Istri 100 Hari

Istri 100 Hari
Bab. 59 Mungkin sudah saatnya


__ADS_3

Deg,,


Dan akhirnya Nayla berjalan mengikuti perawat menuju ruangan dokter.


Tok..tok..


"Permisi Dok, ini ada keluarga dari pasien yang bernama Tuan Yusuf sudah ada."


"Persilahkan masuk."


"Baik dok.."


Perawat itu kemudian memanggil Nayla untuk masuk ke dalam ruangan dokter.


"Permisi Dok," sapa Nayla dengan sopan.


"Silahkan masuk nona dan silahkan duduk," jawab sang dokter dengan ramah.


"Terima kasih dok..."


"Perkenalkan saya Dokter Akmal yang menangani Tuan Yusuf," ucap dokter Akmal memperkenalkan diri.


"Saya Nayla, cucu dari kakek Yusuf."


"Oh ya, bagaimana keadaan kakek saya dok.." tanya Nayla begitu khawatir.


Dokter Akmal menghela nafas nya perlahan, laki - laki paruh baya itu menatap intens wajah Nayla yang begitu mengkhawatirkan sang kakek.


"Begini nona Nayla, keadaan kakek anda sekarang dalam keadaan sedang tidak baik - baik saja, ginjal pasien sedang bermasalah sekarang dan itu sangat serius. Apakah sebelumnya anda sudah tahu jika kakek anda hanya mempunyai satu ginjal?" tanya dokter Akmal serius.


Jduaaaaar....


Bak petir di siang hari, betapa terkejutnya Nayla mendengar perkataan sang dokter jika kakeknya selama ini hanya mempunyai satu ginjal.

__ADS_1


"Apa dok.... kakek saya cuma mempunyai satu ginjal?"


"Iya benar pasien hanya mempunyai satu ginjal selama ini, dan parahnya ginjal tersebut sekarang sudah tidak berfungsi normal, jadi mau tidak mau kakek anda harus segera melakukan operasi transplatasi ginjal secepat mungkin," terang dokter Akmal.


"Itu tidak mungkin dok, jika kakek saya hanya mempunyai satu ginjal selama ini," lirih Nayla dengan air mata yang sudah berderai.


Pernyataan dari dokter Akmal benar - benar tidak bisa dia percaya. Karena selama ini kakek nya dalam keadaan baik - baik saja. Dia tidak pernah mengeluh sakit atau apa pun itu di depan Nayla. Dan sekarang Nayla mendapati kenyataan jika kakek nya hanya mempunyai satu ginjal dan parahnya lagi ginjal tersebut sekarang sudah tidak berfungsi normal.


"Dok....coba lakukan pemeriksaan sekali lagi, siapa tahu ada kesalahan dengan diagnosa dokter, tidak mungkin kakek saya hanya mempunyai satu ginjal, karena selama ini kakek saya dalam keadaan normal dan baik - baik saja dok," mohon Nayla.


"Semua sudah jelas Nay, saya sudah melakukan beberapa kali pemeriksaan terhadap kakek mu dan hasil nya tetap sama," jelas dokter Akmal.


"Tidak mungkin....." Nayla merasa tubuhnya langsung menjadi lemas mendapati kenyataan dari keadaan sang kakek.


Air mata nya langsung jatuh membasahi wajah cantiknya. Dia sangat sedih karena orang yang selama ini merawat dan membesarkannya dari kecil sedang berjuang antara hidup dan mati.


"Apa yang harus saya lakukan dok sekarang untuk menyelamatkan kakek saya," tanya Nayla dengan pandangan kosong ke depan.


"Seperti yang saya bicarakan tadi, kita harus segera melakukan operasi transplatasi ginjal secepatnya, sebelum keadaan tuan Yusuf semakin buruk," jawab Dokter Akmal.


"Berapa dok biaya operasi nya..."


"Kurang lebih seratus juta Nay..."


Deg,,


Nayla mematung mendengar biaya operasi untuk kakeknya yang begitu besar. Dalam hati dia bertanya - tanya dari mana dia bisa mendapatkan biaya sebesar itu dalam waktu singkat.


Tapi dia bertekad demi kakek nya apa pun akan dia lakukan agar kakeknya segera sembuh.


"Baiklah dok, lakukan yang terbaik untuk kakek saya, untuk masalah biaya akan saya usahakan secepat mungkin mendapatkannya, dan untuk masalah pendonor ginjal itu, saya sendiri yang akan menjadi pendonor ginjal nya karena saya cucu satu - satu nya dari kakek Yusuf, pasti ginjal saya cocok dengan kakek saya," ucap Nayla mantap.


"Kalau begitu sekarang kamu langsung menuju laboratorium untuk melakukan pengecekan apakah ada kecocokan atau tidak antara ginjal kamu dengan tuan Yusuf," jelas dokter Akmal.

__ADS_1


Setelah keluar dari ruangan dokter Akmal, Nayla langsung di bawa ke lab untuk melakukan serangkaian pemeriksaan guna mencocokkan apakah ginjal dia cocok atau tidak nya untuk kakeknya.


Selama menunggu hasil lab keluar Nayla menemui sang kakek yang kini sudah dipindahkan ke ruang perawatan.


Dia membuka ruang rawat kakek nya dengan perlahan, tampaklah seorang laki - laki tua yang sedang terbaring lemas di ranjang. Nayla mendekat ke sisi ranjang dan digenggamnya tangan sang kakek kemudian diciumnya perlahan. Tanpa terasa air mata nya jatuh membasahi tangan sang kakek dan itu membuat sang kakek terbangun dari tidur nya.


"Nayla...." ucap kakek Yusuf dengan suara yang sangat lemas.


"Iya kek...Nayla ada di sini.."


"Maafkan kakek ya Nay...sudah merepotkan dan membuat kamu khawatir seperti ini," lirih kakek Yusuf.


"Shhhtttt.... kakek tidak boleh ngomong seperti itu, Nayla tidak merasa kerepotan sama sekali, sekarang kakek istirahat saja ya.." Nayla mencoba menenangkan sang kakek.


"Kamu sudah izin ke suami mu jika kamu berada di sini? jika belum izin pulanglah dulu sebentar lagi waktu suami mu pulang kerja, jadi kamu sudah harus ada di rumah Nay."


"Nayla sudah izin ke mas Keenan jika hari ini tidak pulang, Nayla akan menemani kakek di sini," ucap Nayla.


"Maafkan Nayla kek, lagi - lagi Nayla harus berbohong kepada kakek," batin Nayla.


Kakek Yusuf menganggukkan kepala nya dia selalu mempercayai setiap ucapan cucu nya itu, sekalipun dia selalu berpikir ada yang tidak beres dengan pernikahan cucu nya itu tapi dia selalu menepis semua pikiran itu karena dia selalu mempercayai apa yang Nayla ucapkan jika kehidupan pernikahannya dalam keadaan baik - baik saja.


"Kek....kenapa kakek tidak pernah bilang ke Nayla tentang keadaan kakek yang sebenarnya jika kakek selama ini hanya mempunyai satu ginjal saja," ucap Nayla begitu lirih dengan air mata yang sudah mengalir deras.


Deg,


Kakek Yusuf sedikit tersentak kaget mendengar bahwa cucu kesayangannya sudah mengetahui keadaannya yang dia sembunyikan bertahun - tahun selama ini.


"Dari mana kamu tahu hal itu Nay?"


"Dokter yang menangani kakek tadi sudah menjelaskan semua tentang keadaan kakek sekarang ini," jawab Nayla dengan lirih rasa nya dada Nayla terasa begitu sesak sekali setelah mengetahui keadaan sang kakek yang sebenarnya.


Kakek Yusuf menghela nafasnya perlahan, bagaimana pun dia berusaha menyembunyikan semua nya pasti suatu hari nanti akan terbongkar juga. Dia berpikir jika mungkin ini saat nya Nayla tahu semua nya. Akhirnya kakek Yusuf memutuskan akan menceritakan semua nya sebuah rahasia yang dia sembunyikan selama puluhan tahun dan salah satu rahasia itu ada sangkut pautnya dengan kehidupan Nayla.

__ADS_1


"Sebenarnya ada hal yang akan kakek ungkapkan kepada mu Nay..."


__ADS_2