
Satu masalah bisa di atasi oleh Keenan, walaupun ada campur tangan dan bantuan sang kakek. Setidaknya dia sekarang bisa lebih fokus untuk memperbaiki hubungan nya dengan Nayla sebelum semua nya terlambat.
Keenan mengantar sang kakek sampai di lobby perusahaan. Sebelum kakek Dirga pergi dia hanya berpesan kepada Keenan untuk menyelesaikan masalah yang ada di media yang beredar. Dan untuk masalah Nayla kakek Dirga tidak akan ikut campur, biar Keenan berusaha sendiri untuk menyelesaikan prahara rumah tangga nya.
**
Tuan Richard membawa Nayla untuk mengunjungi makam almarhum ke dua orang tua Nayla. Kebetulan makam itu terletak di area yang sama dengan makam kakek Yusuf hanya berbeda blok saja.
Nayla menatap dua nisan yang berjejer di depan nya. Ada rasa sesak di dada nya, walaupun dia belum bisa mengingat keseluruhan wajah ke dua orang tua nya karena saat orang tua nya meninggalkan nya dia masih sangat kecil, tapi yang nama nya ikatan darah tidak akan mengingkari perasaan.
"Nak..coba kamu lihat siapa yang datang, ini Alisya princess kecil kalian, dia sudah kembali. Dia sekarang tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, Daddy yakin kalian pasti sangat bangga memiliki putri seperti Alisya," ucap Tuan Richard mengelus nisan sang anak.
Nayla yang melihat itu meneteskan air mata, dia perlahan mendekat ke nisan kedua orang tua nya, di elus nya perlahan kedua nisan tersebut.
"Ini Alisya datang mah .. pah....princess kalian," lirih Nayla berurai air mata.
Banyak hal yang Nayla curahkan di sana, tidak lupa dia juga memanjatkan doa untuk almarhum kedua orang tua nya. Dia juga menaburkan kelopak bungan mawar di atas pusara ke dua orang tua nya.
Setelah selesai berziarah di makam kedua orang tua nya, Nayla kemudian meminta izin kepada sang kakek untuk berziarah juga di makam kakek Yusuf, dan Tuan Richard menyetujui nya. Akhirnya mereka mengunjungi makam kakek Yusuf, saat mereka hampir sampai di pusara kakek Yusuf, langkah mereka terhenti karena melihat seorang yang sangat familiar bagi mereka sedang berziarah di makam kakek Yusuf.
"Mas Keenan...." lirih Nayla.
Tuan Richard yang juga mengetahui siapa yang berada di makam itu, menengok ke arah sang cucu.
"Apa kita akan tetap ke sana nak..." tanya sang kakek.
Nayla hanya menggelengkan kepala nya, seperti nya dia benar - benar sudah tidak ingin bertemu dengan suami nya itu.
" Kita pulang saja kek."
Tuan Richard menganggukkan kepala nya, dia sangat paham dengan apa yang di rasakan oleh sang cucu.
Akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke Mansion.
__ADS_1
**
Di makam kakek Yusuf,
"Maafkan Keenan kek...atas apa yang sudah Keenan lakukan pada kakek dan juga Nayla. Keenan sudah menuduh yang bukan - bukan kepada kakek dan Nayla, Keenan benar - benar menyesal. Terima kasih atas apa yang sudah kakek lakukan untuk kakek ku, sungguh kakek adalah orang yang baik, dengan apa aku bisa membalas kebaikan kakek dan menebus semua kesalahan ku kek..." Isak Keenan.
"Nayla kini sudah meninggalkanku kek, dan dia juga ingin berpisah dari ku...aku tidak ingin berpisah dari nya kek, aku ingin memperbaiki semua nya, aku sangat menyesal kek..."
Setelah mencurahkan semua isi hati nya di pusara kakek mertua nya dia memutuskan untuk pergi ke rumah almarhum kakek Yusuf, dia berharap jika Nayla ada di sana.
Dia melajukan mobil nya ke rumah almarhum kakek Yusuf. Tidak perlu waktu yang lama Keenan sampai di rumah almarhum kakek mertua nya, keadaan rumah itu sangat sepi.
Keenan mengetuk pintu rumah itu, dan muncul lah seorang wanita paruh baya yang Keenan yakini adalah asisten rumah tangga di rumah itu. Tapi bukan orang yang dipilih sang kakek dulu untuk mengurus dan merawat almarhum kakek Yusuf.
Semua pekerja yang ada di rumah kakek Yusuf yang sekarang adalah orang - orang suruhan Tuan Richard semua. Para pekerja yang terdahulu sudah tidak bekerja di sana lagi dikarenakan kakek Yusuf sudah tiada, jadi Nayla meminta kakek Dirga untuk mengembalikan semua pekerja ke Mansion kakek Dirga.
Tadi nya Nayla menolak permintaan sang kakek untuk menempatkan beberapa orang di rumah almarhum kakek Yusuf, tapi karena rumah itu harus tetap terawat, maka dari itu Nayla menerima permintaan kakek nya itu.
"Maaf tuan...Nona Nayla tidak ada di sini, beliau tidak pernah datang ke sini lagi sejak acara 7 hari tuan Yusuf.
Keenan merasa kecewa karena orang yang dia cari tidak ada di sana. Dia kemudian meninggalkan rumah itu dan kembali ke mobil nya. Keenan berdiam diri di dalam mobil, dia berpikir di mana istri nya sekarang ini. Yang dia tahu Nayla tidak punya siapa - siapa di dunia ini selain kakek Yusuf, dia juga tidak mempunyai sanak saudara yang lain.
"Kemana aku harus mencari mu Nay, tempat yang biasa nya kamu kunjungi selain rumah kakek pun aku tidak tahu, siapa saja teman kamu aku juga tidak tahu, suami macam apa aku ini," Keenan memukul stir kemudi nya, dia mengerutuki kebodohan nya karena selama ini telah menjadi suami yang tidak tahu diri.
"Kenapa aku tidak mengunjungi tempat itu," tiba - tiba Keenan teringat sesuatu, resto tempat kerja Nayla. Cuma tempat itu harapan Keenan satu - satu nya sekarang ini.
Keenan kemudian melajukan mobil nya ke resto di mana Nayla bekerja dulu. Dia berharap di sana bisa bertemu Nayla atau mendapatkan informasi tentang keberadaan sang istri di mana sekarang.
Sesampai nya di resto tempat kerja Nayla dahulu, dia langsung masuk ke dalam dan menemui manager dari resto itu. Dari Manager resto itu dia mendapatkan informasi jika Nayla sudah mengundurkan diri dari resto itu sejak satu minggu yang lalu. Manager itu juga mengatakan jika dia tidak tahu menahu tentang keberadaan Nayla sekarang ini di mana. Saat Keenan menanyakan tentang siapa sahabat Nayla, dia juga mendapatkan kenyataan pahit jika sahabat Nayla satu - satu nya di sini yang akrab dengan Nayla juga mengundurkan diri dari hari setelah Nayla berhenti kerja dari resto itu.
Seakan - akan semua ini benar - benar sudah Nayla rencana kan dengan sangat matang, itu yang ada di pikiran Keenan saat ini.
Keenan benar - benar frustasi karena semua tempat yang dia tahu yang berhubungan dengan Nayla hasil nya nihil, dia tidak mendapatkan informasi apa pun tentang istri nya itu. Nayla sekarang seperti hilang ditelan bumi.
__ADS_1
"Davin....." satu nama yang tiba - tiba muncul di benak Keenan.
"Aku harus ketemu dengan nya sekarang," ucap Keenan.
Keenan kemudian melajukan mobil nya menuju kantor Davin Sanjaya, sahabat nya. Dia berharap Davin mengetahui tentang keberadaan sang istri. Walaupun dia sangat kesal dengan laki - laki itu, karena sudah terang - terang an mengibarkan bendera perang untuk merebut Nayla dari Keenan, tapi dia menurunkan ego nya demi untuk mendapatkan informasi tentang keberadaan istri nya.
**
Keenan memasuki gedung Sanjaya Group dengan langkah yang terburu - buru. Orang - orang di sana menunduk hormat pada CEO Drg. Group itu saat berpapasan dengan Keenan. Siapa yang tidak mengenal seorang Keenan Dirgantara, sang bisnisman yang sukses dalam segala hal.
Keenan langsung menerobos masuk saja ke ruangan Davin diikuti sekretaris Davin yang sejak tadi sudah berusaha untuk menghalau Keenan untuk masuk ke ruangan bos nya itu.
Brakk......
Pintu ruangan Davin di buka kasar oleh Keenan. Davin yang melihat sang sahabat masuk ke dalam ruangan nya dengan sedikit emosi kemudian menghentikan seluruh kegiatannya saat itu yang sedang memeriksa beberapa berkas penting.
"Maaf tuan...saya sudah melarang Tuan Keenan untuk masuk tapi...." ucap sekretari Davin dengan terbata ketakutan.
Davin mengangkat tangan nya sebagai tanda supaya sekretaris nya itu keluar.
"Di mana kamu sembunyikan istri ku..." tanya Keenan tanpa basi - basi.
Davin yang mendengar pertanyaan dari sahabat nya itu palah tertawa terbahak - bahak.
"Di mana istri ku kamu sembunyikan hah..." Keenan mengulang pertanyaan nya dengan nada yang lebih tinggi.
"Keenan...Keenan...kamu itu aneh, masak istri sendiri tidak tahu keberadaan nya di mana sekarang..." ucap Davin dengan nada meledek.
"Kamu tahu kan jika aku tidak suka dengan yang nama nya basa basi.. sekali lagi aku tanya pada mu, dimana istri ku kamu sembunyikan sekarang," kata Keenan penuh dengan penekanan di setiap ucapannya dia juga mencengkram kerah kemeja Davin.
Davin menghempas kan tangan Keenan yang mencengkram kerah kemeja nya dengan kasar.
"Aku tidak tahu Nayla sekarang ada di mana, sekalipun aku mengetahui nya aku tahu dia ada di mana sekarang aku tidak akan pernah memberitahu mu".
__ADS_1