Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab 42 Kerjakan tugasmu dengan baik


__ADS_3

"Ternyata kamu sangat terkenal mas," gumam Nayla.


Melihat wajah suami nya yang tampak sangatlah tampan dan gagah di profil perusahaan Drg. Corp membuat Nayla merasa tidak pantas menyandang gelar seorang istri dari Keenan Dirgantara, seorang Tuan Muda dari Keluarga Dirgantara yang sangat terpandang di negara ini.


"Wanita mana yang tidak akan tertarik pada mu mas, wajahmu begitu tampan, garis wajahmu begitu tegas, badanmu juga proposional pasti wanita di luaran banyak yang tergila - gila pada mu Mas," ucap Nayla sambil terkekeh melihat wajah suami nya yang ada di ponselnya.


"Entah aku beruntung atau tidak bisa menjadi istri mu mas, lebih tepatnya istri yang entah kamu anggap apa," lirih Nayla menyunggingkan senyumannya.


Setelah puas memandangi wajah sang suami di ponselnya, Nayla segera mengambil Sling bag nya dan merapikan penampilannya supaya terlihat lebih rapih. Bagaimanapun dia akan masuk ke perusahaan yang besar dan bonafit jadi dia sebisa mungkin berpenampilan yang rapih dan sopan.


"Aku harus segera sampai ke kantor Mas Keenan, pasti dia bingung karena berkas yang dia butuhkan tertinggal," gumam Nayla.


Nayla memutuskan pergi ke kantor Keenan dengan menggunakan ojek online saja.


**


Sedangkan di apartemen Michel, perempuan cantik ini juga sedang bersiap - siap untuk pergi ke kantor Keenan. Pagi ini Michel harus menyelesaikan misi pertama nya untuk menghancurkan Keenan.


"Kamu sudah siap baby," tanya Diego sambil memeluk Michel dari arah belakang.


"I'm ready baby.."


Diego memutar tubuh Michel ke arah nya, dengan spontan Michel mengalungkan kedua tangannya di leher Diego.


"Aku yakin kamu bisa baby, cukup kamu hapus file itu dari laptop Keenan, dan ambil flashdisk nya," perintah Diego sambil mengelus wajah Michel.


Michel menganggukkan kepala nya mengerti dengan apa yang harus dia lakukan. Melihat sang kekasih mengerti tentang apa yang harus dia lakukan, Diego kemudian mengecup bibir sang kekasih dan ********** lembut. Michel membalas ciuman itu dengan sangat agresif, melihat ada sambutan dari sang kekasih tangan Diego menahan tengkuk Michel untuk memperdalam ciumannya. Cukup lama mereka berciuman, saling mengecap melilit lidah dan bertukar Saliva . Ciuman mereka terhenti karena terdengar suara ponsel milik Diego.


Dengan cepat Diego melepas ciumannya dan mengangkat telepon itu.

__ADS_1


"Okey sepuluh menit lagi aku tiba di kantor," jawab Diego dengan orang yang ada di seberang sana.


Diego terkekeh melihat penampilan Michel sekarang yang sedikit berantakan karena ulahnya tadi.


"Bagaimana dengan penampilanku baby?"


"Sempurna..." jawab Diego dengan menghapus lipstick Michel yang tampak belepotan dengan ibu jari nya.


"Berangkatlah baby, kerjakan tugas mu dengan baik, aku tidak mau mendengar kata gagal dari mu," ucap Diego dengan tatapan yang tajam dan serius.


Michel yang melihat tatapan mengerikan dari Diego menelan Saliva dengan susah payah. Dia paham betul bagaimana karakter kekasihnya itu, menjalin hubungan dengan seorang CEO dan ketua Mafia bertahun - tahun lama nya membuat Michel tahu bagaimana sepak terjang dari seorang Diego Rafles seorang Mafia yang terkenal kejam yang tidak akan segan menghabisi orang yang menghalangi untuk mencapai tujuannya sekalipun orang itu adalah orang terdekatnya sendiri.


Selama ini Michel adalah satu - satu nya orang yang bisa Diego andalkan untuk mengelabuhi musuh - musuh nya. Terutama saingan bisnis nya. Dan Michel tidak pernah gagal melakukan semua yang Diego perintahkan.


Setelah mengucapkan kalimat itu, Diego kemudian pergi dari apartemen Michel. Dia akan ke kantornya untuk memantau pergerakan Michel di kantor Keenan nanti. Di sana, Diego juga menempatkan beberapa orang kepercayaannya untuk membantu Michel. Tidak lupa Diego juga sudah meretas CCTV di kantor Keenan. Dia mematikan CCTV yang ada di beberapa titik yang akan di lalui Michel nanti.


"Kali ini aku pastikan tidak akan kalah dari mu Keenan Dirgantara," ucap Diego dengan senyum devil nya, tangannya menggenggam erat stir mobil.


"****... hampir saja," umpat Diego.


Pengendara ojek tersebut dan penumpang yang di bawa nya oleng dan jatuh ke jalan karena kaget mendengar mobil di belakangnya mengerem secara mendadak


"Auws..." Nayla meringis merasa telapak tangan dan lutut kaki nya yang terasa perih.


Penumpang ojek online itu adalah Nayla, karena terburu - buru Nayla menyuruh tukang ojek tersebut untuk melakukan motornya dengan cepat dan menyalip beberapa mobil di depannya. Salah satu mobil yang di salip adalah mobil milik Diego.


Diego turun dari mobilnya dan menghampiri tukang ojek dan Nayla yang masih terduduk di atas aspal tak jauh dari mobil Diego berhenti.


"Kalian bisa tidak mengendarai motor dengan hati - hati hah, kalau mobil saya sampai lecet kalian harus bertanggung jawab," bentak Diego.

__ADS_1


Nayla yang merasa ada seseorang membentaknya kemudian mendongakkan kepala nya ke arah sumber suara itu.


"Maafkan kami tuan," ucap Nayla menundukkan kepala nya.


"Dasar orang - orang miskin, kalau sudah begini pasti kalian akan minta pertanggung jawabanku iya kan," ucap Diego dengan nada menghina.


Mendengar hinaan dari Diego, kemudian Nayla berdiri dan melepaskan helm nya dan menatap tajam ke arah Diego.


"Anda salah tuan, walaupun saya orang miskin saya tidak akan mengemis pertanggungjawaban apa pun pada anda," jawab Nayla dengan tersenyum sinis kemudian berlalu pergi meninggalkan Diego.


Nayla membantu tukang ojek yang ditumpangi nya untuk berdiri.


"Bapak tidak apa - apa?" tanya Nayla khawatir.


"Bapak tidak apa - apa, neng sendiri bagaimana keadaannya," tukang ojek itu bertanya balik kepada Nayla.


"Saya juga tidak apa - apa pak, cuma lecet sedikit tapi tidak masalah kok buat saya, ehm.. saya minta maaf ya pak karena saya menyuruh bapak untuk ngebut tapi palah dapat musibah seperti ini. Nanti saya akan ganti rugi atas kejadian ini pak," ucap Nayla merasa bersalah.


"Tidak apa - apa neng, ini sudah resiko bapak sebagai tukang ojek," kata tukang ojek.


"Tidak pak, saya tetap akan bertanggung jawab pak," timpal Nayla dengan tersenyum.


Setelah itu mereka melanjutkan kembali perjalanannya, kali ini dengan kecepatan yang biasa. Untung saja motor tukang ojek tersebut tidak mengalami kerusakan apa pun.


Diego terpaku di tempatnya mendengar percakapan Nayla dan tukang ojek itu. Dan yang membuatnya heran, mereka berdua pergi begitu saja tanpa menghiraukan dirinya sama sekali.


"Sial ..... baru kali ini seorang Diego Rafles diremehkan oleh seorang wanita biasa seperti dia," geram Diego menatap kepergian Nayla yang tanpa menengok sama sekali ke arah Diego dan itu membuat Diego semakin geram.


"Siapa wanita itu, berani - berani nya dia setelah berkata seperti itu pergi begitu saja, dia belum tahu berurusan dengan siapa dia sekarang," gumam Diego

__ADS_1


"Wanita yang unik, wajahnya juga cantik ucapannya lugas tidak ada rasa takut apa pun, dan tatapan mata nya itu begitu meneduhkan saat di pandang, aku merasa seperti pernah melihat wajah wanita itu," monolog Diego di dalam mobil.


"Aku akan cari informasi itu setelah urusan dengan Keenan selesai," lirih Diego kemudian melajukan mobilnya kembali.


__ADS_2