Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 85 Belajarlah membuka hati


__ADS_3

Keenan merasa lega ada sedikit petunjuk bagi dia untuk mencari keberadaan Nayla. Tapi di satu sisi perjuangan dia juga kan semakin berat, karena yang dia akan hadapi bukan orang sembarangan, jelas tidak akan mudah bagi Keenan. Apa lagi jelas orang tersebut sudah mengetahui hal apa saja yang sudah Keenan lakukan pada cucu nya itu.


Lagi - lagi Keenan hanya bisa menghela nafas nya berat selama perjalannya menuju perusahaannya, karena perjuangannya untuk mendapatkan Nayla kembali bakalan berat. Tapi itu semua tidak mengurangi semangat dia sama sekali.


Sesampainya di ruangan kerja nya, sang asisten langsung menghampiri nya dengan membawa sebuah laporan penting.


"Permisi tuan....ada hal penting yang harus saya laporkan tentang proyek yang sedang kita jalani dengan perusahaan Rich Kingdom," ucap sang asisten Rendi.


Mendengar nama Rich Kingdom disebut sontak membuat Keenan menghentikan segala aktifitas nya. Dia langsung fokus dengan apa yang ingin disampaikan oleh sang asisten.


Keenan kemudian memberikan isyarat kepada Rendi untuk segera memulai apa yang ingin dia sampaikan. Rendi yang mengerti dengan apa yang Keenan maksud pun segera membacakan semua laporan yang dia siapkan kepada bos nya.


"Begini tuan....untuk masalah perkembangan proyek kita dengan perusahaan tuan Richard ada sedikit kendala. Saya merasa pihak tuan Richard sengaja membuat proyek ini jalan di tempat, bukti nya sudah satu lebih proyek ini di jalankan tapi sampai sekarang tidak ada perkembangan yang signifikan. Bahkan produk yang seharusnya sudah liris dari beberapa bulan yang lalu pun kini dipending lelah beliau, saya sudah minta konfirmasi dari pihak sana bahkan saya sampai meminta sendiri untuk menghadap tuan Richard tapi hasil nya selalu nihil," terang Rendi kepada Keenan.


Selama ini memang tuan Richard tidak pernah turun langsung menangani proyek itu, dia mempercayakan proyek itu kepada orang kepercayaan nya yang berkompeten di bidang nya. Dia hanya memantau dari jauh saja. Begitu juga dari pihak Keenan, dia juga mempercayakan proyek itu kepada Rendi dia hanya sesekali datang untuk memantau secara langsung, karena selain fokus dia kepada Nayla dia juga mempunyai proyek dengan salah satu perusahaan besar lain nya yang tidak kalah besar nilai nya.


Keenan menerima berkas yang diberikan oleh asisten nya itu. Benar yang dikatakan oleh Rendi, dari berkas itu terlihat jelas progres proyek tersebut emang terkesan sangat lambat bahkan seperti dibuat seperti itu oleh pihak Tuan Richard.


"Agenda kan segera untuk aku bisa bertemu langsung dengan Tuan Richard, Ren...aku tidak mau tahu bagaimana cara nya aku harus bertemu dengan beliau secepat nya," titah Keenan yang langsung mendapat anggukan oleh sang asisten kemudian Rendi pamit untuk kembali ke meja kerja nya untuk melaksanakan apa yang Keenan perintahkan.


"Apa ini ada kaitan nya dengan Nayla," batin Keenan dalam hati.

__ADS_1


**


" Hallo kek....sapa gadis cantik yang baru saja tiba ke apartemen setelah seharian penuh melakukan aktifitas nya yang sangat padat.


Saat ini dia sedang melakukan video call dengan sang kakek. Karena beberapa hari ini dia sangat sibuk sekali dengan urusan kantor dan juga dia juga sedang mempersiapkan tugas akhir nya. Sehingga dia jarang sekali menghubungi sang kakek yang berada di tanah air.


"Hallo sayang...gimana kabar mu di sana nak," sapa tuan Richard menatap layar ponsel nya.


"Alhamdulillah Nay di sini sehat seperti yang kakek lihat, kakek di sana bagaimana kabar nya, apa kakek masih suka merasa nyeri di kaki, terus migrain kakek masih sering kambuh tidak, atau kakek masih sering mengurus pekerjaan kantor di sana tanpa sepengetahuan Nayla," cecar Nayla.


Orang yang mendengar pertanyaan yang beruntun dari cucu kesayangan nya itu palah tersenyum. Dia merasa sangat bahagia karena cucu nya itu sangat perhatian kepada nya.


"Kakek di sini sehat nak..bahkan kakek sangat jarang sekali menginjakkan kaki kakek ke kantor, semua pekerjaan sudah kakek percayakan kepada Surya, seperti yang cucu kakek yang cerewet ini minta."


"Sudah..sudah..jangan cemberut seperti itu, nanti cucu kakek tidak cantik lagi, dan tidak ada yang mau dengan cucu kakek, kalau tidak ada yang mau dengan cucu kakek bagaimana kakek bisa cepat mendapatkan cicit nanti nya."


"Kakek...mulai lagi..."


"Nay....kamu sudah setahun lebih berpisah dengan suami mu, apa kamu tidak ingin membuka hati untuk laki - laki lain nak...?"


Pertanyaan ini yang selalu kakek nya lontarkan untuk Nayla selama dia berpisah dengan Keenan. Dan itu selalu membuat Nayla merasa bersalah kepada kakek nya. Entah mengapa semenjak berpisah dengan Keenan dia begitu sulit untuk membuka hati pada pria lain. Justru dia palah menutup rapat - rapat hati nya untuk makhluk tuhan satu itu dan terkesan dingin jika ada pria yang mencoba untuk mengenal dia lebih dalam lagi. Entah karena dia belum bisa move on dari Keenan atau dia masih trauma dengan yang nama nya sebuah ikatan, hanya Nayla yang tahu.

__ADS_1


Prioritas utama dia sekarang ini adalah bekerja dan menyelesaikan study nya hanya itu yang ada dalam hidup nya sekarang ini. Dia tidak ingin terburu - buru dalam menjalin hubungan apa pun dengan seorang pria. Bisa dikatakan dia ingin menikmati kesendirian nya dulu.


"Huft....maafkan Nayla kek..untuk hal itu Nayla belum bisa," ucap Nayla lirih.


"Kenapa?? apa kamu belum bisa move on dari laki - laki brengsek itu," ucap sang kakek.


" Tidak kek..bukan itu alasan Nay..tapi...." Nayla menggantungkan ucapan nya.


"Sudah, tidak usah dijawab kakek sudah tahu jawaban nya apa. Oh ya, bagaimana progres kerja sama kita dengan perusahaan The Royal Company nak.." tanya sang kakek mengalihkan topik pembicaraan nya, karena dia tahu jika cucu nya semakin dia desak maka dia semakin akan menghindar.


Nayla kemudian menceritakan semua tentang progres kerja sama nya dengan perusahaan Abraham yang berjalan dengan lancar. Kakek nya yang mendengarkan penjelasan Nayla pun hanya mengangguk - anggukkan kepala ha karena merasa bangga kepada cucu nya yang cepat menguasai tentang dunia bisnis. Semangat, ketekunan, kedisiplinan dan ketelitian Nayla dalam dunia bisnis sama persis dengan almarhum ayah nya dulu.


Setelah satu jam melakukan video call dengan sang kakek dia kemudian mengakhiri panggilan itu.


Dia berdiri di balkon apartemen nya dan memandang keindahan malam Amerika yang begitu indah. Sesekali dia menghela nafas nya berat, entah apa yang Nayla rasakan saat ini. Dia merasa hanya ada sesuatu yang kosong dalam hati nya, dan untuk mengisi kekosongan itu dia tidak tahu seperti apa dan dengan apa.


Lamunan nya seketika buyar saat dia mendengar suara ponsel nya berdering. Dia kemudian masuk dan mengambil ponsel nya itu yang ada di atas nakas. Di lihat nya ada sebuah notifikasi dari sang asisten pribadi nya yang mengingatkan dia jika pagi ini ada pertemuan dengan pemilik The Royal Company.


Nayla menghela nafas nya perlahan, dia sebenarnya malas sekali jika harus berhadapan dengan pemilik perusahaan itu langsung. Karena dia tahu bukan masalah pekerjaan yang akan banyak dibahas saat pertemuan itu melainkan hal lain di luar urusan pekerjaan. Maka dari itu dia lebih sering mengutus Santi sang asisten untuk mewakili dia. Kadang Santi juga kualahan menghadapi tuan Abraham karena dia selalu memaksa dengan berbagai alasan supaya bisa untuk bertemu dengan Nayla. Termasuk kali ini, dia mengancam akan membatalkan proyek yang sudah berjalan setengah jadi jika yang menghadiri pertemuan besok bukan CEO dari Rich Kingdom sendiri.


Mau tidak mau Nayla akhirnya menyetujui itu semua, karena dia tidak ingin mengorbankan perusahaan nya hanya karena keegoisan diri nya.

__ADS_1


Dan di sebuah apartemen mewah lain nya, ada seorang laki - laki yang sedang tersenyum gembira setelah membaca sebuah pesan dari asisten nya. Laki - laki itu sangat bahagia sekali karena besok dia akan bertemu dengan wanita yang selama ini memporak-porandakan hati nya.


"Akhir nya aku akan bertemu dengan nya besok, aku harus mempersiapkan segala sesuatu nya dari sekarang, aku tidak akan menyia - nyiakan kesempatan ini. Dia sungguh wanita yang sangat langka dan unik. Biasa nya wanita di luaran sana akan bertekuk lutut dihadapan ku, bahkan mereka dengan suka rela memberikan tubuh nya untuk ku, tidak untuk wanita ini...dia begitu angkuh dan dingin, tapi aku sangat menyukai itu semua dan itu membuat ku tertantang untuk menaklukan janda itu," ucap Abraham dengan senyum devil nya.


__ADS_2