Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 57 Ternyata Dia


__ADS_3

Tut...Tut...


Nayla langsung memutuskan panggilan teleponnya dengan Bik Minah.


Yang menghubungi Nayla barusan adalah asisten rumah tangga yang diperkerjakan oleh kakek Dirga untuk merawat kakek Yusuf. Bik Minah mengabarkan pada Nayla jika kakeknya jatuh pinsan di kamar mandi dan sekarang sedang berada di UGD.


Dengan cepat Nayla berganti seragam, dan langsung bergegas menuju ke rumah sakit dimana kakeknya dirawat sekarang. Sebelumnya dia sudah izin dengan managernya jika hari ini dia tidak bisa bekerja full karena kakeknya masuk rumah sakit. Untung saja sang manager mengizinkan Nayla untuk pulang cepat.


Selama dalam perjalanan, Nayla tampak cemas memikirkan keadaan sang kakek. Dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi. Tapi saat di tengah perjalanan tiba - tiba motornya mogok. Motornya tidak bisa dihidupkan kembali, Nayla sudah berusaha berkali - kali untuk menghidupkan mesin motornya tetapi hasilnya tetap sama, motornya tidak bisa menyala.


"Ya Allah dalam kondisi seperti ini kenapa motorku palah mogok, mana aku tidak tahu tentang mesin motor lagi," ucap Nayla panik.


Nayla berusaha untuk mengotak - atik motornya, tapi palah bingung sendiri. Dia melihat ke sekeliling jalanan siapa tahu ada bengkel motor yang dekat tapi sayang nya jalanan yang dia lewati sekarang lumayan sepi hanya terlihat beberapa warung kopi yang berada di pinggir jalan itu.


Huft....


Nayla membuang nafas nya kasar dengan sesekali mengelap keringat yang ada di dahi nya.


**


Setelah pertemuan nya dengan Tuan Richard di cafe XX Keenan dan Rendi memutuskan untuk kembali ke kantor guna menyelesaikan pekerjaan mereka kembali.


Saat di perjalanan pulang Rendi dari kejauhan melihat seorang wanita yang sedang kebingungan mengotak atik motornya yang dia yakini sedang bermasalah. Rendi merasa tidak asing dengan wanita tersebut setelah melihatnya dari jarak yang lumayan dekat.


"Non Nayla.....?" lirih Rendi.


Rendi langsung menghentikan mobil nya seketika dengan jarak yang lumayan dekat dengan Nayla.


"Ada apa Ren..kenapa kamu menghentikan mobilnya, apa ada masalah?" tanya Keenan yang merasa heran kenapa sang asisten menghentikan mobilnya tiba - tiba.


"Maaf tuan..bukankah yang di depan itu Nona Nayla," jawab Rendi sambil menunjuk ke arah Nayla.


Keenan langsung mendongakkan wajahnya dan ikut melihat ke arah yang ditunjukkan Rendi. Dan benar yang dikatakan asistennya jika wanita yang sedang berjongkok di samping motor matic itu adalah istri nya Nayla.

__ADS_1


"Nayla.....sedang apa dia di situ," lirih Keenan namun masih bisa Rendi dengar.


"Seperti nya Nona Nayla sedang dalam kesulitan tuan, saya rasa motornya dalam masalah," kata Rendi.


Keenan pun berpikiran sama dengan Rendi.


"Apa saya boleh turun untuk membantu Nona tuan...?" izin Rendi kepada Keenan yang langsung mendapat tatapan tajam dari sang bos.


Rendi berusaha menelan ludah nya dengan kasar karena mendapat tatapan tajam dari bos nya.


Keenan langsung melepaskan sabuk pengaman yang dia pakai. Kebetulan Keenan sekarang duduk di depan dekat pengemudi.


Saat Keenan akan membuka pintu mobil dan turun, tiba - tiba terdengar suara decitan motor sport yang berhenti tepat di samping motor Nayla.


Seketika Keenan langsung menghentikan pergerakannya saat melihat siapa orang yang baru saja turun dari motor sport itu.


"Davin....?"gumam Keenan saat melihat sosok laki - laki tampan yang baru saja melepas helm sportnya.


"Tuan....seperti nya itu Tuan Davin Sanjaya," ucap Rendi.


"Nayla....sedang apa kamu di sini sendirian," sapa Davin.


Nayla mendongakkan wajahnya ke arah sumber suara.


"Kak Davin...?"


Nayla sedikit kaget dengan kehadiran Davin tapi dia juga merasa senang karena pada akhirnya ada seseorang yang bisa dia minta bantuannya.


"Ehmm.... motorku mogok kak, mesinnya mati dari tadi susah untuk dinyalakan, dan aku sendiri tidak tahu sama sekali tentang mesin motor," jelas Nayla.


Davin segera menyalakan mesin motor itu dan benar yang dikatakan Nayla jika motor itu emang tidak bisa menyala. Dia juga berusaha untuk mencari tahu kerusakan motor Nayla dengan mengotak atik sedikit motor Nayla kemudian mencoba menyalakan kembali namun hasilnya tetap sama motor Nayla tidak bisa menyala juga.


"Seperti nya motor ini harus dibawa ke bengkel Nay."

__ADS_1


"Aku rasa juga begitu kak, tapi di sekitar sini dari tadi aku tidak melihat kalau ada bengkel yang dekat, padahal aku harus buru - buru ke rumah sakit sekarang," ucap Nayla dengan panik.


"Rumah sakit?"


"Iya kak...aku harus segera ke rumah sakit karena kakekku sedang berada di UGD sekarang," jawab Nayla merasa begitu khawatir dengan keadaan sang kakek.


"Ayo aku antar kamu sekarang ke rumah sakit," tawar Davin.


"Tapi bagaiman dengan motorku kak, tidak mungkin aku meninggalkan motorku di jalanan seperti ini."


Davin langsung merogoh saku jas nya untuk mengambil ponsel nya dan menghubungi seseorang di seberang sana.


"Urusan motormu sekarang sudah beres Nay, nanti ada orang suruhan ku yang akan mengambil motormu dan menaruh nya ke bengkel."


Nayla menganggukkan kepala nya, dia tidak bisa berpikir apa - apa sekarang, yang terpenting bagi dia sekarang bagaiman cara nya dia bisa sampai ke rumah sakit segera.


Davin langsung mengambil helm Nayla yang ada di motor Nayla dan memakaikan ke Nayla. Saat akan memakaikan helm di kepala Nayla, dia melihat ada noda hitam di kening Nayla yang dia tahu pasti noda apa itu. Davin langsung mengambil sapu tangannya dan mengelap noda tersebut dengan lembut.


Nayla kaget dengan apa yang Davin lakukan dia mencoba untuk menolak tapi saat dia akan menepis tangan Davin, saat itu juga bertepatan dengan Davin yang sudah selesai menghilangkan noda hitam itu.


"Ada noda oli di kening mu Nay.." ucap Davin tersenyum sambil menunjukkan bekas noda hitam di sapu tangannya ke Nayla.


Nayla hanya bisa nyengir menunjukkan deretan gigi nya yang putih.


"Klik.... selesai, ayo segera naik ke motor ku sekarang," ajak Davin dengan menarik tangan Nayla dan menyuruh Nayla untuk naik ke motor sportnya.


Semua yang dilakukan oleh Davin kepada Nayla terlihat jelas oleh Keenan. Dai mengepalkan kedua tangannya, dan menatap tajam ke arah Nayla dan Davin yang sudah meninggalkan nya.


Rendi yang melihat reaksi bos nya tiba - tiba bergidik ngeri. Baru kali ini dia melihat Keenan dalam mode menahan amarah sepeti itu, ternyata mengerikan sekali menurut Rendi.


"Ternyata dia, laki - laki yang selama ini dekat dengan Nayla," geram Keenan dalam hati tanpa dia sadari menggertakkan gigi nya menahan amarah.


Entah mengapa hati nya begitu panas saat melihat perlakuan manis Davin saat menatap Nayla dan mengusap dahi nya Nayla yang kotor dengan sapu tangannya.

__ADS_1


"Sial....."


__ADS_2