Istri Keenan Dirgantara," lanjut Nayla.


Tuan Richard mengerutkan kedua alisnya mendengar ucapan Nayla, ada rasa tidak percaya dengan apa yang dia dengar barusan. Karena yang dia tahu selama ini seorang Keenan Dirgantara masih lajang. Bahkan di kalangan bisnis seorang Keenan Dirgantara tidak pernah terdengar menjalin hubungan dengan wanita manapun.


Selama ini hubungan percintaannya dengan Michel memang tidak pernah dipublikasikan. Wajar saja jika rekan bisnisnya hanya tahu jika Keenan masih lajang.


Sedangkan sekarang ada seorang wanita yang mengaku sebagai istri dari Keenan Dirgantara dihadapannya, sungguh membuat Tuan Richard bingung. Tapi dia akan tetap membiarkan Nayla mengutarakan tujuannya terlebih dahulu, baru setelah itu dia akan mengambil keputusan untuk mempercayai atau tidaknya. Karena dia juga melihat bahwa ada kejujuran dan ketulusan dari tatapan mata Nayla.


"Sekarang jelaskan apa tujuanmu menemui saya di sini," tanya Tuan Richard.


"Apakah tuan bisa menunda waktu untuk persentasi desain produk itu?" ucap Nayla terbata dengan bibir bergetar, kedua tangannya saling meremas menahan rasa takut karena sudah lancang meminta sesuatu di luar kendali nya terhadap orang nomer satu di dunia bisnis itu.


Tuan Richard mengernyitkan dahi nya mendengar permintaan dari Nayla.


Nayla melihat Tuan Richard bingung dengan apa yang dia utarakan tadi, akhirnya dia menceritakan kejadian yang sebenarnya tentang masalah yang sedang Keenan hadapi sekarang ini. Dia bahkan menceritakan tentang kerja keras Keenan selama ini dalam menyelesaikan desain produk itu tanpa campur tangan orang lain. Tapi dia tidak menceritakan tentang tindakan keras Keenan terhadapnya yang menuduh Nayla lah yang menghapus file tersebut.


Dengan mata yang berkaca - kaca, Nayla berlutut kembali di hadapan Tuan Richard dan mengatupkan kedua tangannya memohon supaya Tuan Richard mau menunda persentasi tersebut dan memberikan waktu kepada Keenan untuk membuat desain produk tersebut kembali.

__ADS_1


"Saya mohon tuan..." ucap Nayla dengan bibir bergetar dan tatapan mata yang penuh permohonan.


Tuan Richard menghela nafas nya perlahan, entah dari awal bertemu Nayla tadi ada perasaan hangat dalam tubuhnya, melihat tatapan mata Nayla yang tulus itu mengingatkan dia pada cucu perempuan satu - satu nya yang hilang puluhan tahun yang lalu saat kecelakaan yang menimpa anak dan menantu nya.


Di satu sisi, dia paling benci jika segala sesuatu nya tidak tepat waktu apa lagi ini merupakan perebutan tender yang besar, tidak hanya perusahaan Keenan yang mengikuti tapi masih banyak lagi perusahaan besar lainnya yang ikut andil dalam persentasi ini.


Tuan Richard diam sejenak, dia juga mempertimbangkan kebaikan Nayla tadi pagi saat Nayla menolong nya dari perampokan. Bagaimana pun dia belum mengucapkan terimakasih secara langsung kepada Nayla. Dia juga sudah berjanji kepada dirinya sendiri jika suatu saat nanti pasti akan membalas kebaikan dari orang yang telah menyelamatkan nya.


"Apa ini saat nya aku membalas Budi kepada gadis ini," batin Tuan Richard memandang Nayla dengan tatapan yang iba.


Apalagi tanpa sengaja dia melihat beberapa luka lebam yang ada di pipi, leher dan tangan Nayla. Tuan Richard sudah bisa menebak bekas luka apa itu.


"Kenapa banyak bekas luka lebam pada gadis ini, apa dia mengalami kekerasan?" tanya Tuan Richard dalam hati.


"Kasihan sekali gadis ini.. tapi hati nya begitu mulia dia rela melakukan apa pun demi orang yang dia sayangi sekalipun dia akan mendapatkan bahaya atau hinaan dia tidak peduli, dari cerita dia aku semakin yakin jika dia adalah istri Keenan Dirgantara pewaris tunggal dari Drg . Group, tapi kenapa pernikahan mereka selama ini tidak di publikasikan? ah.. aku rasa semua ini bukan urusanku, lebih baik aku kabulkan saja keinginan anak ini sebagai balas budi ku atas kebaikan nya tadi pagi, lagi pula aku merasa seperti melihat Alisya dalam diri gadis ini," monolog Tuan Richard dalam hati nya.


Tuan Richard langsung memanggil sang asisten dia membisikkan sesuatu dan asistennya langsung mengangguk mengerti. Tanpa berpikir panjang lagi, asisten Tuan Richard langsung memberikan informasi ke seluruh klien yang akan mengikuti persentasi tersebut melalui e - mail.


"Apa yang kamu inginkan sudah saya penuhi nak," ucap Tuan Richard dengan lembut.


"Sekarang berdirilah, jangan seperti ini."


Tuan Richard membantu Nayla untuk bangun dan menyuruhnya duduk kembali di sofa.


Nayla benar - benar sangat bahagia dengan apa yang dia dengar barusan, sampai tidak terasa air mata nya terjatuh membasahi wajah cantiknya.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan.. terimakasih banyak karena telah memberikan kesempatan untuk suami saya, dan saya akan melakukan apa pun untuk membalas kebaikan anda tuan.." ucap Nayla dengan mengatupkan kedua tangannya.


"Apa yang kamu katakan nak, seharusnya saya yang mengucapkan terimakasih pada mu nak, apakah kamu tidak ingat siapa saya?" tanya Tuan Richard.


__ADS_2