Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 77 Cerita Kakek Dirga#2


__ADS_3

"Semua itu berawal dari kecelakaan yang menimpa keluarga kita nak... pada saat itu kamu masih terlalu kecil sekali untuk mengingat kejadian memilukan itu. Kecelakaan yang merenggut kedua orang tua mu dan membuat kakek berhutang nyawa pada Yusuf."


Kakek Dirga diam sejenak dan mengambil nafas dalam - dalam dan membuangnya secara perlahan untuk menahan rasa sesak dalam dada nya jika mengingat peristiwa itu.


"Saat kecelakaan itu terjadi, orang tua mu tidak dapat diselamatkan dan meninggal di tempat kejadian kamu tahu itu, untung kamu hanya mengalami lecet - lecet di beberapa bagian tubuh saja, akan tapi kondisi kakek sangat parah sekali, bahkan salah satu organ terpenting dalam tubuh kakek rusak parah saat itu. Untung saja ada Yusuf yang menyelamatkan kakek dan kamu. Dalam kondisi setengah sadar kakek ingat sekali bagaimana paniknya Yusuf saat menyelamatkan kita berdua nak..dia ke sana kemari meminta pertolongan pada siapa saja yang dia temui untuk membantu kita ke rumah sakit, padahal dia sama sekali tidak mengenal kita."


"Sampai di rumah sakit kakek sempat tidak sadarkan diri dalam waktu yang cukup lama bisa dikatakan kakek dalam kondisi yang kritis saat itu karena luka yang kakek alami sangat parah. Kakek juga banyak kehilangan darah saat itu, dan Yusuf dengan suka rela menyumbangkan darahnya kepada kakek. Setelah menerima transfusi darah dari Yusuf Alhmdulillah keadaan kakek membaik dan kakek berangsur - angsur sadar."


"Pada saat kakek membuka mata, hal pertama kali yang kakek lihat adalah seorang laki - laki yang kakek taksir seumuran dengan kakek sedang menggendong kamu dengan beberapa perban yang menempel di sebagian tubuh mu dan menggandeng seorang gadis kecil yang usia nya tidak jauh dengan mu, gadis kecil berkucir kuda yang memeluk sebuah boneka beruang kecil yang telah usang," kakek Dirga tersenyum tipis mengingat begitu imut nya Nayla saat kecil dulu.


"Nayla...." lirih Keenan.


Kakek Dirga mengangguk kecil.


"Iya gadis kecil itu adalah Nayla Atifa, istri mu."

__ADS_1


Ada rasa sesak yang menyeruak dalam hati Keenan jika mengingat nama Nayla disebut.


Dia hanya membuang nafas nya kasar guna mengurangi rasa sesak dan bersalah dalam hati nya.


Kakek Dirga kemudian melanjutkan kembali cerita nya.


"Kakek sebenarnya ingin mengucapkan terimakasih pada Yusuf saat itu, tapi tubuh kakek sangat lemas sekali bahkan untuk mengucapkan sesuatu pun sangatlah sulit sekali. Tiba - tiba pintu ruang rawat terbuka dan masuklah dokter yang menangani kakek dan Pak Mun, entah siapa yang menghubungi Pak Mun saat itu kakek tidak tahu. Saat melihat Pak Mun datang kamu langsung beralih ke dalam gendongan Pak Mun."


"Dokter datang untuk menyampaikan tentang keadaan kakek saat itu, jika salah satu ginjal kakek sudah rusak parah dan tidak bisa berfungsi sama sekali. Sedangkan ginjal yang satu nya lagi tidak terlalu parah hanya saja tidak berfungsi secara normal lagi. Jadi kakek harus segera mendapatkan pendonor ginjal yang tepat dan harus secepatnya melakukan operasi transplantasi ginjal itu untuk menyelamatkan hidup kakek."


"Kakek hanya bisa pasrah saat itu, bahkan kakek sudah ikhlas jika kakek harus menyusul kedua orang tua mu. Karena kakek tahu untuk mendapatkan pendonor ginjal itu sangatlah sulit dan tidak bisa dalam waktu yang cepat. Sedangkan kondisi kakek saat itu benar - benar sangat bergantung pada operasi transplantasi ginjal itu secepatnya."


"Dan tanpa ragu - ragu dia langsung mendonorkan ginjal itu kepada kakek saat itu juga operasi transplantasi itu dilakukan. Mengingat keadaan yang sangat urgent, dan setelah melalui berbagai pemeriksaan ternyata kondisi Yusuf tidak ada masalah sama sekali untuk melakukan operasi itu.


Alhmdulillah operasi itu berjalan lancar, keadaan kakek dan Yusuf juga stabil. Kita berdua berada dalam satu ruangan yang sama selama masa recovery. Selama masa perawatan, kamu dan Nayla tinggal bersama. Kalian menghabiskan waktu bersama selama 24 jam di Mansion ini. Kamu pasti tidak mengingatnya sama sekali, bahkan kamu selalu mengajarkan Nayla menulis, mewarnai dan menggambar. Jika kamu melihat ini pasti kamu akan mengingatnya Kee.." kakek Dirga membuka sebuah bok usang dan mengeluarkan beberapa lembar kertas gambar yang sudah dia laminating supaya tidak rusak jika disimpan terlalu lama. Karena jika waktu nya telah tiba dia berencana akan menunjukkan semua ini kepada Keenan dan Nayla.

__ADS_1


Keenan mengambil beberapa kertas gambar itu dan melihat sebuah coretan abstrak tidak berbentuk yang dia yakini pasti hasil karya Nayla, karena dia masih ingat usia segitu dia sudah bisa membuat tulisan dan gambaran yang lebih baik dari punya Nayla.


Keenan tersenyum kala perlahan ingatannya kembali ke masa itu. Tanpa terasa buliran bening menetes membasahi kertas itu. Lagi - lagi dia merasa bersalah, karena tidak mengenali sosok gadis kecil polos yang selalu dia marahi dan dia buat menangis karena tidak bisa membuat gambar dan tulisan yang bagus.


"Bahkan dari dulu aku selalu membuat kamu menangis Nay...maafkan aku," batin Keenan dia kemudian menyeka air mata nya sebelum sang kakek mengetahui jika dia menangis.


"Setelah itu terus apa yang terjadi kek..." tanya Keenan pada sang kakek.


"Selama masa pemulihan kakek banyak menghabiskan waktu dengan Yusuf, kita banyak bertukar cerita, bahkan kita selalu becanda gurau. Tidak lupa kakek selalu mengucapkan kata terima kasih di sela - sela obrolan kita. Bagi kakek, Yusuf itu adalah malaikat penyelamat yang Allah kirimkan untuk kakek Kee..."


"Setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit, akhirnya kakek dan Yusuf diperbolehkan untuk pulang, sebelumnya kakek menawarkan kepada Yusuf supaya tinggal dengan kita di Mansion, tapi Yusuf menolak, dia bersikukuh ingin tinggal di rumah nya sendiri. Kata dia, rumahku adalah surga ku...itu yang selalu dia ucapkan."


"Aku tahu Yusuf bermasalah dari keluarga yang biasa, tapi dia benar - benar berhati mulia dan tulus dalam membantu sesama. Pernah kakek ingin memberikan dia sejumlah uang, rumah, tanah bahkan satu anak cabang dari perusahaan kakek tapi dia dengan tegas menolak nya, dia beranggapan jika dia menerima uang tersebut bearti dia dengan sengaja menjual organ tubuh nya pada kakek."


"Tapi lagi - lagi dia menolaknya. Sampai kakek kehabisan cara bagaimana untuk membalas kebaikan dia. Sampai kakek menemukan ide gila itu, kakek berjanji di depan Yusuf jika kamu dan Nayla besar nanti kakek akan menikahkan kalian. Saat itu Yusuf menentang keras janji kakek itu, dia tidak akan pernah mengorbankan kebahagian sang cucu demi untuk ajang balas budi. Tapi kali ini kakek tidak mau penolakan apa pun dari dia."

__ADS_1


"Yusuf saat itu hanya mengatakan jika suatu saat nanti kamu dan Nayla berjodoh, maka takdir akan mempersatukan kalian tanpa ada paksaan apa pun dari kami."


"Ucapan itu yang kakek ingat samai saat ini."


__ADS_2